KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaFida Abbott Promosikan Batik Melalui Peluncuran Buku Hibridanya oleh : Redaksi-kabarindonesia
10-Aug-2018, 04:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda salah satu penyinta media Harian Online KabarIndonesia (HOKI), maka nama Fida Abbott sudah tak sing lagi. Kiprahnya di HOKI sebagai salah satu pewarta warga sudah dimulai sejak bulan Desember 2006. Beberapa bulan kemudian, ia mendapatkan penawaran
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Rindu 28 Jul 2018 11:02 WIB

Hujan 28 Jul 2018 11:02 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Ketikdadilan Itu Berupa Harga Tiket Melambung Tinggi Setiap Hari Raya Lebaran

 
OPINI

Ketikdadilan Itu Berupa Harga Tiket Melambung Tinggi Setiap Hari Raya Lebaran
Oleh : Djuneidi Saripurnawan | 01-Jun-2018, 00:44:51 WIB

KabarIndonesia - Di negeri nusantara yang kaya raya ini, setiap menjelang hari raya lebaran, baik lebaran Idul Fitri maupun hari raya Natal dan tahun baru, harga-harga tiket semua mode transportasi: bus, kereta api, kapal laut dan pesawat melambung tinggi sampai 200% lebih dari harga normal. Kenapa bisa begitu?

Penjelasan utama dari perusahaan sarana transportasi adalah perusahaan akan merugi bila harganya normal karena saat sarana transportasi itu menjalani rute kembali (pulang) ke kandangnya diklaim tidak ada penumpang, sehingga mereka menyatakan akan merugi ketika sarana transportnya pulang-kandang.

Alasan ini dibiarkan begitu saja oleh Pemerintah sebagai regulator yang konon melayani semua warga negara, baik yang super kaya raya dengan akses pesawat terbang ke berbagai kota dan pulau--semestinya juga-sampai warga negara yang bekerja sebagai buruh harian bisa mengakses kereta api atau bus ekonomi untuk bisa pulang kampung saat menjelang lebaran nanti.

Pemerintah justru menggelontorkan Rp 35 Triliyun untuk tunjangan THR dan gaji ke-13 bagi ASN/PNS yang sudah cukup mapan secara ekonomi dan juga masih perlu dievaluasi kinerjanya, dan menambah kecemburuan bagi kaum pekerja harian, buruh produksi, dan pekerja lepas non-ASN lainnya.

Pemerintah telah bersetubuh dengan para pengusaha jasa transportasi bisa dipahami karena memang saling menguntungkan secara ekonomis (bagi mereka secara pribadi) ketika permintaan pasar sedang tinggi-tingginya. Konsumen sedang membludak, maka saatnya mengail ikan sebanyak-banyaknya. Inikah kebijakan pemerintah yang pro-rakyat?

Dan sementara itu, masyarakat umum harus, mau tidak mau, menyiapkan sejumlah uang lebih banyak untuk bisa melakukan perjalanan ke kampung halamannya. Seorang buruh harian harus bekerja lebih keras untuk mengumpulkan rupiah supaya bisa mendapatkan tiket pulang kampungnya, bila tidak mencukupi ya hanya pasrah dengan keadaan. Menonton saja peristiwa mudik melalui layar televisi tetangga. Kebijakan pemerintah yang hanya mengakomodir kepentingan perusahaan transportasi adalah kebijakan kapitalistik yang tidak pro-rakyat, dan cenderung berbau anyir korupsi. 

Ketika warga negara sudah membayar pajak sesuai dengan ketentuan undang-undang, dan prasarana jalan sudah dibangun dengan kebanggaan tersendiri, namun hanya yang memiliki modal uang yang cukup besar untuk bisa menikmati perjalanan pulang ke kampung halaman.

Pertanyaannya: Mengapa Pemerintah Republik Indonesia membiarkan peristiwa seperti ini terus berlangsung dari tahun ke tahun? Apakah dengan alasan bahwa perusahaan transportasi bisa merugi seperti tersebut di atas maka peristiwa seperti ini tetap dipertahankan? Alasan ini sangat dibuat-buat dan tidak logis secara managemen operasional.

Penjelasannya sederhana saja, dalam keadaan normal (harga tiket normal) calon penumpang tidak sebanyak saat menjelang hari raya lebaran, oleh karena itu jumlah trayek atau kursi bisa ditambah sampai berlipat-lipat, jumlah kursi bisa bertambah sesuai kemampuan perusahaan transportasi menyediakannya. Artinya, semua itu adalah keuntungan berlipat ganda. Terus, kenapa beralasan merugi ketika pulang-kandang?

Yang terjadi sebenarnya bukanlah merugi, karena tidak ada trayek yang diperhitungkan merugi, semuanya sudah diperhitungkan dari biaya bahan bakar sampai jasa sang sopir.

Yang terjadi sesungguhnya adalah pengambilan keuntungan secara besar-besaran dari para pengusaha transportasi yang didukung (kerjasama) para aparat negara. Perusahaan yang sehat tidak akan merugi sekalipun menjalankan operasinya dengan harga tiket normal; kalaupun terjadi kerugian saat momen seperti ini maka tidaklah seberapa dibandingkan keuntungan selama sebelas bulan lebih beroperasi setiap tahun.

Sepengetahuan penulis, hanya Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia yang pernah menerapkan harga tiket normal (biasa) saat menjelang hari raya lebaran tahun 2014, bahkan ditambah diskon 10% dengan kelas penerbangan full-service ke seluruh Indonesia. Namun, kebijakan itu tidak berkelanjutan.

Pertanyaan selanjutnya adalah: Apakah Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini mau mengambil kebijakan radikal yang pro-rakyat bahwa harga tiket transportasi harus tetap normal (harga reguler biasa) demi perayaan lebaran yang bisa dinikmati oleh setiap insan warga negara Indonesia.

Kalau perlu memfasilitasi mudik gratis pada hari tertentu sebelum dan setelah hari raya lebaran berakhir bagi kaum pekerja yang miskin. Bukankah pada saat seperti inilah semua warga negara akan merayakan kemenangan, ataupun merasakan adanya kemerdekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia?

Suatu perubahan bisa dilakukan hanya dengan keberanian dan kebijakan yang sudah diperhitungkan berdampak lebih luas kepada warga negara (masyarakat), ketimbang hanya berlaku pada kelompok tertentu saja. Dan, sekali lagi, Pemerintahan Presiden Jokowi yang mengusung revolusi mental dihadapkan pada tantangan ini? Lebaran ini tanpa tuslah!(*)

*) Penulis adalah Senior Program Officer-TATTs Program-Mercy Corps Indonesia, alumnus Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), dan Antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Sumber Ilustrasi: kompasiana.com/ikhwanulparis/balada-mudik-sebuah-perjuangan-tak-kenal-pantang_577d3ff3d67e61c50b600506

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sang Ratu Sampah Akhirnya Menjadi Sarjanaoleh : Rohmah S
17-Aug-2018, 22:49 WIB


 
  Sang Ratu Sampah Akhirnya Menjadi Sarjana Amilia Agustin menjadi salah satu narasumber Adiwiyata Learning Center (ALC) Goes to School 2017 yang digelar oleh PT Astra International Tbk dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia, Oktober 2017. Ami sering kali dipercaya menjadi narasumber suatu acara, baik oleh perusahaan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia