KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Harus Bersatu Demi Pulihkan Wilayah Terkena Bencana oleh : Rohmah S
17-Okt-2018, 15:20 WIB


 
 
KabarIndonesia- Jakarta, Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir dan lainnya. Hal ini karena secara geografis Indonesia berada di kelilingi "cincin api (ring of fire)" sehingga potensi terjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Batik adalah Indonesia 13 Okt 2018 19:47 WIB

Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 
 
OPINI

Apresiasi Harapan dan Tantangan Buat Pers Nasional
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 12-Feb-2018, 15:48:23 WIB

KabarIndonesia - Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap tanggal 9 Februari, untuk tahun ini bertepatan pada hari Jumat (9/2/2018). Untuk tingkat nasional, peringatan HPN 2018 telah digelar di Padang, Sumatera Barat yang langsung dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana, serta para Menko/Menteri, para pimpinan Lembaga Negara.

Peringatan HPN 2018 ini, tidak hanya dirayakan di tingkat nasional, di daerah provinsi/kabupaten/kota juga diperingati dalam sebuah acara dengan kegiatan pendukung berupa bakti sosial, seminar, peluncuran buku dan sebagainya.

Pantauan kabarindonesia melalui pemberitaan di berbagai media, banyak apresiasi, harapan bahkan tantangan ke depan yang ditujukan kepada Pers Nasional terkait dengan kemajuan teknologi informasi, yang memunculkan berbagai media yang makin canggih. Presiden dan para pejabat pimpinan lembaga dan daerah menyampaikan harapan dan dorongan semangat kepada Pers untuk terus memberitakan sekaligus mendidik warga menjadi masyarakat informasi.

Berikut apresiasi, harapan dan tantangan Pers Nasional, yang berhasil dikumpulkan dari pemberitaan berbagai media, sebagai berikut:

1. Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Pers Nasional di Danau Cimpago, Pantai Padang, Sumatera Barat, Jumat (9/2) menyoroti peran pers dalam menyebarkan fakta dan informasi yang benar pada era kemajuan teknologi digital yang menghadirkan informasi dan misinformasi melimpah ke masyarakat.

"Saya percaya bahwa di era lompatan-lompatan kemajuan teknologi, di era melimpahnya informasi dan melimpahnya misinformasi, justru pers makin diperlukan. Media massa, diperlukan untuk menyebarkan kebenaran dan fakta di tengah persaingan saluran informasi, dan penyebaran cepat informasi melalui media sosial." jelas Presiden.

Ditambahkan Presiden, media massa juga diperlukan untuk membangun kehidupan peradaban dan kebudayaan baru dalam masyarakat. Di era industri 4.0 yang memanfaatkan teknologi digital dan kekuatan komputasi serta analisis data, pers bisa menyebarkan hasil inovasi baru ke masyarakat.

"Era yang menghasilkan banyak inovasi yang harus segera kita ketahui, yang harus segera kita pahami, jika kita tidak ingin ditinggalkan. Di tengah kemajuan pesat teknologi informasi, peran pers sebagai pilar penyampai kebenaran semakin dibutuhkan." jelasnya.

“Pers makin diperlukan untuk menjadi pilar penegak penyampaian kebenaran, pers makin diperlukan sebagai pilar penegak fakta-fakta, pers makin diperlukan sebagai pilar penegak aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat. Pers diperlukan untuk turut membangun narasi kebudayaan baru, membangun narasi peradaban baru,” tegas Jokowi.

2. Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, tidak ragu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan masyarakat pers nasional yang mempercayakan pelaksanaan HPN 2018 di Sumatera Barat.

"Kami tentu sangat senang dengan dipilihnya Sumatera Barat sebagai tempat pelaksanaan HPN tahun ini," ujar Irwan ketika memberikan sambutan di hadapan ribuan masyarakat Kota Padang.

" Ini juga tidak terlepas dari dukungan dan semangat kawan-kawan wartawan Sumatera Barat yang juga bersemangat. Bagi Sumatera Barat sebagai tuan rumah HPN 2018 merupakan momen harga diri untuk membangun daerah." ungkapnya.

Disampaikannya, bahwa penyelenggaraan HPN 2018 di Sumatera Barat memuat berbagai kegiatan yang menceritakan potensi pariwisata yang begitu besar ada di daerah kabupaten dan kota di seluruh Sumatera Barat.

"Kegiatan promosi dan kunjungan para jurnalis Indonesia ke lokasi destinasi wisata di Sumatera Barat, tentu ini jelas bagaimana kekuatan jurnalis Indonesia memberitakan, menulis dan mempublikasikan keindahan alam, keelokan budaya dan tradisi dan juga menikmati enak makanan kuliner Sumatera Barat yang enak," ucapnya dengan semangat.

Senada dengan Gubernur Sumatera Barat, Bupati Solok, H. Gusmal, SE dalam sambutannya mengatakan bahwa pemerintah kabupaten Solok sangat mengapresiasi sekali kegiatan Seminar Nasional dalam rangka Hari Pers Nasional 2018.

“Kami mengucapkan selamat datang di kab Solok nan indah ini kepada seluruh undangan. Kab. Solok mempunyai banyak sekali potensi wisata, diantaranya di lokasi acara kita pada hari ini, kawasan Danau Kembar. Tidak hanya danau, kita juga punya satu kawasan yang namanya Bukit Cambai, dimana dari puncak bukit tersebut kita bisa melihat 4 danau sekaligus,” terang Gusmal.

Sementara itu, Ketua pelaksana seminar, Jasman yang juga Kepala Biro Humas Prov Sumbar menjelaskan bahwa maksud dari kegiatan seminar adalah untuk mempererat tali silaturahmi juga untuk mendorong pemerintah Provinsi se Indonesia dan Pemerintah Kab/Kota di Sumbar untuk ikut serta dalam mensukseskan pelaksanaan HPN tahun 2018 di Sumbar.

“Selain itu akan meminta masukan dan memberikan informasi kepada ketua PWI dan pemerintah Provinsi se Indonesia tentang kesiapan dan program-program pendukung HPN 2018. Diharapkan hasil seminar ini menjadi masukan penting untuk Pers Nasional ke depan dan merupakan bahagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan HPN nantinya,” jelas Jasman.

Jasman menjelaskan, peserta seminar nasional ini adalah Kepala Biro Humas se Indonesia, ketua PWI se Indonesia, kepala Dinas/kepala bagian yang membidangi kehumasan di Kab/ Kota se Sumbar, kepala OPD Provinsi Sumbar, panitia penyelenggara HPN 2018 di Provinsi Sumbar lainnya. Sementara narasumber berasal adalah Kapuspen Kemendagri, pejabat Kementrian Komunikasi dan Informatika RI, Ketua PWI Pusat dan Ketua PWI Provinsi Sumbar.

3. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, mengapresiasi para insan pers yang telah mempublikasikan pelaksanaan program dana desa dan sejumlah manfaat positif penggunaan dana desa turut menjadi pemberitaan sebagai wujud kemajuan pembangunan desa.

"Kemendes mengapresiasi insan pers karena program dana desa yang tergolong baru ini telah berjalan dengan baik. Peran pers dalam menyosialisasikan program yang ada di desa dan mengangkat persoalan di desa sangatlah penting agar kita dapat terus melakukan perbaikan," kata Mendes PDTT usai menghadiri puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) di Padang.

Menteri Eko mengakui hingga kini masih ada persoalan-persoalan yang menyangkut pelaksanaan dana desa, salah satunya adalah praktik pemanfaatan dana desa yang belum maksimal.

Kualitas sumber daya manusia yang ada masih minim mengingat kepala desa di Indonesia mayoritas masih merupakan lulusan SMA dan disusul lulusan SD serta SMP. Oleh karena itu, dibutuhkan penyebaran informasi dan pengetahuan yang lebih luas lagi sekaligus pengawasan sebagai bentuk kontrol di lapangan.

"Pengawasannya sudah lebih bagus lagi karena dukungan dari media yang sangat kuat sekali. Sekarang dari laporan Satgas Dana Desa, masyarakat sudah lebih pro aktif. Dalam beberapa bulan ini sudah lebih dari sebelas ribu laporan yang masuk," ungkapnya.

Menteri Eko mengakui adanya perubahan besar dalam perkembangan media massa, telah memperluas jangkauan informasi hingga ke wilayah perdesaan. Hal tersebut merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi sarana informasi dan edukasi tentang dana desa. Dengan demikian, diharapkan masyarakat desa lebih memahami praktik pelaksanaan dan pengelolaan dana desa.

"Saya senang bahwa pers telah mem-blow up keberhasilan desa. Jadi, masyarakat desa bisa lebih bersemangat dengan mencontoh daerah-daerah yang lain sehingga bisa berpartisipasi untuk membangun desanya. Saya mohon dukungan ini tetap dilanjutkan dan insan pers bisa mengawasi dan membantu mempromosikan keberhasilan-keberhasilan yang ada." ucap Menteri Kemendes.

4. Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengharapkan pers agar terus mengembangkan jati dirinya untuk membangun peradaban Indonesia yang berkebudayaan.

"Pers dalam situasi demokrasi politik yang diwarnai oleh kompetisi tidak sehat, liberal, dan penuh dengan ambisi kekuasaan, diharapkan mampu hadir sebagai oase demokrasi bagi hadirnya kehidupan sosial kemasyarakatan yang penuh dengan keadaban dan nilai-nilai etika dan moral," kata Hasto menanggapi Hari Pers Nasional (HPN) dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta.

"Pers tetap harus mengabdi pada bangsa dan negara, memperjuangkan kepentingan nasional, dan memiliki tanggung jawab untuk membumikan Pancasila demi hadirnya tatanan masyarakat yang berkebudayaan Indonesia," tutur Hasto kemudian.

5. Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan, berharap pers mampu menjaga kesinambungan proses demokrasi yang berjalan di Indonesia, karena selama era reformasi pers Indonesia berjalan semakin baik dan profesional.
peran pers sebagai pilar keempat demokrasi harus tetap kokoh dalam menjaga pertumbuhan demokrasi Indonesia.

"Peran pers sebagai kontrol sosial harus tetap berjalan, memberi kritik yang membangun, serta menjadi corong suara masyarakat yang tidak bisa bersuara. Pers yang independen dan berpihak pada rakyat merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa dipungkiri," katanya.

Taufik menilai, pers Indonesia di era digital dihadapkan dengan perkembangan teknologi yang terus melesat, digitalisasi menjadikan informasi yang berkembang di masyarakat semakin banyak dan riuh, sehingga sulit dibedakan antara berita yang nyata dan informasi bohong atau hoax. "Di tengah kemajuan teknologi informasi, pers berperan besar dalam memfilter informasi yang benar, edukatif, dan mencerdaskan," katanya.

Wakil ketua DPP PAN ini mendukung upaya Dewan Pers dalam menata dan menertibkan media-media yang tidak memenuhi aturan perundang-undangan, sehingga mereka tidak menciderai semangat pers Indonesia.

6. "Kalangan pers nasional harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dalam memberitakan sehingga bukan untuk kepentingan para pemilik modal," kata Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Menurutnya, pers di tengah iklim demokrasi memiliki tantangan yang jauh berbeda dengan tantangan zaman otoritarian. Salah satu tantangan tersebut adalah rangkap posisi antara pemilik media dan politisi yang dinilai kerap menyulitkan posisi pers, sehingga pers kemudian tidak mudah lagi mempertahankan independensinya.

Padahal, lanjutnya, bila jurnalis tidak lagi independen, maka pers tentu akan kehilangan kredibilitasnya sebagai juru terang masyarakat. Ia mengajak para jurnalis harus kembali ke barak dan menjaga diri terhadap hegemoni kekuasaan, serta harus menjaga kehormatan penanya.

Menurutnya, karena pena jurnalis jauh lebih tajam dari sebilah pedang, maka
di tahun politik, pers harus menjadi oase yang mengawal demokrasi dengan profesional dan independen.

Ia mengajak para jurnalis harus kembali ke barak dan menjaga diri terhadap hegemoni kekuasaan, serta harus menjaga kehormatan penanya.

Hal tersebut, lanjutnya, karena sesungguhnya pena jurnalis jauh lebih tajam dari sebilah pedang. "Selamat Hari Pers Nasional, semoga di tahun politik, pers menjadi oase yang mengawal demokrasi dengan profesional dan independen," ucap Fadli.

Menurut dia, pers di tengah iklim demokrasi memiliki tantangan yang jauh berbeda dengan tantangan zaman otoritarian. "Salah satu tantangan tersebut adalah rangkap posisi antara pemilik media dan politisi yang dinilai kerap menyulitkan posisi pers sehingga pers kemudian tidak mudah lagi mempertahankan independensinya. " sebutnya seraya menegaskan "bila jurnalis tidak lagi independen, maka pers tentu akan kehilangan kredibilitasnya sebagai juru terang masyarakat."

7. Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) mengapresiasi setinggi-tingginya kepada insan pers pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN), yang diperingati pada 9 Februari setiap tahunnya.

Carmelita Hartoto, Ketua Umum INSA mengatakan, momentum ini diharapkan semakin menjadikan pers tetap independen dan meningkatkan sinergi untuk mendorong pengembangan bangsa di seluruh aspek kehidupan bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi bangsa ini dan telah berperan memberikan informasi terkait perkembangan ekonomi nasional, khususnya yang terkait industri pelayaran,” katanya.

8. Pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tanggal 9 Februari 2018, di Tangerang Selatan, Walikota Airin Rachmi Diany turut merayakannya, dia menyatakan jika keberadaan pers sangat berperan bagi Pemerintahan Daerah (Pemda). Hal itu disampaikannya saat mengisi diskusi bertajuk "Refleksi Peran dan Tantangan Jurnalis Zaman Now" di Aula Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Bintaro, Jalan Cendrawasih, Sawah Baru, Ciputat, Tangsel.

"Masukan melalui media, tatap muka, bahkan saat Musrenbang selalu kami serap sebagai masukan dari masyarakat. Kritikan dan masukan mendorong kami dalam meningkatkan pelayanan publik," kata Airin dalam diskusi yang digelar oleh Pokja Wartawan Harian Tangsel itu.

Menurut Airin, antara Pers dan Pemerintah Daerah adalah dua pihak yang saling membutuhkan satu sama lain. Sinergi itu bisa berdampak positif bagi jalannya pembangunan maupun kinerja pelayanan masyarakat. "Rekan pers membutuhkan berita, sementara Pemda pun membutuhkan sosialisasi dalam program dan kebijakan," imbuhnya.

Menurut dia, keberadaan pers saat ini semakin maju karena memiliki peranan yang signifikan, powerfull, terbuka dan independen. Sehingga istilah "pena wartawan lebih tajam" memang demikianlah kenyataannya. Oleh karena itu, dia meminta agar insan pers konsisten menulis berita yang dapat dipertanggungjawabkan. "Ada tanggung jawab pers yang lebih besar kepada publik, dan tentunya kepada Tuhan," tuturnya.

"Tantangan jurnalis jaman now adalah kehadiran media sosial dan Citizen Jurnalis. Oleh karenanya, jurnalis harus terus meningkatkan kemampuan menulisnya. Jika tidak, akan tergerus dengan pengaruh Citizen Jurnalis," ungkap Dedi Kurniasyah peserta diskusi.

9. Kapolda Bangka Belitung Brigjen (Pol) Syaiful Zachri, turut memberikan selamat HPN kepada sejumlah insan pers di Bangka Belitung. Hal tersebut disampaikannya, saat sejumlah wartawan menggelar deklarasi dalam mendukung dan mensukseskan Pilkada Serentak 2018 di Negeri Serumpun Sebalai ini.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda turut memberikan kue ulang tahun kepada awak media yang kemudian meniup lilin di atasnya secara bersama-sama. "Semoga di hari Pers Nasional tahun ini, ikatan silahturahmi antara jurnalis dengan Polri dapat terus terjaga dan tentunya saling bersinergi," ujar Syaiful Zachri.

Menurutnya, peran serta media sangat penting dalam mengawasi program kerja pemerintah. "Peran media itu sangat penting, karena dampaknya sangat besar. Melalui media orang bisa mengetahui segala bentuk informasi dari seluruh dunia, baik skala nasional maupun internasional," imbuh Kapolda.

Syaiful pun berpesan, agar jurnalis tetap menjaga independensinya dengan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik, "Kita harap pemberitaan yang di muat di setiap media tentunya harus independen, berimbang, update, valid, dan tidak hoax alias fake news," pungkasnya.

Menurut Kapolda peran jurnalis sangat penting dalam membantu memberikan informasi kepada masyarakat, "Peran media sangat penting, karena dampaknya sangat besar. Melalui media masyarakat bisa tau informasi di seluruh dunia. Kendati demikian, dalam membuat pemberitaan jurnalis harus tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik. Isi berita harus independen, tentunya tidak menyebarkan berita hoax. Berita juga harus update, dan valid. Karena media sangat penting sebagai mengawasi program pemerintah," imbuhnya.

10. Dalam memperingati moment Hari Pers Nasional 2018, Ketua KPU Bangka Belitung, Fahrurrozi mengatakan bahwa pers merupakan mitra strategis KPU. Tiap tahapan pemilu maupun Pilkada yang dilaksanakan KPU, pers selalu hadir sebagai penyambung informasi kepada publik.

"Pers bukan saja sebagai agen perubahan, tetapi juga mengambil peran penting dalam upaya menginternalisasikan nilai-nilai demokrasi ke tengah-tengah masyarakat," ujarnya kepada Okezone, Jumat (9/2/2018).

Dengan kata lain, Oji-sapaan akrab Fahrurrozi- menuturkan insan pers dapat mengubah wajah demokrasi kapan saja dan di mana saja.
"Pers bisa mengubah wajah demokrasi kita kapan saja dan di mana saja. Untuk itu, pers yang mengedepankan educatif value, berdiri tegak dengan kemandirian dan profesionalitasnya adalah mitra kami dalam upaya membangun demokrasi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," paparnya. "Selamat HPN 2018, semoga makin jaya, mandiri, profesional dan bertanggungjawab," timpal Fahrurrozi.

Hal senada juga disampaikan oleh Divisi Perencanaan dan Data Informasi KPU Kota Pangkalpinang, Yusmayadi menyatakan peran serta pers sangat membantu dalam rangka menyampaikan dan memberikan informasi kepada masyarakat. "Dalam hal ini berkenaan dengan informasi tentang Pilkada dan Pemilu. Karena suksesmya suatu pemilihan tidak lepas dari peran media selaku pihak yang menyampaikan informasi," terangnya.

Selain itu, lanjut dia, KPU selaku penyelenggara Pemilu sangat membutuhkan media untuk perpanjangan tangan kepada masyarakat, saling bersinergi, agar informasi berkenaan tahapan, jadwal, pelaksanaan pemilu maupun Pilkada sampai ke masyarakat.

"Media sangat membangun informasi, perkembangan informasi di seluruh dunia. Selama ini media merupakan bagian terpenting dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, apalagi di era informasi digital seperti sekarang ini semuanya dapat terakses," pungkas Yusmayadi.

11. Netralitas, seorang jurnalis mutlak harus dilakukan karena hal tersebut bisa berpengaruh terhadap produk jurnalistik yang dihasilkan. “Jurnalis harus professional dan independen,bukan corong kampanye kelompok politik tertentu,” terangnya kepada wartawan, Jumat (9/2/2018).

Sekretaris AJI Bojonegoro Khorij Zainal Asrori mengatakan, jurnalis yang ikut mendukung,apalagi menjadi tim sukses salah satu calon maka hal itu sudah menciderai profesi jurnalis, sesuai dengan prinsip kode etik jurnalistik, fungsi pers adalah untuk kepentingan publik bukan untuk golongan tertentu.

Berdasarkan temuan AJI Bojonegoro, diduga ada sejumlah oknum jurnalis yang ikut terlibat dalam pusaran politik praktis, baik mendukung atau menjadi tim sukses salah satu calon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro. Menurut Khorij hal tersebut tentu sangat disayangkan.

Momen Pilkada Bojonegoro, kata dia, akan menjadi ujian independensi bagi para Jurnalis. Sebab ajang perebutan kekuasaan tahun ini rawan terjadi “perselingkuhan” bagi media dan jurnalis dengan kontestan pilkada.

“Jika hal tersebut dilakukan, tentu yang rugi adalah masyarakat,” jelasnya.

Dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers disebutkan bahwa jurnalis dilarang menerima suap serta harus bebas dari intervensi kepentingan politik yang berdampak pada proses pembuatan berita.

Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Dewan Pers yang mengeluarkan Surat Edaran (SE) No 01/SE-DP/I/2018 tentang Posisi Media dan Imparsialitas Jurnalis dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 bahwa seorang jurnalis harus melepaskan profesinya jika maju sebagai kandidat maupun tim sukses.

12. Walikota Bogor, Bima Arya memiliki cerita tersendiri soal peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018. Karena itu, dirinya memberikan apresiasi yang tinggi ada HPN 2018. "Saya mengucapkan selamat hari pers kepada semua insan pers, tidak mungkin kita menikmati demokrasi seperti ini tanpa kebebasan pers," ungkap Bima Arya, Jumat (9/2/2018).

Bima yang pernah berkecimpung menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Rakyat Merdeka periode 2009-2010. "Saya pernah menjadi Pemred Majalah Rakyat Merdeka selama satu tahun. Jadi merasakan menjadi kuli tinta itu tidak mudah. Stres kalau deadline, stres kalau tulisan belum kelar, stres kalau narsum enggak mau bicara saat dikonfirmasi. Kalau saya bukan hanya cari bahan, tapi mengelola redaksi dan perusahaan juga sebagai Pemred ketika itu. Saya pahamlah suka duka dunia media. Terimakasih kepada teman-teman media atas kritiknya yang membangun. Kritik adalah vitamin buat saya," terangnya.

Menurut Bima Arya, demokrasi tidak dapat dipisahkan dari keberadaan pers. Sebagai pilar demokrasi yang keempat, pers turut berperan besar dalam pengawasan pembangunan pemerintahan.

"Yang paling utama, saya berterimakasih atas kebebasan pers yang ada saat ini sehingga saya bisa menerima kritikan. Pers merupakan pilar utama dalam pengawasan pembangunan pemerintahan. Bagi saya kritik itu adalah vitamin. Terimakasih kepada pers yang telah mengartikulasikan aspirasi, harapan atau kritik dari warga kepada saya. Menyampaikan dan memberitakan hal-hal yg masih kurang maksimal dalam program-program pemerintahan," jelas Bima Arya.

Sejauh ini, ia banyak menerima banyak informasi dan masukan justru dari para awak media. "Utamanya melalui grup Whatsapp. Saya pantau grup WA, semuanya ada ratusan. Saya pantau kritikan-kritikan yang ada disitu. Justru grup WA yang paling kritislah yang lebih saya lihat. Dibanding grup WA yang menyanjung dan memuji-muji," terangnya.

Dirinya juga mengaku selama ini banyak pengalamanan menarik dengan teman-teman media. "Seru ya. Rasanya nano-nano dengan wartawan. Asem, manis, macem-macem rasanya. Rame kalau dengan wartawan. Ada masa menyenangkan, menggembirakan, menjengkelkan. Biasalah itu. Semua itu suka duka," katanya.

13. Bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN), wartawan yang biasa bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan buku berjudul 'Serpihan Kisah Jurnalis Tiang Bendera, Cerita-Cerita yang Tak Jadi Berita'.

Buku itu sendiri merupakan rangkuman cerita dari perwakilan pewarta yang bertugas atau dipercayakan kantornya untuk meliput di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Setidaknya, ada 32 jurnalis yang menuangkan kisah serunya meliput kegiatan lembaga antirasuah. Kegiatan peluncuran buku ini dilaksanakan di Aula Serbaguna Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat 9 Februari 2018

Ketua KPK Agus Rahardjo turut menghadiri acara peluncuran dan menjadi salah satu narasumber dari bedah buku tersebut.

Sabir Laluhu, wartawan Koran SINDO yang jadi salah satu penulis di buku ini mengatakan, "Buku ini merupakan kumpulan cerita para pewarta yang mungkin tidak diketahui oleh para pembaca," kata Sabir. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Selamat HUT TNI Ke-73 13 Okt 2018 19:46 WIB

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 
Manfaat Membaca 22 Sep 2018 15:12 WIB

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia