KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Tepat 45 tahun lalu, Argopandoyo Tri Hanggono dilahirkan di Kota Jakarta, sebagai anak ketiga dari pasangan W. Sudaryo dan Martha Beetje.

Ayah dua anak ini memiliki ketertarikan pada dunia jurnalistik sejak mengikuti kegiatan penerbitan Warta Yohanes
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 
 
OPINI

Harapan Mahasiswa Mengenai Kemajuan Pedesaan di Tanah Papua
Oleh : Emanuel Bamulki | 02-Mar-2017, 09:52:26 WIB

KabarIndonesia - Papua, Desa adalah bagian suatu wilayah di bawah Kecamatan, yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa serta merupakan kumpulan dari beberapa pemukiman atau perumahan yang dihuni Kepala Keluarga.

Di beberapa wilayah di Indonesia, sejak di berlakukannya Otonomi Daerah maka nama Desa dikenal dengan banyak istilah. Misalnya di Papua dan Kalimantan Barat disebut kampung; Nagari di Sumatera Barat, Gampong di Aceh dan Nagori di Kabupaten Simalungun.

Kemudian menurut Peraturan Pemerintah nomor 72 Tahun 2005 disebut bahwa Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat.

Berdasarkan uraian di atas, beberapa Mahasiswa asal Papua sempat berdiskusi seputar Desa yang tersebar di tanah Papua terkhusus di daerah asal mereka. Desa Bomomani, desa Abaimaida dan Desa Obaikagopa di Distrik Mapia; Desa Putapa, desa Atou, dan beberapa desa lainnya di distrik Mapia Tengah. Kemudian beberapa Desa yang berada di bawah naungan Kabupaten Dogiyai.
 
Bahan diskusi yang mereka bahas antara lain:
1. Tidak adanya fasilitas desa, seperti Kantor Desa, Balai Desa dan lain sebagainya.
2. Tidak adanya perangkat desa, misalnya Bendahara Desa, BPD (Badan Permusyawaratan Desa ), kepala urusan, kepala seksi dan kepala kewilayahan/dusun, hanya Sekretaris Desa yang ada.
3. APBDes ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ) dinilai macet.
4. Kemudian fungsi Desa dinilai tidak berjalan semestinya.
5. Dana 1 Miliar per desa dari pemerintah Pusat dinilai tidak merata dalam penggunaannya.

Atas hasil diskusi tersebut, Mahasiswa asal Papua, mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Secepatnya, pemerintah desa harus mengusahakan berbagai fasilitas Desa, nantinya bisa menunjang berbagai keperluan administrasi Desa.
2. Perangkat desa, perlu secepatnya dilengkapi, agar kinerja Desa berjalan lebih baik.
3. Dengan adanya dana 1 Miliar per desa per-tahun, diharapkan pemerintah desa dapat mengusahakan berbagai lapangan pekerjaan, guna memperoleh pendapatan daerah, dan dapat menjamin belanja Desa yang sesuai dengan kebutuhan desa.
4. Diharapkan juga secepatnya berbagai fungsi dari desa yang selama ini di nilai macet dapat diaktifkan kembali.
5. Harapan Mahasiswa yang terahir adalah agar Pemerintahan Desa dapat mandiri, independen dan menjadi pengayom, panutan bagi masyarakat setempat.

Diskusi yang dilakukan oleh Mahasiswa asal Papua ini adalah sebagai wujud kepeduliannya terhadapat Tanah Papua, agar bisa lebih maju, lebih mandiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan ekonomi. Mahasiswa Papua mengambil soal diskusi mengenai Desa, karena mereka menilai bahwa bila pembenahan atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi di mulai dari Desa maka Kecamatan dan tingkat wilayah di atasnya dapat terbenahi dengan sendirinya.

Kita berharap dengan tulisan ini, kiranya bisa membuka sedikit mata hati Pemerintah desa dan Pemerintah atasan mau mengusahakan yang terbaik untuk tanah Papua.*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017oleh : Rohmah Sugiarti
12-Okt-2017, 06:52 WIB


 
  Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017 Hong Kong Cyclothon kembali di tahun ketiga, tepatnya pada hari Minggu, 8 Oktober kemarin. Diikuti sekitar 5.000 pesepeda dari seluruh pelosok dunia. Tujuh belas tim balap profesional akan berlaga di UCI Asia Tour Class 1.1 Road Race pertama di Hong
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia