KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahOperasional Pelabuhan Simanindo Kembali Dibuka dengan Pengoperasian Kapal Ferry dan Kapal Kayu oleh : Danny Melani Butarbutar
07-Jul-2018, 14:45 WIB


 
  KabarIndonesia - Samosir, Sejak peristiwa tenggelamnya kapal kayu KM. Sinar Bangun di perairan Tigaras pada Senin (18/6) Pemerintah telah menghentikan operasional transportasi kapal trayek Simanindo (Samosir) - Tigaras (Simalungun). Hal ini sangat berdampak luas kepada roda perekonomian masyarakat.

Namun,
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Ruang dan Cinta Penyatu Segalanya 27 Jun 2018 05:55 WIB

Surat Untuk Bapak Presiden 06 Jun 2018 09:09 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Individualis-Kapitalis Bukan Lagi Dosa
Oleh : Ilus Trian Dayano | 11-Aug-2017, 21:56:05 WIB

KabarIndonesia - Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa manusia sekaligus menjadi makhluk individual juga menjadi makhluk sosial. Bila menginginkan kehidupan yang harmonis, maka kedua hal itu harus dipenuhi secara seimbang. Namun kenyataan saat ini berkata lain, ada pula yang lebih mementingkan individualnya dan mereka hidup bahagia, demikian sebaliknya.

Mari kita tengok sebentar beberapa realitas keindividualitasan yang merajalela di tengah kehidupan kita. Teramat seringkali kita melihat berbagai perilaku pedagang yang curang kepada si pembeli. Pada waktu lalu, ketika masih zamannya minyak tanah murah dan tidak langka, pedagang bensin eceran mengoplos bensinnya dengan minyak tanah. Alasannya simpel bahwa dia ingin mengeruk laba yang lebih.

Cak Nun pernah menulis hal serupa di dalam esai singkatnya. Beliau menceritakan seorang pemilik bengkel yang kebingungan menyikapi karyawannya yang terlalu baik kepada pelanggannya. Si karyawan tersebut memiliki kecerdasan intelektual yang sangat menakjubkan dibidang bengkel. Mungkin dia hanya menyerah ketika membenahi pesawat terbang yang rewel. Dia mampu memperbaiki onderdil hingga layak pakai kembali.

Si pemilik bengkel hanya bergeleng-geleng melihat tingkah lakunya. Bagaimana dia tidak berpikir keras, karena secara wajar dan normal pihak bengkel harusnya menyarankan untuk mengganti onderdil tersebut. Di sisi lain, si karyawan begitu polos melayani keluhan-keluhan yang disampaikan oleh pelanggannya. Polos, maksudnya dia akan mengatakan oke-oke saja bila sama sekali tidak ada kerewelan mesin motor pelanggannya. Seharusnya dia tidak harus membela pelanggannya. "Bilang kurang ini kurang itu atau apalah," begitu pikir si pemilik bengkel. Otomatis, bengkel itu sulit meraup keuntungan yang lebih.

Kabar akhir-akhir ini mengatakan bahwa terjadi krisis persediaan garam. Telah ditemukan oplosan garam dengan pecahan kaca yang dilakukan oleh produsen garam di Lamongan. Betapa mengerikan perlakuan ini.

Bentuk keindividualitasan mereka tentu mengarah pada praktik kapitalisme. Sebagaimana yang kita kenal pahamnya yang mengajarkan mencari laba sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya-ditambah dengan apapun caranya. Apakah mereka bahagia? Iya, secara individual mereka bahagia karena mendapatkan laba yang lebih besar. Namun, secara sosial mereka meresahkan kehidupan manusia lain, bahkan tidak mau ikut campur dampak apa yang terjadi kepadanya.

Betapa tatanan kehidupan masyarakat saat ini sudah semrawut. Dunia ini diisi oleh orang-orang licik dan tidak adil. Pilihannya hanya dua, jika ingin menjadi kaum kapitalis yang percaya bahwa harta benda bisa mendampingi kematiannya di kuburan, silahkan menjadi kaum kapitalis. Sebaliknya, jika menginginkan menjadi manusia sejati, maka disamping mementingkan kepentingan individual, pikir juga kepentingan sosial - manusia lain.

Sayang seribu sayang, bahwa para pedagang, pengusaha, ahli pengoplos dan seterusnya secara sadar atau tidak sadar yang telah meresahkan manusia lain itu sudah dianggap sebagai kewajaran dan normal saja. Bahwa mereka menganggap kelakuannya bukanlah dosa lagi.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  FWD Life Gandeng Special Olympics Indonesia untuk Program Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Intelektual di Semarang – PT FWD Life Indonesia (FWD Life), pelopor asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia, telah meresmikan kerja sama dengan Special Olympics Indonesia (SOIna) pada 18 April 2018 lalu. Setelah peluncuran kerja sama, FWD Life kemudian menggelar roadshow perdana di Bandung pada
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia