KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahDerita Berganda Siswa Korban Gunung Sinabung oleh : Jenda Bangun
03-Feb-2016, 18:28 WIB


 
 
Derita Berganda Siswa Korban Gunung Sinabung


KabarIndonesia - Tanah Karo,Mengenaskan.Itulah kesan yang mencuat dari dua peristiwa berganda di lingkaran pengungsi erupsi
Gunung Sinabung,Tanah Karo Sumatera Utara.

Peristiwa pertama siswa SLTP pengungsi Sinabung asal Desa Sukanalu, Kecamatan Naman Teran, unjukrasa di kantor
selengkapnya....


 


 
BERITA OLAH RAGA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 
Kasus RJ Lino Hukum atau Politik 17 Jan 2016 02:38 WIB

 
Nelayan 02 Feb 2016 18:04 WIB

Bunga 02 Feb 2016 17:59 WIB

 
Sister City Larantuka - Fatima 26 Jan 2016 09:14 WIB



 
BERITA LAINNYA
 

 
 

Belajar Wushu Sejak Usia Dini

 
OLAH RAGA

Belajar Wushu Sejak Usia Dini
Oleh : Enriko | 05-Mei-2008, 17:14:41 WIB

KabarIndonesia - Adegan pertarungan yang banyak memperlihatkan jurus-jurus pertahanan diri atau menyerang lawan seringkali kita saksikan dilayar kaca dalam film China. Ya, China memang memiliki banyak seni kebudayaan. Salah satunya adalah seni beladiri atau biasa disebut dengan kungfu yang sudah terkenal seantero jagad raya hingga kini.

Kungfu tersebar di seluruh penjuru dunia melalui orang Tionghoa atau Hua Ren yang pergi merantau. Konon usia seni beladiri ini sudah ribuan tahun dan mungkin usianya sama dengan sejarah tiongkok yang di hiasi dengan peperangan. Namun pada saat itu, seni berperang dan mempertahankan diri sudah dikenal dalam bentuk yang masih sederhana.

Seiring dengan perkembangan jaman dan pembauran manusia, kungfu juga merambah Indonesia. Di Indonesia sendiri, kungfu kini lebih dikenal dengan sebutan Wushu. Dalam bahasa Indonesia, Wu berarti ilmu perang sedangkan Shu berarti seni, sehingga Wushu bisa juga diartikan seni berperang. Wushu bisa dibilang lebih banyak memiliki variasi dan lebih modern ketimbang kungfu.

Sejak diresmikan oleh KONI pada 10 November 1992, wushu telah mengikuti berbagai ajang pesta olahraga, seperti tingkat Asia dan Internasional. sejak itu pula peminat wushu kian berkembang. Di Indonesia sendiri banyak sekali bermunculan perguruan wushu, seperti yang terdapat di Kelapa Gading yang bernama perguruan wushu Rajawali Sakti yang berdiri sejak Agustus 2006.

Selain untuk memasyarakatkan wushu, tujuan dari berdirinya perguruan ini juga untuk mencari bibit atlit wushu. Bila ada murid yang kelihatan memiliki bakat, maka si murid akan di pindahkan ke pusat perguruan Rajawali Sakti yang bertempat di Senayan. Di sana, si murid akan dilatih lebih mendalam dan dipersiapkan untuk berlaga di pentas dunia membawa nama Indonesia, “Kalau ada bakat, pasti akan kita latih lebih mendalam,” kata Fitri Santosa, salahsatu instruktur dari perguruan wushu Rajawali Sakti ini.

Wushu terbagi menjadi dua kategori, yang pertama adalah wushu untuk peragaan yang memiliki berbagai jenis permainan peragaan (Tao Lu) seperti tangan kosong utara dan selatan, Taichi, senjata pendek (pedang, golok, golok selatan), senjata panjang (toya, tombak, toya selatan) dan Duilian (grup). Sedangkan wushu untuk bertarung seperti beladiri pada umumnya yang menggunakan teknik pukulan, tendangan dan bantingan.

Perguruan Rajawali Sakti mengadakan latihan tiap Sabtu dan Selasa. Lokasi berlatihnya di lapangan janur elok 4, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Yang dilatih di perguruan ini umumnya anak-anak yang berusia antara 7 hingga 16 tahun. Menurut Fitri hal itu dimaksudkan karena gerakan wushu sangat rumit sehingga perlu dilatih sejak usia masih anak-anak. Usia yang tepat untuk berlatih wushu menurut Fitri adalah sejak usia tujuh tahun, “Tujuh tahun usia yang bagus untuk mulai belajar wushu,” kata atlit wushu DKI ini.

Saat ini, Rajawali Sakti memiliki 24 murid. Dalam satu hari biasanya latihan wushu memakan waktu sekitar satu jam setengah. Selama itu, murid wushu yang baru, mempelajari dasar wushu seperti kuda-kuda, lari, lompat jongkok, mempelajari kelenturan, dasar tendangan dan masih banyak lagi. Sedangkan bagi murid yang lama, mereka sudah mulai mempelajari jurus-jurus dan menggunakan senjata, seperti toya atau pedang.

Untuk menuju ke level yang lebih tinggi, perguruan ini setiap setahun sekali mengadakan ujian kenaikan tingkat. Dalam ujian ini, yang di uji antara lain, speed power, kelenturan, uji mental dan ada juga ujian teorinya. Bila berhasil, maka murid tersebut akan naik ketingkat berikutnya dan memakai sabuk berwarna yang baru, “Semua yang diajarkan, kita uji semuanya,” ucapnya.

Melihat banyaknya peminat wushu, maka semakin banyak pula calon bibit atlit wushu yang akan bermunculuan. Namun di balik itu semua, Fitri mengakui masih mengalami kendala untuk lebih memperkenalkan wushu, pasalnya banyaknya peminat wushu ternyata tidak sebanding dengan pelatihnya, “Wushu sudah semakin berkembang, cuma mencari pelatihnya yang susah,” katanya.


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pantai Wai Auoleh : Balawala Mansetus
20-Jan-2016, 09:09 WIB


 
  Pantai Wai Au Pesona pasir putih Pantai Wai Au yang meliuk melingkari kaki bukit sejauh puluhan kilometer menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Tak heran keberadaan Panati Wai Au kini mnejadi salah satu destinasi wisata di Pulau Lembata saat ini. Keindahan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
Desa Wure dan Wisata Tuan Senhor 02 Feb 2016 17:57 WIB

Dua OKP Bentrok, Medan Siaga 1 30 Jan 2016 23:47 WIB

 

 

 
Yuk, Kita Jadi Penulis! 29 Jan 2016 14:28 WIB


 

 
 

 

 
Confreria Reinha Rosari Larantuka 26 Jan 2016 09:33 WIB

 
  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia