KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKemnaker Beri Contoh Ruangan Laktasi dan Daycare Ideal Bagi Perusahaan BUMN dan Swasta oleh : Rohmah Sugiarti
21-Aug-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia – Tepat sehari setelah hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 (18/8), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, meresmikan Taman Penitipan Anak dan Ruang Laktasi yang dibangun di lantai M Gedung B, Gedung Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Cindai 19 Aug 2017 19:43 WIB

Lirih Rindu 19 Aug 2017 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Letjend. Prabowo Bukan Boneka Cendana

 
OPINI

Letjend. Prabowo Bukan Boneka Cendana
Oleh : Tony Mardianto | 02-Feb-2009, 00:38:16 WIB

Letnan Jenderal Prabowo Subiyanto
Korban Anugerah yang Menikam

KabarIndoensia - Pasca Reformasi 1998 cahaya di Wisma Cendana berangsur redup bahkan nyaris mati. Pernyataan pengunduran Presiden Soeharto sebagai Prersiden RI merupakan titik akhir dari semua kemegahan yang pernah menaungi Wisma Cendana.

Apabila pada era awal Orde Baru, perkenalan dan kedekatan dengan keluarga cendana merupakan pintu pertama menuju sukses, kini keadaan berubah total, kedekatan dengan keluarga cendana dapat menjadi awal kehancuran masa depan.

Itulah politik. Kebenaran ada di tangan sang penguasa. Sang penguasa dengan bebas menentukan alur warna sejarah bangsa. Sementara rakyat kecil hanyalah sebuah kanvas kecil dan mati. Tubuhnya penuh coretan, tanpa mampu untuk menolak kehendak sang pelukis.

Polemik di atas juga menimpa Letnan Jenderal Prabowo Subiyanto yang menjabat sebagai Pangkostrad saat meledaknya bom reformasi di Indonesia. Karir cemerlang yang diraihnya sejak keluar dari  kawah Candardimuka Lembah Tidar sebagai perwira muda yang penuh idealisme dan cita-cita berakhir dengan tragis. Sebagai salah satu Jenderal termuda pada saat itu, Letnan Jenderal Prabowo memiliki catatan biodata sebagai berikut:

Nama: Prabowo Subiyanto
Tempat/Tgl lahir: 17 Oktober 1951
Pendidikan SMA:  American School in London, UK 1969Kursus/Pelatihan:
Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974)
Kursus Para Komando (1975)
Jump Master (1977)
Kursus Perwira Penyelidik (1977)
Free Fall (1981)
Counter Terorist Course Gsg-9 Germany (1981)
Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)
Jabatan:

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)

Menikah: tahun 1983, hampir bersamaan dengan penugasannya ke Timor-Timur. Dari data di atas dapat kita tarik kesimpulan, bahwasanya karir Letnan Jenderal Prabowo yang begitu cemerlang merupakan penghargaan atas karya bakti dan kecemerlangan daya pikirnya selaku Prajurit TNI bukan semata-mata dia menantu seorang Presiden yang tengah berkuasa.  Letnan Jenderal Prabowo Subiyanto masuk dalam lingungan keluarga cendana baru pada tahun 1983, setelah Beliau menikahi salah satu puteri Presiden Soeharto. Berbagai kursus yang berkaitan dengan karirnya sebagai seorang prajurit diperoleh sejak tahun 1974–1981, saat dia belum menjadi bagian keluarga cendana.

Sebuah analisa dapat ditarik di sini, bahwasanya berbagai kesempatan untuk mengikuti pelatiahan khusus baik di dalam negeri maupun di luar negeri, diperoleh oleh Prabowo Subiyanto di saat belum masuk keluarga cendana. Hal ini berarti berbagai kesempatan yang diberikan kepada Prabowo Subiyanto dikarenakan Prabowo Subiyanto termasuk di antara Perwira berpikiran cemerlang, dan diprogram sebagai kader penerus kepemimpinan di lingkup TNI AD.
Perjalan hidup Letnan Jenderal Prabowo yang sempat menjadi bagian dari keluarga cendana justru menjadikan kemampuan individu Prabowo Subiyanto sebagai Prajurit TNI kian tenggelam. Semua penghargaan yang diberikan oleh negara, baik berupa pangkat dan jabatan yang diperoleh karena kecemerlangan daya pikirnya menjadi hilang, yang ada di dalam pandangan masyarakat  semua yang diperolehnya  dianggap warisan dan uluran kasih keluarga cendana.

Masuknya Prabowo Subiyanto ke dalam keluarga cendana laksana “Anugerah Yang Menikam“ bagi karir Prabowo Subiyanto. Pada awalnya, Letnan Jenderal Prabowo Subiyanto kurang menaruh minat untuk mempelajari dunia politik. Sejak masih menjadi seorang perwira muda, Prabowo Subiyanto hanya berkeinginan menjadi prajurit TNI yang cakap dan profesional, sehingga tak heran apabila di tahun 1998 Letnan Jenderal Prabowo Subiyanto menjadi permainan politik beberapa tokoh elit di lingkungan TNI AD. Mencapai puncaknya dengan dikeluarkannya Letnan Jenderal Prabowo Subiyanto dari dinas kemiliteran.

Satu hal yang mengagumkan dari sosok Prabowo Subiyanto adalah kemampuan menahan emosi di saat dirinya teraniaya. Hal ini tampak dengan tidak banyaknya komentar yang diberikan oleh Prabowo Subiyanto atas sanksi yang diberikan kepadanya. Prabowo tidak ingin melihat kondisi negeri ini menjadi lebih panas akibat konflik antara dirinya dengan tokoh elit di negeri ini. Letnan Jenderal Prabowo Subiyanto memegang teguh falsafah yang berbunyi “Bila para petinggi negeri bertarung, maka rakyatlah yang akan terluka”. Melihat jalan panjang penuh duri yang dilewati Prabowo Subiyanto tanpa keluh kesah, maka sangatlah layak apabila hal itu menjadi pertimbangan positif bagi bangsa ini untuk menjadikannya sebagai Calon Presiden RI di tahun 2009-2014 mendatang.

Pengalaman Prabowo Subiyanto sebagai seorang prajurit TNI akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang tegas dan pantang menekuk pundak di hadapan bangsa lain. Pengalaman Prabowo Subiyanto sebagai salah satu pengusaha yang sukses, akan sangat membantu cara pengambilan keputusan darurat di bidang ekonomi, selain memang dalam darah Prabowo Subiyanto mengalir genetika seorang Begawan Ekonomi Indonesia.
Saatnya Indonesia memiliki seorang Presiden yang tegas dan disiplin layaknya seorang tentara, tapi mampu mengambil keputusan yang tepat di bidang ekonomi bagaikan seorang pengusaha dan mampu menganalisa kondisi ekonomi masa depan layaknya seorang Begawan Ekonomi. (Ki Semar)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia