KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
KesehatanTak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu oleh : Wahyu Ari Wicaksono
28-Jun-2016, 15:14 WIB


 
 
Tak Perlu Galau Menyikapi Heboh Kasus Vaksin Palsu
KabarIndonesia - Terbongkarnya sindikat pemalsu vaksin untuk balita yang telah beraksi selama belasan tahun, sontak membuat banyak kalangan merasa was-was. Tak bisa dipungkiri bahwa mau tak mau kasus ini membuat hilang rasa keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap keaslian vaksin yang
selengkapnya....


 


 
BERITA OLAH RAGA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Di Gubuk Sesal 30 Jun 2016 17:36 WIB

Ayah 30 Jun 2016 17:22 WIB

 
Desa Cimanggu Menuju Desa Wisata 18 Mei 2016 10:53 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Anakku Tertular Virus Menulis 23 Jun 2016 10:38 WIB


 

Belajar Wushu Sejak Usia Dini

 
OLAH RAGA

Belajar Wushu Sejak Usia Dini
Oleh : Enriko | 05-Mei-2008, 17:14:41 WIB

KabarIndonesia - Adegan pertarungan yang banyak memperlihatkan jurus-jurus pertahanan diri atau menyerang lawan seringkali kita saksikan dilayar kaca dalam film China. Ya, China memang memiliki banyak seni kebudayaan. Salah satunya adalah seni beladiri atau biasa disebut dengan kungfu yang sudah terkenal seantero jagad raya hingga kini.

Kungfu tersebar di seluruh penjuru dunia melalui orang Tionghoa atau Hua Ren yang pergi merantau. Konon usia seni beladiri ini sudah ribuan tahun dan mungkin usianya sama dengan sejarah tiongkok yang di hiasi dengan peperangan. Namun pada saat itu, seni berperang dan mempertahankan diri sudah dikenal dalam bentuk yang masih sederhana.

Seiring dengan perkembangan jaman dan pembauran manusia, kungfu juga merambah Indonesia. Di Indonesia sendiri, kungfu kini lebih dikenal dengan sebutan Wushu. Dalam bahasa Indonesia, Wu berarti ilmu perang sedangkan Shu berarti seni, sehingga Wushu bisa juga diartikan seni berperang. Wushu bisa dibilang lebih banyak memiliki variasi dan lebih modern ketimbang kungfu.

Sejak diresmikan oleh KONI pada 10 November 1992, wushu telah mengikuti berbagai ajang pesta olahraga, seperti tingkat Asia dan Internasional. sejak itu pula peminat wushu kian berkembang. Di Indonesia sendiri banyak sekali bermunculan perguruan wushu, seperti yang terdapat di Kelapa Gading yang bernama perguruan wushu Rajawali Sakti yang berdiri sejak Agustus 2006.

Selain untuk memasyarakatkan wushu, tujuan dari berdirinya perguruan ini juga untuk mencari bibit atlit wushu. Bila ada murid yang kelihatan memiliki bakat, maka si murid akan di pindahkan ke pusat perguruan Rajawali Sakti yang bertempat di Senayan. Di sana, si murid akan dilatih lebih mendalam dan dipersiapkan untuk berlaga di pentas dunia membawa nama Indonesia, “Kalau ada bakat, pasti akan kita latih lebih mendalam,” kata Fitri Santosa, salahsatu instruktur dari perguruan wushu Rajawali Sakti ini.

Wushu terbagi menjadi dua kategori, yang pertama adalah wushu untuk peragaan yang memiliki berbagai jenis permainan peragaan (Tao Lu) seperti tangan kosong utara dan selatan, Taichi, senjata pendek (pedang, golok, golok selatan), senjata panjang (toya, tombak, toya selatan) dan Duilian (grup). Sedangkan wushu untuk bertarung seperti beladiri pada umumnya yang menggunakan teknik pukulan, tendangan dan bantingan.

Perguruan Rajawali Sakti mengadakan latihan tiap Sabtu dan Selasa. Lokasi berlatihnya di lapangan janur elok 4, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Yang dilatih di perguruan ini umumnya anak-anak yang berusia antara 7 hingga 16 tahun. Menurut Fitri hal itu dimaksudkan karena gerakan wushu sangat rumit sehingga perlu dilatih sejak usia masih anak-anak. Usia yang tepat untuk berlatih wushu menurut Fitri adalah sejak usia tujuh tahun, “Tujuh tahun usia yang bagus untuk mulai belajar wushu,” kata atlit wushu DKI ini.

Saat ini, Rajawali Sakti memiliki 24 murid. Dalam satu hari biasanya latihan wushu memakan waktu sekitar satu jam setengah. Selama itu, murid wushu yang baru, mempelajari dasar wushu seperti kuda-kuda, lari, lompat jongkok, mempelajari kelenturan, dasar tendangan dan masih banyak lagi. Sedangkan bagi murid yang lama, mereka sudah mulai mempelajari jurus-jurus dan menggunakan senjata, seperti toya atau pedang.

Untuk menuju ke level yang lebih tinggi, perguruan ini setiap setahun sekali mengadakan ujian kenaikan tingkat. Dalam ujian ini, yang di uji antara lain, speed power, kelenturan, uji mental dan ada juga ujian teorinya. Bila berhasil, maka murid tersebut akan naik ketingkat berikutnya dan memakai sabuk berwarna yang baru, “Semua yang diajarkan, kita uji semuanya,” ucapnya.

Melihat banyaknya peminat wushu, maka semakin banyak pula calon bibit atlit wushu yang akan bermunculuan. Namun di balik itu semua, Fitri mengakui masih mengalami kendala untuk lebih memperkenalkan wushu, pasalnya banyaknya peminat wushu ternyata tidak sebanding dengan pelatihnya, “Wushu sudah semakin berkembang, cuma mencari pelatihnya yang susah,” katanya.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Ragam UKM di Masyarakatoleh : Zulkarnaen Syri Lokesywara
13-Jun-2016, 12:58 WIB


 
  Ragam UKM di Masyarakat Harjono, 64 tahun, adalah salah satu pengrajin payung kertas yang masih bertahan di Desa Kwarasan, Juwiring-Klaten. Menurut Pak Harjono di rumahnya, 22/5, serbuan payung lawa/kelelawar -sebutan payung kain berwarna hitam produk China- menyurutkan kejayaan payung kertas Juwiring. Kini para pengrajin
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
TNI Tanggap Bencana 24 Jun 2016 12:59 WIB

 

 
 

 

 
Sayur untuk Hidup 13 Jun 2016 09:27 WIB


 

 

 

 

 

 

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia