KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRupiah Terpuruk, SBY Optimis Jokowi Mampu Temukan Solusi oleh : Wahyu Ari Wicaksono
18-Des-2014, 08:24 WIB


 
 
Rupiah Terpuruk, SBY Optimis Jokowi Mampu Temukan Solusi
KabarIndonesia - "Saya tetap mengikuti perkembangan situasi di tanah air, termasuk terjadinya gejolak ekonomi akibat jatuhnya nilai rupiah akhir-akhir ini. Saya juga mencermati perbincangan masyarakat terhadap persoalan ekonomi terkini, termasuk sejumlah pernyaatan pihak pemerintah.Memang yang paling mudah adalah mencari "kambing
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Terima Kasihku Untukmu 20 Des 2014 11:39 WIB

Jiwaku Gatal 20 Des 2014 11:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Wanita Paling Berharga 18 Des 2014 19:54 WIB


 
 
OPINI

Strategi Licik PKI
Oleh : Heri Riyadi | 25-Sep-2008, 15:32:44 WIB

KabarIndonesia - Maraknya kesadaran tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Demokrasi di Indonesia saat ini yang senantiasa di blow-up oleh media massa, dijadikan strategi licik oleh kaum Marxis-Leninis/Komunis Indonesia. Padahal dunia pun tahu bahwa Marxis-Leninis/Komunis itu anti HAM dan Demokrasi. 

Negara-negara besar Komunis seperti Uni Soviet dan RRC, pada saat jaya-jayanya menyatakan dengan jelas di dalam konstitusinya “melarang penyebaran dan pendidikan agama.” Ribuan rumah ibadah seperti mesjid dan mushollah dan ribuan sekolah agama di dua negara tersebut dirubah fungsinya menjadi gedung bioskop, bar, diskotik, kandang kambing dan gudang. 

Di dalam kepartaian dan organisasi massa tidak dibenarkan berdirinya partai atau organisasi massa yang berideologi lain selain ideologi komunis, jutaan umat Islam yang konsisten melaksanakan ajaran Islam dan sekaligus menentang penguasa komunis, baik di Uni Soviet maupun di RRC dibunuh dan mati dalam kerja paksa di Siberia (Uni Soviet) dan Gurun Gobi (RRC). Komunis di Indonesia, strategi Hak Asasi Manusia dan Demokrasi ini dijadikan isu untuk merubah public opini, bahwa mereka adalah pejuang-pejuang Hak Asasi Manusia dan Demokrasi yang gigih. 

Dengan strategi ini tentunya komunis mempunyai sasaran-sasaran yang akan dicapai, dilakukan secara sistematis, yaitu :
Pertama, pembebasan Napol dan Tapol G30S/PKI. Dan sekarang ini sudah tidak ada lagi Napol dan Tapol G30S/PKI yang masih dipenjara.
Kedua, pemanggilan pulang atau penjemputan pelarian G30S/PKI dari luar negeri oleh pemerintah dengan segala keramahannya. Ketiga, Pemerintah agar mencabut Tap MPRS No.XXV/1966, tentang pelarangan ajaran Marxisme-Lenimisme/Komunis dan pelarangan PKI dengan segala organisasi pendukungnya. Keempat, Rehabilitasi semua anggota PKI dan organisasi pendukungnya, seperti BTI, SOBSI dan lain-lain.
Kelima, menuntut ganti rugi kepada pemerintah atas kerugian yang telah diderita oleh sesama anggota PKI dan ormas pendukungnya,
Keenam, membentuk KPP HAM G30S/PKI untuk melakukan penelitian terhadap orang-orang yang dianggap terlibat mengenai pelarangan PKI dan pembunuhan terhadap anggota PKI.

Dan Ketujuh, menuntut dibentuknya pengadilan HAM untuk mengadili orang-orang yang terlibat terhadap pelarangan PKI dan organisasi pendukungnya serta pembunuhan terhadap anggota-anggota organisasi tersebut. Apabila tujuh sasaran di atas tercapai dan pengadilan HAM berdiri, maka tokoh-tokoh TNI khususnya TNI AD, tokoh Ulama Islam dan tokoh-tokoh Kesatuan Aksi seperti KAMI dan KAPPI dari pusat sampai daerah yang dianggap dan dituduh terlibat terhadap kehancuran PKI dan ormasnya dan pembunuhan terhadap anggota PKI dengan ormasnya, akan diadili di pengadilan HAM tersebut yang jumlahnya mungkin ribuan bahkan ratusan ribu orang. 

Dari pengadilan HAM itu tentu semuanya punya akar ke masyarakat, maka akan terjadi bentrokan massa antara pendukung PKI dengan tokoh TNI AD (purnawirawan), tokoh kesatuan aksi dan tokoh ulama sebagai tergugat/tertuduh. Dengan adanya aksi bentrokan secara masal tersebut, maka akan berpengaruh terhadap kondisi Ipoleksosbud, dalam kondisi ekonomi yang hancur, politik tidak menentu, hukum yang tidak berfungsi, para militer yang dimiliki orpol dan ormas, bentrokan massa akan sangat sulit diatasi dan akan menjurus kearah “Revolusi Sosial” yang sangat parah. 

Massa yang lapar dan marah serta merasa punya kekuatan hebat, didasari dendam ideologi, Revolusi Sosial akan terjadi di seluruh nusantara secara serentak dan merata. Kesempatan ini akan dimanfaatkan oleh komunis/PKI, karena Revolusi Sosial merupakan sarana dan utama untuk melahirkan penguasa Marxis-Lenimisme/komunis hampir sebagian besar berdirinya negara-negara Komunis di dunia senantiasa melalui sarana “Revolusi Sosial”. 

Apabila Negara kita ini tidak ingin kembali di obok-obok oleh PKI, maka yang berkuasa mengurusi HAM yaitu Komnas HAM, hendaknya tidak meloloskan tuntutan pembentukan pengadilan HAM dari sekelompok orang yang mengaku korban kekejaman PKI, padahal mereka itu sebenarnya adalah PKI, sebab apabila tuntutan mereka dikabulkan, maka di negara ini akan terjadi seperti yang sudah diuraikan di atas.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Profesi Pembersih Ayam Potongoleh : Jumari Haryadi
11-Des-2014, 12:16 WIB


 
  Profesi Pembersih Ayam Potong Beragam jenis pekerjaan tersedia di sekitar kita, asal kita mau dan tidak malu melakukannya. Salah satu pekerjaan itu adalah menjadi pembersih ayam potong broiler. Tampak beberapa ibu yang tinggal di sekitar kandang ayam Cikeuting Farm Bekasi milik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 
Semakin Putih Semakin Sibuk 17 Des 2014 19:12 WIB

Satu Aktor Dua Peran 08 Des 2014 18:44 WIB

 
Budaya Menyontek Mendarah Daging 16 Des 2014 19:19 WIB

Antri Demi Kemajuan Bangsa 16 Des 2014 18:00 WIB

 

 
Menghilangkan Stres dengan Musik 15 Des 2014 12:26 WIB

 

 
Etika Social Media 16 Des 2014 19:24 WIB


 
Shalat Dhuha vs Rezeki Lancar 20 Des 2014 11:38 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia