KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
RohaniDualitas Ghaib-Nyata (1): Awal Terciptanya Kehidupan oleh : Tonny Djayalaksana
09-Des-2018, 15:31 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selama ini, pikiran saya terganggu oleh kenyataan akan adanya dualitas ghaib-nyata. Bagaimana mungkin saya bisa meyakini sesuatu yang tidak pernah saya saksikan, tidak pernah kenal, alami dan rasakan? 

Jika saya meyakini sesuatu yang nyatanya tidak jelas, tidak
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepertiga Malam 05 Nov 2018 15:57 WIB

Duhai Kau yang Sedang Diuji 21 Okt 2018 11:53 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Mengapa Becak Harus Kembali ke Jakarta

 
OPINI

Mengapa Becak Harus Kembali ke Jakarta
Oleh : Oscar Prajnaphalla | 11-Aug-2008, 08:04:26 WIB


KabarIndonesia
- Kemarin sempat membaca sebuah surat kabar dimana Wardah Hafidz, koordinator dari Urban Poor Consortium mengungkapkan bahwa becak sebaiknya kembali diizinkan beroperasi di Jakarta karena akan memecahkan beberapa persoalan mendasar ibukota, seperti pengangguran dan juga polusi tentunya.

Becak memang dilarang beredar di Jakarta semenjak era Bang Yos yang ingin memodernkan Jakarta sebagai kota metropolitan kelas tinggi. Oleh karena itu, becak sebagai simbol wong cilik harus disingkirkan dan jalanan harus diisi dengan mobil-mobil mewah yang menunjukkan Indonesia sebagai negara makmur. Mungkin Sutiyoso ingin Jakarta seperti Singapore atau Kuala Lumpur, namun Jakarta juga adalah sebuah kota dengan segala kontras. Yang kaya ingin show-off akan kemakmuran mereka, sementara kalangan miskin hidup di pinggiran kota dalam upaya bertahan hidup hari demi hari. Gedung-gedung bangunan memang menjulang tinggi, namun wajah kemiskinan kota di daerah kumuh ibukota juga adalah pemandangan yang tidak dapat terelakan.

Di satu sisi, saya juga punya keinginan agar Jakarta bisa menjadi kota berkelas seperti Kuala Lumpur dan Singapore, namun di sisi lain cara penyampaian tujuan itu salah. Bukan fisik bangunan yang harus diperbaiki, namun kualitas penduduk yang harus diberdayakan. Dengan aksi penggusuran sana-sini, manusia diperlakukan layaknya binatang, tidak heran pada akhirnya mereka membuat reaksi seperti binatang pula dengan mengadakan amuk massa. Bukannya mencari cara supaya para penduduk miskin mendapat penghidupan yang lebih layak dengan membangunkan mereka tempat tinggal yang layak, mengratiskan layanan kesehatan dan pendidikan bagi mereka, serta mencarikan mereka mata pencaharian yang baik, sepertinya pemerintah ibukota masa Bang Yos dan sekarang Foke cuma mengerti satu hal: Untuk mengatur orang caranya ialah tindas mereka.

Akhirnya kita punya ibukota Jakarta sebagai kota segala kontras. Para pejabat cuma memikirkan diri mereka sendiri sehingga mismanagement terus terjadi hingga sekarang. Untuk menjadikan Jakarta sebagai kota berkelas, sebenarnya cukup 2 hal yang perlu diperhatikan: pertama keamanan dan kedua kebersihan. Jika Jakarta masih tidak aman dan jorok seperti sekarang, maka bagaimana pun wajah hipokrit para pejabat kita yang mengatakan pembangunan berjalan dengan baik akan ketara belangnya juga dengan tingginya kemiskinan dan kejahatan.

Untuk membuat Jakarta jadi aman, maka diperlukan pemberdayaan masyarakat. Si A bisa menjadi preman dan kemudian menjadi pelaku tindak kriminal kemungkinan besar disebabkan tidak adanya lapangan pekerjaan lain yang lebih berbudaya baginya. Itu sebabnya, dengan pendapatan daerah Jakarta yang besar itu seharusnya para pembuat kebijakan yang benar-benar pro-rakyat akan lebih dahulu memikirkan bagaimana menyejahterakan rakyatnya yang minus, bukannya memikirkan soal investasi melulu karena bukan rahasia lagi jika semakin banyak proyek maka semakin banyak yang bisa dikorupsi.

Jika saya adalah gubernur Jakarta maka program yang utama ialah bagaimana membuat Jakarta menjadi aman, bersih, dan sehat. Pemda diharuskan membangun rumah susun layak tinggal yang akan diberikan gratis bagi keluarga-keluarga miskin yang mau ikut program pemerintah daerah lengkap dengan fasilitas gratis listrik dan air minum serta gratis biaya pengobatan dan pendidikan anak-anak usia sekolah. Program pemberdayaan yang akan dilakukan ialah antara lain memberikan pelatihan industri rumah tangga yang dikoordinir langsung oleh pemda tanpa mengambil keuntungan. becak kembali dioperasikan di ibukota dan mengupayakan para warga miskin bisa menjadi pengemudi becak. Bajaj dan sejenisnya akan dilarang beredar karena selain menimbulkan polusi, kendaraan ini juga bising. Para pengemudi bajaj akan dialihkan menjadi pengemudi becak. Becak yang digunakan adalah becak milik negara yang dipinjamkan kepada warga miskin yang mau diberdayakan. Tentu saja becaknya harus yang bagus seperti velotaxi untuk mempercantik ibukota. Sekedar informasi, velotaxi kini sudah mulai mewabah di negara-negara Eropa.

Selain itu untuk memasyrakatkan Jakarta bebas polusi, maka uji seleksi emisi kendaraan diperketat dan jika perlu suplai BBM untuk kendaraan pribadi dibatasi. Kendaraan bermotor, selain angkutan umum yang bersih dan ramah lingkungan, cuma boleh digunakan pada pukul 8 pagi hingga 5 sore, sesudah itu diwajibkan menggunakan kendaraan non-motor, seperti becak atau sepeda. Semua ini agar para warga ibukota beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan yang juga menyehatkan warga seperti becak dan sepeda.

Khusus masalah kebersihan, perlu sekali dibuatkan peraturan yang tegas mengenai larangan menyampah. Warga yang menyampah akan dikenakan denda 50 ribu Rupiah per sampah atau di penjara selama 24 jam. Jika peraturan ini dijalankan, niscaya warga kota juga akan melatih dirinya untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya. Pendidikan ramah lingkungan juga harus diberikan kepada semua warga sebagai mata pelajaran wajib di sekolah.

Niscaya kalau masalah kemiskinan bisa diatasi, maka Jakarta akan semakin aman dan bersih. Sebenarnya tidak sulit memecahkan masalah kompleks yang melanda Jakarta selama ini kalau aja pimpinan daerahnya mau memikirkan solusi buat kesejahteraan rakyat dan tidak hanya mendengarkan suara para kaum kapitalis yang tentunya hanya ingin tujuan-tujuan mereka tercapai.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sosialisasi Gereja Tanggap Bencanaoleh : Djuneidi Saripurnawan
17-Nov-2018, 09:29 WIB


 
  Sosialisasi Gereja Tanggap Bencana Partisipan undangan meliputi para pengurus Sinode, Klasis, para pendeta, pengurus lembaga pendidikan, umat dan juga hadir dari para mitra: BPBD Provinsi Papua, BPBD Kota Jayapura, dan TATTs Program Papua.
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia