KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Membidik Sepak Terjang Allan Nairn
Oleh : Iin Suwandi | 25-Apr-2017, 23:09:19 WIB

KabarIndonesia - "Terlalu kecil untuk saya tanggapi itu," kata Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (22/4) menanggapi pemberitaan Allan Nairn.  Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo enggan menanggapi serius tulisan investigasi Allan Nairn yang mengaitkan namanya dengan isu upaya penggulingan Presiden Jokowi.
 
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menganggap tulisan Allan itu adalah berita bohong dan Jurnalis Amerika Serikat (AS), Allan Nairn dinyatakan telah membuat laporan investigasi palsu atau hoax. Laporan tanpa konfirmasi oleh Nairn itu perihal tuduhan upaya makar yang didukung sejumlah tokoh, seperti Fadli Zon, Wakil Ketua DPR, hingga para pensiunan dan jenderal aktif tidak terbukti.   

Sedikit cerita sorot balik tentang Nairn yang lahir di Morristown, New Jersey dari seorang Ibu asal Puerto Rico. Dia pernah bermasalah dalam melakukan peliputan di Indonesia, yakni saat krisis Timor Timur, bekas provinsi Indonesia yang kini menjadi negara Timor Leste.

Sebagaimana yang banyak dilansir oleh berbagai media, mengutip laporan tentang sosok Nairn yang dipublikasikan situs democracynow, jurnalis AS ini terbukti membantu menemukan jaringan Aksi Timor Lorosa'e (ETAN). Jaringan ETAN berperan penting dalam membawa gerakan kemerdekaan Timor Leste. Pada 12 November 1991 di Timor Leste, Nairn dinyatakan sebagai  'ancaman keamanan nasional' dan dilarang masuk ke Timor Lorosae atau Timor Timur pada saat itu.
   
Tapi, jurnalis AS ini beberapa kali berhasil menyusup secara ilegal. Dia pula yang membantu meyakinkan Kongres AS untuk memotong bantuan militer kepada Indonesia pada 1993 di era Presiden Soeharto.

Pada tahun 1999, Nairn ditahan secara singkat oleh TNI  dan dia memilih untuk tinggal di Timor Lorosae setelah sebagian besar jurnalis dievakuasi paska referendum kemerdekaan Timor Lorosae. Pada 24 Maret 2010, Nairn pernah terancam ditahan dan dituntut secara pidana di Indonesia atas publikasinya yang menuduh militer Indonesia membunuh aktivis sipil. Seorang juru bicara militer Indonesia mengatakan kepada The Jakarta Globe pada saat itu, bahwa militer sedang mempertimbangkan tindakan hukum terhadap publikasi Nairn.

Kontroversi Nairn belum berhenti. Pada 27 Juni 2014 silam, Nairn diancam akan ditangkap aparat keamanan Indonesia karena menuduh Prabowo Subianto yang saat itu sebagai calon presiden Indonesia terlibat dalam pelanggaran HAM.

Atas tindakan abal-abal Allan Nairn, Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) berencana akan melaporkan jurnalis asal Amerika Serikat (AS) Allan Nairn ke polisi. Tindakan hukum tersebut diambil lantaran Allan mengkaitkan HT dengan upaya menggulingkan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) melalui kasus Basuki T Purnama (Ahok).

Jika dicermati, tulisan Allan tersebut terlihat jelas bukan produk jurnalistik, sebab mestinya cover booth side (pemberitaan yang seimbang atau dari dua sisi). Oleh karena itu tuduhan makar yang dikaitkan kepada  sejumlah tokoh politik serta TNI bukan isu sepele. Allan Nairn sudah jelas  telah menulis fitnah yang tak berdasar dan tidak ada klarifikasi hingga saat ini.

Dengan kita mengetahui sepak terjang Allan Nairn sudah jelas arahnya ingin mengacaukan Indonesia yang sudah kondusif. Kita berharap kepada selauruh elemen yang ada agar saling merapatkan barisan. Jangan berikan peluang sedikitpun kepada antek-antek asing untuk  mengganggu kedaulatan NKRI yang kita cintai. Mari kita bangkit dan selalu mawas diri dari segala ancaman, baik yang datang dari luar maupun ancaman yang datang dari dalam.(*)     

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Mendes PDTT Ajak Astra Lanjutkan Membangun Indonesia dari Wilayah Terluar Mendes PDTT Republik Indonesia Eko Putro Sandjojo melakukan pemeriksaan darah di booth pengobatan gratis yang disediakan dalam acara Festival Kesehatan Inspirasi 60 Tahun Astra di Hotel Rinra Makassar hari ini (18/11). Acara Festival Kesehatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia