KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top ReporterTop Reporter HOKI Juni 2017: Menulis Untuk Kebaikan Indonesia oleh : Redaksi HOKI
21-Jun-2017, 07:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Terlahir pada sebuah kota kecil di lereng kaki Gunung Slamet yang tenang, tenteram dan damai, di Kecamatan Bumiayu, Brebes Jawa Tengah, tidak membuat sosok Rohmah Sugiarti menjadi pribadi yang anteng, kalem dan cepat merasa puas. Digerakkan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Rahwana 15 Jun 2017 17:52 WIB

Luka Hati yang Tak Bertuan 08 Jun 2017 10:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kota Tua Banda Aceh di Ulang Tahun Ke-812 Terapkan Smart City

 
OPINI

Kota Tua Banda Aceh di Ulang Tahun Ke-812 Terapkan Smart City
Oleh : Bang Rachmad | 08-Jun-2017, 09:54:24 WIB

KabarIndonesia - Banda Aceh, Waktu terus berlalu dan tidak terasa sekarang kota tua Banda Aceh telah memasuki usia ke-812. Kita turut berbangga karena Banda Aceh termasuk salah satu kota pusaka di Indonesia. Hari Sabtu, 22 April 2017 adalah hari yang sangat bersejarah bagi warga karena kota Banda Aceh tepat berusia yang ke- 812 tahun.

Menurut hasil riset PUSPIATUR (Pusat Sejarah Peradaban Islam Aceh Turki) Banda Aceh lahir pada tanggal 22 April 1205 M atau 1 Ramadhan 601 Hijriah. Ketika itulah kota Banda Aceh didirikan oleh Sultan Alaidin Johansyah dan ditetapkan sebagai pusat dari kerajaan Aceh.

Untuk merayakan hari jadi kota Banda Aceh yang ke-812 tahun,  dilaksanakan Sidang Paripurna Istimewa DPRK Banda Aceh yang dipusatkan di ruang sidang utama DPRK Banda Aceh pada hari Sabtu, 22 April 2017. Sidang Istimewa Peringatan HUT kota Banda Aceh "Model Madani" yang ke-812 ini dihadiri oleh Walikota Banda Aceh Illiza Sa`aduddin Djamal, Wakil Walikota Zainal Arifin. Sidang dipimpin Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadhilah dihadiri 17 orang dari 30 anggota DPRK Banda Aceh.

Terlihat juga undangan lainnya seperti dari MAA kota Banda Aceh, para camat, para keuchik, kepala dinas undangan lainnya serta para jurnalis cetak maupun elektronik. Acara dimulai tepat jam 10:00-11:15 WIB.

Dalam pidato sambutannya Walikota Banda Aceh Illiza Sa`aduddin Djamal menyampaikan beberapa keberhasilannya dalam membangun kota Banda Aceh seraya menitipkan estafet pembangunan kota Banda Aceh kepada Walikota dan Wakil Walikota terpilih pasangan Aminullah Usman-Zainal Arifin untuk mengarahkan Banda Aceh kepada kegemilangannya.

Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh dalam sambutannya juga mengajak semua warga agar memiliki rasa cinta dan rasa memiliki pada kota Banda Aceh sebagai tempat hidup, tempat bekerja dan tempat berkarya.

Ada beberapa hal penting terkait keberhasilan kota Banda Aceh dalam kurun waktu pasca terjadinya gempa bumi dan tsunami 26 Desember 2004 yang maha dasyat dimuka bumi ini. Banda Aceh dalam perjalanan usianya telah mengalami banyak hal. Kota Banda Aceh dapat dikatakan sebagai kota yang tangguh karena dapat bertahan dengan berbagai macam gangguan dan hantaman. Banda Aceh dapat bangkit dari peperangan, bertahan dari dampak konflik, hingga berhasil menjadi kota percontohan yang dapat bertahan dari dahsyatnya bencana alam gempa bumi dan tsunami, yang tercatat sebagai salah satu musibah terbesar di dunia.

Sungguh Banda Aceh menjadi kota dewasa, yang berhasil merubah berbagai cobaan tersebut menjadi pembelajaran dan semangat untuk maju. Kemajuan tersebut terlihat jelas khususnya jika diperhatikan dari titik balik kehancuran yang dialami Banda Aceh setelah bencana gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004, 13 tahun silam. Bencana yang menghancurkan lebih kurang 2/3 wilayah kota waktu itu memakan korban jiwa lebih dari 61 ribu penduduk, merusak 21 ribu lebih rumah, 169 unit sekolah, 25 unit sarana kesehatan, 63 unit kantor pemerintahan, dan 9 unit pasar, serta 302 Km jalan rusak.

Banda Aceh saat itu berada dalam kondisi terpuruk, lumpuh, pelayanan publik tidak dapat berjalan, masyarakat kehilangan rumah dan mata pencahariannya. Banyak diantara mereka yang harus belajar memulai hidup baru jauh dari lokasi kampung halamannya. Ternyata keterpurukan tidak melemahkan semangat warga kota Banda Aceh bahkan menjadi motivasi bagi mereka untuk bangkit dan menjadi lebih baik. Pemerintah Kota Banda Aceh beserta seluruh masyarakat, komunitas, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan swasta telah berhasil bersama-sama membangun kota Banda Aceh menjadi kota yang layak untuk semua. Layak bagi anak, layak bagi perempuan, layak bagi penyandang disabilitas, layak bagi manula, layak bagi pemuda, dan layak bagi kelompok-kelompok lainnya.

Berbagai perbaikan pembangunan kota terlihat jelas saat ini. Mulai dari meningkatnya kondisi fisik kota seperti perbaikan jalan, jembatan, bangunan serta berbagai sarana dan prasarana lainnya di berbagai bidang, juga berbagai aspek sosial seperti kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, kualitas sumber daya manusia, tingkat kesehatan, serta peningkatan kualitas lingkungan dan ketahanan terhadap bencana.

Dapat kita saksikan sejumlah bukti keberhasilan perbaikan kualitas pembangunan di kota Banda Aceh yang terlihat dari berbagai indikator pembangunan sesuai dengan target visi dan misi kota Banda Aceh tahun 2012 – 2017. Fokus-fokus pembangunan selama lima tahun tersebut telah membawa berbagai perubahan ke arah yang lebih baik bagi kota Banda Aceh. Meskipun tidak dapat dipungkiri, beberapa aspek masih membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Adapun beberapa pencapaian kota Banda Aceh yakni bidang syariat Islam yang ditandai dengan telah berhasilnya menguatkan kembali nilai-nilai syariat sebagai bagian dari berbagai aktivitas kehidupan di kota Banda Aceh.  Syariat Islam saat ini menjadi dasar dari berbagai aktivitas pembangunan, baik dalam bidang pendidikan, layanan kesehatan, wisata halal (islami), serta aktivitas ekonomi dan kegiatan publik lainnya. Program Diniyah di Sekolah-sekolah umum merupakan salah-satu keberhasilan dari bidang syariat Islam.

Di bidang lainnya, layanan kesehatan juga sudah mulai menerapkan layanan berbasis islami, melalui pemberian dakwah dan penyediaan fasilitas shalat kepada pasien dan keluarganya pada ruang rawat, mengingatkan waktu sholat, dan lain sebagainya.

Di bidang infrastruktur, di usianya ke-812 tahun kota Banda Aceh juga telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Saat ini dapat disaksikan secara langsung perubahan infrastruktur kota kearah yang lebih baik telah tercapai. Data menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 95% jalan di kota Banda Aceh berada dalam kondisi baik. Pelebaran ruas jalan juga telah dilakukan demi kenyamanan dan keamanan masyarakat.

Saat ini pembangunan jalan flyover dan underpass juga sedang berlangsung untuk mengatasi kemacetan dan permasalahan traffic lainnya di kota Banda Aceh. Hal lainnya adalah pembangunan drainase juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya sejak tahun 2012. Saat ini tercatat total panjang saluran drainase mikro dan makro di kota Banda Aceh adalah 2.434 km, dengan rata-rata pembangunan dan perawatan di setiap tahunnya adalah sepanjang 14.530 kM. 83% saluran makro dan 77% saluran mikro tercatat dalam kondisi baik.  Sebagai pendukung, Banda Aceh juga telah memiliki 9 buah rumah pompa dengan 129 pintu air yang tersebar di seluruh kota Banda Aceh. Hal ini tentunya berpengaruh baik terhadap penanggulangan dan pengendalian banjir, khususnya banjir genangan.

Di bidang perumahan dan permukiman, Banda Aceh juga telah menunjukkan progres yang memuaskan. Saat ini tercatat lebih dari 91% rumah di Kota Banda Aceh sebagai rumah bersanitasi. Lebih dari 230 rumah sehat juga telah dibangun oleh Pemerintah Kota Banda Aceh baik dengan dana otsus maupun APBK. Selain itu Rusunawa bagi masyarakat menengah ke bawah juga telah tersedia.

Selain itu infrastruktur yang mendukung kesehatan lingkungan, Banda Aceh juga telah membangun 2 unit IPAL. Membangun dan merawat 115 taman aktif dan pasif yang turut mendukung pencapaian 23% RTH dari target sebanyak 30%. Sanitary Landfill berfungsi baik melayani lebih dari 88% sampah di kota Banda Aceh dan saat ini telah dimanfaatkan sebagai sumber energi (waste to energy) yang disalurkan ke 23 rumah warga yang berada di lokasi sekitar TPA.

Di bidang pendidikan, Banda Aceh ditetapkan sebagai kota referensi pendidikan di Aceh. Kualitas pendidikan di Banda Aceh terlihat meningkat dengan tidak adanya lagi masyarakat yang buta huruf, dengan angka putus sekolah sebesar 0%, lama rata-rata sekolah sebesar 12,6. Angka Partisipasi sekolah pada kelompok umur 7–12 mencapai 100% sedangkan usia 13–15 tahun mencapai 99,12%.  Program pendidikan yang mendukung pencapaian Smart People di kota Banda Aceh didesign dengan berbasis islami sehingga generasi muda yang cerdas di Banda Aceh disiapkan memiliki pondasi kekuatan iman. Selain itu, sekolah di Banda Aceh juga memperhatikan konsep green, menerapkan IT, serta berbagai ekstrakurikuler yang dapat mendukung pengembangan kapasitas anak.

Selain itu, untuk mendukung program kota Inklusi, seluruh sekolah di Banda Aceh terdata sebagai sekolah Inklusi. Berbagai penghargaan baik di tingkat nasional dan internasional juga kerap diterima oleh siswa dan siswi di Kota Banda Aceh. Inklusi adalah sebuah pendekatan untuk membangun dan mengembangkan sebuah lingkungan yang semakin terbuka, mengajak masuk dan mengikutsertakan semua orang dengan berbagai perbedaan latar belakang, karakteristik, kemampuan, status, kondisi, etnik, budaya dan lainnya.

Terbuka dalam konsep lingkungan inklusi, berarti semua orang yang tinggal, berada, dan beraktivitas dalam lingkungan keluarga, sekolah ataupun masyarakat merasa aman dan nyaman mendapatkan hak dan melaksanakan kewajibannya. Lingkungan inklusi adalah lingkungan sosial masyarakat yang terbuka, ramah, meniadakan hambatan dan menyenangkan karena setiap warga masyarakat tanpa terkecuali saling menghargai dan merangkul setiap perbedaan.

Di bidang kesehatan kota Banda Aceh saat ini memiliki total 85 unit fasilitas kesehatan. Selain berbagai peningkatan kualitas sarana dan prasarana kesehatan, berbagai program layanan berbasis islami dan berbasis masyarakat terus diterapkan di Banda Aceh. Ada 4 dari 11 Puskesmas saat ini telah mendapatkan ISO Manajemen Mutu dan RSUD Meuraxa baru-baru ini mencapai Akreditasi Paripurna.

Pencapaian lain, terlihat dari pembangunan ekonomi yang juga menjadi salah satu fokus utama pembangunan Model Kota Madani. “IPM Kota Banda Aceh dengan angka 83, tercatat sebagai IPM tertinggi kedua di Indonesia. Hal ini menjukkan bahwa tingkat kesejahteraan, kesehatan dan pendidikan di kota Banda Aceh telah berada pada kondisi yang sangat baik.

Di bidang pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara bahkan meningkat hingga lebih dari 300% dari angka 4.324 kunjungan di tahun 2012 menjadi 15.596 kunjungan di tahun 2016.  Kondisi ini berdampak pada geliat ekonomi di Banda Aceh. Indikatornya, pendapatan perkapita penduduk Kota Banda Aceh mencapai lebih dari 58 juta Rupiah, lebih tinggi dari tingkat Nasional, yakni 48 juta rupiah. Pertumbuhan ekonomi juga terus meningkat hingga lebih dari 5%. Sejumlah pencapaian dan prestasi lainnya, seperti reformasi birokrasi dan system e-government dalam upaya menuju pembangunan clean and good governance.

Kemudian pemanfaatan IT dengan melahirkan sejumlah aplikasi online untuk berbagai jenis pelayanan kepada masyarakat. Banda Aceh juga menerapkan konsep smart city.

Direktur Pricewaterhouse Cooper (PwC) Consulting Indonesia, Malcolm Foo mengatakan, "Leadership atau kepemimpinan merupakan faktor kunci keberhasilan suatu kota untuk menerapkan konsep smart city". Pertanda baik karena sejauh ini Pemko Banda Aceh telah menerapkan sistem one stop service, memiliki peta GIS yang memadai serta sejumlah item pendukung lainnya.

Tujuan smart city adalah untuk menciptakan kualitas hidup yang baik bagi warganya. Hal yang paling penting adalah data dan teknologi untuk memprediksi keperluaan masyarakat ke depan. Untuk Banda Aceh yang pernah hancur akibat tsunami yang tak kalah penting yakni menggaet investasi. Untuk menurunkan jumlah pengangguran, perlu diperbanyak industri kecil dan menengah, bukan industri-industri besar. Pada saat yang bersamaan Banda Aceh juga harus mampu tumbuh menjadi resilient city (kota yang tangguh bencana).

Pada tahun 2020 nanti Banda Aceh akan menjadi kota yang memliki pelayanan publik yang bagus, ekonomi yang kuat, green city, tidak ada lagi masyarakat miskin. Berdasarkan survei, pengguna internet di negeri ini mencapai 80 juta orang lebih 87% dari jumlah tersebut menggunakan internet untuk media sosial. Selain itu, pengguna SIM card atau kartu telepon seluler yang ada di pasar juga sudah melampaui jumlah total penduduk Indonesia yakni mencapai 260 juta keping kartu.

Selanjutnya, keterampilan untuk menggunakan fasilitas internet dan juga teknologi informasi yang lain sudah sangat melekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia. Target Kementerian Komunikasi dan Informatika di tahun 2016 adalah pengguna Internet di Indonesia mencapai hingga 150 juta orang.

Jumlah tersebut tentunya didominasi oleh orang-orang muda. Inilah yang membuat modal untuk menuju smart city sebenarnya sudah ada. Pemerintah kota tinggal melakukan proyek smart city secara segera. Ternyata ditemukan fakta menarik bahwa masyarakat Indonesia memiliki minat yang sangat tinggi terhadap teknologi, utamanya teknologi informasi. Dari sini kemudian bisa dilihat bahwa pembangunan smart city memang tidak perlu untuk ditunda lagi.

Sebaliknya, akan lebih baik jika pembangunannya semakin cepat untuk kota-kota yang lain juga. Banda Aceh sudah mendeklarasikan sebagai Islamic Smart City untuk mengimplementasikan syariat Islam di Aceh. Konsep ini belum pernah diusung oleh negara manapun di dunia yang sebagian besar penduduknya adalah muslim.

Konsep Islamic Smart City memuat beberapa dimensi seperti smart economy, smart mobility, smart governance, smart living dan smart people. Semuanya selaras dengan apa yang diistilahkan dalam kajian ilmu Ushul Fiqh dan bersesuaian pula dengan apa yang diungkapkan oleh Imam Al-Ghazali terkait Mashlahah atau tujuan-tujuan syara’ yang harus dipelihara.

“Adapun tujuan pensyariatan hukum Islam adalah untuk memelihara agama, jiwa, akal, keturunan dan harta,” jika semua konsep ini benar-benar bertumbuh-kembang dan menjadi nafas dalam setiap detak kehidupan Kota Banda Aceh, niscaya cita-cita menjadi Kota Madani sebagaimana yang pernah dipraktekkan pada era Nabi Muhammad SAW di Madinah dulu, tidak akan mustahil.

Konsep ini harus benar-benar dihayati dan kita wujudkan bersama, hasilnya dapat kita rasakan semua dan dapat dinikmati oleh generasi penerus kita, sehingga kelak Banda Aceh menjadi the future city. Berbicara mengenai smart city tidak hanya soal ICT semata, akan tetapi juga menyangkut banyak aspek mulai dari lingkungan, infrastruktur, transportasi, hingga pariwisata. Kota pintar menggambarkan suatu kota yang betul-betul smart, baik masyarakatnya, pemerintahnya, maupun lingkungan masyarakatnya.

Konsep smart city di Banda Aceh tidak dapat dipisahkan dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh. Sebagian pihak masih menganggap syariat islam menghambat suatu daerah untuk maju. Rasulullah SAW berpesan agar kita mengajarkan anak-anak kita sesuai dengan zamannya. Karena sekarang kita hidup di era digital, tentu kita tidak ingin tertinggal. Walaupun kota Banda Aceh menegakkan syariat islam, tapi Kita ingin menyampaikan kepada dunia bahwa kota Banda Aceh bisa maju bersama dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

Konsep smart city yang diterapkan di Banda Aceh harus tetap berada dalam bingkai syariat islam. Indikatornya adalah bagaimana dan apa yang harus dicapai melalui Al-Quran dan Sunnah. Ternyata smart poeple itu adalah orang yang ingat mati dan mempersiapkan kematiannya. Jangan sampai ICT membuat kita sulit untuk menggapai khusnul khotimah.

Ada juga stigma yang masih melekat yakni syariat islam hanya akan menghambat kemajuan dan tidak matching dengan teknologi bisa segera dihilangkan karena kota Banda Aceh sangat bangga menunjukkan bahwa Banda Aceh adalah Islamic Smart City kepada dunia Untuk mewujudkan Banda Aceh Islamic Smart City‎ baik berupa kebijakan, program, inovasi maupun aplikasi-aplikasi berbasis ICT yang dilahirkan oleh para staf Pemko Banda Aceh. Sejumlah aplikasi itu antara lain E-Kinerja, E-Disiplin, dan penetapan Banda Aceh sebagai salah satu pilot project open data di Indonesia.

Ada 11 SKPK saat ini sudah menerapkan open data, dan targetnya seluruh SKPK pada 2017. ‎Begitu juga dengan Puskesmas, rumah sakit, dan sekolah-sekolah. Data yang ditampilkan tentu sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Banda Aceh juga sudah ada perizinan online yang terintegrasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, dan ini merupakan yang pertama yang diterapkan di Indonesia.

Hal lainnya adalah soal penerapan arsip kependudukan online dan antrian online, database pohon, penggunaan digital document (Digdoc) hingga sistem informasi pembangunan berbasis masyarakat (SIPBM) Online. Semua aplikasi yang ada di kota Banda Aceh ini sifatnya merah putih, artinya bisa diadopsi oleh siapa saja demi kemajuan Indonesia.

Perkembangan ICT di Banda Aceh begitu pesat sehingga menempatkan Banda Aceh sebagai salah satu kota pengguna internet tertinggi di Indonesia. Hampir semua Warkop di Banda Aceh menyediakan wifi gratis. Begitu juga dengan hot spot wifi di sekolah-sekolah dan taman kota hinga ke masjid-masjid dengan program cyber masjid yang kembangkan.

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banda Aceh ke-812 diharapkan bisa menjadi momentum terbaik untuk mengevaluasi dan memperbaharui komitmen dalam bekerja dan berkarya untuk perkembangan dan kemajuan Kota Banda Aceh. Masyarakat kota Banda Aceh diharapkan untuk berkontribusi dalam pembangunan dan terus kritis mengawal jalannya pemerintahan.

Untuk mewujudkan Banda Aceh menjadi kota madani merupakan cita-cita yang mulia untuk menuju kepada kemulian, begitu dengan kenyataan yang dicermati tentang situasi dan kondisi Kota Banda Aceh.  Kepada seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan pengabdian dan kepedulian dan saling mendukung antara eksekutif dan legislatif demi kemajuan kota Banda Aceh.

Selamat ulang tahun kota Banda Aceh ke-812, Sukses selalu dan tetap bekerja keras demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Semoga Kita benar-benar dapat menikmati segala berkah di usia kota Banda Aceh yang ke-812 tahun ini.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
1.752 Mekanik Andal Untuk Mudik Aman dan Nyamanoleh : Rohmah Sugiarti
22-Jun-2017, 14:18 WIB


 
  1.752 Mekanik Andal Untuk Mudik Aman dan Nyaman Presdir PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto (tengah), memakaikan helm kepada mekanik Astra yang bertugas dalam Astra Holiday Campaign (AHC) 2017 didampingi Direktur Independen PT Astra International Tbk Paulus Bambang Widjanarko (kiri), Direktur PT Astra International Tbk Johannes Loman (ketiga
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Ramadhan 15 Jun 2017 05:55 WIB

 

 

 
Hari Media Social 2017 11 Jun 2017 04:40 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia