KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
Puisi-Puisi Silivester Kiik 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Akankah GKT Lolos Masuk Menjadi Anggota UGG? (2)

 
OPINI

Akankah GKT Lolos Masuk Menjadi Anggota UGG? (2)
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 28-Mei-2019, 05:18:23 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Pada bagian pertama tulisan ini telah dikemukakan masalah yang dihadapi pemerintah Sumatera Utara dan kawasan danau toba dalam rangka pengusulan GKT ke jaringan Geopark (Taman Bumi) Global.

Berikut ini akan dibahas tentang temuan Accessor (tim penilai) atas lima dan sembilan rekomendasi yang belum dijalankan.

Diketahui bersama bahwa sejak tidak lolosnya GKT menjadi anggota UGG tahun 2015, Tim percepatan GKT yang dibentuk Gubernur Sumatera Utara telah menerima 5 rekomendasi untuk dipenuhi pada pengusulan tahun 2017.

Indio Pratomo, geolog dari Badan Geologi Bandung mengatakan bahwa untuk mendukung Geopark Kaldera Toba (GKT) masuk Unesco Global Geopark UGG, maka tim percepatan GKT harus memenuhi 5 rekomendasi Unesco.

Kelima rekomendasi itu yakni, pertama adanya aktivasi edukasi terpadu pada masing-masing geoarea dan geosite dengan tema Geopark Supervolcano. Kedua harus ada panel edukasi dan informasi yang lebih focus pada informasi publik. Ketiga diperlukan strategi pemasaran dan promosi (papan petunjuk, peta wisata, website, gapura dan lainnya). Keempat pengembangan budaya perlu lebih ditingkatkan dan lebih banyak (desa budaya/situs budaya dan pembangunan culture center di beberapa geoarea dan geosite). Dan kelima adanya aktivitas geopark di lapangan harus terjadi pada keempat geoarea/geosite GKT.

Berdasarkan catatan media, sebagaimana diberitakan Kompas.com, (17/10/2017), ternyata lima rekomendasi Jaringan Taman Bumi Global Lembaga PBB Bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya atau UNESCO atas Taman Bumi Kaldera Toba di Sumatera Utara ini belum dijalankan.

"Padahal, Oktober ini (maksudnya tahun 2017) adalah jadwal pengajuan dokumen Taman Bumi Kaldera Toba untuk masuk jaringan Unesco Global Geopark (UGG). Dossier (dokumen) ini harus disempurnakan dan dilengkapi sesuai dengan data yang telah disepakati sehingga dapat dilakukan pembenahan lapangan,” ujar Indio dalam Focus Grup Discusion (FGD) yang digelar agar Geopark Kaldera Toba bisa masuk UGG, di kantor Gubsu, Selasa (7/11/2017).

Menurut Indio, selain kelima rekomendasi tersebut, hal lain yang harus dilakukan tim percepatan GKT adalah mempersiapkan geosite prioritas untuk melengkapi assessment UGG.

“Saran kita tim percepatan harus menetapkan jadwal dan lintasan assessment, mensosialisasikan ke lokasi geosite prioritas dan melengkapi sarana prasarana geosite prioritas. Jadi harus ada manajemen geosite yang menjadi prioritas untuk dikunjungi assessment, terutama geosite yang sudah siap untuk dikunjungi, sehingga tidak harus semua sehingga tidak membuat bingung assessment,” terang Indio.

Dengan belum terpenuhinya 5 rekomendasi tersebut, maka untuk kedua kalinya di tahun 2017, GKT kembali mengalami kegagalan atau tertunda menjadi anggota jaringan UGG hingga tahun 2019.

Pantauan media, sejak Oktober 2017, geliat Tim Percepatan GKT hampir tidak kelihatan. Hal ini kemungkinan terjadi karena masyarakat dan pemerintah daerah di provinsi Sumatera Utara fokus pada Pilkada serentak (Pilgub) yang dilaksanakan tahun 2018.

Akankah GKT berhasil masuk menjadi anggota UGG tahun ini?

Memasuki tahun 2019, diperoleh kabar bahwa Unesco telah menunda pengumuman tentang GKT. "Seyogianya per April 2019, accessor (tim penilai) UNESCO sudah mengumumkan status Geopark Kaldera Toba apakah layak dimasukkan ke dalam jaringan geopark global atau Global Geopark Network. Namun ditunda." tulis Medanbisnisdaily.com (12/4/2019)

Berita "buruk" ini disampaikan Inspektur Jenderal Kemendagri, Tumpak Haposan Simanjuntak, dihadapan ratusan peserta Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2020 Pemprov Sumut, termasuk Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan sejumlah bupati/wali kota, di Hotel Santika Dyandra Medan, Jumat (12/4/2019).

Pada kesempatan musrenbang tersebut, Tumpak Halomoan menyoroti dan menjelaskan penyebab penundaan tersebut. Ternyata disebabkan kurangnya perhatian terhadap kebersihan lingkungan, salah satunya ketersediaan toilet di kawasan wisata. Juga masalah warung makanan (kuliner)

"Toilet dan warung makanan di sekitar geosite menjadi alasannya. Belum adanya warung dengan sajian penganan khas lokal. Warung makanan bukan yang menyediakan pizza atau hamburger. Tapi khas daerah sekitar. Yang begitu yang dibutuhkan dan harus disediakan. Warung di geosite yang berjumlah belasan, tidak ada toiletnya. Tentu hal ini akan menyulitkan bagi pengunjung yang berwisata." jelas Tumpak.

Lebih lanjut Tumpak menceritakan kunjungannya ke sebuah geosite batu di Samosir. "Di sana ada batu yang bagian dalamnya kosong dan di bagian atas juga tertutup batu, tetapi disitu tidak ada toilet dan warung makan. Bagaimana pengunjung bisa merasa nyaman?. Dan itulah yang menyebabkan Geopark Kaldera Toba tak diloloskan mendapat sertifikat GGN oleh UNESCO sampai saat ini." jelasnya.

Pegiat pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah serta seni budaya lokal Toba, Murniati Tobing, juga pernah menyoroti hal yang sama. Dia menyampaikan keprihatinan atas kebiasaan buruk warga di kawasan Danau Toba, yang terbiasa buang air sembarangan. "Kalau hal tersebut tidak diubah, sulit berharap peningkatan jumlah wisatawan yang akan berkunjung, terutama dari mancanegara," ujar Murniati.

Senada dengan Irjen Kemendagri Tumpak Hamonangan, General Manager (GM) BP-GKT Wan Hidayati mengakui adanya penundaan tersebut.
"Status GKT sejak bulan April 2019 yang lalu adalah ditangguhkan atau deferred (bahasa Inggeris). Status ditangguhkan dengan memberikan 9 rekomendasi yang harus dikerjakan 3 bulan berikutnya, salah satunya adalah finalisasi master plan," sebutnya kepada Gatra.com, Medan, pada Minggu (12/5/2019) yang lalu.

Upaya Akhir GKT menuju UGG

Wan Hidayat selaku GM Geopark Kaldera Toba (BP-GKT) optimis dapat menyelesaikan sejumlah rekomendasi (baru) Unesco, yang dibutuhkan untuk memasukkan GKT sebagai bagian dari Unesco Global Geopark (UGG).

Menurutnya, perjuangan untuk memasukkan Danau Toba sebagai taman dunia atau geopark saat ini sudah membuahkan hasil. Sejumlah rekomendasi telah dikeluarkan oleh Unesco untuk dibenahi sebagai salah satu syarat keanggotaan UGG. Artinya secara prinsip, kebutuhan untuk menjadi anggota UGG sudah rampung. Namun ada beberapa hal yang harus disempurnakan terkait dengan 9 rekomendasi.

“Kita sudah melakukan berbagai upaya, dan kondisi saat ini dengan sejumlah rekomendasi adalah prestasi. Beberapa rekomendasi tersebut sudah ada. Namun harus terus di perbaiki dan dilengkapi agar lebih baik,” terangnya kepada Gatra.com, di Medan, Minggu (12/5).

Adapun kesembilan rekomendasi tersebut, kata Hidayati, antara lain: visibiliti geosites, seperti gapura, petunjuk arah, yang sebenarnya sudah ada. Kemudian konservasigeosite, upgrade informasi geopark dalam website. Informasi geologi yang diperbanyak di sekolah dasar Kawasan GKT. Informasi GGU di Pusat Informasi Parapat, serta penguatan jaringan geopark global lainnya dengan aktif mengikuti konferensi geopark.

Wan Hidayati dengan optimis mengatakan bahwa BP-GKT bertekad untuk menyelesaikan rekomendasi UNESCO tersebut. Dia meyakini GKT akan menjadi anggota GGU tahun ini (2019), karena pada dasarnya rekomendasinya tidak sulit untuk dipenuhi.

Sementara itu, pemerintah kabupaten Samosir, satu-satu dari 7 pemkab di kawasan Kaldera Toba, tidak ketinggalan untuk melakukan pembenahan. Betapa tidak, karena kabupaten Samosir memiliki banyak geosite dan telah ditetapkan sebagai geoarea tersendiri yakni geoarea Samosir dipimpin seorang manajer.

Demikianlah pada hari Senin (16/05/19), pemerintah Kabupaten Samosir, manajer Geopark Kaldera Toba serta tim Perwakilan Universitas Parahyangan melakukan pertemuan membahas pemenuhan rekomendasi UNESCO bagi Geopark Kaldera Toba (GKT) menjadi anggota UNESCO Global Geopark (UGG) di gedung Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba, Sigulati, Sianjurnulamula, Samosir.

Dinas Kominfo Samosir mengabarkan di website pemkab, bahwa secara teknis persiapan menuju UGG hampir rampung dengan mengacu kepada rekomendasi yang diberikan.

Namun demikian Wilmar Simanjorang selaku menejer Geoarea Samosir meminta agar salah satu rekomendasi perlu disegerakan yakni adanya website yang memudahkan para wisatawan potensial untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang GKT.

"Website juga dapat mencitrakan GKT secara baik serta memberikan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan potensial untuk melakukan kunjungan wisata. Dampak informasi lengkap yang diperoleh melalui website." ujar Wilmar, seraya menambahkan pihaknya sekarang ini sedang merancang
"Hutan Nusantara" di lokasi GKT yang diharapkan akan menambah isi dari Geopark Kaldera Toba untuk menciptakan daya tarik bernilai lebih yang didukung oleh geosites, hutan, dan Danau Toba.

Pada sesi tim Universitas Parahyangan Bandung, yang memaparkan tawaran design template website GKT, Asisten Asisten Ekonomi Pembangunan Setdakab Samosir, Saul Situmorang menegaskan agar secara koordinasi lintas SKPD disiapkan informasi wisata terbarukan dan terkini (up to date)
Saul menugaskan Dinas Kominfo Samosir sebagai admin yang berkolaborasi dengan tim Universitas Parahyangan dalam menyiapkan tampilan website yang menarik dan dinamis.

Di akhir rapat, Saul Situmorang, mewakili Bupati Samosir menegaskan agar desain yang telah dirancang segera ditindaklanjuti dengan serius. Dia juga berharap pada tahun 2019 ini, GKT dapat disahkan oleh UNESCO menjadi Global Geopark (UGG) dan memberi dampak ekonomis secara langsung bagi Kabupaten Samosir dan menjadi salah satu tujuan wisata andalan kelas dunia di Indonesia bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong pembenahan secara intensif. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Geopark Kaldera Toba (GKT). FGD ini diselenggarakan di Medan, Minggu (12/5). Diharapkan FGD dapat memperkuat perjuangan memasukkan GKT sebagai anggota UNESCO.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Destinasi Area I B, Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Destinasi Regional I Kemenpar, Andhy Marpaung mengatakan, GKT sudah diusulkan kembali sebagai anggota UNESCO Global Geopark (UGG). Kemenpar memiliki kewajiban untuk mendukung program tersebut.  Untuk itu Kemenpar menghadirkan sejumlah pakar pariwisata yang berkaitan dengan geopark. Hal ini bertujuan agar perwujutan GKT menjadi anggota UGG dapat berjalan dengan baik.

“Masterplan GKT adalah satu point rekomendasi dari UNESCO. Harapannya agar semua pihak dapat bersinergi dalam percepatan penyusunan Masterplan ini. KemenPar mendukung penuh dan berharap Badan Pengelola (BP) GKT dan Pemerintah Daerah bisa mewujudkan Masterplan GKT ini,” terangnya.

Andhy mengatakan, sesuai target bulan Juni 2018, dokumen pendukung Masterplan ini akan dikirim ke UNESCO. Pengiriman tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan rekomendasi UNESCO. Tahap awal, Menteri Pariwisata, Arief Yahya akan mengirim report sementara kepada UNESCO pada 27 Mei 2019 sebagai bukti keseriusan pemerintah Indonesia mendukung GKT.

“Kita optimis GKT menjadi bagian dari UGG September tahun ini. Keseriusan seluruh pemangku kepentingan sudah menunjukkan hasil yang baik. Terbukti dari rekomendasi UNESCO untuk beberapa perbaikan. Serta ini kita dukung,” katanya.

Asdep Pengembangan Destinasi Regional I, Lokot Ahmad Enda, berharap Danau Toba bisa semakin cepat mendunia. Nantinya ketika GKT sudah disahkan UNESCO, jika atraksinya juga level dunia maka akan lebih mudah mempromosikan dan mengemasnya sebagai sebuah cerita.

"Pariwisata Danau Toba akan semakin kuat jika masuk ke dalam barisan geopark UNESCO. Nama Danau Toba dipastikan semakin mendunia. Yang paling utama adalah Danau Toba akan mendapat promosi ke masyarakat internasional dan ratusan geopark dunia lainnya," ujar Lokot.

Sesungguhnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadi orang yang paling ngotot menjadikan Danau Toba masuk dalam barisan geopark dunia. Tahun lalu, Indonesia sukses membuat UGG di dua lokasi, yakni Rinjani Lombok NTB dan Ciletuh Sukabumi Jawa Barat. “Seharusnya tahun ini mengusulkan 2 lagi, Geopark Belitung dan Geopark Kaldera Danau Toba. Maka dari itu pergerakannya harus cepat,” ujar Menpar Arief.

Menurut Arief Yahya, sebelumnya Indonesia juga sudah memiliki Global Geopark, diantaranya Gunung Batur di Bali dan Gunung Sewu yang memanjang dari Selatan Jogjakarta, Jawa Tengah sampai ke Jawa Timur. Mengapa harus mendapatkan stempel UGG? “Dalam framework pengembangan destinasi itu kita selalu menggunakan konsep 3A, Atraksi Akses dan Amenitas. Dan jika ingin menjadi global player, harus menggunakan global standart,” katanya.

Kelas dunia yang dimaksud, lanjut Arief Yahya, adalah atraksi yang sudah mendapat stempel dunia. Diakui secara resmi dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga terpercaya dunia, seperti UNESCO ini.

“Di banyak tempat di dunia, UGG itu selalu memberi dampak yang signifikan terhadap wisatawan. Brandingnya langsung mendunia karena diakui oleh UNESCO, lembaga dunia,” kata Arief, pria asal Banyuwangi itu.

Berbagai program dan kegiatan sudah dilakukan, anggaran juga sudah digelontorkan, apakah rekomendasi sudah ditindaklanjuti dan dipenuhi? Waktu berjalan terus dan kini tinggal beberapa bulan lagi untuk mendapat pengakuan GKT menjadi anggota Unesco Global Geopark. Akankah GKT berhasil?. Semoga janganlah sampai tiga kali "gagal".(*)

Catatan: Informasi dan data diambil berbagai sumber

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia