KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit, dan Tol Media (Sebuah Kesaksian untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
FamGofest 2019 Hadir di BSD City 21 Nov 2019 09:18 WIB

 

 

We are ONE = Kita adalah SATU (1): Leluhur Semua Manusia Adalah Sama

 
ROHANI

We are ONE = Kita adalah SATU (1): Leluhur Semua Manusia Adalah Sama
Oleh : Tonny Djayalaksana | 08-Jun-2019, 11:26:21 WIB

KABARINDONESIA - Saya sudah bertemu dan belajar agama dengan para Ulama, Ustadz, dan Mubalig. Juga bertemu dan belajar dengan para Master Spiritual plus membaca berbagai buku agama serta buku Spiritual. Namun saya masih terus bertanya-tanya kepada diri saya sendiri, kenapa sampai saat ini saya belum menemukan ajaran yang tidak lagi mengkotak-kotakan, membeda-bedakan dengan sebuah aliran, negara, kebangsaan, suku bangsa, kelompok, komunitas, tradisi-tradisi dan seterusnya?

Padahal kita semua tentunya menyadari, bahwa sesungguhnya kita adalah makhluk Spiritual yang sedang mengalami pengalaman manusia, serta mempunyai KESADARAN bahwa KITA sesungguhnya adalah DIA dan DIA adalah KITA.     

Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, saya masih belum merasakan bahwa para Master Spiritual ataupun para Guru Agama telah mempunyai kepahaman seperti yang dimaksud.      

Pada realita umumnya, para Master Spiritual masih merasa ilmu yang mereka ajarkan adalah ilmu yang paling benar. Mereka merasa mempelajari atau mendapatkan ilmu tersebut bersumber dari para leluhur-leluhurnya yang sudah ada dalam kehidupan beribu-ribu tahun yang lalu. Justru karena itulah, maka timbul pertanyaan saya, siapa sesungguhnya yang disebut dan dianggap sebagai leluhur-leluhur manusia itu?      

Dulu, sebelum saya mengenal ilmu marifat, ketika saya belajar agama secara syareat, saya sering berpikir bagaimana mungkin saya harus memaksakan untuk mengamalkan sebuah ajaran yang menurut saya tidak riil dan tidak rasional? Pasalnya semua yang diceritakan dalam berbagai kitab suci itu adalah cerita yang abstrak dan tidak nyata atau gaib. Tak bisa dipungkiri semua tokoh yang disebut dalam kitab suci yang sudah berumur ribuan tahun yang lalu itu, tidak ada satupun yang saya kenal dan saya ketahui.   

Apalagi saya juga tidak pernah mengalaminya. Dus, saya selalu bertanya kepada diri saya sendiri, siapa yang bisa menjamin bahwa cerita itu benar adanya? Bukankah sebuah kebenaran itu hanya diketahui oleh diri kita sendiri dan yang Maha Kuasa saja?   

Baru setelah saya belajar ilmu marifat, dan bisa memahami sesungguhnya diri sejati saya adalah Makhluk Spiritual yang sedang mengalami pengalaman manusia, Saya mulai paham bahwa sesungguhnya diri sejati saya adalah percikan dari Sang Kecerdasan Semesta Tanpa Batas yang dititipkan dalam tubuh saya sebagai utusan-Nya.   

Jika demikian adanya, bukankah diri sejati saya ini sesungguhnya berasal dari DIA? Begitu juga dengan seluruh makhluk dan entitas yang lainnya yang ada di alam semesta ini. Semuanya juga berasal dari DIA. Sesuai dengan Firman-Nya yang tertuang dalam kitab suci Al-Quran surat Al-Hadid ayat 3: DIA YANG AWAL DIA YANG AKHIR, DIA YANG NYATA DIA YANG TIDAK NYATA DAN DIA MAHA MENGETAHUI.   

Seperti yang sering saya katakan dan tulis dalam artikel saya, yang mana di semesta ini yang bukan DIA? Kalau kita semua bisa memahami bahwa di semesta ini semuanya adalah DIA, lalu kenapa harus mengkotak-kotakan dan membeda-bedakan satu sama lainnya?   

Akibatnya, masing-masing akan mengatakan bahwa saya adalah bangsa anu, agama anu, dan budaya anu. Leluhur saya adalah ini dan seterusnya? Bukankah leluhur semua makhluk dan entitas lainnya yang ada di semesta ini semuanya sama? Semua adalah hanya DIA semata?   

Kata-kata bijak dari seorang Filsuf yang terkenal pada zamannya, Jiddu Krishnamurti, pernah menyatakan sebagai berikut: "Ketika Anda menyatakan diri sebagai orang India, atau orang Muslim, atau orang Kristen, atau orang Eropa, atau orang apa pun; maka Anda sedang melakukan tindak kekerasan. Apakah Anda bisa lihat mengapa demikian? Karena Anda memisahkan diri dari manusia-manusia lainnya. Ketika Anda memisahkan diri melalui keyakinan, kebangsaan, atau tradisi Anda, maka Anda sedang melahirkan kekerasan. Jadi, orang yang berusaha memahami apa itu kekerasan, ia tidak akan melekatkan dirinya pada suatu negara, agama, partai politik tertentu atau sistem yang membeda-bedakan; ia hanya akan berkonsentrasi untuk memahami apa itu bangsa manusia."

(bersambung).   
Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia