KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupPembangunan PLTB Membuat Hutan Gunung Slamet Terancam Tak Selamat oleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 02:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah yang memiliki hutan tropis alami terakhir di Pulau Jawa dengan berbagai kekayaan flora dan fauna khas mulai dari Elang Jawa, Macan Tutul, Anggrek Gunung, hingga spesies Katak yang belum diberi nama,
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sumpah setia 10 Aug 2017 14:15 WIB

Derita Rakyat Jelata 31 Jul 2017 21:47 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Individualis-Kapitalis Bukan Lagi Dosa
Oleh : Ilus Trian Dayano | 11-Aug-2017, 21:56:05 WIB

KabarIndonesia - Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa manusia sekaligus menjadi makhluk individual juga menjadi makhluk sosial. Bila menginginkan kehidupan yang harmonis, maka kedua hal itu harus dipenuhi secara seimbang. Namun kenyataan saat ini berkata lain, ada pula yang lebih mementingkan individualnya dan mereka hidup bahagia, demikian sebaliknya.

Mari kita tengok sebentar beberapa realitas keindividualitasan yang merajalela di tengah kehidupan kita. Teramat seringkali kita melihat berbagai perilaku pedagang yang curang kepada si pembeli. Pada waktu lalu, ketika masih zamannya minyak tanah murah dan tidak langka, pedagang bensin eceran mengoplos bensinnya dengan minyak tanah. Alasannya simpel bahwa dia ingin mengeruk laba yang lebih.

Cak Nun pernah menulis hal serupa di dalam esai singkatnya. Beliau menceritakan seorang pemilik bengkel yang kebingungan menyikapi karyawannya yang terlalu baik kepada pelanggannya. Si karyawan tersebut memiliki kecerdasan intelektual yang sangat menakjubkan dibidang bengkel. Mungkin dia hanya menyerah ketika membenahi pesawat terbang yang rewel. Dia mampu memperbaiki onderdil hingga layak pakai kembali.

Si pemilik bengkel hanya bergeleng-geleng melihat tingkah lakunya. Bagaimana dia tidak berpikir keras, karena secara wajar dan normal pihak bengkel harusnya menyarankan untuk mengganti onderdil tersebut. Di sisi lain, si karyawan begitu polos melayani keluhan-keluhan yang disampaikan oleh pelanggannya. Polos, maksudnya dia akan mengatakan oke-oke saja bila sama sekali tidak ada kerewelan mesin motor pelanggannya. Seharusnya dia tidak harus membela pelanggannya. "Bilang kurang ini kurang itu atau apalah," begitu pikir si pemilik bengkel. Otomatis, bengkel itu sulit meraup keuntungan yang lebih.

Kabar akhir-akhir ini mengatakan bahwa terjadi krisis persediaan garam. Telah ditemukan oplosan garam dengan pecahan kaca yang dilakukan oleh produsen garam di Lamongan. Betapa mengerikan perlakuan ini.

Bentuk keindividualitasan mereka tentu mengarah pada praktik kapitalisme. Sebagaimana yang kita kenal pahamnya yang mengajarkan mencari laba sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya-ditambah dengan apapun caranya. Apakah mereka bahagia? Iya, secara individual mereka bahagia karena mendapatkan laba yang lebih besar. Namun, secara sosial mereka meresahkan kehidupan manusia lain, bahkan tidak mau ikut campur dampak apa yang terjadi kepadanya.

Betapa tatanan kehidupan masyarakat saat ini sudah semrawut. Dunia ini diisi oleh orang-orang licik dan tidak adil. Pilihannya hanya dua, jika ingin menjadi kaum kapitalis yang percaya bahwa harta benda bisa mendampingi kematiannya di kuburan, silahkan menjadi kaum kapitalis. Sebaliknya, jika menginginkan menjadi manusia sejati, maka disamping mementingkan kepentingan individual, pikir juga kepentingan sosial - manusia lain.

Sayang seribu sayang, bahwa para pedagang, pengusaha, ahli pengoplos dan seterusnya secara sadar atau tidak sadar yang telah meresahkan manusia lain itu sudah dianggap sebagai kewajaran dan normal saja. Bahwa mereka menganggap kelakuannya bukanlah dosa lagi.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra Resmikan Astra Biz Center BSD City Senilai Rp777 Miliaroleh : Rohmah Sugiarti
15-Aug-2017, 01:39 WIB


 
  Astra Resmikan Astra Biz Center BSD City Senilai Rp777 Miliar Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar (kelima kiri) didampingi Presdir PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (keenam kiri), Direktur Independen Astra International Paulus Bambang Widjanarko (keenam kanan), Direksi Astra International Widya Wiryawan (ketiga kiri), Johannes Loman (keempat kanan), Suparno Djasmin (keempat
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB


 
Timnas U-22 Berangkat ke Malaysia 13 Aug 2017 11:00 WIB

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia