KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRektor Universitas Pendidikan Indonesia Tutup Usia oleh : Barnabas Subagio
23-Apr-2017, 20:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bandung, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Furqon, MA. Ph.D., menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (22/4/2017) pukul 10:25 WIB di Rumah Sakit Advent, Jl. Cihampelas No.161, Cipaganti, Coblong, Kota Bandung.
Menurut informasi yang dihimpun pewarta KabarIndonesia, awalnya beliau sedang
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Dalam Diam... 12 Apr 2017 17:58 WIB

Jiwa-jiwa Penantang Zaman 04 Apr 2017 23:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ajak Warga Jakarta Bersatu 10 Apr 2017 22:11 WIB


 

 
 
OPINI

Kicauan Sastra
Oleh : Shela Kusumaningtyas | 26-Des-2012, 18:34:25 WIB

KabarIndonesia - Jika kita membicarakan mengenai manusia, maka diri kita akan takjub dengan apa yang telah Tuhan sematkan kepada tubuh kita. Sungguh luar biasa karunia Tuhan. Secara khusus Tuhan merancang manusia sebagai penyeimbang di bumi. Manusia merupakan perwakilan Tuhan di dunia ini. Atas tanggungjawab tersebut manusia tak boleh untuk sewenang-wenang memperlakukan apa yang ada di alam ini.

Manusia harus menghargai dan memanfaatkan setiap anugerah Tuhan sekecil apapun itu. Alangkah bijaksana bila kita sadar bahwa anugerah Tuhan itu tak ada yang kecil. Tuhan memberikan segalanya secara cuma-cuma kepada hamba yang paling sempurna itu. Tak perlu meminta, Tuhan telah melimpahkan apa yang tepat bagi manusia.

Seringkali kita tak pernah bersyukur atas apa yang Tuhan kasih kepada kita. Ingat apakah kita pernah bersyukur ketika kita bisa mendengarkan perkataan orang lain? Pernahkah sekadar mengucapkan terimakasih Tuhan tatkala kita mencium bau kentut yang kita rasa memuakkan? Sudahkah kita semakin tunduk kepada Tuhan atas nikmatnya kita saat bisa menjilat manisnya es krim? Ya kita serasa menyia-nyiakan apa yang telah Tuhan kasih. Nah salah satu cara yang dapat kita lakukan ialah mengoptimalkan panca indera yang sudah melekat di tubuh kita. Kita bisa mengolah apa yang kita dengar menjadi sebuah tulisan yang kelak akan terangkum menjadi sebuah sastra yang dapat dikenang.

Lalu, apa yang kalian bayangkan ketika ditanya mengenai sastra? Sekelumit rasa penasaran dipastikan akan bernaung di otak kalian. Sebenarnya tak ada definisi yang baku mengenai sastra tersebut. Dan bagi saya sastra merupakan seni merangkai kata hingga terbentuk suatu estetika yang dikagumi orang ataupun diri sendiri. Sastra berkaitan dengan kemampuan kita berkomunikasi. Mengapa demikian? Karena di dalam sastra berisi suatu informasi maupun pesan yang ingin kita pertukarkan dengan orang lain. Di dalam sastra kita berbicara ragam kebudayaan suatu tempat.

Sastra menurut saya pribadi bersifat dinamis. Sebagai sebuah kebudayaan maka sastra memiliki ruang dimensi fleksibilitas, di mana ia mampu menyesuaikan diri sesuai perubahan zaman yang terjadi. Tengoklah pada zaman dahulu di Indonesia, sastra terasa masih kaku. Kekakuan ini dipengaruhi oleh aturan-aturan ketat yang membelenggu. Bagaimana sastra bisa dipahami oleh khalayak ramai jika tak memiliki kelenturan dan masih saja terkungkung teori-teori baku.

Semua telah berubah di zaman sekarang. Semua orang bisa memperlakukan dirinya sebagai insan sastra. Citra mengenai orang sastra yang serius dan selalu berkutat dengan buku tebal yang berdebu telah sirna. Keadaan berbalik jauh. Sastra lebih mudah diterima oleh semua elemen masyarakat. Bahkan masyarakat sekarang tergolong cerdas dalam memilih dan memilah karya sastra mana yang akan mereka ikuti ataupun mereka ciptakan.

Hal yang membanggakan adalah saat ini gelora semangat anak muda sedang menggeliat untuk membarakan dan mengobarkan kecintaan masyarakat terhadap masyarakat. Berbagai media mereka ketuk untuk mensosialisasikan sastra ke setiap elemen masyarakat. Tak ragu mereka menyasar setiap sudut wilayah sembari mempromosikan sastra sebagai kebudayaan dan cerminan peradaban Indonesia. Contoh nyata pergerakan pemuda dalam mencintai sastra yakni kian berjubel dan penuh sesaknya peminat jurusan sastra di berbagai universitas baik negeri maupun swasta, maraknya akun jejaring sosial seperti twitter yang membahas sastra dengan bahasa yang mudah dipahami.

Menyoal tentang kicauan sastra di twitter, terlebih dahulu kita mengenal terlebih dahulu apa itu twitter. Twitter bisa dibilang suatu wadah bagi seseorang untuk meluapkan apa yang sedang mereka rasakan, apa yang sedang mereka lakukan, bahkan apa yang sedang mereka inginkan. Mencurahkan uneg-uneg yang terkadang tak tertampung dalam dunia nyata. Sebagai suatu microblogging, twitter memiliki batasan kata yang bisa tertulis. Berkat kecanggihan teknologi, bermunculanlah yang dinamakan twitter client, sebagai tempat yang menjembatani seseorang yang ingin berkicau tanpa batasan kata.

Seberapa besar kicauan sastra di twitter ? Anda pasti akan takjub tatkala menyaksikan akun twitter milik @dwitasaridwita. Dia merupakan mahasiswi sastra Indonesia Universitas Indonesia. Pengikutnya telah menembus angka ribuan bahkan setiap kali dia mengeluarkan tweet, telah banyak pengikutnya yang menunggu kicauannya dan bergegas meretweetnya. Sungguh betapa peran media sangat berpengaruh dalam menimbulkan kecintaan terhadap sastra. Dwitasaridwita ini telah berhasil menelurkan buku yang terbilang buku best seller meski baru beberapa waktu terbit.

Potensial sekali apabila pemerintah mampu memfasilitasi para pemuda dalam mengembangkan bakat mereka dalam bidang sastra dan menyalurkannya ke jalan yang tepat. Tentu saja jika hal ini berhasil maka akan memantik pemuda yang lain untuk mencintai sastra. (*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/



 

 

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Koreografi Tari Kontemporeroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
04-Apr-2017, 01:32 WIB


 
  Koreografi Tari Kontemporer Mahasiswa jurusan Seni Tari Semester IV ISI Surakarta melaksanakan ujian koreografi tari kontemporer menggunakan media benda keras di Teater Kecil ISI Surakarta, Senin, 3 April 2017. Berbagai benda keras digunakan sebagai media para mahasiswa mengeksplorasi gerak, mulai dari payung, kurungan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
MAKASSAR: Kota Plural dan Nyaman 19 Apr 2017 22:12 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia