KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
IptekEfek Jera dalam Pesan Moral Pemenang Astra Road Safety Challenge 2017 oleh : Wahyu Ari Wicaksono
23-Sep-2017, 22:46 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Efek jera! Itulah kira-kira pesan moral yang tertuang dengan jelas dalam alat modifikasi yang dapat memberikan peringatan dini kepada pelanggar rambu dilarang parkir dan berhenti racikan Melati Dyah Kumalasari dan kelompoknya.

Alat modifikasi yang diberi nama
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
KOMUNIS 23 Sep 2017 03:41 WIB

Kisah Negeri Antah Berantah 22 Sep 2017 09:23 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Ketidakadilan dan Ketimpangan Sosial dalam Kehidupan Masyarakat
Oleh : Iin Suwandi | 28-Apr-2017, 09:28:55 WIB

KabarIndonesia - Ada beberapa hal yang menjadi indikator terjadinya ketidakadilan dan ketimpangan sosial yang semakin tajam dalam masyarakat Indonesia saat ini, di antaranya:
 
Pertama: Adanya kebebasan pers dan hak azasi yang menjurus ke anarkis. Kebebasan mengeluarkan pendapat yang dilindungi akibat dari amandemen UUD1945. Kebebasan berpendapat saat ini bebas tanpa ada etika dan moral, yang penting berekspresi karena kebebasan berpendapat katanya dijamin Undang Undang.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pada kepemimpinan yang otoriter, semua kegiatan menyalurkan pendapat menjadi serba terbatas. Tapi keterbatasan itu sekarang sudah tidak diberlakukan, masyarakat kembali bebas berpendapat sesuai apa yang mereka ingin suarakan. Media massa, media elektronik dan media lainnya sudah dapat merasakan adanya kebebasan itu. Tapi sangat disayangkan, tidak semua kebebasan masyarakat dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Media penyaluran aspirasi kadang justru berjalan dengan aksi anarkis, perusakan, bahkan ada yang mengarah ke tindak kriminal. Sebaiknya kegiatan menyalurkan aspirasi dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan rasa penuh kesadaran. Agar yang menyampaikan pendapat dan yang mendengarkan pendapat dapat bekerjasama dengan baik, tidak ada yang dirugikan pada kedua pihak. 

Dalam menggunakan hak kebebasan mengemukakan pendapat, kita harus memegang prinsip bebas dan bertanggungjawab. Bebas artinya bahwa segala ide, pikiran atau pendapat kita, dapat dikemukakan secara bebas tanpa tekanan dari siapa pun. Bertanggung jawab maksudnya bahwa ide, pikiran atau pendapat kita tersebut dilandasi akal sehat, niat baik dan norma-norma yang berlaku.
 
Kedua: Kesenjangan yang dirasakan oleh masyarakat di akar rumput, akibat UKM harus bersaing dengan usaha besar PMA dan produk yang diimpor. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain karena berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Dalam krisis ekonomi yang terjadi di negara kita beberapa waktu yang lalu, banyak usaha berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya. Namun sektor UKM terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut.
 
Ketiga; Rakyat perlu pemimpin yg berani melawan dan bicara keras kepada Pemerintah. Riziq misalnya, namanya muncul ke permukaan karena bicaranya yang keras,  sedangkan pimpinan NU dan Muhammadiyah tidak dianggap. Kalau dilihat FPI pimpinan Habib Riziq itu  sangat kecil, tetapi pada aksi 212 lalu jutaan ummat Islam hadir tumpah ruah di Jakarta. Perlu diketahui bahwa ummat Islam hadir bukan karena ia anggota FPI, NU, dan Muhammdiyah tapi mereka hadir untuk melawan ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah.
 
Keempat: Ucapan kasar dan bicara seenaknya Ahok adalah pemicu yang mempersatukan umat Islam. Dalam hal ini Pemerintah melakukan ketidakadilan. Bila orang lain melakukan yang sama seperti Ahok sudah ditangkap, contoh di antaranya Bintang Pamungkas. Jadi Pemerintah dianggap berlaku tidak adil oleh ummat Islam.  Kontroversi pernyataannya tentang Surat Al Maidah 51, ternyata belum membuat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berniat "mengerem" ucapan-ucapan lantangnya yang terkesan ‘nyeleneh'. Padahal kasus dugaan penistaan agama itu saja sudah membuatnya didemo massa ummat Islam pada 4 November dan demo 212 lalu. Ujung-ujungnya, Ahok pun ditetapkan tersangka oleh Bareskrim Polri, pasca laporan sejumlah pihak dan gelar perkara. 

Kelima; Masalah kedekatan Pemerintah JKW dengan  RRT juga merupakan pemicu Amerika saingannya melakukan proxy war menggunakan group Anies-Uno-Rizik jadi proxynya.
                 
Bila ketidakadalian dan ketimpangan sosial tidak lagi terkendali, maka jangan salahkan rakyat jika mengambil jalan pintas dengan cara-cara yang melanggar hukum. Hukum yang seharusnya ditegakkan justru menjadi tumpul dan dilumpuhkan dengan secara sengaja dan sistematis. Membela penista agama secara membabi buta.

Secara sosiologi belum pernah ada penista agama  dihukum di bawah 4 tahun. Kini Penista agama Ahok justru di vonis ringan dengan 2 tahun dan masa percobaan satu tahun. Artinya Ahok bebas murni dengan tidak terbukti karena permainan sandiwara JPU. JPU yang menuntut Ahok kelihatan sekali tampil sebagai  pembela Ahok bukan menuntut sebagaimana lazimnya JPU lainnya.
                
Ekonomi yang semakin timpang jelas sekali kelihatan, orang miskin semakin menjerit karena biaya hidup semakin berat. BBM, listrik dan harga kebutuhan pokok naik, ditambah lagi tenaga kerja Cina ada dimana-mana mengakibatkan angka pengangguran semakin bertambah. (*)   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kemeriahan Pembukaan HUT ke-60 Astra di Medanoleh : Rohmah Sugiarti
22-Sep-2017, 21:47 WIB


 
  Kemeriahan Pembukaan HUT ke-60 Astra di Medan Gubsu H.T. Erry Nuradi, didampingi Direktur PT Astra International Tbk Suparno Djasmin, Dan POM Kodam I Bukit Barisan Kol. CPM Sudarma Setyawan, Staf Ahli Pangdam I Bukit Barisan Kol. Zeni Muslim Jaya, Wakil Dirlantas Polda Sumut AKBP Marcelino Sampouw, CCFA
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia