KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
IptekEfek Jera dalam Pesan Moral Pemenang Astra Road Safety Challenge 2017 oleh : Wahyu Ari Wicaksono
23-Sep-2017, 22:46 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Efek jera! Itulah kira-kira pesan moral yang tertuang dengan jelas dalam alat modifikasi yang dapat memberikan peringatan dini kepada pelanggar rambu dilarang parkir dan berhenti racikan Melati Dyah Kumalasari dan kelompoknya.

Alat modifikasi yang diberi nama
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
KOMUNIS 23 Sep 2017 03:41 WIB

Kisah Negeri Antah Berantah 22 Sep 2017 09:23 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Empat Musuh Bathin Yang Harus Dilawan
Oleh : Deri Adlis | 08-Apr-2017, 10:09:14 WIB

KabarIndonesia - Ada sebuah doa yang diajarkan Rasulullah dan doa tersebut kebanyakan sering kita baca setelah salat fardhu. Doa tersebut adalah dibawah ini; Allohumma inni a’uudzubika minal hammi wal hazani. Wa ‘a’udzubika minal’ajazi wal kasali. Wa’a’udzubika minal jubni wal bukhli. Wa’a’udzubika min gholabatid dini wa qohrir rijaal. Artinya: “ Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepadamu dari rasa tak berdaya dan kemalasan, aku berlindung padamu dari jiwa yang kerdil dan kebhakilan, dan aku berlindung kepada–Mu dari lilitan utang dan intimidasi orang lain.  

Jika kita melihat penjelasan sejumlah pakar kecerdasan emosional dan praktek hidup, terdapat dua hal yang sangat mendasar untuk kita ketahui. Meminjam istilah yang ada dalam kajian kecerdasan emosional pada doa di atas, ada yang disebut emosi pertama dan ada juga yang disebut dengan emosi kedua. Emosi pertama adalah berbagai bentuk yang sifatnya alamiah, manusiawi dan sulit dihindari. Sedangkan emosi yang kedua adalah berbagai bentuk hasil ciptaan, buatan yang sifatnya negatif.  

Diantara musuh bathin berdasarkan doa di atas adalah : 1.Hammun, Berarti kebingungan, kegelisahan. Sifat ini adalah wajar yang dialami oleh manusia dan sulit dihindari. Kalau kita mendapat musibah secara psikologi pasti mengalami kebingungan dan kegelisahan (strses), juga pasti menimbulkan sifat –sifat negatif, sifat ini tidak membahayakan sejauh tidak kita lanjutkan dengan sifat yang kedua yang lebih  negatif.  

Bentuk yang lebih negatif /sifat yang kedua yang membahayakan dari sifat hammun (kebingunan, kegelisahan) ini adalah kesedihan yang berlarut-larut. Dalam teori psikologi dijelaskan bahwa stress itu tidak seluruhnya yang membahayakan atau berakibat negatif pada diri seseorang. Ada stres positif dan ada stress negatif. Perlu diketahui setiap manusia hampir tidak bisa lepas yang namanya stres ini. Cuma stres yang berbahaya adalah ketika stres itu mencapai pada puncaknya yang namanya depresi. Depresi adalah kesedihan yang berlarut-larut.  

2.    Ajzun, merasa tidak berdaya. Sifat ini sulit dihindari atau manusiawi sejauh itu merupakan reaksi sifat yang pertama ketika kita mendapat masalah yang menurut kita terlalu besar atau tidak sesuai dengan kemampuan kita. Sifat ini adalah wajar yang pada umumnya tidak membahayakan. Dia akan berbahaya ketika kita lanjut dengan mencipkan emosi yang kedua yang lebih negarif.  

Bentuk emosi yang kedua yang negatif dari sifat ini adalah kemalasan. Kalau kita merasa tidak berdaya lalu kita bangkit lagi, itu bagus. Tapi, kalau kita merasa tak berdaya dan kita jadikan hal itu untuk membangun gaya hidup bermalas-malasan itu sangat berbahaya. Karena kemalasan akan menjauhkan kita dari peluang dan keberkahan. Kemalasan akan merusak jiwa kita.  

Dalam kajian psikologi kemalasan terbagi pada dua hal yaitu : kemalasan yang terkondisi dengan keadaan (state). Contoh seseorang pekerja diperlakukan tidak adil oleh atasan, sehingga sipekerja menunjukan kemalasannya, kurang semangat dalam bekerja. Kemalasan terkondisi ini umumnya tidak bisa dihindari dan tidak terlalu berbahaya.   Tapi yang berbahaya adalah kemalasan bawaan (trait). Maksudnya adalah kemalasan itu sudah menjadi sifat-sifat yang melekat pada diri kita sejak lama dan kita biarkan sehingga pantas disebut bawaan ini.   Mari Kita berlindung kepada Allah dari sifat kemalasan ini, karena sifat ini adalah berbahaya dan merupakan lawan dari hati kita yang wajib kita perangi. Kita wajib menlindungi hati kita dari sifat kemalasan ini.  

3.    Al jubnu  atau rasa takut menghadapi hidup atau jiwa yang kerdil. Tentu sifat ini dimiliki oleh semua manusia terutama rasa takut miskin atau rasa takut akan terjadi kekurangan. Kalau penghasilan kita pas-pasan sementara biaya kehidupan kita yang terus naik, pasti kita merasa jangan-jangan kita mengalami kekurangan. Rasa ini bisa jadi suatu hak positif dan bisa jadi hal yang negatif. 
Suatu sifat yang dalam hal ini apabila rasa kekurangan itu mendorong kita berusaha mencari sumber-sumber tambahan secara rasional atau beyon rational,  seperti sedeqah. Seandainya manusia tidak diberikan rasa takut atau rasa kurang, tentu tak akan ada temuan –temuan baru sebagai hasil inovasi dan kreativitas.  Tapi rasa takut yang bisa membahayakan manusia adalah ketika rasa kurang itu dijadikan sebagai dasar untuk memunculkan kebhakilan. Kebhakilan adalah emosi kedua yang membahayakan kita. Bentuknya banyak diantaranya adalah membatasi diri atau engan berbuat baik, berzakat, berinfak dan sedekah dan zakat.  Dalam kajian spritualitas dijelaskan bahwa rasa kurang yang dimiliki manusia itu bisa menghasilkan dua hal, antara positif dan negatif. Rasa kurang yang positif adalah jika sara kurang itu mendorong kita untuk saling berkerja sama dengan orang lain, saling bersinergi dan saling tolong menolong.  

4.    Ad-dain: utang. Utang seringkali juga tidak bisa dihindari dan umumnya tidak membahayakan sejauh tidak melebihi kapasitas kita atau sejauh kita bisa mengelola resiko dari hutang tersebut. Bahkan dalam dunia bisnis, biasanya seorang itu malah diajari supaya berani berhutang pada Bank. Ini karena utang itu akan memotifasi seseorang untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas.   Tapi tentu saja utang itu bisa berbahaya ketika utang itu memunculkan intimidasi dari orang lain karena ketidak sangupan kita untuk mengendalikan dan mengembalikan utang tersebut. Karena itu ajaran agama menaruh peduli tersendiri kepada orang yang terlilit hutang sampai membuat hidupnya terasa seperti neraka. Orang yang terlilit hutang dimasukan ke dalam kelompok orang yang patut diberi sedekah zakat.  

Terkait dengan pembahasan kita ini, berarti kalau kita tidak sangup mengelola kebingungan menjadi dorongan untuk maju, mengelola rasa tidak berdaya sebagai sebagai mendorong untuk melakukan sesuatu, tidak sanggup mengelola rasa kekurangan sebagai dorongan meningkatkan kemampuan sosial (sedekah, infak atau zakat) atau tidak sanggup mengelola utang, maka semua rasa itu akan menjadi belengu yang akan menghambat kemajuan kita. Itulah kenapa pantas disebut musuh bathin.*)  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kemeriahan Pembukaan HUT ke-60 Astra di Medanoleh : Rohmah Sugiarti
22-Sep-2017, 21:47 WIB


 
  Kemeriahan Pembukaan HUT ke-60 Astra di Medan Gubsu H.T. Erry Nuradi, didampingi Direktur PT Astra International Tbk Suparno Djasmin, Dan POM Kodam I Bukit Barisan Kol. CPM Sudarma Setyawan, Staf Ahli Pangdam I Bukit Barisan Kol. Zeni Muslim Jaya, Wakil Dirlantas Polda Sumut AKBP Marcelino Sampouw, CCFA
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia