KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Tepat 45 tahun lalu, Argopandoyo Tri Hanggono dilahirkan di Kota Jakarta, sebagai anak ketiga dari pasangan W. Sudaryo dan Martha Beetje.

Ayah dua anak ini memiliki ketertarikan pada dunia jurnalistik sejak mengikuti kegiatan penerbitan Warta Yohanes
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 

Hijrah Wanita

 
OPINI

Hijrah Wanita
Oleh : Citra Ayu Nanda | 09-Jun-2017, 06:22:17 WIB

KabarIndonesia - Ini mengenai sebuah prasa, keutuhan analisa logika yang mengatasnamakan akal-manusiawi. Dunia telah membuat begitu banyak aturan-aturan yang kadang sulit untuk dipenuhi atau sekedar dipahami beberapa golongan. Termasuk kami, para wanita muslim era modern.

Kartini, Cut Nya Dien, dan sebagian besar pahlawan pejuang hak wanita lainnya mempersuarakan pendidikan sama pentingnya bagi seorang wanita. Terlebih lagi di masa sekarang ketika seseorang ditantang untuk mengkolaborasikan mimpi dengan usaha di atas sebuah kertas ijasah yang perlu 16 tahun memperjuangkannya.

Hitung saja. Mungkin ada segelintir wanita yang berhasil, sukses menjalani 16 tahun proses pembelajaran di bangku pendidikan tapi nyatanya hidup tidak seramah itu.

Saat usia memasuki kepala dua, adat istiadat akan memaksa wanita untuk mulai mengurung mimpi. Istilahnya, "semakin tua semakin peyot saja". Sungguh menggelikan ketika datang ke acara pernikahan teman seangkatan, sepupu ataupun tetangga yang sedang dimabuk asmara pada pelaminan raja dan ratu semalamnya lalu kita dicekoki pertanyaan mainstream sekali bagi wanita yang akan meminang usia seperempat abadnya. Kapan nyusul?

Huh. Pasti wanita sepertiku akan mengeluh. Mengalihkan pembicaraan adalah jurus jitu makhluk seperti kami. Setidaknya kita tidak harus dicecar begitu banyak pertanyaan selanjutnya yang akan membuat kita lupa jam tidur dan kapan harus mengisi daya perut yang berteriak menyembah sepiring nasi, ciri khas indonesia. Tapi mau gimana lagi? Seperti itu lah penyesalan menerima undangan pernikahan tanpa pasangan.

Sungguh. Wanita saat ini sudah sangat modern baik pemikiran maupun perbuatan. Tapi tidak untuk beberapa wanita yang dibesarkan dalam ruang lingkup orang tua diktator, kuno. Begitulah dunia menyebutnya. Mungkin benar, meski tidak untuk wanita sepertiku.

Sekali lagi, hidup tidak seramah itu. Pendidikan memang penting dan orang tua ku mendukung dalam sikap overprotect-nya. Tidak ada hari untuk merasakan satnite ataupun liburan bersama kekasih. Dan kesekian kalinya aku tegaskan, hidup tidak seramah itu. (*)


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017oleh : Rohmah Sugiarti
12-Okt-2017, 06:52 WIB


 
  Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017 Hong Kong Cyclothon kembali di tahun ketiga, tepatnya pada hari Minggu, 8 Oktober kemarin. Diikuti sekitar 5.000 pesepeda dari seluruh pelosok dunia. Tujuh belas tim balap profesional akan berlaga di UCI Asia Tour Class 1.1 Road Race pertama di Hong
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia