KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Internasional oleh : Tonny Djayalaksana
24-Aug-2019, 15:51 WIB


 
 
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Bakul Kejujuran

 
OPINI

Bakul Kejujuran
Oleh : Afini Hidayah | 17-Okt-2018, 13:02:26 WIB

KabarIndonesia - Disela penatnya menyelesaikan tugas akhir, aku berkeliling melihat suasana kampus yang lama tak ku kunjungi. Maklum jika sudah akhir begini, tempat ternyaman hanya seputar kamar dan perpustakaan. Seperti biasa, salah satu kampus ternama di kota Malang tempatku menimba ilmu ini dipadati oleh civitas akademika, adanya gedung-gedung perkuliahan, gazebo tempat mahasiswa berdiskusi ringan, ditambah bunga “sakura lokal” yang sedang bermekaran karena musim panas.

Tapi diantara semua itu ada hal menarik yang sebelumnya tidak aku temukan. Aku menamainya “bakul kejujuran.” Terlihat dibeberapa sudut gedung perkuliahan, gazebo, bahkan dipinggir jalan mahasiswa menaruh barang dagangan (makanan) disebuah kotak dengan dilengkapi kotak uang disebelahnya. Biasanya hal demikian dilakukan di kos-kosan yang notabene tertutup, tapi kemudian merambah ke kampus tempat tebuka yang siapapun bisa ada disana. Ini sangat menarik. Berjualan tanpa ada penjual yang menunggu barang dagangannya. Ya, dagangan ditinggal begitu saja.

Lalu apa untung, resiko dan tantangannya? Untungnya bagi si Bakul dia tidak perlu repot-repot menunggu dagangannya, tapi harus terima resiko kalau ternyata barang/uangnya raib tanpa diketahui siapa pelakunya. Sementara keuntungan bagi pembeli adalah tidak perlu repot ke kantin yang masih berjarak, pembeli cukup menyantap makanan yang ada didepan mata untuk mengisi perut keroncongan usai perkuliahan. Lalu apa tantangannya bagi pembeli? 
Tantangan bagi pembeli adalah kejujuran. Sangat mudah sekali ikut menikmati dagangan tanpa membayar. Karena tidak ada mata si Bakul yang mengawasi. 
Tapi disinilah akan tampak karakter asli seseorang. Bukan masalah jujur pada siapapun, tapi jujur pada diri sendiri. Bukan malu pada siapaun, tapi malu pada diri sendiri apabila tidak jujur. Disinilah keyakinannya diuji, bahwa ada mata yang tidak alpa melihat meski tidak terlihat. Dan bagiku, ini yang dijual bukan sekadar makanan, tapi kejujuran.(*)

Penulis: Afini hidayah, Mahasiswi Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DI ATAS LANGIT ADA LANGIT 23 Aug 2019 14:03 WIB


 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia