KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTawaran PRESS CARD untuk Para Penulis KabarIndonesia oleh : Kabarindonesia
30-Nov-2020, 14:05 WIB


 
 

KabarIndonessia - Alphen Kami dari Harian Online KabarIndonesia (HOKI) bermaksud memberikan kesempatan kepada para penulis maupun photographers untuk bisa mendapatkan International Press Card Harian Online KabarIndonesia (HOKI)

Berikut beberapa alasan mengapa International Press Card HOKI bukan sekedar Press Card biasa:

-
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

MENGUKUR VISI MISI KANDIDAT KEPALA DAERAH
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 10-Nov-2020, 04:02:17 WIB

KabarIndonesia - Pilkada Serentak 9 Desember 2020 di 270 daerah yakni; 9 provinsi, 224 kabupaten, 37 kota di seluruh Indonesia akan menawarkan visi-misi masing-masing kepada pemilik suara atau hak pilih dengan tujuan agar mereka terpilih memimpin daerah lima tahun ke depan.

Kandidat kepala daerah (gubernur, bupati, walikota), baik petahana (incumbent) maupun pendatang baru (new comer) akan berupaya keras meyakinkan calon pemilih tentang kualitas, kredibilitas, kapasitas, kemampuan, profesionalitas, visioner, kreativitas, inovasi, akuntabilitas, integritas selaku eksekutor handal dan mumpuni mendorong percepatan kemajuan pembangunan daerah ke depan.

Kandidat kepala daerah (gubernur, bupati, walikota) menuangkan hal itu ke dalam visi-misi akan disolisasikan ke calon pemilih melalui kampanye diatur peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Visi-misi kandidat kepala daerah tentu tidaklah lukisan "Monalisa" indah diatas kalkir tanpa wujud nyata bisa dilihat, dirasa, dibuktikan di alam nyata.

Karena itu, visi-misi seharusnya merupakan potret rekam permasalahan daerah aktual, faktual serta solusi permasalahan tersebut.

Berbagai permasalahan diidentifikasi, diinventarisasi, dipetakan (mapping), dibuat matriks-matriks langkah konkrit (real action) solusi penyelesaian visi-misi tersebut.

Visi adalah tujuan, masa depan, cita-cita, hal yang ingin dilakukan.

Sedangkan Misi adalah langkah, bentuk atau cara serta bagaimana untuk mewujudkannya.

Atau dengan perkataan lain, Visi adalah gambaran besar atau gambaran secara keseluruhan apa yang diinginkan.

Sedangkan Misi adalah penjabaran apa yang dilakukan untuk mencapai atau mewujudkan visi tersebut.

Korelasi antara visi dan misi tentu haruslah berkaitan sehingga menggambarkan rangkaian bisa diukur dalam alam nyata.

Bila diperhatikan cermat dan seksama visi-misi kandidat kepala daerah (gubernur, bupati, walikota) masih cenderung "outopis" dan hiperbola serta membius alam sadar calon pemilih.

Bahkan visi-misi tersebut tidak didasarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) seolah-olah visi-misi kandidat kepala daerah tidak punya kaitan pemerintah daerah dengan pemerintah (pusat).

Visi-misi kandidat kepala daerah sesungguhnya adalah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang dijabarkan mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) oleh kandidat kepala daerah.

Bukan halusinasi tak masuk akal ataupun karang-karangan tanpa dasar pijakan kemampuan daerah serta dukungan pemerintahan diatasnya.

Karena daerah merupakan bahagian integral dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila, UUD RI 1945, Bhinneka Tunggal Ika.

Harus disadari paripurna visi-misi bernuansa sektarian-primordial sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sesungguhnya adalah sebuah pengabaian, pengkhianatan terhadap konstitusi yang menjamin equality before the law sesuai amanah pasal 27 ayat (1) UUD RI 1945 berbunyi; "Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya".

Sungguh amat sangat disayangkan dan disesalkan masih ada kandidat kepala daerah (gubernur, bupati, walikota) memainkan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam visi-misi nya demi meraih simpati dan emosional sektarian-primordial calon pemilih.

Hal itu tentu akan merusak dan mengusik keutuhan berbangsa dan bernegara pasca Pilkada.

Kepala Daerah (gubernur, bupati, walikota) harus menyadari paripurna dirinya adalah pemimpin otentik, pemimpin untuk semua sehingga sangat keliru besar dan sesat pikir mengangkat dan menonjolkan isu sensitif suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) senjata pamungkas mendulang suara pada Pilkada.

Menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan adalah politik kumuh tak beradab merusak persatuan Indonesia serta meruntuhkan persaudaraan sesama anak Ibu Pertiwi Indonesia menjunjung tinggi Pluralisme-Multikultural bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, visi-misi kandidat kepala daerah menonjolkan sentimen sektarian- primordial harus ditolak keras karena sangat berbahaya merusak keutuhan bangsa dan negara ke depan.

Visi-misi bukan sekadar taktik strategi meraih simpati calon pemilih, melainkan sebuah visi ke depan memajukan percepatan kemajuan pembangunan daerah dengan langkah- langkah konkrit (misi-red) terencana, terprogram, terukur, terealisasi dalam alam nyata.

Visi-misi sekadar retorika, wacana, teoritis belaka bertujuan "menghipnotis"alam sadar calon pemilih adalah visi-misi pembohongan publik "menabur angin menuai badai" sehingga jangan mudah dipercaya calon pemilih.

Kandidat kepala daerah pantas dan layak dipercaya mengemban amanah kepercayaan rakyat adalah mereka memiliki kejujuran, keberanian, kemampuan, kredibilitas, integritas dibuktikan rekam jejak (track record) kinerja dan rekam jejak digital sebelum dan/atau setelah jadi kepala daerah.(penulis
Drs.Thomson Hutasoit, Rakyat Marjinal)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Papua Nyatakan Dukungan Agar Otsus Jilid II Dilanjutkan pada Peringatan Hari Pahlawan Menyadari bahwa sejarah perjuangan pahlawan nasional Republik Indonesia khususnya yang tercermin pada peristiwa 10 November 2020 patut dikenang dan diteladani sebagai upaya generasi muda Indonesia dalam menghormati para pejuang yang telah merebut bangsa ini dari zaman penjajah hingga nyawa mereka
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia