KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
Puisi-Puisi Silivester Kiik 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Mengapa Becak Harus Kembali ke Jakarta

 
OPINI

Mengapa Becak Harus Kembali ke Jakarta
Oleh : Oscar Prajnaphalla | 11-Aug-2008, 08:04:26 WIB


KabarIndonesia
- Kemarin sempat membaca sebuah surat kabar dimana Wardah Hafidz, koordinator dari Urban Poor Consortium mengungkapkan bahwa becak sebaiknya kembali diizinkan beroperasi di Jakarta karena akan memecahkan beberapa persoalan mendasar ibukota, seperti pengangguran dan juga polusi tentunya.

Becak memang dilarang beredar di Jakarta semenjak era Bang Yos yang ingin memodernkan Jakarta sebagai kota metropolitan kelas tinggi. Oleh karena itu, becak sebagai simbol wong cilik harus disingkirkan dan jalanan harus diisi dengan mobil-mobil mewah yang menunjukkan Indonesia sebagai negara makmur. Mungkin Sutiyoso ingin Jakarta seperti Singapore atau Kuala Lumpur, namun Jakarta juga adalah sebuah kota dengan segala kontras. Yang kaya ingin show-off akan kemakmuran mereka, sementara kalangan miskin hidup di pinggiran kota dalam upaya bertahan hidup hari demi hari. Gedung-gedung bangunan memang menjulang tinggi, namun wajah kemiskinan kota di daerah kumuh ibukota juga adalah pemandangan yang tidak dapat terelakan.

Di satu sisi, saya juga punya keinginan agar Jakarta bisa menjadi kota berkelas seperti Kuala Lumpur dan Singapore, namun di sisi lain cara penyampaian tujuan itu salah. Bukan fisik bangunan yang harus diperbaiki, namun kualitas penduduk yang harus diberdayakan. Dengan aksi penggusuran sana-sini, manusia diperlakukan layaknya binatang, tidak heran pada akhirnya mereka membuat reaksi seperti binatang pula dengan mengadakan amuk massa. Bukannya mencari cara supaya para penduduk miskin mendapat penghidupan yang lebih layak dengan membangunkan mereka tempat tinggal yang layak, mengratiskan layanan kesehatan dan pendidikan bagi mereka, serta mencarikan mereka mata pencaharian yang baik, sepertinya pemerintah ibukota masa Bang Yos dan sekarang Foke cuma mengerti satu hal: Untuk mengatur orang caranya ialah tindas mereka.

Akhirnya kita punya ibukota Jakarta sebagai kota segala kontras. Para pejabat cuma memikirkan diri mereka sendiri sehingga mismanagement terus terjadi hingga sekarang. Untuk menjadikan Jakarta sebagai kota berkelas, sebenarnya cukup 2 hal yang perlu diperhatikan: pertama keamanan dan kedua kebersihan. Jika Jakarta masih tidak aman dan jorok seperti sekarang, maka bagaimana pun wajah hipokrit para pejabat kita yang mengatakan pembangunan berjalan dengan baik akan ketara belangnya juga dengan tingginya kemiskinan dan kejahatan.

Untuk membuat Jakarta jadi aman, maka diperlukan pemberdayaan masyarakat. Si A bisa menjadi preman dan kemudian menjadi pelaku tindak kriminal kemungkinan besar disebabkan tidak adanya lapangan pekerjaan lain yang lebih berbudaya baginya. Itu sebabnya, dengan pendapatan daerah Jakarta yang besar itu seharusnya para pembuat kebijakan yang benar-benar pro-rakyat akan lebih dahulu memikirkan bagaimana menyejahterakan rakyatnya yang minus, bukannya memikirkan soal investasi melulu karena bukan rahasia lagi jika semakin banyak proyek maka semakin banyak yang bisa dikorupsi.

Jika saya adalah gubernur Jakarta maka program yang utama ialah bagaimana membuat Jakarta menjadi aman, bersih, dan sehat. Pemda diharuskan membangun rumah susun layak tinggal yang akan diberikan gratis bagi keluarga-keluarga miskin yang mau ikut program pemerintah daerah lengkap dengan fasilitas gratis listrik dan air minum serta gratis biaya pengobatan dan pendidikan anak-anak usia sekolah. Program pemberdayaan yang akan dilakukan ialah antara lain memberikan pelatihan industri rumah tangga yang dikoordinir langsung oleh pemda tanpa mengambil keuntungan. becak kembali dioperasikan di ibukota dan mengupayakan para warga miskin bisa menjadi pengemudi becak. Bajaj dan sejenisnya akan dilarang beredar karena selain menimbulkan polusi, kendaraan ini juga bising. Para pengemudi bajaj akan dialihkan menjadi pengemudi becak. Becak yang digunakan adalah becak milik negara yang dipinjamkan kepada warga miskin yang mau diberdayakan. Tentu saja becaknya harus yang bagus seperti velotaxi untuk mempercantik ibukota. Sekedar informasi, velotaxi kini sudah mulai mewabah di negara-negara Eropa.

Selain itu untuk memasyrakatkan Jakarta bebas polusi, maka uji seleksi emisi kendaraan diperketat dan jika perlu suplai BBM untuk kendaraan pribadi dibatasi. Kendaraan bermotor, selain angkutan umum yang bersih dan ramah lingkungan, cuma boleh digunakan pada pukul 8 pagi hingga 5 sore, sesudah itu diwajibkan menggunakan kendaraan non-motor, seperti becak atau sepeda. Semua ini agar para warga ibukota beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan yang juga menyehatkan warga seperti becak dan sepeda.

Khusus masalah kebersihan, perlu sekali dibuatkan peraturan yang tegas mengenai larangan menyampah. Warga yang menyampah akan dikenakan denda 50 ribu Rupiah per sampah atau di penjara selama 24 jam. Jika peraturan ini dijalankan, niscaya warga kota juga akan melatih dirinya untuk disiplin membuang sampah pada tempatnya. Pendidikan ramah lingkungan juga harus diberikan kepada semua warga sebagai mata pelajaran wajib di sekolah.

Niscaya kalau masalah kemiskinan bisa diatasi, maka Jakarta akan semakin aman dan bersih. Sebenarnya tidak sulit memecahkan masalah kompleks yang melanda Jakarta selama ini kalau aja pimpinan daerahnya mau memikirkan solusi buat kesejahteraan rakyat dan tidak hanya mendengarkan suara para kaum kapitalis yang tentunya hanya ingin tujuan-tujuan mereka tercapai.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik):
redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia