KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiProgram-Program PMOH untuk Top Reporter HOKI, Pegawai Negeri, dan Swasta oleh : Redaksi-kabarindonesia
11-Feb-2018, 16:42 WIB


 
 
KabarIndonesia - Ikuti Program Istimewa bagi yang pernah menjadi Top Reporter HOKI kapan pun Anda terpilih dan berhasrat memperdalam ilmu menulis dan tertarik mengikuti Pelatihan Menulis Online HOKI (PMOH).

Program Instansi pun diberikan kepada Instansi Pemerintah atau Swasta yang
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

Merakyatlah 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 
 
OPINI

Cerita Fenomenal Kopassus Temukan Korban Longsor
Oleh : Iin Suwandi | 08-Feb-2018, 06:06:31 WIB

KabarIndonesia - Kopassus merupakan satuan elite militer Indonesia yang sangat kesohor di tanah air bahkan juga terkenal ke seantero dunia. Kopassus dikenal bukan hanya karena kehebatan fisiknya saja tapi juga dengan kemampuan tenaga dalamnya.  Hal ini terbukti dengan adanya kejadian tanah longsor di Puncak, Bogor. Akibat kejadian tanah longsor tersebut sejumlah korban berjatuhan dan ada beberapa korban belum ditemukan akibat tertimbun tanah longsor.

Dalam mencari korban yang masih tertimbun tanah longsor, banyak tantangan dan hambatan yang menjadi kendala dalam menemukan korban. Tapi kita patut bersyukur dengan adanya kemampuan tenaga dalam anggota Kopassus permasalahan dapat teratasi. Sebagaimana yang ramai diberitakan oleh berbagai media pencarian korban tanah longsor di Kampung Maseng, Cijeruk, Bogor, akhirnya membuahkan hasil setelah pencarian dilakukan sejak siang kemarin. 

Menurut  data yang kami terima dari TKP tim Kopassus berhasil menemukan, tiga korban dengan bantuan tenaga dalam.  Semenjak terjadinya longsor Rabu (6/2) terus diadakan pencarian korban dari Tim Kopassus.  Komandan Batalyon Mayor Inf Wahyo Yuniartoto berinisiatif mencari korban longsor dengan cara yang tidak biasa dengan menggunakan kemampuan yang dimiliki anggotanya dengan menggunakan tenaga dalam. Kopassus dalam bentuk unit menerjunkan timnya dalam penanggulangan bencana untuk langsung terjun ke lapangan.  
Anggota Kopassus yang terlibat pencarian kemudian memanfaatkan ilmu bela diri Merpati Putih dari salah satu anggota. Pencarian korban dilakukan dengan getaran dari tenaga dalam bela diri Merpati Putih. Inisiatif tersebut patut kita acungi jempol untuk  mengeksplor kemampuan personel yang memiliki kemampuan getaran tenaga dalam bela diri Merpati Putih dalam melakukan tugas kemanusiaan. 
Menurut informasi yang banyak dimuat oleh berbagai media, salah seorang anggota Kopassus, Praka Pujiono, mulai mendeteksi posisi korban dengan tenaga dalam yang dimiliki. Setelah menduga satu titik tempat korban tertimbun, dia kemudian mengarahkan ekskavator untuk melakukan penggalian. "Dia dapat mendeteksi dengan tenaga dalamnya tersebut. Jadi, ketika hendak melakukan pencarian, dia melaksanakan pendeteksian terlebih dahulu, kemudian mengarahkan ekskavator, lalu digali sedikit, baru muncul (korbannya). Kemudian yang lainnya bantu menggali pakai cangkul. Praka Pujiono mendeteksi keberadaan korban melalui getaran tenaga dalam Merpati Putih.  
Sebagaimana kita pahami bersama bahwa  kemampuan bela diri Kopassus Merpati Putih merupakan tekhnik tersendiri dalam  arti mendeteksi suatu benda (benda mati/hidup) dengan cara mengenali/merasakan energi  yang ditimbulkan oleh benda itu atau mengenali bentuk, warna, tekstur, arah, kecepatan, volume, dan komposisi berbagai objek tanpa menyentuhnya dan dalam keadaan mata tertutup.

Kadang ada yang mempersepsikan bahwa getaran tenaga dalam dapat melihat/tembus pandang dengan keadaan mata tertutup. Namun presepsi seperti itu kurang tepat. Metode getaran dapat diaplikasikan ke dalam peragaan yang menarik seperti pematahan/pemecahan benda keras (:seperti dragon, beton cor, es balok, dll), mengendarai motor/sepeda/mobil dengan mata tertutup, membaca dengan mata tertutup, mendeteksi manusia yang ditutup dengan tanah sekalipun. Termasuk korban yang tertimbun dalam tanah longsor di Puncak.

Dengan kemampuan ini Tim Kopassus berhasil menemukan tiga korban meninggal tertimpa longsoran pada pukul 09.40 WIB kemarin Kamis (6/2). Informasi yang berkembang sampai berita ini ditulis  tiga korban yang ditemukan adalah Nani (30), dan dua anaknya, Aurel (2) serta Aldi (9). Sedangkan dua korban lainnya masih dicari, yakni Alan Maulana Yusuf (17) dan Adit (11). Sebelumnya, lima orang dilaporkan hilang dalam kejadian itu. Mereka adalah ibu dan empat anaknya, yakni Nani, Alan, Aurel, Aldi, dan Adit.   
Oleh karenanya kita berharap korban yang belum dtemukan semoga cepat dapat ditemukan dan dievakuasi sesuai dengan harapan masyarakat dan keluarga korban. Karena dengan adanya TNI bersama elemen lain dan warga masyarakat dapat terus menerus bersinergi untuk melakukan tindakan kemanusiaan. Kopassus sudah berbuat maksimal dalam membantu korban sudah selayaknya kita memberi apresiasi yang tinggi atas kinerja yang tak kenal lelah dalam membantu korban tanah longsor di Bogor, Jabar. Terima kasih TNI, engkaulah yang selalu memberi harapan kepada masyarakat disaat rakyat membutuhkan pertolongan.(*)   

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
 

 

 

 

 

 
Walk to Museum Bahari Yogyakarta 12 Feb 2018 16:23 WIB

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia