KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
RohaniDualitas Ghaib-Nyata (2): Menemukan Resonansi Ilahi oleh : Tonny Djayalaksana
10-Des-2018, 15:05 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pada tulisan "Dualitas Ghaib-Nyata Bagian 1" telah dipaparkan tentang adanya fenomena manusia yang bisa berbicara dengan flora dan fauna. Temuan kenyataan tersebut serupa dengan yang diceritakan dalam Al Quran tentang Nabi Daud dan Nabi Sulaiman yang diberi keutamaan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Dibalik Penyebaran Konten Hoax
Oleh : Iin Suwandi | 01-Mar-2018, 12:43:45 WIB

KabarIndonesia - Perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat dan pesat telah menimbulkan berbagai dampak positif dan negatif. Positifnya, informasi tentang suatu kejadian dapat cepat diketahui di tempat yang paling jauh sekalipun. Negatifnya, memudahkan para penebar fitnah untuk menyampaikan hal-hal yang tidak benar, atau terkadang memutarbalikkan fakta yang sesungguhnya

Beberapa waktu  terakhir ini kita telah disuguhi berita adanya sejumlah orang gila yang menyasar para ulama dan para pondok pesantren. Ada saja yang memanfaatkan untuk menjalankan aksinya dengan menuduh dan memfitnah institusi tertentu. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh penebar fitnah untuk memanfaatkan situasi tersebut untuk meraup keuntungan dalam air keruh.

Sebagaimana yang banyak dilansir oleh berbagai media massa beberapa hari terakhir ini, Polisi terus mengejar para penyebar hoax, termasuk pengembangan dari tertangkapnya Wawan Kandar, 36, ketua RW yang menjadi penyebar hoax di Jawa Barat. Sempat muncul kabar bahwa ada oknum Babinsa dibalik aksi penyebaran hoax itu. Namun hingga kini tidak ada bukti keterlibatan anggota Babinsa tersebut dan Polisi memastikan tidak  ada kesimpulan yang didapat.
  
TNI kita kenal selama ini adalah institusi yang selalu memerhatikan kepentingan rakyat dan selalu berdiri diatas kepentingan semua golongan. Kasus tuduhan ada Babinsa dalam mendalangi sejumlah kasus penyerangan ulama adalah hal konyol dan menggelikan. Rasanya kalau seorang oknum Babinsa melakukan itu sepertinya bunuh diri. Kenapa demikian?
 
Kalau terbukti, taruhannya sangat mahal karena yang bersangkutan secara pasti akan  dipecat dari kesatuan, ditambah lagi dengan hukuman penjara bertahun-tahun. Kayaknya tuduhan adanya Babinsa yang terlibat dalam kasus penyerangan ulama, bisa saja untuk membunuh karakter Tentara karena selama ini  TNI dekat dengan rakyat. Hal ini didasari pada tidak adanya bukti yang dapat dijadikan pembenar. Bahkan Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal sudah mengklarifikasi bahwa  penyelidikan dugaan keterlibatan oknum militer masih bias. Sampai saat ini, penyelidikan belum menunjukkan adanya kepastian terkait oknum mana pun, termasuk Babinsa.

Yang pasti Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) beberapa waktu lalu telah menangkap enam penyebar hoax di Bandung Jawa Barat. Yang bersangkutan sudah diperiksa  terkait  keterhubungan seorang  oknum, tapi hasilnya tidak ada bukti melainkan hanya isu semata. Seolah-olah TNI yang berada di lapangan ingin dibenturkan dengan rakyatnya.
 
Oleh karenanya kita berharap kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tetap melaksanakan aktifitas sehar-hari. Jangan mudah terpancing dengan isue yang tidak bertanggungjawab.  Sebaiknya, semua pihak jangan terlalu dini mengambil kesimpulan dalam kasus penyebaran hoax penculikan ulama. Penyidik saat ini masih bekerja untuk menuntaskan kasus satu per satu.

Masyarakat harusnya lebih peka dan juga harus berperan untuk menekan penyebaran hoax. Caranya, tidak semua informasi yang beredar di media sosial perlu di-share. Hampir 100 persen yang tersebar di media sosial, kalau tidak bersumber resmi adalah hoax.  Sebelum menshare harus dipastikan dari sumber yang jelas dan terpercaya. Demi kelangsungan dan ketertiban kita bersama mari kita hindari berita hoax untuk  tidak  memicu penyebaran hoax secara meluas.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia