KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniJokowi Korban Hoaks Lebih Beruntung Dibanding Korban Hoaks Lain oleh : Kabarindonesia
21-Jan-2019, 11:43 WIB


 
 
KabarIndonesia - Apa yang dialami Presiden Joko Widodo sebagai korban hoaks masih belum ada apa-apanya. Bandingkan dengan korban-korban hoaks lainnya, yang sendirian. Hoaks tak butuh masuk akal. Kurang masuk akal apa lagi, katakanlah, hoaks Jokowi ada di depan D.N. Aidit
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Tetaplah Tenang 23 Jan 2019 10:23 WIB

Filosofi Kopi 20 Jan 2019 01:57 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
 

 
 
OPINI

Kelompok Kriminal Bersenjata Lari Kocar-kacir
Oleh : Iin Suwandi | 05-Apr-2018, 15:02:25 WIB

KabarIndonesia - Beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengeluarkan tantangan kepada aparat untuk berperang. Dalam video yang diunggah terlihat kelompok ini melakukan taktik perang dengan sambil berlari membawa panah dan sebagian menenteng senjata M-16 dan senjata otomatis lainnya. Sebenarnya tindakan pengecut  KKB hanya didasari kepentingan pribadi dan tidak mewakili suara mayoritas rakyat Papua. Jumlah hanya puluhan dan menunjukkan eksistensi kelompok tertentu saja.

Tidak lama berselang tantangan yang dikeluarkan oleh KKB ini mendapat reaksi dari TNI dengan melakukan kontak senjata di sarang mereka. Sebagaimana yang telah ramai diberitakan oleh media massa bahwa  telah terjadi baku tembak yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Banti, Tembagapura, Papua, menewaskan dua anggota KKB dan puluhan lainnya terluka. Dari hasil pantauan drone diketahui bahwa dua orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka dari pihak KKB. Kemudian sambil mundur melarikan diri, mereka membakar rumah warga.
 
Perlu dipahami bersama bahwa kontak senjata yang terjadi pada Minggu (1/4) mengakibatkan ada korban dari pihak TNI yakni Prajurit Satu (Pratu) Vicky Rumpaisum, anggota Yonif 751/Raider.  Namun dilaporkan bahwa seluruh warga penduduk dalam keadaan aman dan selamat, tidak ada yang menjadi korban. Lalu kemudian tidak hanya berhenti disitu, TNI terus melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata di enam kampung Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.  
Menurut Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad bahwa pada Rabu (4/4) sekitar pada pukul 10.15 WIT, kembali terjadi kontak senjata antara pasukan TNI dengan KKB di Kampung Opitawak. Satu orang tewas dan dua luka-luka dari pihak KKB. Pada saat terjadi kontak senjata, TNI terus melakukan pengejaran terhadap kelompok ini, dan ditemukan satu jasad serta menangkap dua orang yang terluka. 
"Saat tiba di TKP kita temukan satu korban tewas dari kelompok KKB. Setelah kita data ternyata atas nama Timotius Omabak, kemudian dua orang luka-luka atas nama Ruben Upugau dan remaja berusia kurang lebih 15 tahun bernama Kapin Uwamang," tuturnya. 
Ditengarai bahwa dua korban luka-luka yang diketemukan saat pembersihan adalah bagian KKB karena pada saat terjadi kontak senjata mereka bergabung bersama KKB dalam melancarkan aksinya. Dari hasil pengejaran ini TNI berhasil  menemukan satu pucuk senjata api laras panjang jenis M-16 di lokasi kontak senjata dan ditemukan beberapa butir amunisi, selongsong munisi juga dengan bercak-bercak darah serta ada satu Noken tertulis Puncak Jaya.  Dengan kaitan kepemilikan senjata otomatis yang dimiliki oleh KKB secara hukum kelompok ini harus ditumpas habis. Karena sesuai dengan UU No 12 tahun 1951 dijelaskan bahwa dari ketentuan pasal  tentang kepemilikan senjata api tanpa izin dari pihak yang berwajib jelas KKB harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.  
Membawa senjata api tanpa izin itu sudah dapat dikenakan sanksi yaitu hukuman  maksimal 10 tahun penjara. Apalagi KKB menggunakan senjata untuk menembak aparat hingga meninggal. Jadi pantas saja KKB harus diberikan hukuman yang setimpal. Negara kita adalah negara hukum maka seyogyanya KKB tidak boleh dibiarkan untuk melakukan aksinya. Apa yang dilakukan oleh TNI dengan melakukan kontak senjata kepada KKB beberapa waktu yang lalu merupakan salah satu tindakan yang sangat tepat. 
Sebab jika ini dibiarkan maka KKB akan menjadi semakin meresahkan masyarakat. Jadi kemarin para KKB berteriak-teriak untuk menantang aparat, kini saatnya aparat  bertindak tegas untuk terus memburu KKB sampai ke lubang tikuspun harus segera ditemukan untuk diproses lebih lanjut.  Kita berharap TNI akan dapat menyelesaikan  masalah KKB secara cepat untuk memberikan rasa  aman kepada masyarakat Papua  untuk melakukan aktifitas dalam keseharian. Sehingga  pembangunan di Papua akan terus berlanjut demi untuk kesejahteraan rakyat Papua juga.(*)  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
 
Muallaf Zaman "Now"! 07 Jan 2019 18:38 WIB

 
 
 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB

 

 

 
Sibuk Membuat “TUHAN” 22 Jan 2019 18:53 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia