KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKemnaker Beri Contoh Ruangan Laktasi dan Daycare Ideal Bagi Perusahaan BUMN dan Swasta oleh : Rohmah Sugiarti
21-Aug-2017, 04:31 WIB


 
 
KabarIndonesia – Tepat sehari setelah hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 (18/8), Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, meresmikan Taman Penitipan Anak dan Ruang Laktasi yang dibangun di lantai M Gedung B, Gedung Kementerian Ketenagakerjaan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Cindai 19 Aug 2017 19:43 WIB

Lirih Rindu 19 Aug 2017 19:41 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Hikmah Dibalik Insiden Natuna Kepulauan Riau
Oleh : Iin Suwandi | 23-Mei-2017, 17:04:10 WIB

KabarIndonesia - Kecelakaan yang terjadi saat latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (17/5) telah mengakibatkan prajurit korban jiwa dan  mengalami luka-luka.

Apakah ini hanyalah kebetulan? Kalimat ini kerap kali didengar ketika kita tanpa sengaja bertemu dengan seseorang yang sebelumnya tidak terpikir atau mendapatkan sesuatu yang tidak terduga, yang selama ini diinginkan tapi rasanya sulit untuk didapatkan.

Ternyata kalimat ini tidak boleh diucapkan, Orang-orang yang kita temui, beragam kejadian yang kita lewati, pagi, siang, malam, selalu menyimpan misteri. Semua kejadian ada tujuannya, ada maksudnya. Jika kita peka, akan disadari bahwa apa yang kita anggap kebetulan adalah bentuk kasih sayang dan kuasa Allah SWT saat manusia merasa dirinya tak mampu.

Demikian juga insiden TNI AD saat melakukan latihan di Natuna, itu tidak boleh dikatakan kebetulan tapi itu sudah menjadi rencana Allah SWT. Manusia hanya mampu berencana tapi pada akhirnya Tuhan yang menentukan.
   
Menurut informasi yang beredar, peristiwa itu terjadi, ketika drone  melintas di atas stelling ARH, masing-masing pucuk melakukan penembakan. Pucuk 8 mengalami los kendali pada penyekat kiri yg mengakibatkan penembak tidak dapat mengendalikan pucuknya, lalu elevasi turun kemudian membabat ke arah jam 9 pada posisi pucuk 7 dan 6. Posisi Kapten Arh Heru berada di belakang kiri pucuk 7 terbabat bagian perut dan punggung dan meninggal di tempat.   
Kita patut memberi apresiasi kepada TNI AD dalam menyikapi insiden tersebut. Mereka terus mengambil langkah secara bijak mencari apa penyebab utama dari insiden tersebut dengan membentuk tim investigasi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh, di Jakarta, Kamis, (18/5) lalu. Kadispenad menjelaskan bahwa akan melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan saat latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Natuna, Kepulauan Riau.   
Mari kita berikan kesempatan kepada Markas Besar TNI Angkatan Darat melakukan investigasi. Sebab dari sini akan diketahui penyebab utama sehingga dapat dijadikan evaluasi kedepan sebagai pelajaran yang berharga. Jangan kita melakukan analisa tanpa didasari ilmu dan fakta sehingga justru akan menimbulkan masalah baru. Mari kita berikan solusi kepada TNI AD agar dapat diselesaikan tanpa menimbulkan masalah lagi.   
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI  Mulyono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat,  pada Kamis (18/5)  mengatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan memeriksa sejumlah saksi terkait insiden lepas kendalinya senjata yang digunakan dalam gladi bersih Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Natuna, Kepuluan Riau.

Pemeriksaan saksi tersebut merupakan bagian dari investigasi guna mencari tahu penyebab peristiwa naas tersebut. Mulyono menjelaskan, meriam itu merupakan salah satu senjata penangkis serangan udara jarak sedang buatan China.   
Kita semua percaya bahwa rencana TNI AD dalam melakukan latihan adalah untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menjaga keutuhan NKRI. Tapi rencana Tuhan tersebut dalam insiden Natuna bukan secara kebetulan. Sebagai orang beragama utamanya seorang muslim meyakini bahwa Al-Qur'an dan hadist yang menjelaskan bahwa tidak ada yang kebetulan di muka bumi ini. Bahkan sebuah kejadian yang amat kebetulan tetap saja merupakan sebuah rencana Tuhan yang tidak pernah meleset.   
Jika kita tidak berhasil menerjemahkan tiap detailnya seperti insiden prajurit TNI AD di Natuna, karena terlalu megahnya rencana Tuhan tersebut, itu jelas bukan kabar buruk. Setidaknya kita pastikan saja bahwa sukses mensyukuri tiap detik rencana tersebut harus direalisasikan. Mereka menolak bukti bahwa setiap kejadian dari suatu kasus mereka telah ditentukan sesuai dengan rencana dan tujuan. Perilaku manusia kerap menunjukkan aksi yang keliru/salah, yakni menganggap hal-hal yang terjadi hanyalah kebetulan ataupun keberuntungan. Lantas, apakah membaca tulisan ini hanya anda anggap sebuah kebetulan?. (*)   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Astra Pertahankan Tradisi Upacara di HUT ke-72 Kemerdekaan RI 2017 Upacara pengibaran bendera menjadi tradisi seluruh direksi dan karyawan anak perusahaan dan kantor cabang Astra di seluruh Indonesia. Ini merupakan wujud kecintaan Astra terhadap bangsa dan negara. Nampak Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto bertindak sebagai pembina upacara
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Beda Hemat dan Pelit 15 Aug 2017 02:01 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 
Uang Bukanlah Sumber Kebahagiaan 26 Jul 2017 16:09 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia