KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
InternasionalPelihara Bumi Ini Dengan Perdamaian (4): Tidak Ada Tuhan Kecuali Aku oleh : Tonny Djayalaksana
09-Okt-2019, 05:21 WIB


 
 
KabarIndonesia - Melalui perenungan diri, saya berharap akan bisa lebih menghayati agama dan juga lebih dapat menekuni jalan hidup sehari-hari. Saya memastikan diri bahwa menjadi Mualaf merupakan suratan dari jalan hidup saya, dan setelah menjadi mualaf saya merasakan perubahan 180
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Rayuan Gombal vs Cinta Sejati 11 Okt 2019 08:58 WIB


 

Mencari Calon Anggota Legislatif Muda dan Berintegritas

 
OPINI

Mencari Calon Anggota Legislatif Muda dan Berintegritas
Oleh : Irfansyah Pasaribu | 06-Apr-2019, 16:04:39 WIB

KabarIndonesia - Berdasarkan data dari Indonesia CorruptionWatch (ICW) tahun 2014 ditemukan 59 anggota dewan terpilih (DPR, DPRD, DPD) periode 2014-2019 tersangkut perkara korupsi. Selanjutnya, data Kementerian Dalam Negeri tahun 2014 menyebutkan, terdapat 3.169 anggota DPRD se-Indonesia tersangkut perkara korupsi selama kurun waktu 2004-2014.

Tidak dapat dipungkiri citra parlemen tercoreng akibat sejumlah perkara korupsi yang melibatkan anggota DPR/DPRD sehingga masyarakat jenuh dengan ulah anggota legislatif. Padahal mereka digaji dari uang rakyat (pajak dan lainnya).

Jika dilihat kembali surat edaran Setjen DPR RI No KU.00/9414/DPR RI/XII/2010, struktur gaji anggota DPR terdiri atas gaji pokok dan tunjangan serta penerimaan lain-lain. Besaran gaji pokok dan tunjangan tersebut sama untuk semua anggota Dewan, sehingga setiap bulannya, seorang anggota DPR minimal mengantongi gaji Rp.51,5 juta.

Berdasarkan cacatan di atas, bisa jadi minat untuk menjadi anggota legislatif tinggi. Dengan alasan tunjangan serta penerimaan lainnya maka dapat dipastikan pundi-pundi keuangan seorang anggota legislatif besar.
Ironis memang, bila watak dari anggota legislatif hanya menanamkan pemikiran untuk memperkaya diri, bukan memikirkan nasib dari rakyatnya. Padahal mereka digaji tidak murah dengan uang rakyat.
Oleh karena itu, dengan dekatnya pileg (pemilihan anggota legislatif). Secara tidak langsung persaingan anggota legislatif sudah dimulai sejak sekarang, Bukan tidak mungkin strategi dan pemenangan bagi calon anggota legislatif sudah dilakukan, baik dari tim pemenangan maupun dari partai yang mengusungnya.

Pada dasarnya masyarakat membutuhkan anggota legislatif yang benar-benar berpihak kepada nasib rakyat, serta siap menerima tanggung jawab yang telah dibebankan.
Dewasa ini, kemunculan tokoh muda dalam perpolitikan di tingkat Nasional menjadi fenomena tersendiri, tokoh muda dianggap mampu membawa gagasan yang segar, serta ide-ide kreatif dan inovatif. Sehingga menjadi bagian penting dari regenerasi tokoh-tokoh yang telah lama berkiprah di perpolitikan dan khususnya di arena legislatif.

Adalah wajar, jika masyarakat secara luas menantikan kiprah tokoh muda sebagai penerus tonggak estafet kepemimpinan nasional dan daerah. Demi kepentingan masyarakat dengan potensi yang dimilikinya dan gagasan baru untuk daerah. Menariknya, fenomena ini juga mewabah ketingkat provinsi, kabupaten dan kota, terutama dalam pemilihan anggota legislatif tingkat daerah.
Kemunculan tokoh muda dalam pemilihan anggota legislatif di tinggat daerah patut diapresiasi. Dengan gagasan yang dimilikinya, tokoh muda cerdas dalam mengambil momentum di era digital, selain memiliki akses yang sangat luas dengan keterbukaan informasi. Para tokoh muda juga menjual janji politiknya melalui media sosial dan memadukannya dengan cara konvensional yakni baliho dan temu langsung dengan masyarakat.Cara ini dianggap sebagai jalan pintas dan tepat untuk mengenalkan diri dan mempengaruhi masyarakat untuk memilihnya.

Akan tetapi apakah tokoh muda ini hanya seperti penerusnya? Seperti biasanya, setelah menjadi anggota legislatif melupakan janji-janji politiknya. Bahkan tidak mempedulikan konstituennya. Mereka hanya mengutamakan memperkaya diri dengan melakukan tindakan korupsi.

Nilai-nilai integritas

Berbagai cara telah ditempuh oleh pemerintah untuk menekan korupsi di negeri ini. Yang terbaru dengan pakta integritas, di dalamnya terdapat pernyataan atau janji kepada diri sendiri tentang komitmen melaksanakan seluruh tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang dan peran sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Hal ini juga berlaku terhadap anggota legislatif, Ombudsman, Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi , menandatangani pencanangan pembangunan zona intergritas menuju wilayah bebas korupsi, wilayah birokrasi bersih dan melayani.

Dalam integritas terdapat nilai dan moral. Namun, yang menjadi problem, moralitas sulit untuk diukur atau diminimkan dengan menggunakan teknologi informasi (TI). Sebab prilaku itu tidak bisa disistematiskan. Oleh sebab itu, setiap pribadi harus belajar berdialog dengan diri sendiri, yakni dengan mengintrospeksi integritas.

Barbara Killinger pernah menjelaskan lebih dalam bahwa integritas bukan hanya keutuhan moral, tetapi integritas juga berkaitan konsistensi pemikiran dan tindakan yang terikat dengan prinsip kejujuran
Konsistensi pemikiran ini berkaitan dengan tanggung jawab. Sebagai tokoh muda, pada saat ini harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Tanggung jawab tokoh muda lebih besar apabila menyangkut atas nama masyarakat luas. Sebagai contoh: tokoh muda harus lebih dahulu mementingkan nasib rakyat dari pada kepentingan dirinya pribadi.

Selanjutnya, jujur dalam perbuatan dan tidak melanggar tanggung jawab. Karena, masyarakat pada umumnya bisa menilai.Kejujuran seseorang dewasa ini mudah diuji dengan mudahnya akses lewat sumber informasi yang didapat secara luas.

Selain itu, legislatior muda juga arif dalam mengambil tindakan. Bukan hanya mencitrakan diri sebagai tokoh muda yang paling benar yang mengandalkan ilmu pengetahuan semata. Gelar berjenjang dengan prestasi akademik.
Dengan nilai-nilai integritas yang telah dijelaskan diatas, kita mengharapkan tokoh muda bukan hanya memiliki ilmu untuk mengabdi sebagai anggota legislatif. Integritas yang tertanam pada tokoh muda tahan terhadap tekanan dan berani bersikap untuk mengatakan tidak terhadap hal yang tidak benar dan berani katakan tidak untuk korupsi.

Peran Partai Politik

Demi mendukung hal tersebut, harus adanya campur tangan partai politik. Sebagai bentuk komitmen mereka terhadap upaya pemberantasan korupsi. Selama ini partai politik sering mengabaikan aspek integritas kader-kadernya yang akan mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif. Mereka lebih mengutamakan calon anggota legislatif yang loyal dan punya kemampuan finansial. Tanpa mengutamakan politisi dengan figur yang punya rekam jejak dan integritas yang baik.

Sebagai penutup, apabila tokoh muda yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif benar benar berintegritas, serta minim masalah hukum, tentu saja masyarakat akan punya harapan bahwa anggota legislatif yang terpilih nantinya mau bekerja sungguh-sungguh dalam memperjuangkan kepentingan mereka. Jika semua calon anggota legislatif yang terpilih tidak lagi diragukan integritasnya, tentu saja citra parlemen akan semakin baik dimata masyarakat.(*)

Penulis Akbar Riyadi, mahasiswa Magister Ilmu Politik Unand.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia