KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Top Reporter oleh : Admin
17-Aug-2019, 16:50 WIB


 
 
" width="" height="" border="0" align="left" />
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

We are ONE = Kita adalah SATU (2): PBB Itu Seharusnya Persatuan Bangsa Manusia

 
ROHANI

We are ONE = Kita adalah SATU (2): PBB Itu Seharusnya Persatuan Bangsa Manusia
Oleh : Tonny Djayalaksana | 09-Jun-2019, 15:18:26 WIB

KabarIndonesia - Pada tulisan "We are ONE=Kita adalah SATU" bagian (1), saya telah menuliskan bahwa sebenarnya leluhur manusia adalah sama, yaitu hanya DIA semata. Karenanya itulah filsuf Jiddu Krishnamurti menyatakan bahwa orang yang memisah-misahkan golongan manusia berdasarkan keyakinan, kebangsaan dan juga tradisi adalah pelaku kekerasan.

Saya sangat setuju dengan kata-kata bijak dari Jiddu Krishnamurti tersebut. Memang awal timbulnya kekerasan itu adalah karena adanya sekelompok manusia yang memisahkan diri atau kelompoknya dari manusia-manusia lainnya. Mereka yang memisahkan itu sudah terpengaruh oleh pikiran dan egonya, maka tanpa sadar mereka itu sedang melahirkan kekerasan.     

Terjadinya konflik, kekerasan, dan peperangan di semesta ini, semata-mata diakibatkan oleh karena masing-masing manusia sudah memisahkan diri dengan manusia-manusia lainnya. Mereka membentuk kelompok, komunitas, negara, ormas, partai dan tradisi-tradisi yang lainnya secara kerumunan. 

Padahal setiap kerumunan dan sebagainya itu, mencerminkan eksklusifitas. Setiap yang eksklusif itulah yang menurut saya menjadi sebuah simbol kesombongan serta merasa yang paling segala-galanya.     

Hal yang demikian itu secara sederhana dan jelas bisa disaksikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Setiap kelompok serta kerumunan-kerumunan lainnya itu, selalu mengumbar ego dan hawa nafsunya masing-masing. Itulah yang mengakibatkan timbulnya kekacauan dimana-mana. Peristiwa demi peristiwa berulang secara terus menerus di dalam setiap peradaban manusia dari zaman ke zaman berikutnya.     

Selama manusia yang ada di muka bumi ini saling memelihara perbedaan, maka selama itu pulalah di Semesta ini tidak mungkin ada perdamaian. Pasalnya semua manusia berlomba-lomba untuk tampil sebagai pemenang.     

Adanya persaingan dari satu kerumunan manusia dengan kerumunan manusia lainnya itulah maka di situ akan selalu timbul energi negatif yang mengakibatkan perseteruan yang tiada akhir. Seperti itulah yang kita saksikan dalam kehidupan saat ini.      

Mungkin saya adalah salah satu manusia yang selalu berharap. Seandainya semua manusia yang ada di semesta ini semuanya menyadari, bahwa sesungguhnya mereka dihadirkan di semesta ini hanya sebagai makhluk sosial, yang mana satu dengan yang lainnya saling terkait, dan saling membutuhkan.     

Mereka harusnya menyadari, bahwa semua manusia di muka bumi ini tujuannya hanya SATU, yaitu berkarya untuk DIA, agar eksistensi-Nya bisa terus dikenal, dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan begitu saya yakin bahwa semua kehidupan di semesta ini akan selalu damai, bahagia dan sejahtera.      

Sekarang sudah saatnya bagi seluruh penduduk yang ada di muka bumi ini bersatu untuk menghilangkan semua perbedaan-perbedaan yang ada. Sudah saatnya semua bersama-sama menyatakan bahwa kita adalah SATU BANGSA yaitu BANGSA MANUSIA, SATU TANAH AIR yaitu TANAH AIR BUMI PERTIWI dan SATU BAHASA yaitu BAHASA CINTA.     

Berbekal alasan itulah, maka saya mengusulkan bahwa sudah sepantasnyalah jika  PBB sebagai Persatuan Bangsa Bangsa sekarang ini saatnya diganti menjadi Persatuan Bangsa Manusia. (*)   

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now
      ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com            

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
KETAKUTAN ADALAH DASAR AGAMA? 17 Aug 2019 14:18 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia