KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPolri dan Bawaslu Siap Optimalkan Kelancaran Pelaksanaan Pemilu 2019 oleh : Rohmah S
13-Sep-2018, 16:59 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Terkait dengan pelaksanaan pemilu tahun 2019 mendatang, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin  semua akan berjalan aman dan lancar.  Guna memaksimalkan melaksanakaan pengamanan pemilu, Polri sudah bersiap diri lebih dini dengan mematangkan strategi pengamanan. Adapun dalam pelaksanaan pengamanan
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Penyair Sang Waktu 31 Aug 2018 11:12 WIB

Hidup adalah Belajar 29 Aug 2018 06:45 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Deklarasi Garda Relawan Jokowi 13 Sep 2018 12:43 WIB


 

Annual Meeting 2018 dan Kedaulatan Rupiah

 
OPINI

Annual Meeting 2018 dan Kedaulatan Rupiah
Oleh : Romi Febriyanto Saputro | 27-Aug-2018, 15:54:55 WIB

KabarIndonesia - Sebanyak 15.000 delegasi IMF-World Bank Annual Meeting akan meramaikan Pulau Dewata, Bali Oktober 2018 mendatang. Acara tahunan ini, dihadiri oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara. IMF-World Bank Annual Meeting 2018 direncanakan pada tanggal 9-14 Oktober 2018 mendatang, tapi pertemuan resminya sendiri berlangsung mulai tanggal 12-14 Oktober 2018. Sepanjang pertemuan tahunan di Bali kali ini diperkirakan ada lebih dari 2.000 pertemuan, baik dalam jumlah besar maupun kecil (detik.com, 24 Agustus 2017).

Menurut situs resmi am2018bali.go.id, International Monetary Fund (IMF) - World Bank Group (WBG) Annual Meetings (AM) adalah pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Gubernur IMF dan WBG. Annual Meetings dilaksanakan setiap tahun sekali pada awal Oktober di kantor pusat IMF-WBG di Washington DC, Amerika Serikat selama dua tahun berturut-turut. Sementara untuk tahun berikutnya, Annual Meetings dilaksanakan di negara anggota terpilih. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta isu-isu terkini, seperti pengurangan kemiskinan, pembangunan ekonomi internasional; dan isu-isu global lainnya.

Melalui penandatanganan "Agreement for the 2018 Annual Meetings of the Boards of Governors of the IMF dan the World Bank Group" pada 10 Oktober 2015, Indonesia secara resmi terpilih menjadi tuan rumah pertemuan yang akan melibatkan tidak kurang 15 ribu peserta. Terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah menunjukkan tingginya kepercayaan dunia Internasional terhadap Indonesia di dalam bidang keamanan, stabilitas politik, dan keberhasilan di bidang ekonomi. Menjadi tuan rumah Annual Meetings 2018 merupakan momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan ekonomi, dan leadership serta komitmen Indonesia dalam penanganan isu-isu global.

Dalam jangka panjang manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Annual Meetings 2018 adalah perhatian dunia dan kehadiran para pelaku utama sektor keuangan dunia ke Indonesia. Kepemimpinan Indonesia dalam berbagai forum bidang ekonomi dan keuangan di kawasan dan dunia untuk pembahasan isu-isu global, pembangunan infrastruktur, stabilitas sistem keuangan, penanganan inequality, pembangunan sumber daya manusia, keuangan inklusif mulai menunjukkan posisi yang strategis dan diperhitungkan dunia.

Keberhasilan penyelenggaraan Annual Meetings 2018 akan memberi pembelajaran mengenai penyelenggaraan International Events untuk anak bangsa, dan menambah pengalaman serta membangun networking dengan komunitas internasional. Sebagai tuan rumah penyelenggaraan Annual Meetings 2018, Indonesia berkesempatan untuk melakukan pameran yang bertujuan untuk menampilkan kekayaan dan keragaman Indonesia. Dalam kegiatan ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan memperlihatkan perkembangan infrastruktur fisik dan pembiayaan infrastruktur Indonesia pasca krisis keuangan 1998.

Annual Meetings 2018 tentu tak luput dari berbagai tantangan yang harus dihadapi.  Dalam tiga bulan terakhir ini nilai tukar rupiah terhadap dollar semakin melemah. Melansir Bloomberg Dollar Index, sebagaimana dikutip Jawa Pos, 13 Agustus 2018, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 130 poin atau 0,90 persen ke level Rp14.608 per USD. Dalam pergerakan hariannya, Rupiah berada di level Rp14.579 per USD-Rp14.608 per USD. Sementara itu, Yahoofinance juga mencatat Rupiah melemah 135 poin atau 0,93 persen menjadi Rp14.605 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp14.468 per USD hingga Rp14.605 per USD.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, nilai tukar rupiah pada Juni 2018 mendapat tekanan, terutama sejak pertengahan bulan karena dipicu penguatan dolar AS yang terjadi dalam skala global. Padahal, nilai tukar rupiah sempat berada dalam tren menguat sampai dengan pertengahan Juni 2018, bahkan sempat tercatat sebesar Rp 13.853 per USD pada 6 Juni 2018 sebagai respons atas kebijakan pre-emptive, front-loading, dan ahead of the curve bank sentral pada bulan sebelumnya.

Perubahan stance kebijakan the Fed pada FOMC pertengahan Juni 2018 yang lebih agresif, respons kebijakan bank sentral lain yang berubah khususnya bank sentral Uni Eropa dan Tiongkok, serta ketidakpastian pasar keuangan global yang kembali meningkat, memicu pelemahan hampir seluruh mata uang dunia tidak terkecuali rupiah. Pada tanggal 28 Juni 2018 rupiah tercatat Rp 14.390 per USD, melemah 3,44 persen dibandingkan dengan level akhir Mei 2018. Sementara dibandingkan Desember 2017, rupiah melemah 5,72 persen year to date (ytd) atau lebih rendah dibanding dengan pelemahan mata uang negara berkembang lainnya seperti Filipina, India, Afrika Selatan, Brazil dan Turki .

Tergerusnya nilai tukar rupiah terhadap dollar membawa dampak pada perekonomian dalam negeri.  Harga barang kebutuhan pokok  bergerak naik. Harga daging ayam dan telur naik luar biasa. Bahkan rekan saya yang menjadi penjual daging ayam di pasar sampai terpaksa libur beberapa hari karena minim pembeli.
Pengusaha katering pun dibuat kelimpungan dengan penguatan mata uang negeri Paman Sam. Mau menaikkan harga takut ditinggalkan pelanggan. Tidak menaikkan harga berarti siap mengurangi laba per bulan dan turut serta bergerak mengencangkan ikat pinggang keluarga. Para pembuat roti dan kue juga terkena dampak. Belum lagi rakyat jelata yang bahkan belum pernah melihat dollar dengan mata kepala sendiri.

Pengamat Ekonomi Sumatera Selatan, Yan Sulistyo, seperti dikutip Tribunsumsel.com, 13 Agustus 2018,  mengatakan faktor internal juga ikut menyumbang dollar makin perkasa. Pasalnya, pembangunan di tanah air membeli materialnya lebih banyak impor sehingga pembayarannya harus menggunakan dollar. Belum lagi kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar melakukan transaksi menggunakan dollar di dalam negeri. Misalnya saja di kota besar atau kota yang menjadi pusat pariwisata. Transaksi masih kerap menggunakan dollar. Eksportir dan importir juga kadang masih bertransaksi menggunakan dollar padahal transaksinya di dalam negeri.

Annual Meeting 2018 adalah momentum untuk membangun kembali kedaulatan Rupiah.  Menurut Peraturan Bank Indonesia Nomor : 17/3/PBI/2015 Tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat memiliki simbol kedaulatan negara yang harus dihormati oleh seluruh warga negara Indonesia. Salah satu simbol kedaulatan negara tersebut adalah Rupiah sebagai mata uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 Rupiah dipergunakan sebagai alat pembayaran yang sah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kegiatan perekonomian nasional dan internasional guna mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pengaturan kewajiban penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia diperlukan untuk mendukung kestabilan nilai tukar Rupiah yang merupakan bagian dari tujuan yang diamanatkan kepada Bank Indonesia dalam Undang-Undang mengenai Bank Indonesia, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah.

Annual Meeting 2018 diharapkan menjadi ajang bagi rupiah untuk berdaulat di negeri sendiri. Menggugah kesadaran masyarakat untuk melakukan transaksi dengan rupiah. Menolak untuk melakukan transaksi dengan dollar meskipun dengan turis asing maupun tamu asing. Dari hasil survei Bank Indonesia (BI) Tahun 2015, diketahui sekitar 90% transaksi pada sektor perhotelan, art shop, dan toko handycraft di Bali menggunakan mata uang asing yakni dollar Amerika Serikat (AS). Penggunaan mata uang asing di wilayah Indonesia ini, tentu saja akan membawa dampak negatif bagi perekonomian Indonesia.

Fenomena di atas tentu perlu diperbaiki.  Annual Meetings 2018 di Bali harus mampu menggugah kesadaran dunia perhotelan di Bali untuk melakukan transaksi hanya dengan menggunakan Rupiah. Sudah tiba waktunya bagi Bali untuk tidak hanya terkenal pada sektor wisata melainkan juga terkenal sebagai pelopor untuk menguatkan kedaulatan Rupiah.

Pada pelaksanaan Annual Meetings 2018, akan diselenggarakan pameran makanan (food festival) untuk mempertunjukkan keragaman dan kekayaan budaya Indonesia. Kegiatan ini akan menawarkan makanan dan minuman khas Indonesia. Transaksi yang terjadi antara pembeli dan penjual diharapkan sudah menggunakan Rupiah seratus persen. Mengenalkan  keberagaman kuliner di tanah air harus dibarengi dengan tekad untuk menjaga kedaulatan Rupiah.
Selain bisnis hotel, para penyedia transportasi (baik dari sewa bus, mobil, dan taksi) diharapkan akan kebanjiran pesanan dengan mata uang Rupiah untuk mobilisasi peserta dari tempat para peserta menginap ke/dari main venues (diarea Nusa Dua), atau ke tempat-tempat belanja/wisata. Bali sangat terkenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Budaya untuk menggunakan mata uang Rupiah sebagai alat transaksi dengan tamu asing akan menambah  mozaik indah Pulau Dewata.
Selain menggugah kesadaran masyarakat, Annual Meeting 2018 diharapkan juga bisa menggugah kesadaran pejabat negeri ini untuk lebih mencintai Rupiah daripada mata uang asing. Ekonom senior Universitas Indonesia, Faisal Basri mengkritisi pejabat yang justru banyak menyimpan kekayaan dalam mata uang dolar di tengah tren pelemahan rupiah. Di Indonesia, para pejabat petinggi, elit itu ternak dolar. Kalau dilihat dari laporan kekayaan pejabat-pejabat itu terdapat  beberapa contoh pejabat yang menyimpan kekayaan dalam bentuk mata uang asing (pantau.com, 11 Juli 2018).

Hal itu justru mencerminkan bahwa pejabat tidak percaya pada komitmen pemerintah. Di tengah tekanan terhadap nilai rupiah ini seharusnya para pejabat tidak membiarkan Bank Indonesia  berjuang sendiri. Tetapi seharusnya menjadi masalah bangsa uang dihadapi bersama. Beberapa kasus korupsi juga banyak yang menggunakan mata uang dollar. Hal ini menunjukkan penggunaan mata uang dollar dalam masyarakat Indonesia sudah sangat besar.
Annual Meeting 2018 adalah peluang emas bagi negeri ini untuk menunjukkan kepada dunia internasional bahwa prestasi ekonomi yang diraih adalah buah dari kedaulatan Rupiah di negeri sendiri. Bukan buah dari kedaulatan mata uang asing di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rupiah yang mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri akan mendukung dan mengamankan  program pertumbuhan ekonomi yang telah digariskan oleh pemerintah.(*).  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasioleh : Djuneidi Saripurnawan
28-Aug-2018, 06:07 WIB


 
  BPBD Papua Belajar Analisis dan Pengembangan Organisasi TATTs Program: Analisis dan Pengembangan Organisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 
Khasiat Buat Bit Untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia