KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalTotal Pasien Covid-19 Yang Sembuh di Tanah Air Berjumlah 1.317.199 Orang oleh : Danny Melani Butarbutar
25-Mar-2021, 12:08 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Melansir berita KOMPAS.com, bahwa hingga Kamis (25/3/2021),jumlah Pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh bertambah 4.656 orang dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang sembuh berjumlah 1.317.199 orang.

Data tersebut disampaikan Satuan Tugas
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA



 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

MENGAPA HOAX LEBIH BERBAHAYA DARI PANDEMI COVID-19..?!
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 08-Jan-2021, 12:37:04 WIB

KabarIndonesia - Medan, Hancurnya persaudaraan, persahabatan, persatuan, rumah tangga, masyarakat, bangsa, negara, dunia, peradaban manusia sesungguhnya diakibatkan hoax atau kebohongan sebagaimana dikisahkan Alkitab ribuan tahun silam.

Kejatuhan manusia kedalam dosa, maut, kematian bisa diketahui terang-benderang dari catatan Alkitab dimotori iblis, setan jahanam menjadikan hubungan manusia terputus dan pemberontak terhadap sang pencipta-Nya turun-temurun sepanjang masa.

Alkitab mencatat peristiwa hoax atau kebohongan membuat Manusia jatuh ke dalam dosa ialah "Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah.

Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya hukan ?".

Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada ditengah-tengah taman, Allah berfirman: "Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati".

Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-sekali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." (Kejadian 3: 1-5).

Hoax atau kebohongan iblis, setan penyesat ini telah melahirkan penyakit paling klasik "KETAKUTAN" turun-temurun generasi Adam dan Eva (Hawa) sepanjang sejarah manusia di muka bumi.

Hoax atau kebohongan iblis, setan penyesat telah melahirkan genetika manusia pemberontak, penyebar ujaran kebencian, fitnah, hasut, hujat, adu domba, provokasi, agitasi, permusuhan, pembunuh, pendusta, pemusnah, genosida, hipokrit, munafik, koruptor, biadab, dll sebagaimana diwarisi anak manusia diatas jagat raya.

Genetika hoax atau kebohongan tidak mudah memutus mata rantainya sekalipun berbagai upaya telah dilakukan terus-menerus dan berkesinambungan melalui siraman rohani atau iman sebab rumus hoax atau kebohongan menurut Akh. Muwafik Saleh (2009) "KEBOHONGAN: 1 + 1 = KETERUSAN.

Artinya, saat seseorang melakukan satu kebohongan, maka dapat dipastikan bahwa dia akan berusaha membuat satu kebohongan yang lain untuk menutupi kebohongan sebelumnya, dan begitu seterusnya.

Akhirnya, dia terus terperangkap dalam lingkaran setan kebohongan."

Apa yang terjadi di zaman milenia era teknologi digital menunjukkan betapa berbahayanya hoax atau kebohongan telah memporak-porandakan tatanan kehidupan manusia melebihi dahsyatnya wabah pandemi virus corona desease 2019 atau covid-19 hingga kini belum ditemukan obat penawarnya, demikian juga belum mampu ditemukan cara memutus hoax atau kebohongan telah berusia 2.000-an tahun disebarkan iblis, setan jahanam mesin pemusnah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Kekacauan, keresahan, ketakutan, kepanikan, tragedi kemanusiaan melanda persaudaraan, persahabatan, rumah tangga, keluarga, masyarakat, bangsa, negara, dan dunia sesungguhnya dipicu dan dipantik hoax atau kebohongan adalah catatan buram dan hitam umat manusia diatas bumi sepanjang sejarah.

Saling curiga, saling tak percaya, prasangka buruk, menjadikan segala sesuatu tidak ada yang benar karena telah diwarnai kebencian satu sama lain.

Pembunuhan, pemerkosaan, permusuhan, kerusuhan, kegaduhan, kepanikan, keonaran, pemusnahan etnik atau genosida, perang antar negara, dll tidak terlepas dari hoax atau kebohongan menjadikan kebenaran berubah jadi pembenaran atas fanatisme buta ego sektoral sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), rasisme, radikalisme, eksrimisme, intoleran, paranoid, hipokrit, munafik virus paling berbahaya ancaman laten kemanusiaan diatas bumi.

Tragedi kemanusiaan akibat hoax atau kebohongan inilah mesin pemusnah paling dahsyat menimbulkan malapetaka dunia tiada tara yang disemburkan iblis, setan jahanam dari waktu ke waktu tanpa henti dengan berbagai wajah dan corak.

Dunia tak akan terlepas dari bencana, tragedi, malapetaka apabila hoax atau kebohongan masih darah daging manusia diatas bumi.

Karena itu, tindakan tegas, keras kepada siapapun penyebar hoax atau kebohongan, fitnah, ujaran kebencian, hasut hujat, adu domba, provokasi, agitasi, rasis, radikalisme, ektrimisme, anarkhisme, intoleran harus dilakukan menghentikan secara riil agar perdamaian diatas dunia tercipta dengan nyata. (Penulis: Drs. Thomson Hutasoit.
Rakyat Marjinal).

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Hacker ClanX12 15 Jan 2021 06:38 WIB

 

 
 

 

 
 
 

 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia