KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID INDONESIA 2017: Pemilihan Dua Tim Debat Bahasa Inggris untuk Mewakili Indonesia di WUPID Global oleh : Redaksi-kabarindonesia
18-Okt-2017, 01:37 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 18 Oktober 2017 – Ruang kuliah 7-6 dan 7-7 Sampoerna University Jakarta seketika berubah hening dan suasana menegang sebab Muqriz Mustafa Kamal selaku Chair Adjudicator Final round akan mengumumkan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 

Banyak Mendengar Melahirkan Kebijaksanaan

 
OPINI

Banyak Mendengar Melahirkan Kebijaksanaan
Oleh : Jamiel Loellail Rora | 01-Aug-2017, 12:50:46 WIB

KabarIndonesia, Dalam setiap perjumpaan dengan kawan, banyak hal yang disampaikan kepada saya. Mulai hal remeh, lumayan rumit, sampai hal yang benar-benar rumit. Ada yang sekedar mengeluarkan unek-unek agar hatinya plong dan tak jarang juga yang minta solusi dari persoalan yang tengah dihadapinya itu. Saya membantu sebisanya agar tidak sampai mengecewakan sang kawan yang tengah gundah gulana akibat persoalan hidup yang dialaminya.

Karena kebiasaan itu banyak di antara kawan saya yang menjuluki saya sebagai ‘tong sampah'. Tempat orang lain membuang unek-unek yang tengah menggelayuti kehidupannya. Entah mengapa, saya sendiri merasa senang diperlakukan sebagai ‘tong sampah' oleh orang lain. Saya malah bersyukur, karena dengan menjadi ‘tong sampah' bagi kehidupan orang lain membuat hidup saya sendiri terasa menjadi lebih indah.

Ternyata, dengan banyak mendengar kita lebih memperkaya batin dan menuntun kita untuk lebih bijak dalam melakoni hidup. Pada saat saya merasa sedih pun saya jadi terhibur. Karena dari unek-unek yang disampaikan kawan kepada saya, saya menjadi sadar ada orang lain yang lebih berduka dari saya. Ada orang yang lebih berat beban hidupnya dari saya.

Dengan lebih banyak mendengar daripada berbicara, secara tidak sadar telah mengikis keegoan saya sebagai manusia. Ketika orang lain asyik masyuk berbicara soal dirinya dan persoalannya, saya mencoba berpikir untuk memberikan solusi dari persoalan tersebut. Tak menghiraukan keadaan diri yang terkadang juga saya sedang berada dalam belitan masalah hidup.

Memikirkan persoalan orang lain dan mencoba mencarikannya jalan keluar ternyata melahirkan kebahagiaan sendiri yang mampu mengikis kesedihan dalam pikiran kita. Dan yang paling menakjubkan adalah kebiasaan mendengar dengan baik mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan kita di atas rata-rata.

Saya menjadi yakin dengan ungkapan bijak; "Tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut kepada kita sebagai simbol agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara." Ya, Tuhan memang tidak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia di muka bumi ini. Kitalah sebagai hamba-Nya yang kerap menyia-nyiakan anugerah itu.

Semakin banyak mendengar kita semakin bijaksana. Semakin bijaksana dalam melakoni hidup, maka kita akan semakin berbahagia dalam menjalani hidup. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017oleh : Rohmah Sugiarti
12-Okt-2017, 06:52 WIB


 
  Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017 Hong Kong Cyclothon kembali di tahun ketiga, tepatnya pada hari Minggu, 8 Oktober kemarin. Diikuti sekitar 5.000 pesepeda dari seluruh pelosok dunia. Tujuh belas tim balap profesional akan berlaga di UCI Asia Tour Class 1.1 Road Race pertama di Hong
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
Kampanye Olah Raga 18 Okt 2017 10:35 WIB

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia