KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilMelani Butarbutar: Tekad Putra Samosir, Melayani Aspirasi Rakyat Sepenuh Hati oleh : Wahyu Ari Wicaksono
05-Nov-2018, 09:11 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mengawali karir sebagai CPNS tahun 1976 di kantor Camat Simanindo Ambarita (Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara) dengan pangkat/golongan Juru Muda Tingkat I (I/b), pada Februari tahun 2017 lalu, Danny Melani Michler Hotpantolo Butarbutar atau biasa disebut Melani Butarbutar
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Menjadi Wartawan Pilihan Hidupku 09 Nov 2018 15:39 WIB


 

Antara Rocky Gerung dan Jokowi

 
OPINI

Antara Rocky Gerung dan Jokowi
Oleh : Djuneidi Saripurnawan | 05-Nov-2018, 15:56:45 WIB

KabarIndonesia - Jokowi (Joko Widodo) itu seorang sarjana kehutanan dan pengusaha mebel di Solo. Kemudian dalam perjalanan hidupnya, banyak warga negara yang menginginkannya menjadi Wali Kota Surakarta dua periode 2005-2010d dan 2010-2012, menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2014, dan menjadi Presiden Republik Indonesia Periode 2014-2019.

Rocky Gerung pada hampir semua kesempatan, baik dalam forum diskusi dan di depan layar kaca, atau via media sosial seperti Youtube, nampak sekali bahwa dia membenci Jokowi, dan bahkan dengan metaforanya yang canggih memojokkan Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia sebagai pimpinan negara dengan segenap tim kerjanya, semua menteri dan para pembantu presiden, sebagai rombongan yang "defisit IQ", pimpinan yang plonga-plongo, "rombongan babi" yang terus menabrak apa saja yang ada di depannya.

Rocky Gerung, meskipun dipandang banyak orang sebagai orang pandai, tetapi bisa juga dibohongi Ratna Sarumpaet dengan cerita hoaxnya. Dalam cuitannya di media sosial, Rocky Gerung menuduh pemerintahan Jokowi yang bertanggungjawab. Sekalipun banyak orang yang menyarankan dirinya untuk minta maaf, Rocky Gerung menolak dengan tegas, dan menyatakan, "minta maaf kepada siapa?" Karena ia merasa dibohongi oleh teman baiknya sendiri, dan sumber utama. "Harus cross-check kemana? Kepada teman yang kurang baik?" ujar Rocky Gerung.

Seburuk apa pun yang disampaikan Rocky Gerung tentang Jokowi, yang juga disebutnya sebagai "Boneka Rusia" yang di dalamnya ternyata kosong, bahkan kalau ada isinya mungkin cebong; namun pada kenyataannya, seorang Jokowi adalah Presiden Republik Indonesia yang terpilih dalam proses demokrasi tahun 2014.  Rakyat Indonesia menghendakinya. Dan sialannya, bagi Rocky Gerung, Jokowi maju lagi pada Pemilu 2019.

Rocky Gerung mungkin merasa kehilangan saat-saat ia menikmati "bonekanya" ketika berada di sekitar pusat kekuasaan semasa periode sebelum Jokowi. Kedekatannya dengan keluarga Cikeas mungkin membuatnya sentimentil ketika kekuasaan beralih ke tangan oposisi-merah, dan kekkuasaan Cikeas semakin surut karena kasus korupsi para kader utamanya. Rocky Gerung waktu itu ngapain aja ya? Katanya sering berdiskusi dan memberikan masukan untuk penguasa waktu itu. Tetapi mengapa elektabilitas dan aliansi kekuasannya semakin surut dan terpecah belah?

Rocky Gerung sebenarnya takjub dengan nasib Jokowi : "Orang dengan IQ rendah kog bisa menjadi presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia yang besar ini?" Karena itu ia dengan semangat mengatakan itu terus berulang-ulang di semua kesempatan.  Sebagian kecil orang yang menghadiri pertemuan dengan Rocky Gerung sangat terpuaskan dengan ungkapan-ungkapan metafornya yang ditujukan kepada Presiden Jokowi yang sedang berkuasa. 

Tetapi Jokowi hanya diam dan terus bekerja. Bagi Rocky Gerung, moto "kerja-kerja-kerja" itu hanya membodohi masyarakat, karena masyarakat tidak tidak diajak berpikir, pikir-pikir-pikir, sementara itu, Rocky Gerung menyatakan bahwa konstitusi kita memandatkan negara ini untuk mencerdaskan bangsa, bukan masuk ke gorong-gorong. Tepuk tangan para hadirin menyambutnya. "Setiap kali presiden bicara di Forum Internasional, IQ nasional turun sepuluh poin," ujar Rocky Gerung. Para hadirin tertawa lebar.

Bagi Rocky Gerung, kelompoknya adalah kaya ide dan gagasan dengan IQ yang surplus, sementara kelompok di Istana Presiden adalah kelompok yang defisit IQ. Bahasa sederhananya adalah Kelompoknya Rocky Gerung itu kelompok cerdas, dan kelompok Istana Presiden adalah kelompok bodoh.  Kelompok cerdas tetapi bisa juga dibohongi kawan baik sendiri :Ratna Sarumpaet, karena terlalu ‘grusa-grusuh' kata Prabowo Subianto, calon presiden pada Pemilu 2019, ketika menyampaikan pernyataan maaf di depan media massa. Prabowo juga mengakui bahwa Tim nya masih ‘belajar' karena baru saja terbentuk.

Pesan pembelajaran dari kasus hoax Ratna Sarumpaet : Main-main kebohongan dan fitnah itu seperti menepuk air di depan muka, maka yang basah adalah mukamu sendiri.
Cukup banyak netizen bertanya-tanya: Kenapa Pak Jokowi diserang dari semua penjuru dengan berbagai cara: fitnah, hoax, tekanan massa, dan seterusnya, tetapi tetap saja diam dan santai menjalani tugasnya? Mungkin juga karena tipe Jokowi tidak emosional dan lebih banyak kerja daripada banyak bicara. Dengan banyak orang-orang terbaik dari bangsa Indonesia yang membantunya, maka realisasi pemikiran dan perencanaan hanya bisa diwujudkan dengan kerja dan betul-betul kerja. Sudah diketahui umum bahwai birokrasi pemerintahan, bagaimana cara-cara menjalankan kegiatannya....harus direformasi sedemikian rupa supaya menjadi lebih efektif dan menghasilkan.

Yang jelas, karena yang bersuara lantang dan teriak-teriak biasanya tidak sampai 5 persen saja dari jumlah penduduk Indonesia sekitar 260 juta jiwa. Karena tidak pernah diundang oleh lingkaran istana lagi sejak oposisi-merah berkuasa, Rocky Gerung muncul sebagai pemikir oposisi di depan publik, menjadi aktor ILC yang ditunggu-tunggu supaya ratingnya melonjak naik. Bahkan memproduksi media sendiri melalui youtube dan medsos lainnya.

Oposisi itu memang perlu, jadi Rocky Gerung tetap dibutuhkan, supaya proses pembangunan bangsa ini semakin baik. Namun, saya melihat apa yang diperdebatkan Rocky Gerung tidak signifikan dengan perubahan yang sedang terjadi dan diperjuangkan oleh pemerintahan yang sedang berkuasa. Dengan kerangka pikir bersama demi mewujudkan bangsa dan negara yang lebih baik, Ia tidak menyoroti reformasi birokrasi yang masih korup, banyaknya politisi dan pejabat yang tertangkap tangan oleh KPK dan masuk penjara? Persoalan kualitas guru yang sangat buruk? Sentimen kelompok yang potensi rasialis dan benturan antar kelompok karena ideologi dan agama yang nampak di depan mata, dan hal-hal yang sehari-hari dihadapi masyarakat kecil. Ia hanya terjebak bicara seputar issue-issue dan sentimen istana saja. Hal yang terkait dengan orang nomor satu di NKRI, pastinya sangat seksis diliput media massa.

Rocky Gerung cemburu melihat para Menteri Susi, Sri Mulyani, Luhut, Budi, dan seterusnya yang bisa berperan memberikan hasil kerjanya bagi bangsa Indonesia. Sementara itu, kawan-kawannya pada periode sebelumnya selalu dipertanyakan apa hasil dan prestasinya? Mungkin hanya kebanyakan mikir-mikir dan mikir, kemudian dilanjutkan dengan berdebat & berdebat, dan selama tidak dikerjakan dengan baik maka hasilnya pun NOL. Bahkan sebagian kementeriannya terlibat skandal korupsi. Para tokoh kampanye anti korupsi justru terjun bebas dalam pusaran kasus korupsi dan berakhir di penjara. Saya jadi teringat buku George Junus Aditjondro tentang "Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century" (2010) dan "Cikeas Kian Menggurita".

Sekali lagi, mau mengatakan plonga-plongo ataupun defisit IQ, kenyataannya Jokowi dan kawan-kawannya lebih diterima masyarakat Indonesia dengan kemenangannya secara demokratis ala Indonesia. Politikus yang benar-benar ulung tentunya menempati kekuasaan tertingginya: Presiden.

Catatan politik menyatakan jika  Amien Rais juga bersemangat jadi presiden, Prabowo jelas bersemangat jadi presiden, Yusril Ihza Mahendra punya niat jadi presiden, Wiranto juga pernah punya niat jadi presiden, AHY juga punya niat jadi presiden, ARB juga punya niat jadi presiden, pada akhirnya suara rakyat menentukannya. Dan suara itu akan menentukannya kembali pada tahun 2019.

Kita, sebagai rakyat tidak perlu baku hantam, atau terlalu repot dengan permainan politik tingkat tinggi yang terkadang hanya ada di permukaan dan media massa, karena di belakangnya (mungkin saja) ternyata mereka duduk bersama berbagi rezeki sambil minum kopi. (Sialan ngak tuh!-dalam politik tidak ada yang tidak mungkin) .

Dan yang paling nyaman ya di Papua, meskipun masa kampanye sudah mulai sejak 23 September 2018 sampai nanti 13 April 2019, Kondisi Papua tenang nyaman tanpa ada keramaian kampanye seperti di provinsi Lainnya, karena mungkin sudah "dibungkus" oleh sang Gubernur Papua: Lukas Enembe, meskipun beliau berasal dari Partai Oposisi terhadap petahana sekarang.(*)

  [djuneidi saripurnawan, Penggiat Komunitas Belajar Papua].

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Astra Dukung Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawaoleh : Rohmah S
12-Nov-2018, 10:18 WIB


 
  Astra Dukung Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini Soemarno (kedua kiri) didampingi Chief of Corporate Communications, Social Responsibility & Security PT Astra International Tbk Pongki Pamungkas (kedua kanan) saat flag off Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa di Surabaya (12/11).
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia