KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniICTUS Kalung Emas Menjalani Waktu Kehidupan Tahun 2019 oleh : Danny Melani Butarbutar
19-Jan-2019, 15:38 WIB


 
 
KabarIndonesia - Kemarin adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan, esok adalah harapan. Ketiganya akan berjalan terus menerus tanpa dapat dihentikanm bergulir seiring perjalanan hidup jagad raya. Manusia menyebut ketiganya sebagai zona waktu, kemarin telah berlalu, hari ini sedang bergerak dan
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Filosofi Kopi 20 Jan 2019 01:57 WIB

Senja Kan Berlalu 19 Jan 2019 14:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
 

 

Pandawa dan Kurawa

 
ROHANI

Pandawa dan Kurawa
Oleh : Syaiful Karim | 09-Jan-2019, 15:43:10 WIB

KabarIndonesia - Sebelum perang Baratayudha berlangsung antara pihak Pandawa dan Kurawa, kedua belah pihak sama-sama berkunjung kepada Gurunya mereka, yaitu Krishna. Yang pertama datang kepada Krishna adalah pihak Kurawa (ini gambaran perwatak serakah, tidak mau keduluan, tidak mau kalah, dan perwatak keakuan yang lainnya).

Sesampainya di rumah Krishna, ternyata Krishna sedang tidur lelap, kemudian pihak Kurawa duduk menunggu di belakang kepala Krishna (posisi duduknya orang yang ambisius, selalu ingin dekat denga kekuasaan, padahal ketika Krishna bangun, mereka gak akan dapat teguran Krishna karena tidak terlihat walaupun dekat).

Pihak Pandawa datang kemudian, dan duduk di ujung kakinya Krishna yang sedang tertidur lelap (posisi duduk yang sangat cerdas, karena ketika Krishna membuka mata, maka Pihak Pandawa yang akan disapa lebih awal). Dalam kehidupan nyata, dari cara datang dan posisi duduk saja, kita sudah bisa membaca mana orang yang berwatak Pandawa dan yang mana yang berwatak Kurawa.
 
Tidak lama Krishna bangun dari tidurnya. Tentu saja yang pertama disapa oleh Krishna adalah Pihak Pandawa, tetapi yang menjawab adalah Pihak Kurawa (lagi-lagi, ini perwatak ambisius dan tidak mau kalah, perwatak buruk, perwatak manusia yang serakah, suka memotong pembicaraan orang dan selalu ingin diperhatikan).

Singkat cerita, kedua belah pihak ditanya tujuan mereka mendatangi Krishna. Pihak Kurawa memohon Senjata dan Tentara, sedangkan Pihak Pandawa memohon Krishna sendiri menjadi sais mereka saat perang nanti berlangsung. Inilah penyebab utama kekalahan Kurawa terhadap Pandawa dalam perang Baratayudha.  

Saya tidak akan cerita perang Pandawa dan Kurawa di luar diri kita, saya akan cerita perang itu di dalam diri kita, dalam keseharian kita, dalam perjalanan kehidupan kita, dalam perjalanan spiritual kita, di dalam.

Tak terasa terkadang kita sering menjadi Kurawa, kepada Allah yang diminta hanya rezekinya, kekuasaannya, kekuatannya, dll, bukan Allah-nya itu sendiri. Dan itu pulalah yang menyebabkan kita sering kalah dalam pertempuran dengan dengan Pandawa di dalam diri kita. Karena kita tidak meminta Allah-nya.

Dalam Bahasa Arab, perkataan DO'A memiliki arti yang lebih dalam, yaitu UNDANGAN. Jadi sebenarnya Allah sendiri lebih suka diundang untuk hadir dalam segala aspek kehidupan kita, daripada sekedar dimintai sesuatu yang kita sendiri belum tahu akibat dari yang diminta itu untuk diri kita karena keterbatasan pengetahuan kita.  

Dalam artikel sebelumnya, saya sudah menjelaskan proses evolusi Jiwa menuju Ruh.  Supaya gamblang, logis, dan scientific, saya akan jelaskan perbedaan RUH DAN JIWA dari berbagai tradisi agama, supaya universal (uni = banyak, versi= sudut pandang). 

Dalam Al-quran, tidak ada kata JIWA, yang ada adalah NAFS (DIRI), tetapi kemudian sering diterjemahkan JIWA. kalau Kata RUH, itu asli Bahasa Al-quran. Jadi kata JIWA dan RUH jelas berbeda. Kita lihat Q.S 91 : 7-10 , sbb : Ayat 7 : "Demi NAFS (JIWA) dan kesempurnaannya" Ayat 8 :" Telah diilhamkan kepada jiwa itu KEFASIKAN dan KETAQWAAN" Ayat 9 : " Beruntunglah orang yang mensucikan JIWAnya" Ayat 10 : " Merugilah orang yang mengotori JIWAnya" 

Menurut ayat tersebut,  KESEMPURNAAN jiwa itu karena sudah diilhamkan kepadanya KEFASIKAN (KEBURUKAN) dan KETAQWAAN (KEBAIKAN), dan ini adalah bekal untuk memasuki alam DUALITAS (dunia).

Jadi JIWA itu diberi kebebasan untuk memilih salah satu dari 2 pilihan, yaitu KEFASIKAN dan KETAQWAAN, agar jiwa itu memiliki pengalaman untuk BELAJAR menanggung RESIKO dari pilihannya, dan inilah kesempurnaan JIWA. Lalu Allah memberikan apresiasi : beruntunglah orang yang mensucikan JIWAnya dan merugilah orang yang mengotori JIWAnya.

Jadi dengan analogi itu sesungguhnya ke dalam Jiwa itu telah diilhamkan perwatak Kurawa dan Pandawa. Itu sebabnya proses pertempuran di dalam diri (Nafs/Jiwa)  selalu Terjadi setiap saat. Siapa yang selalu menang dalam pertempuran itu? Hanya diri kita masing-masing yang tahu.  

Perwujudan RUH yang saya pelajari di semua tradisi agama adalah NUR atau CAHAYA, tetapi bukan Cahaya biasa, melainkan CAHAYA DIATAS CAHAYA (Q.S 24:35).  Dalam tradisi Islam,  terbagi menjadi 3 bagian, yaitu : NURULLAH, NUR MUHAMMAD, NUR INSANI. Dalam tradisi islam, JIWA adalah NUR INSANI.  

Perkataan RUH ada di banyak ayat, saya tunjukkan dulu satu ayat saja, yaitu Q.S 15:29 : " Maka ketika AKU telah menyempurnakan kejadiannya, maka AKU tiupkan RUH-KU , maka tunduklah KAMU kepadanya dengan bersujud"

Coba selami pelan-pelan makna ayat tersebut. Siapakah KAMU dalam ayat tersebut? KAMU dalam ayat tersebut adalah JIWA (NUR INSANI), yang harus selalu SUJUD (TAAT) kepada NURULLAH DAN NURMUHAMMAD. itu sebabnya kita harus menjalankan SYAHADATAIN (DUA PERSAKSIAN). Siapa yang bersaksi dan siapa yang disaksikan?

Yang bersaksi adalah JIWA (NUR INSANI) dan yang disaksikan adalah NURULLAH dan NUR MUHAMMAD. Ketika NUR INSANI sedang MENYAKSIKAN NURULLAH DAN NUR MUHAMMAD, maka pada saat itu NUR INSANI sedang MANUNGGAL dalam Laku TAQWA (SEDANG MEMILIH KETAQWAAN YG DIILHAMKAN KEPADANYA), maka dengan demikian NUR INSANI akan mendapatkan KBERUNTUNGAN ATAU KEBAHAGIAAN YANG TIADA TARA.

Ketika NUR INSANI sedang tidak menyaksikan NURULLAH DAN NUR MUHAMMAD, berarti NUR INSANI SEDANG MEMILIH KEFASIKAN, MAKANYA DIA MENJADI MERUGI ALIAS KOTOR.  
Dalam Q.S 17:85 :"  Dan mereka bertanya kepadamu tentang RUH, katakanlah RUH itu urusan TUHANKU, dan tidaklah KAMU diberi pengetahuan kecuali SEDIKIT" JADI dari ayat ini jelaslah bahwa kalau kita ingin tahu urusan RUH, kita harus memiliki PENGETAHUAN YANG SEDIKIT ITU, yaitu USWATUN HASANAH (Q.S 33:21),  AMAL SHOLEH (18:110), yaitu  KUNCI PEMBUKA MATA QOLBU ATAU ALFATIHAH. DENGAN KUNCI ITULAH MAKA NUR INSANI AKAN MENYAKSIKAN NURULLAH DAN NUR MUHAMMAD ATAU GUMULUNG MANUNGGAL ATAU TAUHID YANG SESUNGGUHNYA.

Sekarang perhatikan illustrasi berikut ini : 1. Jelas bahwa RUH-KU adalah ALLAH yang sedang dikaryakan dalam tubuh manusia, lebih spesifik lagi adalah NUR INSANI yang didampingi oleh NURULLLAH DAN NUR MUHAMMAD 2. Dengan RUH-KU maka manusia menjadi hidup. 3. Lihatlah orang yg sedang TIDUR, apakah hidup atau mati? Orang yang sedang tidur itu sedang ditinggalkan oleh NUR INSANInya, sementara NURULLAH DAN NUR MUHAMMAD tetap tinggal dalam tubuh. 4. Bagaimana denga  orang mati ? Ada dua jenis orang mati : yang pertama adalah orang yang mati dalam keadaan BAHAGIA, yaitu ketika mati, berpisah jasad dan Ruh, seluruh unsur RUH itu gumulung manunggal bersatu keluar dari tubuhnya.

Dimana NUR INSANI, NUR MUHAMMAD, DAN NURULLAH bersatu gumulung manunggal, karena semasa hidupnya sudah menjalankan LAKU TAQWA (Q.S 2:63). yang kedua adalah orang yang mati dalam keadaan  tersesat atau dalam keadaan mengalami penderitaan bathin, yaitu yang keluar dari TUBUHNYA hanya NURULLAH DAN NUR MUHAMMAD, sedangkan NUR INSANI TERTINGGAL DALAM TUBUHNYA DALAM KEGELAPAN TIADA TARA, ini diakibatkan selama hidupnya tidak pernah melakukan LAKU TAQWA atau hanya melakukan KEFASIKAN (Q.S 17:72).  

Jadi ketika Jiwa tunduk kepada Allah (Nurullah) dan RasulNya Yang Sejati (Nur Muhammad), maka Jiwa sedang memerankan perwatak Pandawa. Sedangkan ketika Jiwa itu sedang memilih pilihan yang sebaliknya, berarti dia sedang mengambil perwatak Kurawa.

Lewat kedua perwatak itulah maka Jiwa sedang mengalami proses pembelajaran untuk meningkatkan KESADARANNYA. Ketika manausia sudah mampu mencapai KESADARAN PUNCAK (SIDRATUL MUNTAHA), maka manusia dapat melihat Pandawa dan Kurawa bukanlah dua pihak yang saling berlawanan, melainkan sebagai pasangan serasi untuk bermitra dan saling belajar.

Kebaikan dan Keburukan itu adalah pasangan serasi. Tidak ada kebaikan kalau tidak ada keburukan. Bahkan keburukanlah bisa jadi yang melahirkan kebaikan.

Marilah kita lihat Semesta ini sebagai sebuah  "RUANG KEHIDUPAN",  dimana masing-masing    anggotanya sedang menampilkan "PERWATAK PRIBADINYA" masing-masing.... ada yang menampilkan perwatak KURAWA, ada yang menampilkan perwatak PANDAWA... biarkan saja semua perwatak itu muncul secara alami tanpa penghakiman... ketika kita masih benci sama KURAWA, berarti kita tiada lain adalah KURAWA JUGA..... ketika KURAWA menampilkan PERWATAK ASLINYA, tentu saja PANDAWA tidak  merasa terganggu karena SUDAH SUCI... biarkan saja KURAWA menjadi KURAWA tanpa harus dikomentari dan diperdebatkan.

Terimalah hal ini sebagai KESEMPURNAAN SEMESTA.... karena KEBAIKAN dan KEBURUKAN adalah PASANGAN SERASI... KEBAIKAN TERKADANG HARUS DILAHIRKAN LEWAT RAHIM YANG BERNAMA KEBURUKAN.... TIDAK ADA ORANG BIJAK DI SEMESTA  INI KALAU TIDAK ADA ORANG YANGTIDAK BIJAK.....

Pembina Perguruan Spiritual Itsbatulyaqiin (*)       

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australiaoleh : Rohmah S
10-Des-2018, 22:14 WIB


 
  Pergelaran Swimrun Pertama di Asia Tenggara-Australia 20 pelari dari 6 negara: Indonesia, Australia, Amerika, Inggris, New Zealand dan Swedia ikuti swimrun di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan dengan jarak lari 20km dan berenang 3km. Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk Boy Kelana Soebroto (kiri)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Muallaf Zaman "Now"! 07 Jan 2019 18:38 WIB

 
 
 
Khasiat Buah Bit untuk Kecantikan 16 Sep 2018 16:05 WIB

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia