KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilEyang Dokter dan Kemenangan Kehidupan oleh : Kabarindonesia
22-Mei-2019, 08:38 WIB


 
 
KabaIndonesia - Bagi sebagian besar orang, menulis narasi kehidupan dalam bentuk autobiografi adalah percuma dan membuang-buang waktu. Tidak sedikit pula orang yang menganggap bahwa hidup terlalu biasa untuk dituliskan menjadi sebuah autobiografi. Tidak ada yang menarik dalam kehidupan, begitulah anggapan
selengkapnya....


 


 
BERITA OLAH RAGA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
24 Tahun Tenggelamnya KMP Gurita 18 Mei 2019 04:40 WIB

 

Baru Belajar Berkuda Dua Bulan, Atlet Modern Pentathlon Indonesia Harus Akui Kehebatan Korea Selatan

 
OLAH RAGA

Baru Belajar Berkuda Dua Bulan, Atlet Modern Pentathlon Indonesia Harus Akui Kehebatan Korea Selatan
Oleh : Rohmah S | 01-Sep-2018, 22:13:33 WIB

KabarIndonesia - Tangerang, Atlet cabor Modern Pentathlon Indonesia, Prada Harahap dan Yusri, gagal memperkaya medali tim Asian Games Indonesia. Pada pertandingan perorangan putra yang digelar di APM Boarding School Kabupaten Tangerang, Sabtu (1/9)Yusri dan Harahap hanya mampu memperoleh peringkat 10 dan 11 di Asian Games 2018 kali ini. "Saya baru belajar berkuda dua bulan, jelas Harahap mengenai sebab kekalahan mereka.

Meski belum berhasil, baik Yusri maupun Harahap berharap kelak organisasi Modern Penthatlon Indonesia (MPI) yang memang baru berumur satu tahun ini mampu terus berkembang baik. Pasalnya, kalau sampai organisasinya nggak ada, bagaimana kita bisa mengadakan kegiata, ujar Harahap khawatir. Menambahkan rekannya, Yusri menginginkan kelak diadakan semacam latihan dan seleksi untuk menyiapkan kader atlet modern penthatlon di Indonesia.

Pada pertandingan perdana cabor Modern Pentathlon di Asian Games kali ini, atlet Korea mampu mendominasi kategori perorangan putra. Di hari kedua yang mempertandingkan katagori peorangan putra ini, dua atlet Korea berhasil meraih medali emas dan perak. Mereka adalah Woo Taek Jun untuk medali emas, dan Lee Jihun menyumbang medali perak setelah menyelesaikan lomba renang, anggar, berkuda dan laset run. Sedangkan atlet China Luo Shuhai hanya mampu merebut medali perunggu.

Keberadaan Taek Jun memang dikenal sebagai atlet nomor satu dunia cabang olahraga ini. Atlit China yang mengakui bahwa laga yang berlangsung cukup berat, mengucapkan selamat kepada kedua atlet Korea. Shuhai mengaku, persiapan menuju kejuaraan Asian Games ini dilakukannya bersama atlet Korea.

Meski atlet putra maupun putri belum berhasil mempersembahkan medali untuk Indonesia, mereka semua merasa senang dan bangga bisa tampil di Asian Games 2018 sekarang. Atlet putri Dea Putri menyatakan, meski ini pengalaman pertama, tapi kita bisa masuk sepuluh besar. Karena itu Dea maupun Adrianida berharap ke depan bisa terus berlatih, dan menjadi lebih baik.

"Saya dan Dea baru mengenal ketangkasan berkuda dua bulan. Beruntung dalam dua bulan sudah bisa jumping, walaupun belum tinggi," ujar Adrianida menambahkan. Untuk selanjutnya, para atlet benar-benar berharap bisa mengikuti kejuaraan dunia, bahkan dia juga ingin berlaga di tingkat lokal. (*)

Sumber Foto: gofit.id

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Persiapan Puasa Sahur Dahulu 19 Mei 2019 15:43 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Umat Yang Bingung 18 Mei 2019 15:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia