KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintahan Baru Diharapkan Lebih Perhatikan Daerah oleh : Alex Gunawan
22-Okt-2014, 19:32 WIB


 
  KabarIndonesia - Kasongan, Bupati Katingan Ahmad Yantenglie berharap di era kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, pemerintah pusat bisa lebih memperhatikan daerah dalam hal pemerataan pembangunan. Hal itu diungkapkan Bupati di sela-sela menyaksikan pertandingan cabang Dayung Porprov X Kalteng 2014 di Sungai
selengkapnya....


 


 
BERITA OLAH RAGA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
Membutuhkan Wartawan/Wartawati 06 Sep 2012 16:29 WIB


 

 
Karyawan (Tak) Setia 16 Okt 2014 17:37 WIB

PerlindunganNya di Bebas Hambatan 16 Okt 2014 17:30 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Belajar Wushu Sejak Usia Dini

 
OLAH RAGA

Belajar Wushu Sejak Usia Dini
Oleh : Enriko | 05-Mei-2008, 17:14:41 WIB

KabarIndonesia - Adegan pertarungan yang banyak memperlihatkan jurus-jurus pertahanan diri atau menyerang lawan seringkali kita saksikan dilayar kaca dalam film China. Ya, China memang memiliki banyak seni kebudayaan. Salah satunya adalah seni beladiri atau biasa disebut dengan kungfu yang sudah terkenal seantero jagad raya hingga kini.

Kungfu tersebar di seluruh penjuru dunia melalui orang Tionghoa atau Hua Ren yang pergi merantau. Konon usia seni beladiri ini sudah ribuan tahun dan mungkin usianya sama dengan sejarah tiongkok yang di hiasi dengan peperangan. Namun pada saat itu, seni berperang dan mempertahankan diri sudah dikenal dalam bentuk yang masih sederhana.

Seiring dengan perkembangan jaman dan pembauran manusia, kungfu juga merambah Indonesia. Di Indonesia sendiri, kungfu kini lebih dikenal dengan sebutan Wushu. Dalam bahasa Indonesia, Wu berarti ilmu perang sedangkan Shu berarti seni, sehingga Wushu bisa juga diartikan seni berperang. Wushu bisa dibilang lebih banyak memiliki variasi dan lebih modern ketimbang kungfu.

Sejak diresmikan oleh KONI pada 10 November 1992, wushu telah mengikuti berbagai ajang pesta olahraga, seperti tingkat Asia dan Internasional. sejak itu pula peminat wushu kian berkembang. Di Indonesia sendiri banyak sekali bermunculan perguruan wushu, seperti yang terdapat di Kelapa Gading yang bernama perguruan wushu Rajawali Sakti yang berdiri sejak Agustus 2006.

Selain untuk memasyarakatkan wushu, tujuan dari berdirinya perguruan ini juga untuk mencari bibit atlit wushu. Bila ada murid yang kelihatan memiliki bakat, maka si murid akan di pindahkan ke pusat perguruan Rajawali Sakti yang bertempat di Senayan. Di sana, si murid akan dilatih lebih mendalam dan dipersiapkan untuk berlaga di pentas dunia membawa nama Indonesia, “Kalau ada bakat, pasti akan kita latih lebih mendalam,” kata Fitri Santosa, salahsatu instruktur dari perguruan wushu Rajawali Sakti ini.

Wushu terbagi menjadi dua kategori, yang pertama adalah wushu untuk peragaan yang memiliki berbagai jenis permainan peragaan (Tao Lu) seperti tangan kosong utara dan selatan, Taichi, senjata pendek (pedang, golok, golok selatan), senjata panjang (toya, tombak, toya selatan) dan Duilian (grup). Sedangkan wushu untuk bertarung seperti beladiri pada umumnya yang menggunakan teknik pukulan, tendangan dan bantingan.

Perguruan Rajawali Sakti mengadakan latihan tiap Sabtu dan Selasa. Lokasi berlatihnya di lapangan janur elok 4, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Yang dilatih di perguruan ini umumnya anak-anak yang berusia antara 7 hingga 16 tahun. Menurut Fitri hal itu dimaksudkan karena gerakan wushu sangat rumit sehingga perlu dilatih sejak usia masih anak-anak. Usia yang tepat untuk berlatih wushu menurut Fitri adalah sejak usia tujuh tahun, “Tujuh tahun usia yang bagus untuk mulai belajar wushu,” kata atlit wushu DKI ini.

Saat ini, Rajawali Sakti memiliki 24 murid. Dalam satu hari biasanya latihan wushu memakan waktu sekitar satu jam setengah. Selama itu, murid wushu yang baru, mempelajari dasar wushu seperti kuda-kuda, lari, lompat jongkok, mempelajari kelenturan, dasar tendangan dan masih banyak lagi. Sedangkan bagi murid yang lama, mereka sudah mulai mempelajari jurus-jurus dan menggunakan senjata, seperti toya atau pedang.

Untuk menuju ke level yang lebih tinggi, perguruan ini setiap setahun sekali mengadakan ujian kenaikan tingkat. Dalam ujian ini, yang di uji antara lain, speed power, kelenturan, uji mental dan ada juga ujian teorinya. Bila berhasil, maka murid tersebut akan naik ketingkat berikutnya dan memakai sabuk berwarna yang baru, “Semua yang diajarkan, kita uji semuanya,” ucapnya.

Melihat banyaknya peminat wushu, maka semakin banyak pula calon bibit atlit wushu yang akan bermunculuan. Namun di balik itu semua, Fitri mengakui masih mengalami kendala untuk lebih memperkenalkan wushu, pasalnya banyaknya peminat wushu ternyata tidak sebanding dengan pelatihnya, “Wushu sudah semakin berkembang, cuma mencari pelatihnya yang susah,” katanya.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mungkinkah Suami Mengasuh Anak?oleh : Jumari Haryadi
17-Okt-2014, 23:18 WIB


 
  Mungkinkah Suami Mengasuh Anak? Tugas istri adalah mengasuh anak, namun peluang kerja untuk pria terbatas, terkadang posisinya terbalik. Justru istri bekerja menjadi TKI di luar negeri, sementara suami mengasuh anak di rumah. Pasangan suami istri sebaiknya berbagi peran mengasuh anaknya. Misalnya ketika
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Sastra Tanpa Riset 05 Okt 2014 10:09 WIB

 
Muhammadiyah Kalteng Adakan Milad 21 Okt 2014 12:49 WIB

 
Idul Adha di Leipzig 08 Okt 2014 13:16 WIB


 

 

 

 
Memimpin dengan Kepala dan Hati 20 Okt 2014 12:40 WIB


 

 

 

 
"Remote Sensing" untuk Masyarakat 13 Sep 2014 08:36 WIB


 
Selamat Melayani Pertua-Diaken 12 Okt 2014 11:13 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia