KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiMenulis di KabarIndonesia Dapat Rp 5 Juta oleh : Romi Febriyanto Saputro
01-Sep-2015, 00:34 WIB


 
 
Menulis di KabarIndonesia Dapat Rp 5 Juta
KabarIndonesia - Kekuatan media online ternyata tidak kalah dengan media cetak. Setidaknya inilah yang saya rasakan ketika pada Kamis pagi, 20 Agustus 2015. Saya menerima pesan WA dari Panitia Lomba Penulisan BMKG yang mengabarkan bahwa tulisan saya di KabarIndonesia, 6
selengkapnya....


 


 
BERITA OLAH RAGA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Sop Merah 19 Aug 2015 12:53 WIB

Renung Rembulan Tertutup Awan 10 Aug 2015 13:52 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
Wow "Bigbang" Spektakuler 10 Aug 2015 13:51 WIB

 
Gaun Terbuat dari Roti? 21 Aug 2015 19:08 WIB


 

Belajar Wushu Sejak Usia Dini

 
OLAH RAGA

Belajar Wushu Sejak Usia Dini
Oleh : Enriko | 05-Mei-2008, 17:14:41 WIB

KabarIndonesia - Adegan pertarungan yang banyak memperlihatkan jurus-jurus pertahanan diri atau menyerang lawan seringkali kita saksikan dilayar kaca dalam film China. Ya, China memang memiliki banyak seni kebudayaan. Salah satunya adalah seni beladiri atau biasa disebut dengan kungfu yang sudah terkenal seantero jagad raya hingga kini.

Kungfu tersebar di seluruh penjuru dunia melalui orang Tionghoa atau Hua Ren yang pergi merantau. Konon usia seni beladiri ini sudah ribuan tahun dan mungkin usianya sama dengan sejarah tiongkok yang di hiasi dengan peperangan. Namun pada saat itu, seni berperang dan mempertahankan diri sudah dikenal dalam bentuk yang masih sederhana.

Seiring dengan perkembangan jaman dan pembauran manusia, kungfu juga merambah Indonesia. Di Indonesia sendiri, kungfu kini lebih dikenal dengan sebutan Wushu. Dalam bahasa Indonesia, Wu berarti ilmu perang sedangkan Shu berarti seni, sehingga Wushu bisa juga diartikan seni berperang. Wushu bisa dibilang lebih banyak memiliki variasi dan lebih modern ketimbang kungfu.

Sejak diresmikan oleh KONI pada 10 November 1992, wushu telah mengikuti berbagai ajang pesta olahraga, seperti tingkat Asia dan Internasional. sejak itu pula peminat wushu kian berkembang. Di Indonesia sendiri banyak sekali bermunculan perguruan wushu, seperti yang terdapat di Kelapa Gading yang bernama perguruan wushu Rajawali Sakti yang berdiri sejak Agustus 2006.

Selain untuk memasyarakatkan wushu, tujuan dari berdirinya perguruan ini juga untuk mencari bibit atlit wushu. Bila ada murid yang kelihatan memiliki bakat, maka si murid akan di pindahkan ke pusat perguruan Rajawali Sakti yang bertempat di Senayan. Di sana, si murid akan dilatih lebih mendalam dan dipersiapkan untuk berlaga di pentas dunia membawa nama Indonesia, “Kalau ada bakat, pasti akan kita latih lebih mendalam,” kata Fitri Santosa, salahsatu instruktur dari perguruan wushu Rajawali Sakti ini.

Wushu terbagi menjadi dua kategori, yang pertama adalah wushu untuk peragaan yang memiliki berbagai jenis permainan peragaan (Tao Lu) seperti tangan kosong utara dan selatan, Taichi, senjata pendek (pedang, golok, golok selatan), senjata panjang (toya, tombak, toya selatan) dan Duilian (grup). Sedangkan wushu untuk bertarung seperti beladiri pada umumnya yang menggunakan teknik pukulan, tendangan dan bantingan.

Perguruan Rajawali Sakti mengadakan latihan tiap Sabtu dan Selasa. Lokasi berlatihnya di lapangan janur elok 4, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Yang dilatih di perguruan ini umumnya anak-anak yang berusia antara 7 hingga 16 tahun. Menurut Fitri hal itu dimaksudkan karena gerakan wushu sangat rumit sehingga perlu dilatih sejak usia masih anak-anak. Usia yang tepat untuk berlatih wushu menurut Fitri adalah sejak usia tujuh tahun, “Tujuh tahun usia yang bagus untuk mulai belajar wushu,” kata atlit wushu DKI ini.

Saat ini, Rajawali Sakti memiliki 24 murid. Dalam satu hari biasanya latihan wushu memakan waktu sekitar satu jam setengah. Selama itu, murid wushu yang baru, mempelajari dasar wushu seperti kuda-kuda, lari, lompat jongkok, mempelajari kelenturan, dasar tendangan dan masih banyak lagi. Sedangkan bagi murid yang lama, mereka sudah mulai mempelajari jurus-jurus dan menggunakan senjata, seperti toya atau pedang.

Untuk menuju ke level yang lebih tinggi, perguruan ini setiap setahun sekali mengadakan ujian kenaikan tingkat. Dalam ujian ini, yang di uji antara lain, speed power, kelenturan, uji mental dan ada juga ujian teorinya. Bila berhasil, maka murid tersebut akan naik ketingkat berikutnya dan memakai sabuk berwarna yang baru, “Semua yang diajarkan, kita uji semuanya,” ucapnya.

Melihat banyaknya peminat wushu, maka semakin banyak pula calon bibit atlit wushu yang akan bermunculuan. Namun di balik itu semua, Fitri mengakui masih mengalami kendala untuk lebih memperkenalkan wushu, pasalnya banyaknya peminat wushu ternyata tidak sebanding dengan pelatihnya, “Wushu sudah semakin berkembang, cuma mencari pelatihnya yang susah,” katanya.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Menumbuhkan Tanaman Kacang Panjang di Pennsylvania, USAoleh : Fida Abbott
31-Aug-2015, 22:34 WIB


 
  Menumbuhkan Tanaman Kacang Panjang di Pennsylvania, USA Tanaman kacang panjang ini tumbuh subur di Pennsylvania, USA. Tidak banyak terserang penyakit. Pemeliharaannya cukup dengan mengairi, pemupukan NPK 9-12-12, pemangkasan daun-daun kering dan tidak sehat, serta penyiangan. (Juli 2015)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Gerebek Kampung Narkoba 01 Sep 2015 18:32 WIB


 

 

 

 

 
Mengenang Chris Siner Key Timu 13 Mei 2015 18:00 WIB

 

 

 
Deteksi Kanker Sejak Dini 06 Jul 2015 22:55 WIB


 

 
Ford "SYNC The Day" 24 Aug 2015 04:38 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia