KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalRudiantara: 4,6 Juta UMKM Sudah Online oleh : Sesmon Toberius Butarbutar
15-Nov-2017, 21:01 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan berdasarkan data terdapat 4,6 juta UMKM dari target delapan juta UKM hingga 2019 telah masuk akses online.

"Kami punya target mengonlinekan delapan juta UMKM hingga tahun 2019, namun sekarang baru
selengkapnya....


 


 
BERITA OLAH RAGA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Hujan Tak Pernah Sendiri 13 Nov 2017 20:13 WIB

Ada Saat 08 Nov 2017 13:32 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

GTPN 2017 Rute Pasaman – Payakumbuh (104 Km): Melintas Khatulistiwa Menapak Tilas Sejarah Bangsa

 
OLAH RAGA

GTPN 2017 Rute Pasaman – Payakumbuh (104 Km): Melintas Khatulistiwa Menapak Tilas Sejarah Bangsa
Oleh : Rohmah Sugiarti | 08-Jul-2017, 23:19:49 WIB

KabarIndonesia - Payakumbuh, Di hari ke Empat pada Etape Kedua perjalanan Gowes Touring Pesona Nusantara (GTPN) kali ini, Tim GTPN harus menempuh jarak kurang lebih 104 Km untuk rute dari Pasaman menuju Payakumbuh. Rute ini merupakan ruas terberat dari seluruh jalur di Etape ini, karena medan tanjakan yang tak putus-putus sepanjang 80 km dengan hanya sedikit turunan dibagikan akhir Rute.
 
“Perjalanan kita hari ini sedikit turunannya dan banyak tanjakannya. Kalau boleh saya bilang  ada dua tanjakan lumayan panjang.  Kita akan istirahat di Tugu Khatulistiwa kurang lebih 45 menit, setelah itu kita akan melanjutkan pendakian kearah Bukittinggi.”  jelas Wakil Ketua Tim GTPN, Rudi Klowor yang juga Tour Manager Event, menjelaskan kondisi jalan yang akan dilewati pada saat briefing pagi.

Sebelum bergegas berangkat karena jam 08.00 sudah ditunggu Bupati Pasaman, H. Yusuf Lubis SH, Msi untuk seremoni pelepasan, Road Capten Martha Mufreni menyempatkan diri menyampaikan beberapa pesan, “Saya hanya mengingatkan  bahwa kita harus menjaga keselamatan diri. Jangan karena takut dianggap sombong atau apa, ketika turunan jangan coba-coba melambaikan tangan, mengacungkan tangan sehingga membahayakan diri kita”.

Berpendapat senada, Coach Fanny Gunawan juga menegaskan, “Nggak usah melambaikan tangan dulu lah. Ini hanya lima menit saja tapi resikonya banyak, jatuh misalnya, karena perjalanan masih panjang,”

Selain pesan tentang keselamatan Martha juga menyampaikan pesan tentang sopan santun. “Kita berenambelas ini adalah Duta Olahraga. Jadi saya mohon, kita semua, menjaga sikap yang baik dan membawa kebaikan” ujar Martha. “Kita jaga nama baik kita, nama baik sebagai Duta Olahraga dan Duta Persatuan,” sambung Rudi Klowor mempertegas arahan sang Road Captain.
 
Crossing The Equator

Sesuai rencana, tepat pukul 8 pagi, Tim GTPN diberangkatkan oleh Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis SH, Msi beserta jajarannya. Sekitar perjalanan 1 jam dari garis Start, Tim GTPN telah  tiba di Tugu Khatulistiwa sekaligus Museum Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol. Tugu Khatulistiwa ini secara geografis merupakan penanda letak garis lintang nol derajat.

Salah satu penanda yang menarik di lokasi ini adalah penanda yang menegaskan bahwa di situ kita telah melintasi Khatulistiwa. “Anda Melintasi Khatulistiwa| You Are Crossing The Equator”. Tulisan penegasan ini selain dipajang di gapura tugu juga dituliskan di atas aspal yang diberikan garis putih penanda rute yang dilalui matahari. Cukup provokatif dan menarik untuk diabadikan sebagai spot foto kenang-kenangan. 

Selain Tugu Khatulistiwa, tim Gowes GTPN juga melintasi Museum Tuanku Imam Bonjol. Tuanku Imam Bonjol adalah pahlawan Nasional  Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat. Beliau pernah diasingkan ke Sulawesi Utara karena jebakan perundingan licik Belanda. Jasanya sangat besar dalam melawan penjajah Belanda, karena itulah Museum Tuanku Imam Bonjol dibangun di Sumatra Barat.

Dalam Museum ini terdapat diorama perjuangan  Tuanku Imam Bonjol . Demikian juga dipamerkan peninggalan senjata dan perlengkapan lain yang digunakan oleh Tuanku Imam Bonjol. Berkunjung ke museum akan  mengingatkan kita akan kenangan gigihnya perjuangan Tuanku Imam Bonjol  melawan penjajahan Belanda.

Monumen Pesawat AVAC 
Di Tugu Khatulistiwa, Tim GTPN kembali dilepaskan oleh Kadispora Pasaman, yang mengiringi Tim GTPN sejak perbatasan Pasaman sehari sebelumnya. Tim GTPN melanjutkan perjalanan menuju Payahkumbuh melewati Kabupaten Agam dan Kota Bukitinggi. Dalam perjalanan, sesampai  di Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang  sekitar lima kilometer dari kota Bukittinggi, Tim GTPN  dilepas terima oleh Dishub Pasaman kepada Kadispora Kabupaten Agam di Monumen Pesawat AVAC, salah satu tempat bersejarah di Sumatera Barat.
 
Monumen Pesawat  AVAC ini hanya berjarak sekitar lima kilometer dari kota Bukittinggi. Monumen ini dibangun atas kerjasama Pemerintah Daerah Agam dan Pemerintah Kota Bukittinggi pada tahun 2003.

Sejarah museum pesawat AVAC ini dimulai tepatnya pada 27 September 1947 lampai. Saat masih berlangsungnya agresi militer Belanda I, dimana Dr. Moh. Hatta membentuk sebuah Panitia Pengumpulan Emas, untuk membeli sebuah pesawat untuk melawan serangan Belanda.

Atas seruan Dr. Moh. Hatta, masyarakat Minang dengan suka rela menyumbangkan perhiasan yang mereka miliki, baik perhiasan emas maupun perak yang berupa liontin, kalung, gelang, anting, dan cincin. Pada saat itu terkumpullah perhiasan seberat 14.5 kilogram yang dilebur menjadi emas batangan yang untuk sanggup membeli sebuah pesawat terbang yang didatangkan dari Inggris melalui Landasan Udara (Lanud) Manguwo Yogyakarta menuju Lanud Gandut Agam. Pesawat ketiga yang dimiliki Indonesia ini diberi nama AVRO ANSON RI 003.

Sayangnya, pesawat ini tidak berumur panjang untuk membela tanah air. Saat mengudara membeli senjata perang ke Siam, Thailand, Pesawat ini jatuh ke laut dekat Tanjung Hantu perairan Selat Malaka karena mengalami kerusakan mesin. AVRO ANSON RI 003 oleng, dan akhirnya hilang bersama pilotnya, Halim Perdana Kusuma dan Iswahyudi.

Kedua pilot ini gugur sebagai bunga bangsa. Nama mereka pun diabadikan sebagai nama bandara. Lanud Halim Perdana Kusuma di Jakarta dan Lanud Iswahyudi di Madiun.

Momentum perjuangan inilah yang diabadikan oleh masyarakat Sumatera Barat dengan mendirikan monumen pesawat di Nagari Gadut. Mengunjungi museum-museum ini sekan melintasi sejarah Indonesia lewat semangat perjuangan Pahlawan dan Masyarakat Sumatera Barat yang sangat cinta Tanah Airnya, Indonesia..
 
Terik Khatulistiwa dan Hujan Dingin Pegunungan

Setelah mengalami sengatan panasyang terik di lintas Khatulistiwa Tim GTPN didera hujan deras pegunungan saat masuk pinggiran kota Bukittinggi untuk melintas menuju Kota Payahkumbuh. Dalam kondisi medan tanjakan yang berat sengatan pans dan sergapan dingin hujan tak mematahkan semangat Tim GTPN, yang dari hari ke hari terus menunjukkan determinasi dan peningkatan daya tahan.

Ini diakui oleh Coah Fanny Gunawan, “Tim GTPN ini terus meningkat kecepatan dan daya tahannya. Hanya saja ini adalh perjalanan Touring yang panjang, jadi kami mengatur kecepatan agar kondisi mereka tetap terjaga. Namun kami bisa mncapai Kota tujuan lebih cepat dari target waktu yang ditetapkan”.

Setelah reda sejanak dan panas kembali menyengat selepas Kota Bukittinggi, hujan deras kembali menerpa Tim GTPN yang nampak sudah siap menghadapi tantangan alam yang unik ini. 

Menjelang 20 km dari Payahkumbuh, baru Tim GTPN dapat bernapas lega, jalan mulai menurun, sehingga mereka dapat sedikit menghemat tenaga, namun tetap waspada karena jalanan yang mulus tetap menyisakan bahaya dikelokan-kelokan tajam saat mereka mengembangkan kecepatan bersepeda.

Mendapatkan sambutan Walikota Payahkumbuh di tapal batas Kota, membantu memberikan waktu istirahat bagi Tim GTPN utuk menghangatkan tubuh dengan hidangan kopi dan buah. Setelah cukup istirahat, Tim GTPN melanjutkan perjalanan dan sampai di Pusat Kota Payahkumbuh tepat pukul 16:30.

Hari  Sabtu, 8 Juli 2017, Tim GTPN akan mengikuti acara Sepeda Gembira Gowes Pesona Nusantara mengelilingi kota  yang digelar oleh Dispora Kota Payahkumbuh atas dukungan Kemenpora. Tim GTPN juga akan melakukan wisata kota Payahkumbuh, sekaligus mengunjungi salah satu Rumah Adat Sei Beringin, milik Keluarga Besar Nawar Yanis. Dan setelah acara jamuan makan siang bersama Walikota Payahkumbuh, Team GTPN akan meneruskan perjalanan kembali ke Kota Buktitinggi untuk Sepeda Gembira Gowes Pesona Nusantara di Bukittinggi esok hari.  
 
Kegiatan Gowes Touring Pesona Nusantara ini merupakan gerakan kampanye #Ayoolahraga yang digagas oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga,  yang dicanangkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga pada tanggal 13 Mei 2017di Sabang,  untuk menggerakkan masyarakat agar gemar berolahraga dan hidup sehat serta bugar. Tim Gowes Touring Pesona Nusantara akan menempuh total perjalanan 5000 km setelah Start dari kilometer 0 Sabang sampai Finish di Kota Magelang. Pada Etape 2 yang dimulai dari Balige, Sumatera Utara, Tim Gowes akan menuju Padang dengan jarak Total 727 km. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Aksi Demo Sopir Angkot di Depan Kantor Walikotaoleh : Syaiful Anwar
08-Nov-2017, 05:18 WIB


 
  Aksi Demo Sopir Angkot di Depan Kantor Walikota Hari ini (8-11-2017) sopir angkot sekota Jambi menggelar aksi demo di depan kantor walikota Jambi. Dalam aksinya para sopir menuntut kepada bapak walikota Jambi, SY FASHA agar menghentikan aktifitas angkutan taxi online dan perbaikan terhadap terminal Rawasari dan terminal bayangan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Menjadi Guru Yang Baik 15 Nov 2017 07:00 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Beriman dan Bijaksana 12 Nov 2017 06:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia