KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Berbagai serikat pekerja yang merupakan afiliasi global unions federations menyatakan kekecewaannya terhadap hasil pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja tingkat pertama pada Sabtu malam (3/10). Mayoritas fraksi di DPR RI dan pemerintah sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tingkat
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

TUHAN ADAKAH ENGKAU DENGAR JERIT TANGISKU ?!
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 11-Jul-2020, 11:11:49 WIB

KabarIndonesia - Pada saat pandemik Corona ini banyak sekali QUESTIONS yang dikirimkan kepada TUHAN!. "Why me God?". Kenapa sy harus menanggung derita sekarang ini?

Derita ini datang secara berkesinambungan seperti juga cerita silat dari Kho Ping Hoo tiada tamatnya. Bahkan satu seri barusan saja tamat sudah disambung oleh serie berikutnya - heiiiiyah.

Apakah Tuhan sudah tidak mau mendengar lagi jeritan tangisku?. Namun seperti biasa NO REPLY dari Sorga !. Jawaban yang paling simple ialah kita harus menjawabnya sendiri dengan nalar, karena dunia ini bukanlah sorga!

Jadi wajarlah apabila di dunia ini banyak sekali penderitaan. Bahkan kebanyakan doa yang kita panjatkan pun tidak digubris oleh DIA!. Maklum kalau di dunia ini kita bisa HEPI TERUS; ngapain kita ingin pulang ke MUDIK ke Sorga; bahkan bisa-bisa kapling Sorganya pun bisa ORA PAYU githu!.

Definisi penderitaan itu apa?. Pada dasarnya ialah segala sesuatu yang menyakitkan dan mengganggu ketenangan kita. Mulai dari rasa gatal digigit nyamuk s/d kanker stadium akhir. Dari ditinggal pacar s/d dihianati oleh orang yang kita kasihi. Juga kehilangan materi, pekerjaan maupun harapan sehingga menimbulkan rasa sakit, sedih, kecewa, kecemasan maupun rasa takut.

Realita, pada umumnya kita cuek bebek terhadap penderitaan orang lain, selama itu tidak menyangkut diri maupun keluarga kita sendiri. Kita baru menjerit melolong rasa sakit, apabila penderitaan tersebut datang menerpa diri atau keluarga kita.

Dalam keyakinan saya, Tuhan mendatangkan penderitaan kepada kita, agar kita ingat terhadap sesama manusia yang sedang menderita. Terlebih lagi agar kita ingat dan mau lebih dekat lagi dengan Tuhan.

Tidak bisa dipungkiri, manusia akan lebih rajin nungging berdoa sampai tidak pernah diputus oleh kata Amin, apabila mereka sedang menderita! Namun pada saat kita senang?. Boro-boro butuh dan ingat nama Tuhan, sama bini dan anak dirumah azah sudah lupa, yang teringat hanya WIL atau PIL melulu.

Maka dari itu, Tuhan menginginkan, melalui penderitaan ini kita sadar, bahwa tanpa Dia kita ini tidak lebih bernilai daripada Cacing atau Semut. Terlebih lagi dalam penderitaan, kita mulai berpaling dari apa yang KITA punya kepada TUHAN yang punya.

Dalam kesenangan, kita akan membanggakan diri dengan kepintaran, harta maupun kekuasaan kepunyaan kita, Tanpa mau menyadari bahwa itu semuanya adalah kepunyaan Tuhan, yang diberikan sekedar PINJAMAN saja kepada kita untuk sesaat lamanya.

Maklum, saya-anda datang ke dunia ini dalam keadan TELANJANG; maka saat pulang mudik pun TELANJANG lagi! Jangankan harta duniawi, kepandaian maupun bakat yang Anda miliki pada saat sekarang inipun pada suatu saat akan hilang diambil kembali oleh-Nya. Anda akan menjadi Pikun ataupun Parkinson!

Orangtua kita menyekolahkan anaknya susah-susah dengan segala macam pengorbanan, karena mereka mengasihi kita dan mengharapkan anaknya pada suatu saat bisa menyandang gelar S1, dan sebagainya

Begitu juga dengan Tuhan Bapa Surgawi kita, Ia menerima kita apa adanya,
Namun disisi lain DIA tidak ingin membiarkan kita tetap goblok bin DUNGUK terus-menerus.

Oleh sebab itulah Ia memberikan TEST atau ujian kepada kita berupa penderitaan. Untuk test ini, DIA telah repot-repot menyediakan buku pelajaran berupa ALKITAB, Hanya sayangnya Alkitab tersebut tidak pernah atau jarang dibaca. Bahkan ada manusia hanya menjadikannya PENGGEBUK Kecoak atau PENGGANJAL pintu/lemari saja, atau pajangan buku biar keren.

Sesungguhnya, agar kita bisa lulus dari test, DIA telah menyediakan Dosen-dosen kondang, yang mau memberikan pelajaran secara lisan di rumah ibadahnya masing-masing, gratis. Namun boro2 kita mo membayar uang kuliah (baca:perpuluhan), dengerin saja ogah.

Akhirnya, apabila tidak lulus test tersebut, kita meraung-raung sambil bertanya: “Why me God?”

Padahal, Tuhan juga tahu akan kemampuan kita, DIA tidak akan memberikan soal yang sulit-sulit diluar kemampuan kita. Seperti juga DIA tidak akan memberikan soal algoritma kepada anak-anak TK.

Kagak percaya?; tanya saja pada diri sendiri, berapa banyak penderitaan, kesusahan yang telah kita lewati selama hidup kita ini?

Pada saat kita sedang di test (baca: MENDERITA), kita mengeluh berat pisan euuu…uy. Namun setelah test itu lewat dan kita meninjau kembali ke belakang, apakah masih bisa kita menilai bahwa test tersebut berat dan diluar kemampuan kita? Saya yakin TIDAK!

Hampir dalam setiap soal selalu ada pertanyaan: “Apakah kita lebih mencintai OUTPUT (3 TA) pemberian dari Allah daripada Sang Pemberinya?”

Abraham, leluhur orang percaya telah lulus test dan ia bersedia mengorbankan puteranya!.

Namun bagaimana dengan Anda dan saya, pada saat kita kehilangan kesehatan, pekerjaan, harta ataupun orang2 yang kita kasihi?

Kita ngambek bahkan mau mendemo Tuhan, karena kita lebih mengasihi “pemberian-Nya” daripada “Sang Pemberi”.
Bagaimana menurut pendapat Anda?.(MU)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembalioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
10-Jun-2020, 09:39 WIB


 
  Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembali Obyek wisata rohani Salib Kasih di pegunungan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibuka kembali sejak Jumat (5/6), setelah dua bulan lebih ditutup akibat wabah Covid-19. Lokasi wisata ini salah satu destinasi unggulan yang dibangun bupati Lundu Panjaitan tahun 1993. Puluhan ribu
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
MENJAGA INTEGRITAS INTELEKTUAL. 19 Okt 2020 01:59 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia