KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (9), kita telah melihat kepintaran Presiden Jokowi dalam membalikkan keadaan dari semula dianggap penakut dan pengecut, tiba-tiba membalikkan keadaan dengan secara berani bergabung
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 
 
OPINI

Kekejaman KKB Di Papua Merampas Masa Depan Seorang Arjuna
Oleh : Iin Suwandi | 03-Sep-2018, 22:59:02 WIB

KabarIndonesia - Terbersit dibenak kita kekejaman yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata hingga menewaskan sepasang suami istri di Nduga. Keluarga almarhum Hendrik Sattu dan Margareta Polli, pasangan suami istri yang tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Koteka, Buah Tengah Distrik Kenyam pada tanggal 25 Juni 2018.

Kejadian berawal dari penembakan Pesawat Trigana Air Twin Otter yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Pesawat tersebut berangkat dari Wamena menuju Kenyam yang membawa Anggota BKO Brimob sebanyak 15 orang untuk Pengamanan Pilkada. Akibat dari penembakan tersebut Abdillah Kamil (Pilot Pesawat) kena serpihan peluru dibagian bahu sebelah kanan dan kepala bagian belakang.

Tidak jauh dari ujung landasan tepatnya di Kampung Koteka, Buah Tengah Distrik Kenyam, KKB sekitar 16 orang bersenjata laras panjang jenis AK-47 6 pucuk, FNC 2 pucuk dan Pistol 2 pucuk yang lainnya bersenjata panah, tombak dan golok menganiaya masyarakat sipil. Mereka memaksa masyarakat keluar rumah, setidaknya 8 orang warga pendatang dikumpulkan dan diperintahkan duduk di depan teras. 

Berselang beberapa saat kemudian Ibu Margaretha Pali 28 tahun yang dalam ketakutan sedang memeluk anaknya (Arjuna Kola 6 tahun) ditembak di bagian kepala, dan luka kena parang di lengan kiri. Hampir bersamaan suaminya atas nama Hendrik Sattu Kola 38 tahun juga ditembak di bagian perut serta kena parang di kaki kanan bagian betis. 

Mendengar suara tembakan 5 orang lainnya spontan melarikan diri, namun nahas bagi Zainal Abidin 20 tahun saat hendak melarikan diri tertembak di bagian rusuk. Demikian dituturkan A. Ahmad 22 tahun (asal Bugis) dan Dani 19 thn (asal Toraja) warga yang berhasil selamat melarikan diri.Sedangkan Arjuna Kola 6 tahun yang masih duduk di bangku TK Putra semata wayang dari pasangan Hendrik dan Margaretha tidak luput dari pembantaian dan mengalami luka menganga di kepala bagian pelipis kiri nyaris sampai ke hidung, akibat kena parang. Akibatnya bocah TK yang kecil lucu dan lugu itu kehilangan kedua orang tua yang disayanginya sekaligus mengalami penderitaan cacat di wajah seumur hidupnya akibat kampak yang disayatkan.


KKB selain terus melakukan teror pada aparat keamanan, juga meneror warga sipil yang tidak berdosa, selain melakukan kekerasan, KKB juga merampas harta warga hingga memperkosa perempuan. KKB juga memaksa warga menyerahkan harta berharga milik masyarakat di bawah todongan senjata api. Jika tidak, KKB tidak segan-segan membunuh para warga. bahwa kelompok kriminal bersenjata ini sudah melakukan pelanggaran HAM berat. Untuk itu, Polri dan TNI harus terus mengejar KKB hingga tuntas.

 
Kekejaman KKB harus segera di akhiri, tidak ada sebuah tindakan yang mengatas namakan kebenaran tetapi dengan melakukan kejahatan, tidak ada sebuah tindakan yang mengatasnamakan mencari keadilan tetapi terus melakukan kekejaman. Hal itu hanyalah sebagai kedok untuk mencari pembenaran, yang sesunggunya adalah menghancurkan harapan, menghancurkan masa depan yang menghambat pembangunan menuju keterbelakangan yang berkepanjangan.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia