KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Dasar Loe China! Dasar You Niger!
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 08-Jun-2020, 15:18:10 WIB

KabarIndonesia -Topik yg sedang ngetren pada saat ini ialah masalah SARA, oleh sebab itulah saya kali ini menulis hal yang berkaitan dgn SARA.

Apakah SARA ini hanya ada di Amerika saja?. Tidak, di Eropa pun demikian, salah satu contoh nyata. Saya adalah SALES DIRECTOR IBM yang pertama di Jerman pada saat itu, yang berasal dari etnis ASIA jadi bukan BULE!

Ahok juga merasa stress berat sebagai Keturunan Tionghoa di negeri ini. Oleh sebab itu ia khusus menulis buku dengan judul “Panggil Saya BTP” jadi bukannya Ahok lagi. Bahkan istrinya pun sudah diganti dengan ISTRI Pribumi tulen (Jawa).

Namun tanyalah sendiri apakah dengan nama panggilan jadi BTP dan istri Jawa tersebut ia bisa diterima sebagai WARGA INDONESIA tulen? TIDAK, sebab Cina itu selalu diidentitaskan pula SEBAGAI KRISTEN yg melekat jadi kesatuan dan tak terpisahkan.

Jadi dalam hal ini saja sudah jelas HARAM dan tidak layak untuk jadi Warga Indonesia sepenuhnya. Maka dari itu juga sukar bagi Ahok untuk bisa meraih jabatan sebagai Dirut Pertamina!

Apakah mungkin karena jiwa nasionalisme dari Ahok masih diragukan?. Bagaimana kalau SOE HOK GIE yang melamar jabatan ini apakah ia bisa diterima oleh masyarakat?

Mata sipit tidak mungkin bisa dirubah hanya dengan sekedar ganti nama Bung!. CINA TETAPLAH CINA, walaupun Loe ganti nama ataupun oplas sekalipun juga!

Sadar dong - DASAR CINA LOE !

Bagi kebanyakan orang Tionghoa ucapan tersebut dinilai sebagai suatu penghinaan, walaupun tidak bisa dipungkiri, bahwa RRC itu adalah singkatannya dari Repubulik Rakyat China.

Namun cobalah tanyakan bagaimana perasaannya saudara kita yang berkulit hitam apabila mereka disebut "NIGER", walaupun negeri asalnya adalah NIGERIA!

Begitu juga dengan tulisan China dan Cina! Mungkin hal yang serupa dirasakan oleh kebanyakan orang Tionghoa, walaupun bedanya hanya sekedar dari huruf "H" nya saja.

Bahkan kalau di ucapkan kedengarannya juga sami mawon alias sama azah " C I N A"!

Apalagi ketika istilah kata Cina ini dipakai untuk memaki dan diembel-embeli perkataan seperti "Cina Loleng", "Cina Mindring", "Cina Balekong" dan sebutan degeneratif lainnya.
Oleh sebab itulah istilah kata Tionghoa lebih disukai ketimbang kata Cina.

Dan anehnya pula ada sebutan "Cina Medan", namun tidak pernah ada sebutan "Arab Medan". Dan yang lebih lucunya lagi; banyak sekali orang merasa jengah untuk menggunakan kata "Cina" secara resmi terhadap etnis Tionghoa di Indonesia.

Cobalah perhatikan dengan seksama yang dimaksud dengan "Warga Keturunan" itu selalu orang Tionghoa!. Walaupun demikian tidak pernah ditulis entah di media cetak maupun media elektronik "Warga Keturunan Cina",

Begitu juga yang dimaksud dengan perkataan "NON PRIbumi" selalu mengacu kepada orang Tionghoa, tidak pernah mengacu kepada keturunan etnis lainnya entah Arab, India ataupun orang-orang Eropa.

KUIS sejenak! Apakah Anda tahu nama asli Tionghoanya dari Rudy Hartono ?

Mengapa apabila ada seorang olahragawan yang berhasil membawa nama bangsa menjadi harum tidak pernah tuh dicantumkan bahwa ia itu "NON PRIbumi” apalagi nama Tionghoa-nya?,

Namun kebalikannya, kalau ada etnis Cina jadi Maling, pasti langsung dicantumkan komplit bahwa ia itu "Non Pri" lengkap dengan embel-embel nama Tionghoanya. Begitu juga satu hal yang mustahil, apabila segelintir orang2 Tionghoa dimana pun juga mereka berada ingin merubah perkataan China jadi Tiongkok

Renungkanlah apakah mungkin kita bisa memaksakan seluruh bangsa di dunia ini; mulai besok merubah nama RRC menjadi Republik Rakyat Tiongkok? No wei lah!

Istilah kata Cina sebagai hinaan ditekankan ketika Seminar Angkatan Darat di Bandung pada 1968 memutuskan dan menganjurkan kepada pemerintah agar kata Cina dipakai sebagai istilah baku untuk mengacu kepada negeri Cina dan orang Tionghoa.

Alasannya, menurut usul yang ditelurkan oleh seminar tersebut, adalah untuk menjamin bahwa pribumi tidak merasa rendah diri.

Memang ada kesan bahwa penggunaan istilah Cina seperti yang diusulkan dalam seminar tersebut dan kemudian dianut oleh pemerintah Orde Baru sebenarnya dimaksudkan sebagai alat untuk MEMOJOKKAN golongan etnis Tionghoa.

Pada saat tersebut perkataan Tionghoa itu benar-benar HARAM, sehingga antara lain harian Indonesia Raya maupun harian Merdeka dibredel. Masalahnya karena mereka berani menggunakan istilah Tionghoa, bukannya Cina seperti yang telah dibakukan di Bandung.

Lafal "Tiongkok" dan "Tionghoa" ini berasal dari dialek Hokkian yang berasal dari kata Zhonghua yang digunakan sebagai sinonim dari Zhongguo (Tiongkok atau Kerajaan Tengah)

Di kalangan etnis China di Indonesia, terutama yang berasal dari Propinsi Fujian (Hokkian), sebutan itu menjadi "TENGLANG".

Pertanyaan: Apakah Anda sendiri pernah mengalami sebagai korban akibat SARA?. Maturnuwun sanget berkah dalem.

(Penulis: Wang U Chup alias Nio Tjoe Siang, By Race I am Chinese and By Grace I am Christian)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB


 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia