KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
BudayaPeran Serta Ita Siregar dalam Mengembangkan Dunia Sastra Kristen di Indonesia oleh : Fida Abbott
13-Feb-2018, 23:22 WIB


 
 
KabarIndonesia - Berkenalan dengan sosok Ita Siregar beberapa tahun lalu bukanlah suatu hal yang kebetulan. Saya bertemu dengannya lewat salah satu media sosial terbesar di dunia, yaitu facebook, melalui sebuah grup penulisan. Facebook memungkinkan siapa pun berkenalan dengan mudah walau
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Keindahan Khatulistiwa 12 Feb 2018 16:21 WIB

Merakyatlah 12 Feb 2018 16:21 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Hapus Tatto Gratis 27 Jan 2018 12:27 WIB

 
 
OPINI

Belajar Menjadi Orang Kaya
Oleh : Lusia Gayatri Yosef | 16-Jan-2018, 08:56:42 WIB

KabarIndonesia - Beberapa orang atau kebanyakan orang lupa untuk belajar jadi orang kaya. Pada umumnya yang diketahui oleh kebanyakan orang, bahwa ciri khas orang kaya adalah orang yang memiliki mobil mewah, pakaian-sepatu bermerk, dan benda-barang lainnya yang berharga mahal. Artinya, kekayaan seseorang selalu diujur dengan pemilikan material/kapital. Sangat jarang orang memberi status kaya kendatipun seorang itu memiliki "kekayaan" non material. Sesungguhnya, sebutan orang kaya tidak semata buat orang-orang yang berhasil mengumpul banyak uang dan harta. Bisa juga disebut kaya bila seseorang yang memiliki banyak penghargaan, artinya kaya akan pengetahuan, kaya atas keterampilan, kaya akan kemampuan cepat atau lambat mengenal individu. Seorang bisa kaya dalam banyak hal. Sangat disayangkan, jika seseorang yang memiliki pengalaman miskin/kemiskinan, selalu membawa-bawa dan dan mengenalkandiri sebagai seorang yang pernah miskin atau pernah hidup miskin. Menurut saya memperkenalkan diri sebagai orang miskin atau pernah miskin adalah hak manusia, seperti juga mereka yang mengenalkan diri sebagai orang kaya. Namun ada hal yang sangat mengganggu saya yaitu kenapa seseorang dari waktu kewaktu selalu mengenalkan dirinya sebagai orang miskin padahal ia sedang menjadi orang kaya.? Memang dapat dipahami jika memperkenalkan diri sebagai orang kaya, akan mengundang pandangan yang kurang etis. Namun saya berharap bahwa cerita dan pengalaman "miskin" hendaknya dihubungkan dengan kondisi kekinian "sudah kaya". "Dulu saya pernah miskin tetapi sekarang sudah menjadi kaya". "Dulu saya pernah miskin, sekarang saya hidup sedikit enak...". Atau perkataan lugas yang tidak tanggung-tanggung, "dulu saya pernah miskin, sekarang saya menjadi orang kaya". Atau juga, dengan terburu-buru disambung dengan "Dulu saya pernah miskin, saya hanya bisa melakukan..., sekarang saya telah menjadi orang kaya, saat ini saya bisa melakukan banyak hal". Dengan begitu, kesimpulan yang bisa saya sampaikan adalah kita juga perlu menyatakan diri dengan tenang, juga memberi waktu kepada diri sendiri untuk menghadapi atau mengatasi perubahan yang terjadi dalam diri sendiri. Ini akan menjadi sebuah pengakuan bahwa seseorang itu belajar dan berusaha menjadi kaya. Lalu, timbullah pertanyaan: "Kenapa untuk menjadi orang kaya perlu belajar?" Jawabannya sederhana, salah satunya adalah belajar mengenal diri. Bahwa dalam diri seseorang itu selalu terjadi perubahan. Perubahan ini bisa berupa keinginan, kebutuhan. Contohnya, "Saya ingin belajar menjadi orang kaya, walaupun saat ini saya masih miskin pengalaman, tidak ada salahnya saya mempersiapkan diri saya untuk belajar menjadi orang yang kaya pengalaman.". Selain itu kita perlu mempersiapkan diri ketika suatu saat Allah, Sang Maha Pencipta memberikan rejeki, hingga kemudian kita menjadi orang kaya. Jadi, semua itu dicapai dengan perjuangan dengan doa dan melakukan banyak hal sehingga kita berhasil menjadi orang kaya. Berdasarkan uraian saya di atas maka dapat dikatakan menjadi orang kaya bukan saja melulu atau cuma kaya dalam hal material atau menjadi orang kaya karena memiliki uang yang banyak, kaya memiliki baju yang bagus. Tetapi disebut orang jaya juga karena memiliki kekayaan nonmaterial. Misalnya, seseorang itu kaya dalam hal pengalaman hidup, pengalaman membuat roti, kaya dalam hal pengalaman membuat karya menjahit kristik, kaya dalam hal pengalaman membuat cerita pendek, kaya dalam hal pengalaman membuat puisi, dan lain sebagainya. Harapannya saya, setelah kita menyadari bahwa kita telah menjadi atau pernah menjadi atau akan menjadi orang kaya, kita menyadari hal apa yang sedang kita hitung dalam diri kita. Kemudian kita lakukan upaya, menyatukan konsep kekayaan materi dengan kekayaan akan pengetahuan dan pengalaman hidup. Ya, kita belajar membuat pengakuan dan pernyataan, misalnya: "Saya kaya dalam hal materi, keuangan, tetapi dalam hal membuat roti, saya tidak memiliki pengalaman.Bisa dikatakan saya miskin pengalaman dalam hal membuat roti." Begitu juga sebaliknya, "Saya miskin dalam hal materi, keuangan. tetapi dalam hal membuat roti, saya memiliki banyak pengalaman, saya memiliki banyak pelanggan, dan syukur atau alhamdulilah, saya sudah punya pengalaman banyak belajar membuat roti dengan bermacam variasi. Ini membawa saya sering menang dalam kompetisi memasak khususnya memasak roti." Jadi, kita perlu belajar mendidik diri kita dengan adil dalam memandang atau memiliki pandangan tentang kekayaan dan kemiskinan. Harapannya ketika kita mampu memperlakukan diri kita dengan adil, kita menjadi pribadi yang mampu memandang sesuatu atau melihat sesuatu, meletakkan sesuatu atau memposisikan sesuatu dalam perspektif atau pandangan yang positif. Kemudian, apabila kita memilih untuk melatih dan mendidik diri sendiri (belajar) menjadi orang kaya dan lebih senang menjadi miskin atau berperilaku miskin, dalam (miskin material dan miskin pengalaman), maka yang akan terjadi adalah kita akan lebih mudah menjadi orang yang mudah jengkel, marah, bahkan mudah frustasi. Tentu, kita harus berhati-hati kalau kita sudah dalam tahap frustasi, karena akan membuat kita menjadi lebih sulit. Padahal dalam kehidupan ini selalu ada solusi atau jalan keluar yang membuat kita jadi pribadi yang berkembang dan lebih baik dan semakin baik ke depan. Akhirnya, penulis memberi sebuah nasehat: miliki ketelitian dalam mengupas, menganalisia, membongkar, menceritakan kehidupan. Belajarlah untuk memiliki kekayaan-menjadi kaya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEKoleh : Rohmah Sugiarti
12-Feb-2018, 22:21 WIB


 
  Astra International Investasi USD150 Juta di GO-JEK Menteri Komunikasi & Informasi RI Rudiantara (kedua kiri) bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (kedua kanan), Chief Executive Officer & Founder Go-Jek Nadiem Makarim (kiri) dan President & Co-Founder Go-Jek Andre Soelistyo berswafoto bersama seusai konferensi pers
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
 

 

 

 

 

 
Walk to Museum Bahari Yogyakarta 12 Feb 2018 16:23 WIB

 

 

 

 
Nasehat Mengelola Amarah 04 Feb 2018 11:15 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia