KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Jakarta,  Saat ini Indonesia dalam keadaan darurat ekologis yang mengancam kelangsungan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu Walhi bersama rakyat pengelola sumber daya alam, organisasi masyarakat sipil, dan unsur lainnya mendesak pemerintah kini dan ke depan menjalankan dan
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

Terjerat Sarang Laba-laba
Oleh : Juswan Setyawan | 29-Des-2008, 16:26:27 WIB

KabarIndonesia - Pernahkah menyaksikan lalat terjerat sarang laba-laba? Lalat begitu besar dibandingkan benang halus sarang itu. Logisnya ia harus bisa lepas bukan? Nyatanya tidak tuh? Belum ada sejarahnya begitu. Mengapa?

Setiap kali lalat berontak ia menyinggung helai-helai lain benang di sekitarnya. Maka ia dijerat oleh lebih banyak lagi helai benang ‘sutra’ tersebut. Akhirnya begitu eratnya ia terikat sehingga tidak bisa bergerak lagi. Skak, mati !

Manusia juga suka begitu. Bila ia melakukan suatu perbuatan salah yang enak. Enak belum tentu salah lho. Maka ia akan terus melakukannya. Akhirnya, ia begitu terikat. Ia tidak bisa lagi lepas dari kebiasaannya itu.

Misalnya, anak suka ngempeng. Biasa toh! Namanya juga anak-anak. Tetapi percayakah Anda bahwa ada anak yang sampai SMP masih suka ngempeng? Caranya? Ia masuk ke toilet dan ngempeng di sana sampai ketagihannya hilang… bujubuset dah !

Kita suka tertawa kalau kisah itu tentang seorang anak kecil. Bagaimana kalau kisah itu mengenai diri kita sendiri?

Akhir-akhir di kalangan elit timbul penyakit baru. Yang mengidapnya bukan hanya remaja tetapi juga orang dewasa. Kelainan jiwa ultramodern itu disebut BBAS.*

Gejalanya seragam. Agak budeg kalau dipanggil. Nyebelin kalau diajak bicara. Kalau membawa mobil cenderung ketinggalan saat yang lain sudah cepat-cepat melewati lampu merah. Muka suka cengar-cengir sendiri. Persis monyet habis mencium terasi. Tengkuk menekuk bungkuk terus. Mata semakin myopia dan jereng. Telunjuk semakin lentik dan jempol semakin lebar. Semakin mirip jempol tukang pijit. Semakin senang pula menyendiri belakangan ini.

Anda dapat menemukan pasien kelainan jiwa ini di mana-mana. Di sekolah. Di mal. Di busway. Di restoran. Bahkan di bangku-bangku gereja (Kalau di mesjid pasti sembuh sejenak sakitnya). Nama penyakit itu *Black Berry Autism Syndrome.

Bagaimana dengan yang gaptek seperti saya? Sama saja! Misalnya yang kecanduan alkohol. Semakin minum semakin asoy. Ada kawan mending tidak usah makan dari pada tidak ngebir. Dalam seminggu frekuensi ngebir naik terus. Dari sekali seminggu menjadi hampir setiap malam ngebir.

Lama lama ia juga semakin cerewet. Tak suka lagi bir botol atau bir kaleng. Ia mau bir segar. Fresh from gentong. Draught beer atau Keg beer. Itupun harus dari merk tertentu. Bukan merek ecek-ecek. Minimal harus Bud. Atau Budweiser keluaran pabrik Anheuser-Busch. Made in Amrik coy!

Lain lagi dengan soal kelakuan buruk. Misalnya suka mengutip di Supermarket. Atau istilahnya shoplifter. Klepto istilah kerennya. Jangan salah lo, konon seleb kokai juga banyak yang klepto. Baca ini di Psychology Today, edisi November 2002. “Winona Ryder was found guilty yesterday, November 6, on two counts of stealing USD 5.500 worth of designer goods from Saks Fifth Avenue in Beverly Hills, California.”

Kini soalnya bagaimana supaya bisa lepas bukan? Emangnya bisa lepas? Mestinya ya bisa. Kenyataannya sulit sekali. Kalau tidak bisa artinya kita hanya belum tahu caranya saja.

Pernah lihat film di mana orang terperosok ke dalam pasir-apung atau quicksand? Joseph B. Wirthlin, seorang penatua dari The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints mengatakan bahwa pornografi itu juga mirip pasir apung. Sekali kita terperosok suka menonton DVD porno, maka sukar sekali kita bisa keluar dari kebiasaan buruk yang seronok asoy tersebut. Percayalah! (Niru tag line kuno obat batuk Konidin).

Apakah ada cara untuk keluar dari pasir apung itu - atau dari sarang laba-laba itu? Atau kita pakai istilah yang lebih lazim saja: keluar dari obsesi itu? Apakah kita bisa memakai hanya sekedar semacam “kemauan keras”? Atau semacam “resolusi tahun baru”? Atau cara “keras lawan keras” –batu lawan batu? Sayangnya tidak!

Orang Katolik yang mempunyai kebiasaan (bagus?)mengaku dosa pun (menerima Sakramen Tobat) menyadari betul fakta kemustahilan itu. Lalu di mana kerja rahmat pengampunannya? Kenapa sampai tidak efektif ? Kenapa tidak ada perubahan sikap sama sekali? Apa perlu malahan ke psikiater alih-alih ke pastor?

Kata kunci di sini ialah melawan (fight). Orang tidak mungkin melawan kebiasaan buruk atau dosa. Mengapa?

Ego-pikiran memang ingin melawan. Ego-perasaan merasa diri (sayangnya) cukup kuat. Ego-nurani yakin benar akan fakta dosanya. Sayangnya Ego-Nafsu sama sekali tidak berdaya. Sekali godaan melambai-lambai di depan mata langsung saja diserbu. Ibarat kucing disodori ikan asin. Tidak pakai pikir lagi. Tidak pakai malu-malu lagi. Tidak pakai rasa bersalah lagi. Pokoknya, Sikat saja Bleh !

Maka Doa Bapa Kami itu sangat indah. Juga sangat inspiratif. Namun ada frasa: “Jangan masukkan kami ke dalam pencobaan”. Walah Gus, Agus…! Tapi lho lho…kok malah menyalahkan Gusti Allah toh? Masakan Gusti Allah yang sengaja memasukkan orang ke dalam pencobaan?

Lha bukankah senyatanya dirinya sendiri jadi pemeran epigon lakon Hawa yang sengaja dekat-dekat pohon kuldi. Dan mulai membayang-rasakan nikmatnya buah itu? Akhirnya tergoda oleh kelicinan ular batinnya sendiri langsung dan menyantap the forbidden fruit tersebut. Kok dalam doanya malahan nyalahin Gusti Allah sih?

Jadi tip pertama, jauhkan diri kita dari lokasi penuh ranjau. Kalau suka mabok jangan pergi ke kedai minuman keras. Jangan dekati lemari tempat botol alkohol disembunyikan.

Jangan mudah diajak ke Café untuk nge-wine yang berbuntut nenggak Johny Walker. Atau masih menikmati anggur Red Bordeaux dengan kadar alcohol 14 persen dengan label Chateau Du Taillan 1966. White Bordeaux, Chateau La Dame Blanche 1967. Red Burgundy, Chateau Du Pape 1967. White Burgundy, Puligny Montrachet. Walah lagaknya macam aku ini ahli wine saja ! Padahal ngewine saja gak becus, boro-boro lagi mampu mbayar.

Tip kedua, semakin tebal kantong kita semakin dekat kita dengan godaan. Dan semakin sofistik [canggih] wujud godaan itu. Jadi kalau sedang out-of-office maka Credit Card Khusus Bengkel jangan dibawa. Judulnya begitu padahal CC untuk sex-workshop khusus.

Anak kunci untuk keluar dari obsesi mereknya bukan Fight. Tapi Accept.

Tip ketiga: jangan sombong. Terlalu pede. Lalu mengatakan: “Aku enggak kok. Cuma sedikit-sedikit. Cuma sekali-sekali. Pernah sih, tetapi jarang-jarang.” Mari kita bersikap jujur sajalah. Terimalah kenyataan bahwa kita memang terobsesi.

Memang seorang pengidap atau kecanduan. Entah apalah. Narkoba lah. Alkohol kek. Film porno. Cerita Silat. Telenovela. Main ceki. Fitness. Belanja. Zinah. Maling. Molimo. Internet. Chatting. Nyetarbucks kek. Bahkan kerja: workaholics. Pokoknya semua kegiatan yang memakan porsi terbesar waktu kita dalam sehari semalam.

Tip keempat, keberanian dan tekad untuk mengatakan TIDAK ! Say No to Drug!, misalnya. Say no to porn! Say No to Corruption!

Mengapa? Karena pada saat itu anda berada pada titik-ekuilibrium. Titik zero-energy. Bergeser sedikit lagi saja langsung jatuh ke jurang. Atau tetap berada di tepi tubir saja, tetapi sampai tidak jatuh.

Kemarin aku adegan melihat film lucu. Tiga penjahat lolos dari kejaran polisi naik bus. Tetapi saking ngebutnya akhirnya kepala dan sebagian badan bus mulai masuk ke jurang. Setengahnya masih aman. Ketiga penjahat itu ngakak berat. Merasa sudah aman.

Bus memang jungkat-jungkit seperti dacing pedagang emas. Tiba-tiba seekor burung undan besar hinggap di dekat kaca di atas kap mesin bus itu. Langsung bus itu meluncur ke dalam jurang. Bum! Srook! Masuk jurang dan terbakar. Hanya karena tambahan bobot burung undan itu.

Pada saat kita merasa kuat – saat sedang digoda atau tergoda – satu dorongan kecil sekecil apapun, itulah kerikil yang menyebabkan kita jatuh kembali. Lalu mengapa menunggu sampai kondisi kritis seperti itu terbentuk. Ya itu tadi. Jangan memasukkan diri sendiri ke dalam situasi pencobaan. Tetapi jauh lebih penting lagi untuk membentuk angkur yang lebih kuat sebelumnya.

Pernah perhatikan struktur jembatan lengkung? Yang dibangun dari masing-masing dari kedua sisi sungai atau jurang? Bagian lengkung itu bukan yang terpenting. Tetapi justru fundamen kokoh yang dibangun di tepi kedua kawasan ujung tebing. Bobot bagian lengkung itu dibagi dan diteruskan gaya mekaniknya ke arah kedua tepiannya.

Kita sadar bahwa yang paling mampu menjatuhkan kita ke dalam obsesi ialah unsur Ego-nafsu. Dan tentu juga Ego-perasaan kita. Ego-pikiran kerap hanya melakukan rasionalisasi setelah kejadian (post hoc). Ego-fisk hanya mengikuti saja ke mana Ego-nafsu pergi.
Sama seperti Adam hanya menyantap lahap begitu saja buah kuldi yang disodorkan Hawa ke depan congorya. Otak alias Ego-pikirnya buntu. Ego-nuraninya juga buntu. Ia benar-benar sayang bini (kan gak ada cewek lain lagi toh)–jadi ia menelan apa saja yang Hawa sodorkan kepadanya.

Maka kedua fundamen di kedua sisi tebing jurang itu ialah fundamen kokoh bagi Ego-nurani kita. Ego nurani itu berupa bauran nilai-nilai moral dan nilai-nilai logos lainnya. Apapun belief system kita, sama saja kondisinya. Nilainyapun itu-itu juga. Mana mungkin bisa ada nilai yang lain atau berbeda. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Mengenang Hari Juang Kartika 13 Des 2017 11:39 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia