KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRektor Universitas Pendidikan Indonesia Tutup Usia oleh : Barnabas Subagio
23-Apr-2017, 20:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bandung, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Furqon, MA. Ph.D., menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (22/4/2017) pukul 10:25 WIB di Rumah Sakit Advent, Jl. Cihampelas No.161, Cipaganti, Coblong, Kota Bandung.
Menurut informasi yang dihimpun pewarta KabarIndonesia, awalnya beliau sedang
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Dalam Diam... 12 Apr 2017 17:58 WIB

Jiwa-jiwa Penantang Zaman 04 Apr 2017 23:08 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Ajak Warga Jakarta Bersatu 10 Apr 2017 22:11 WIB


 

 
 
OPINI

Harapan Mahasiswa Mengenai Kemajuan Pedesaan di Tanah Papua
Oleh : Emanuel Bamulki | 02-Mar-2017, 09:52:26 WIB

KabarIndonesia - Papua, Desa adalah bagian suatu wilayah di bawah Kecamatan, yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa serta merupakan kumpulan dari beberapa pemukiman atau perumahan yang dihuni Kepala Keluarga.

Di beberapa wilayah di Indonesia, sejak di berlakukannya Otonomi Daerah maka nama Desa dikenal dengan banyak istilah. Misalnya di Papua dan Kalimantan Barat disebut kampung; Nagari di Sumatera Barat, Gampong di Aceh dan Nagori di Kabupaten Simalungun.

Kemudian menurut Peraturan Pemerintah nomor 72 Tahun 2005 disebut bahwa Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat.

Berdasarkan uraian di atas, beberapa Mahasiswa asal Papua sempat berdiskusi seputar Desa yang tersebar di tanah Papua terkhusus di daerah asal mereka. Desa Bomomani, desa Abaimaida dan Desa Obaikagopa di Distrik Mapia; Desa Putapa, desa Atou, dan beberapa desa lainnya di distrik Mapia Tengah. Kemudian beberapa Desa yang berada di bawah naungan Kabupaten Dogiyai.
 
Bahan diskusi yang mereka bahas antara lain:
1. Tidak adanya fasilitas desa, seperti Kantor Desa, Balai Desa dan lain sebagainya.
2. Tidak adanya perangkat desa, misalnya Bendahara Desa, BPD (Badan Permusyawaratan Desa ), kepala urusan, kepala seksi dan kepala kewilayahan/dusun, hanya Sekretaris Desa yang ada.
3. APBDes ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ) dinilai macet.
4. Kemudian fungsi Desa dinilai tidak berjalan semestinya.
5. Dana 1 Miliar per desa dari pemerintah Pusat dinilai tidak merata dalam penggunaannya.

Atas hasil diskusi tersebut, Mahasiswa asal Papua, mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Secepatnya, pemerintah desa harus mengusahakan berbagai fasilitas Desa, nantinya bisa menunjang berbagai keperluan administrasi Desa.
2. Perangkat desa, perlu secepatnya dilengkapi, agar kinerja Desa berjalan lebih baik.
3. Dengan adanya dana 1 Miliar per desa per-tahun, diharapkan pemerintah desa dapat mengusahakan berbagai lapangan pekerjaan, guna memperoleh pendapatan daerah, dan dapat menjamin belanja Desa yang sesuai dengan kebutuhan desa.
4. Diharapkan juga secepatnya berbagai fungsi dari desa yang selama ini di nilai macet dapat diaktifkan kembali.
5. Harapan Mahasiswa yang terahir adalah agar Pemerintahan Desa dapat mandiri, independen dan menjadi pengayom, panutan bagi masyarakat setempat.

Diskusi yang dilakukan oleh Mahasiswa asal Papua ini adalah sebagai wujud kepeduliannya terhadapat Tanah Papua, agar bisa lebih maju, lebih mandiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan ekonomi. Mahasiswa Papua mengambil soal diskusi mengenai Desa, karena mereka menilai bahwa bila pembenahan atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi di mulai dari Desa maka Kecamatan dan tingkat wilayah di atasnya dapat terbenahi dengan sendirinya.

Kita berharap dengan tulisan ini, kiranya bisa membuka sedikit mata hati Pemerintah desa dan Pemerintah atasan mau mengusahakan yang terbaik untuk tanah Papua.*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Koreografi Tari Kontemporeroleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
04-Apr-2017, 01:32 WIB


 
  Koreografi Tari Kontemporer Mahasiswa jurusan Seni Tari Semester IV ISI Surakarta melaksanakan ujian koreografi tari kontemporer menggunakan media benda keras di Teater Kecil ISI Surakarta, Senin, 3 April 2017. Berbagai benda keras digunakan sebagai media para mahasiswa mengeksplorasi gerak, mulai dari payung, kurungan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
MAKASSAR: Kota Plural dan Nyaman 19 Apr 2017 22:12 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia