KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPolri dan Bawaslu Siap Optimalkan Kelancaran Pelaksanaan Pemilu 2019 oleh : Rohmah S
13-Sep-2018, 16:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Terkait dengan pelaksanaan pemilu tahun 2019 mendatang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin  semua akan berjalan aman dan lancar.  Guna memaksimalkan melaksanakaan pengamanan pemilu, Polri sudah bersiap diri lebih dini dengan mematangkan strategi pengamanan. Adapun dalam pelaksanaan pengamanan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

Hidup adalah Belajar 29 Aug 2018 06:45 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 
 
OPINI

Dibalik Penyebaran Konten Hoax
Oleh : Iin Suwandi | 01-Mar-2018, 12:43:45 WIB

KabarIndonesia - Perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat dan pesat telah menimbulkan berbagai dampak positif dan negatif. Positifnya, informasi tentang suatu kejadian dapat cepat diketahui di tempat yang paling jauh sekalipun. Negatifnya, memudahkan para penebar fitnah untuk menyampaikan hal-hal yang tidak benar, atau terkadang memutarbalikkan fakta yang sesungguhnya

Beberapa waktu  terakhir ini kita telah disuguhi berita adanya sejumlah orang gila yang menyasar para ulama dan para pondok pesantren. Ada saja yang memanfaatkan untuk menjalankan aksinya dengan menuduh dan memfitnah institusi tertentu. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh penebar fitnah untuk memanfaatkan situasi tersebut untuk meraup keuntungan dalam air keruh.

Sebagaimana yang banyak dilansir oleh berbagai media massa beberapa hari terakhir ini, Polisi terus mengejar para penyebar hoax, termasuk pengembangan dari tertangkapnya Wawan Kandar, 36, ketua RW yang menjadi penyebar hoax di Jawa Barat. Sempat muncul kabar bahwa ada oknum Babinsa dibalik aksi penyebaran hoax itu. Namun hingga kini tidak ada bukti keterlibatan anggota Babinsa tersebut dan Polisi memastikan tidak  ada kesimpulan yang didapat.
  
TNI kita kenal selama ini adalah institusi yang selalu memerhatikan kepentingan rakyat dan selalu berdiri diatas kepentingan semua golongan. Kasus tuduhan ada Babinsa dalam mendalangi sejumlah kasus penyerangan ulama adalah hal konyol dan menggelikan. Rasanya kalau seorang oknum Babinsa melakukan itu sepertinya bunuh diri. Kenapa demikian?
 
Kalau terbukti, taruhannya sangat mahal karena yang bersangkutan secara pasti akan  dipecat dari kesatuan, ditambah lagi dengan hukuman penjara bertahun-tahun. Kayaknya tuduhan adanya Babinsa yang terlibat dalam kasus penyerangan ulama, bisa saja untuk membunuh karakter Tentara karena selama ini  TNI dekat dengan rakyat. Hal ini didasari pada tidak adanya bukti yang dapat dijadikan pembenar. Bahkan Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal sudah mengklarifikasi bahwa  penyelidikan dugaan keterlibatan oknum militer masih bias. Sampai saat ini, penyelidikan belum menunjukkan adanya kepastian terkait oknum mana pun, termasuk Babinsa.

Yang pasti Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) beberapa waktu lalu telah menangkap enam penyebar hoax di Bandung Jawa Barat. Yang bersangkutan sudah diperiksa  terkait  keterhubungan seorang  oknum, tapi hasilnya tidak ada bukti melainkan hanya isu semata. Seolah-olah TNI yang berada di lapangan ingin dibenturkan dengan rakyatnya.
 
Oleh karenanya kita berharap kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tetap melaksanakan aktifitas sehar-hari. Jangan mudah terpancing dengan isue yang tidak bertanggungjawab.  Sebaiknya, semua pihak jangan terlalu dini mengambil kesimpulan dalam kasus penyebaran hoax penculikan ulama. Penyidik saat ini masih bekerja untuk menuntaskan kasus satu per satu.

Masyarakat harusnya lebih peka dan juga harus berperan untuk menekan penyebaran hoax. Caranya, tidak semua informasi yang beredar di media sosial perlu di-share. Hampir 100 persen yang tersebar di media sosial, kalau tidak bersumber resmi adalah hoax.  Sebelum menshare harus dipastikan dari sumber yang jelas dan terpercaya. Demi kelangsungan dan ketertiban kita bersama mari kita hindari berita hoax untuk  tidak  memicu penyebaran hoax secara meluas.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buat Bit Untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia