KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilEyang Dokter dan Kemenangan Kehidupan oleh : Kabarindonesia
22-Mei-2019, 08:38 WIB


 
 
KabaIndonesia - Bagi sebagian besar orang, menulis narasi kehidupan dalam bentuk autobiografi adalah percuma dan membuang-buang waktu. Tidak sedikit pula orang yang menganggap bahwa hidup terlalu biasa untuk dituliskan menjadi sebuah autobiografi. Tidak ada yang menarik dalam kehidupan, begitulah anggapan
selengkapnya....


 


 
BERITA OLAH RAGA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
24 Tahun Tenggelamnya KMP Gurita 18 Mei 2019 04:40 WIB

 
 
OLAH RAGA

Atlit Sepeda Aiman Cahyadi Gagal di Asian Games 2018 Menang di GNFY Indonesia Samosir Series
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 04-Sep-2018, 13:52:45 WIB

KabarIndonesia – Samosir, Atlet sepeda jalan raya (roadbike) Nasional, Aiman Cahyadi, di Asian Games lalu mengikuti kompetisi pada cabang balap sepeda untuk nomor Individual Time Trial (ITT) yang digelar di Subang, Jawa Barat. Namun pada sat itu, Aiman hanya mampu mencatatkan namanya di urutan tujuh dari 17 atlet yang bertanding. Medali emas untuk nomor itu diraih Alexy Lutsenko, atlet balap sepeda dari Kazakhstan.

Kegagalan meraih medali di kancah olahraga tertinggi Asia (Asian Games) 2018 yang sudah resmi ditutup pada Minggu, 2 September 2018 malam kemarin, tidak membuat Aiman patah arang. Aiman berhasil bangkit dan kembali bersinar di ajang Grand Fondo New York (GFNY) Indonesia Samosir Series 2018, yang digelar di Samosir, Sumatera Utara, Minggu 2 September 2018.

Di ajang balap sepeda internasional yang melibatkan 800 peserta dari 24 negara itu, Aiman berhasil finish pertama untuk kategori Grand Fondo dengan yang menempuh jarak lebih dari 142 kilometer. Aiman menjajal rute yang melewati jalanan datar, tanjakan dan turunan curam yang mengelilingi Pulau Samosir itu dalam waktu sekitar 4:30 menit.

“Alhamdulilah saya bisa menyelesaikan balapan ini. Apalagi di posisi finish pertama,” kata Aiman. Pengakuan Aiman, tak ada persiapan khusus baginya hingga akhirnya mampu finish pertama di GFNY Indonesia Samosir Series 2018. Dia hanya memiliki waktu tiga hari sebelum akhirnya memutuskan untuk ikut bertarung di kompetisi tersebut. Dalam kompetisi itu, Aiman membawa serta sang istri,Yanthi Fuchianty, yang juga merupakan atlet roadbike nasional.

“Enggak ada persiapan khusus. Kemarin saja sewaktu mau Asian Games. Ini juga mendadak ikutnya. Baru tiga hari kemarin dihubungi, dan akhirnya memutuskan untuk ikut,” tukas Aiman.

Aiman mengaku, GFNY Indonesia Samosir Series 2018 merupakan salah satu kompetisi yang terbaik di dunia Bukan hanya karena rutenya yang begitu menantang, tapi juga karena panorama alam yang ada sepanjang lomba begitu indah. “Luar biasa, pemandangannya indah sekali. Saya takjub sekali,” tandasnya.

Salah satu bagian rute yang paling menantang, kata Aiman, adalah saat mereka harus melewati rute menanjak di kawasan Pusuk Buhit yakni lintasan Aek Rangat, Pangururan, Samosir. Dibutuhkan ketahanan fisik yang luar biasa untuk bisa melewati rute tersebut dengan cepat.

“Rutenya ada flat, ada menjanjak dan turunan. Pokoknya komplitlah, sangat melelahkan sekali. Tapi terbayarlah dengan pemandangan bentang Danau Toba yang begitu mempesona dari atas bukit. Kalau ada pegowes yang sedikit-sedikit ke luar negeri, harus coba rute ini. Di Samosir ini jauh luar biasa,” tambah Aiman.

Di GFNY Indonesian Samosir Series 2018 sendiri diperlombakan dua kategori, yakni kategori Medium Fondo dengan panjang rute 103 kilometer dan Grand Fondo dengan panjang rute 142 kilometer. Aiman berhasil finish pertama di kategori Grand Fondo, sementara untuk kategori Medium Fondo, pembalap asal Singapura, Ebben Siregar, berhasil finis pertama.

Sementara itu, pegowes lainnya menyampaikan rasa takjub dan puas mengikuti ajang GNFY karena cuaca yang sejuk, panorama alam indah, sepanjang jalan ringroad Samosir dapat menikmati panorama alam danau toba yang indah, bahkan di tempat tertentu masyarakat menyambut atlit dengan suguhan seni budaya tortor/tarian Batak.(*)Atlit Sepeda Aiman Cahyadi Gagal di Asian Games 2018 Menang di GNFY Indonesia

KabarIndonesia – Samosir, Atlet sepeda jalan raya (roadbike) Nasional, Aiman Cahyadi, di Asian Games lalu mengikuti kompetisi pada cabang balap sepeda untuk nomor Individual Time Trial (ITT) yang digelar di Subang, Jawa Barat. Namun pada sat itu, Aiman hanya mampu mencatatkan namanya di urutan tujuh dari 17 atlet yang bertanding. Medali emas untuk nomor itu diraih Alexy Lutsenko, atlet balap sepeda dari Kazakhstan.

Kegagalan meraih medali di kancah olahraga tertinggi Asia (Asian Games) 2018 yang sudah resmi ditutup pada Minggu, 2 September 2018 malam kemarin, tidak membuat Aiman patah arang. Aiman berhasil bangkit dan kembali bersinar di ajang Grand Fondo New York (GFNY) Indonesia Samosir Series 2018, yang digelar di Samosir, Sumatera Utara, Minggu 2 September 2018.

Di ajang balap sepeda internasional yang melibatkan 800 peserta dari 24 negara itu, Aiman berhasil finish pertama untuk kategori Grand Fondo dengan yang menempuh jarak lebih dari 142 kilometer. Aiman menjajal rute yang melewati jalanan datar, tanjakan dan turunan curam yang mengelilingi Pulau Samosir itu dalam waktu sekitar 4:30 menit.

“Alhamdulilah saya bisa menyelesaikan balapan ini. Apalagi di posisi finish pertama,” kata Aiman. Pengakuan Aiman, tak ada persiapan khusus baginya hingga akhirnya mampu finish pertama di GFNY Indonesia Samosir Series 2018. Dia hanya memiliki waktu tiga hari sebelum akhirnya memutuskan untuk ikut bertarung di kompetisi tersebut. Dalam kompetisi itu, Aiman membawa serta sang istri,Yanthi Fuchianty, yang juga merupakan atlet roadbike nasional.

“Enggak ada persiapan khusus. Kemarin saja sewaktu mau Asian Games. Ini juga mendadak ikutnya. Baru tiga hari kemarin dihubungi, dan akhirnya memutuskan untuk ikut,” tukas Aiman.

Aiman mengaku, GFNY Indonesia Samosir Series 2018 merupakan salah satu kompetisi yang terbaik di dunia Bukan hanya karena rutenya yang begitu menantang, tapi juga karena panorama alam yang ada sepanjang lomba begitu indah. “Luar biasa, pemandangannya indah sekali. Saya takjub sekali,” tandasnya.

Salah satu bagian rute yang paling menantang, kata Aiman, adalah saat mereka harus melewati rute menanjak di kawasan Pusuk Buhit yakni lintasan Aek Rangat, Pangururan, Samosir. Dibutuhkan ketahanan fisik yang luar biasa untuk bisa melewati rute tersebut dengan cepat.

“Rutenya ada flat, ada menjanjak dan turunan. Pokoknya komplitlah, sangat melelahkan sekali. Tapi terbayarlah dengan pemandangan bentang Danau Toba yang begitu mempesona dari atas bukit. Kalau ada pegowes yang sedikit-sedikit ke luar negeri, harus coba rute ini. Di Samosir ini jauh luar biasa,” tambah Aiman.

Di GFNY Indonesian Samosir Series 2018 sendiri diperlombakan dua kategori, yakni kategori Medium Fondo dengan panjang rute 103 kilometer dan Grand Fondo dengan panjang rute 142 kilometer. Aiman berhasil finish pertama di kategori Grand Fondo, sementara untuk kategori Medium Fondo, pembalap asal Singapura, Ebben Siregar, berhasil finis pertama.

Sementara itu, pegowes lainnya menyampaikan rasa takjub dan puas mengikuti ajang GNFY karena cuaca yang sejuk, panorama alam indah, sepanjang jalan ringroad Samosir dapat menikmati panorama alam danau toba yang indah, bahkan di tempat tertentu masyarakat menyambut atlit dengan suguhan seni budaya tortor/tarian Batak.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Persiapan Puasa Sahur Dahulu 19 Mei 2019 15:43 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Umat Yang Bingung 18 Mei 2019 15:45 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia