KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID INDONESIA 2017: Pemilihan Dua Tim Debat Bahasa Inggris untuk Mewakili Indonesia di WUPID Global oleh : Redaksi-kabarindonesia
18-Okt-2017, 01:37 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 18 Oktober 2017 – Ruang kuliah 7-6 dan 7-7 Sampoerna University Jakarta seketika berubah hening dan suasana menegang sebab Muqriz Mustafa Kamal selaku Chair Adjudicator Final round akan mengumumkan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 

Letjend. Prabowo Bukan Boneka Cendana

 
OPINI

Letjend. Prabowo Bukan Boneka Cendana
Oleh : Tony Mardianto | 02-Feb-2009, 00:38:16 WIB

Letnan Jenderal Prabowo Subiyanto
Korban Anugerah yang Menikam

KabarIndoensia - Pasca Reformasi 1998 cahaya di Wisma Cendana berangsur redup bahkan nyaris mati. Pernyataan pengunduran Presiden Soeharto sebagai Prersiden RI merupakan titik akhir dari semua kemegahan yang pernah menaungi Wisma Cendana.

Apabila pada era awal Orde Baru, perkenalan dan kedekatan dengan keluarga cendana merupakan pintu pertama menuju sukses, kini keadaan berubah total, kedekatan dengan keluarga cendana dapat menjadi awal kehancuran masa depan.

Itulah politik. Kebenaran ada di tangan sang penguasa. Sang penguasa dengan bebas menentukan alur warna sejarah bangsa. Sementara rakyat kecil hanyalah sebuah kanvas kecil dan mati. Tubuhnya penuh coretan, tanpa mampu untuk menolak kehendak sang pelukis.

Polemik di atas juga menimpa Letnan Jenderal Prabowo Subiyanto yang menjabat sebagai Pangkostrad saat meledaknya bom reformasi di Indonesia. Karir cemerlang yang diraihnya sejak keluar dari  kawah Candardimuka Lembah Tidar sebagai perwira muda yang penuh idealisme dan cita-cita berakhir dengan tragis. Sebagai salah satu Jenderal termuda pada saat itu, Letnan Jenderal Prabowo memiliki catatan biodata sebagai berikut:

Nama: Prabowo Subiyanto
Tempat/Tgl lahir: 17 Oktober 1951
Pendidikan SMA:  American School in London, UK 1969Kursus/Pelatihan:
Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974)
Kursus Para Komando (1975)
Jump Master (1977)
Kursus Perwira Penyelidik (1977)
Free Fall (1981)
Counter Terorist Course Gsg-9 Germany (1981)
Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)
Jabatan:

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)

Menikah: tahun 1983, hampir bersamaan dengan penugasannya ke Timor-Timur. Dari data di atas dapat kita tarik kesimpulan, bahwasanya karir Letnan Jenderal Prabowo yang begitu cemerlang merupakan penghargaan atas karya bakti dan kecemerlangan daya pikirnya selaku Prajurit TNI bukan semata-mata dia menantu seorang Presiden yang tengah berkuasa.  Letnan Jenderal Prabowo Subiyanto masuk dalam lingungan keluarga cendana baru pada tahun 1983, setelah Beliau menikahi salah satu puteri Presiden Soeharto. Berbagai kursus yang berkaitan dengan karirnya sebagai seorang prajurit diperoleh sejak tahun 1974–1981, saat dia belum menjadi bagian keluarga cendana.

Sebuah analisa dapat ditarik di sini, bahwasanya berbagai kesempatan untuk mengikuti pelatiahan khusus baik di dalam negeri maupun di luar negeri, diperoleh oleh Prabowo Subiyanto di saat belum masuk keluarga cendana. Hal ini berarti berbagai kesempatan yang diberikan kepada Prabowo Subiyanto dikarenakan Prabowo Subiyanto termasuk di antara Perwira berpikiran cemerlang, dan diprogram sebagai kader penerus kepemimpinan di lingkup TNI AD.
Perjalan hidup Letnan Jenderal Prabowo yang sempat menjadi bagian dari keluarga cendana justru menjadikan kemampuan individu Prabowo Subiyanto sebagai Prajurit TNI kian tenggelam. Semua penghargaan yang diberikan oleh negara, baik berupa pangkat dan jabatan yang diperoleh karena kecemerlangan daya pikirnya menjadi hilang, yang ada di dalam pandangan masyarakat  semua yang diperolehnya  dianggap warisan dan uluran kasih keluarga cendana.

Masuknya Prabowo Subiyanto ke dalam keluarga cendana laksana “Anugerah Yang Menikam“ bagi karir Prabowo Subiyanto. Pada awalnya, Letnan Jenderal Prabowo Subiyanto kurang menaruh minat untuk mempelajari dunia politik. Sejak masih menjadi seorang perwira muda, Prabowo Subiyanto hanya berkeinginan menjadi prajurit TNI yang cakap dan profesional, sehingga tak heran apabila di tahun 1998 Letnan Jenderal Prabowo Subiyanto menjadi permainan politik beberapa tokoh elit di lingkungan TNI AD. Mencapai puncaknya dengan dikeluarkannya Letnan Jenderal Prabowo Subiyanto dari dinas kemiliteran.

Satu hal yang mengagumkan dari sosok Prabowo Subiyanto adalah kemampuan menahan emosi di saat dirinya teraniaya. Hal ini tampak dengan tidak banyaknya komentar yang diberikan oleh Prabowo Subiyanto atas sanksi yang diberikan kepadanya. Prabowo tidak ingin melihat kondisi negeri ini menjadi lebih panas akibat konflik antara dirinya dengan tokoh elit di negeri ini. Letnan Jenderal Prabowo Subiyanto memegang teguh falsafah yang berbunyi “Bila para petinggi negeri bertarung, maka rakyatlah yang akan terluka”. Melihat jalan panjang penuh duri yang dilewati Prabowo Subiyanto tanpa keluh kesah, maka sangatlah layak apabila hal itu menjadi pertimbangan positif bagi bangsa ini untuk menjadikannya sebagai Calon Presiden RI di tahun 2009-2014 mendatang.

Pengalaman Prabowo Subiyanto sebagai seorang prajurit TNI akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang tegas dan pantang menekuk pundak di hadapan bangsa lain. Pengalaman Prabowo Subiyanto sebagai salah satu pengusaha yang sukses, akan sangat membantu cara pengambilan keputusan darurat di bidang ekonomi, selain memang dalam darah Prabowo Subiyanto mengalir genetika seorang Begawan Ekonomi Indonesia.
Saatnya Indonesia memiliki seorang Presiden yang tegas dan disiplin layaknya seorang tentara, tapi mampu mengambil keputusan yang tepat di bidang ekonomi bagaikan seorang pengusaha dan mampu menganalisa kondisi ekonomi masa depan layaknya seorang Begawan Ekonomi. (Ki Semar)




Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/  
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com 
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017oleh : Johanes Krisnomo
19-Okt-2017, 13:37 WIB


 
  Sandy dan Syagung, Sukses di Ajang Debat - WUPID 2017 Sandy Sanjaya Awaluddin (kiri) dan Syagung Gunawan May (kanan) dari Universitas Gajah Mada, terpilih sebagai 1st breaking team, dalam ajang debat Bahasa Inggris WUPID - World Universities Peace Invitational Debate, di Jakarta (14-15/10/17). Bersama Aldwin dan Ibrahim dari
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia