KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPresiden Jokowi: Awasi Penyaluran Bansos, Libatkan KPK, BPKP Dan Kejaksaan oleh : Danny Melani Butarbutar
19-Mei-2020, 13:27 WIB


 
  KabarIndonesia Mengutip infoKABINET.id, dikabarkan bahwa terkait penyaluran bansos terkait pandemi covid-19 yang ditengarai salah sasaran dan diduga disalahgunakan, Presiden Jokowi secara tegas meminta untuk diawasi.

“Untuk sistem pencegahan, minta saja didampingi dari KPK, BPKP, atau dari Kejaksaan. Kita
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
KAMI MASIH PUNYA RASA MALU 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
DESAINER SANG PEMUJA SETAN! 29 Mei 2020 13:08 WIB


 
 
OPINI

JIWA VS BISNIS: Berapa Dollar Nilai Jiwa Anda?
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 14-Mei-2020, 15:57:58 WIB

KabarIndonesia - Tidak bisa dipungkiri hanya dalam jangka waktu empat bulan saja pademi Corona ini telah membunuh lebih banyak orang (Amerika) daripada perang di Vietnam, Irak, dan Afghanistan — TOTAL digabungkan semua.

Jika garis tren ini berlanjut, itu akan membunuh lebih banyak orang setiap hari daripada korban kematian pada pada saat bom 9 November di New York City. Maka dari itulah dilakukan Lockdown untuk mencegah lebih banyak lagi korban jiwa yang berjatuhan.

Namun demikian, biaya Lockdown ini harus dibayar sangat MAHAL oleh Amerika. Antara lain bertambahnya jumlah pengangguran sehingga hampir 34 juta orang atau 20% dari angkatan kerja dan penurunan Produk Domestik Amerika terendah dan terburuk sejak tahun 2008.

Hal ini jelas membuat Presiden Trump sewot seperti kebakaran jenggot, karena ia khawatir tidak akan terpilih lagi jadi Presiden.

Oleh sebab itulah pula; ia ingin buruan, Segera DIBUKA lagi dgn alasan keberhasilan ekonomi butuh pengorbanan. Berapapun bayaran jiwa yang hrs DIKORBANKAN; yang penting ekonomi bisa segera maju & pulih kembali.

Sekarang timbul pertanyaan: “Berapa sebenarnya Nilai Kehidupan Manusia itu?. Apakah seimbang dgn nilai bisnis yg akan kita raih?’ Rasanya tidaklah akan begitu mudah menilainya. Jauh lebih mudah apabila kita menghitung BERAPA NILAINYA SATU KEMATIAN?

Misalnya satu Bom Atom dapat membunuh 100 juta orang, sedang produksi pembuatan bom itu sendiri sekian juta US $ jadi nilainya satu KEMATIAN adalah X.

Berdasarkan nilai klaim ganti rugi asuransi terbuktikan bahwa nilai jiwa wong Amerika yang paling mahal. Per jiwa harganya bisa mencapai US$ 10 juta sedangkan orang Jerman agak lebih murah, hanya dinilai Euro 50.000 saja.

Dan mungkin yang paling murah ialah jiwa orang Indonesia, hanya dinilai Rp 80 juta atau lebih murah daripada harga mobil bekas atau senilai harga EMPAT SAPI! Hitungannya, hingga saat ini korban kematian akibat Corona di Indonesia SERIBU ORANG atau dlm nilai uang = 1000 x Rp 80 juta = 80 miliar rupiah.

Yang menjadi pertanyaan, apakah ini seimbang dan senilai dengan penutupan semua mall & toko2, restoran & hotel di Indonesia? Sedangkan kerugian dari pariwisata saja dalam satu bulan "lockdown" ini AS$ 500 juta = tujun triliun rupiah!

Pertanyaan, apakah tidak lebih baik, apabila kita dibebaskan dari LOCKDOWN agar ekonomi bisa segera cepat pulih kembali. Walaupun kenyataan untuk ini kita harus mengorbankan DUA RIBU JIWA lagi? Namun begitu CINCAY-lah, sebab setiap kemenangan butuh pengorbanan!

Lalu, menjadi pertanyaan lagi: apakah dalam hal ini "MANG UCUP" sendiri bersedia apabila di jadikan SAPI KORBAN demi kerberhasilannya ekonomi di Indonesia?

Sedangkan bagi Gubernur New York Andrew Cuomo, ia tetap bertahan agar lockdown dipertahankan terus, sebab bagi dia JIWA MANUSIA itu tak ternilai harganya!. Terbuktikan bahwa warga di Eropa bisa JAUH LEBIH disiplin menjalankan isolasi kehidupan sehari-hari mereka.

Rahasianya dimana?

Pemerintah di Eropa menyedian DANA cukup untuk warganya selama mereka di isolasi atau selama mereka dikandangin; makanan mereka TERJAMIN (ini beda dengan di Indonesia).

Jiwa termahal di dunia berdasarkan klaim asuransi jiwa adalah Mr Ellison konglomerat dari USA (CEO dari Oracle). Apabila suatu saat ia meninggal dunia, kantor asuransi akan membayar dia AS$ 201 juta atau setara TIGA TRILIUN rupiah.

Sedangkan yg termurah adalah si Udin abang Becak dari Gombong hanya bernilai NOL RUPIAH, karena ia tidak punya asuransi jiwa.

Dalam keyakinan saya, dimata Tuhan dua-duanya sama, karena apabila sang konglomerat maupun si Udin suatu saat meninggal dunia TIDAK ADA SATU RUPIAH pun yg mereka bisa bawa ke alam baka!.

Maka sekarang menjadi pertanyaannya sekarang ini ialah: B or not to B – Buka or tidak Buka (Lockdown)?. Mari sama-sama, gotong-royong untuk memberi pencerahan buat bangsa dan negeri ini. Saya juga mohon pentromaknya dari rekan-rekan terkasih. Ditunggu!. Maturnuwun sanget berkah dalem.(MU)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Saus Sate Indonesia Buatan Thailandoleh : Fida Abbott
22-Mar-2020, 03:07 WIB


 
  Saus Sate Indonesia Buatan Thailand Saus sate Indonesia ini saya temukan di toko kelontong daerah Chester, negara bagian Pennsylvania, AS. Harganya turun drastis dari $6.99 menjadi $0.99. Jumlahnya banyak sekali yang disetok di rak. Senang melihat salah satu saus terkenal Indonesia dijual di AS. Sayangnya,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
Agama Nano Nato 30 Mei 2020 00:58 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia