KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
DaerahOperasional Pelabuhan Simanindo Kembali Dibuka dengan Pengoperasian Kapal Ferry dan Kapal Kayu oleh : Danny Melani Butarbutar
07-Jul-2018, 14:45 WIB


 
  KabarIndonesia - Samosir, Sejak peristiwa tenggelamnya kapal kayu KM. Sinar Bangun di perairan Tigaras pada Senin (18/6) Pemerintah telah menghentikan operasional transportasi kapal trayek Simanindo (Samosir) - Tigaras (Simalungun). Hal ini sangat berdampak luas kepada roda perekonomian masyarakat.

Namun,
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Ruang dan Cinta Penyatu Segalanya 27 Jun 2018 05:55 WIB

Surat Untuk Bapak Presiden 06 Jun 2018 09:09 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

Nasehat Mengelola Amarah
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 04-Feb-2018, 11:15:21 WIB

KabarIndonesia - Pernahkan Saudara marah? Semua insan hidup (manusia dan binatang) pasti pernah marah, dan itu merupakan salah satu sifat kodrati. Kita, manusia sangat normal dan wajar memiliki sifat 'amarah'.
Pada kenyataannya orang yang paling "cool" dan lembut sekalipun pasti pernah mengalaminya, tidak terkecuali bagi siapa saja yang menyandang predikat manusia, tanpa melihat status jabatan, harta, kuasa, hingga keyakinannya. Bahkan dalam kitab suci Kristen (Alkitab) diceritakan jika Yesus marah kepada orang-orang yang mengelola rumah ibadah. Yesus marah karena ternyata para imam telah membiarkan kegiatan jual beli (bisnis) di bait Allah (rumah Bapa Nya) di Yerusalem.

Seseorang marah biasanya bukan tanpa alasan atau penyebab. Secara psikologis dikarenakan beban pikiran, disebabkan adanya masalah. Boleh jadi karena apa yang terjadi tidak seperti yang diharapkannya sehingga ada penolakan dari dalam diri dan meluapkannya dalam emosi marah.

Sasaran kemarahan biasanya ditujukan pada penyebab masalah. Jika tidak tepat sasaran atau sampai pada orang dimaksud, maka kemarahan bisa saja dialihkan pada siapa saja sebagai penyaluran luapan emosi. Demikian juga ekspressi orang ketika marah berbeda-beda; ada orang yang temperamental sedikit-sedikit marah, namun ada juga orang yang tetap tenang menyikapi situasi dan keadaan.

Sikap kemarahan sangat ditentukan oleh kematangan emosional seseorang. Ada orang yang sulit memaafkan kesalahan masa lalu, memendam rasa dan terus marah. Namun ada orang yang berdamai dan mau memaafkan sehingga tak kesalahan lalu tidak membebani hati dan pikirannya.

Amarah terkadang tak terhindari dalam hidup kita. Namun jika marah kelolalah dengan baik jangan sampai amarah dan murka mendatangkan dosa sehingga amarah itu menjadi alat iblis yang menjatuhkan kita. Anak-anak terang diberi kuasa mengendalikan diri sehingga kita mampu mengelola amarah.

Marahlah dengan tujuan positip, menghardik orang agar berubah dan tidak mengulangi kesalahan, tetapi jangan biarkan amarahmu menguasai dirimu, tetapi kuasailah amarahmu dengan pengendalian diri dan kesediaan memaafkan dan melupakan.

Mengenai amarah, saya mengutip firman Allah yang tertulis di buku Efesus 4: 26-27: Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. (Ephesians 4: 26-27 Be angry but do not sin; do not let the sun go down on your anger, and give no opportunity to the devil.)

Ini merupakan nasihat Paulus bagaimana sikap kita terhadap marah. Dalam hidup ini kadang tak terhindarkan marah, namun jika "terpaksa" marah maka ada tiga hal yang dinasehatkan kepada kita:

1. Marah boleh saja tapi jangan sampai berbuat dosa. Ada orang marah hingga melukai dan menyakiti orang lain. Panas hati dilampiaskan dengan menyakiti orang lain. Itu adalah perbuatan sadis yang menyakitkan. Paulus sangat realistis, kita boleh-boleh saja marah namun ingatlah jangan membuat orang lain luka dan tersakiti. Kelolahlah kemarahan jangan sampai berdosa dan melukai orang lain.

Namun marilah kita lihat seorang ibu terhadap bayinya. Ia sulit marah kepada bayinya, karena ia sungguh mengasihinya. Meskipun bayinya rewel atau susah diberi makan dan minum, rasa dongkol si ibu atau amarahnya tidak mungkin menimbulkan dosa. Begitu juga seorang kakek kepada cucunya, meskipun cucunya cengeng dan sembarangan duduk dipangkuannya bahkan sering mengundang rasa marah di hati, si kakek tidak akan memarahinya bahkan menyakiti cucunya.

2. Pernahkah anda membungkus amarah dengan selimut di tempat tidur? Maksudnya, amarah itu dibawa ke tempat tidur, bahkan sebelum tidur malah ditambah lagi sebab dikumpul atau diakumulasikan dengan amarah sebelumnya. Celaka sekali jika hal itu terjadi pada diri kita. Jika kita ukur dengan jam dan waktu, amarah itu hanya bisa sampai pukul 17.59, bila kita andaikan matahari terbenam pada pukul 18.00.

Paulus dalam renungan yang dikutip di atas mengingatkan kita, jika pun ada amarah yang tak terhindarkan jangan biarkan amarahmu bermalam di hati dan di pikiran kita. Marah jangan biarkan bermalam. Ini penting, amarah yang dibawa ke tempat tidur pasti membuat anda gelisah dan tidak bisa tidur. Anda sendiri menyiksa hidup anda sendiri sepanjang malam. Pikiran negatif pun biasanya akan muncul dan disertai kegeraman.

Jika kita ukur dengan jam dan waktu, amarah itu hanya bisa sampai pukul 17.59, bila kita andaikan matahari terbenam pada pukul 18.00. Namun seringkali kita lupa dan tidak melakukan firman ini, atau bahkan justru melipatgandakannya menjadi dendam, yaitu amarah dengan dosa yang berkelanjutan dan tak dapat diselesaikan lagi.

Karena itu diingatkan, sebelum matahari terbenam lupakanlah amarah, berdamai dan memaafkan. Yang berlalu biarlah berlalu, ambil pelajaran penting. Jangan amarah kita biarkan bermalam, hanya akan menambah siksa batin yang menyakitkan.

3. Membiarkan amarah, berarti memberi diri dikuasai Iblis. Perlu kita sadari bahwa amarah dan dendam adalah rumah mewah bagi si iblis dalam hidup kita. Ini benar, misalnya amarah Saul pada Daud. Mulanya hanya sederhana dari perasaan tidak suka karena nyanyian kaum perempuan Israel: "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh namun Daud berlaksa-laksa". Daud dielu-elukan melebihi Saul dan Saul tidak suka akan hal itu, hingga meningkat menjadi rasa benci, rasa benci meningkat lagi memusuhi. Akhirnya dari memusuhi meningkat ingin menghabisi dan membunuhnya.

Karena itu sangat penting untuk kita menghindari amara dari hidup ini. Memang sangat sulit menghindari dosa dari kemarahan yang disulut oleh rasa benci.

Demikianlah firman Tuhan yang dituliskan Rasul Paulus dengan tiga hal mengingatkan bagaimana mengelola amarah. Begitulah harusnya kita kepada semua orang jika kita terpaksa harus marah agar tidak berdosa. Yang berlalu biarlah berlalu, pelajari hal-hal yang membuat anda marah, kelola dengan baik sehingga hal yang sama tak terulang dalam hidup anda.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  FWD Life Gandeng Special Olympics Indonesia untuk Program Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Intelektual di Semarang – PT FWD Life Indonesia (FWD Life), pelopor asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia, telah meresmikan kerja sama dengan Special Olympics Indonesia (SOIna) pada 18 April 2018 lalu. Setelah peluncuran kerja sama, FWD Life kemudian menggelar roadshow perdana di Bandung pada
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
Sang Perancang Mode Batik 14 Apr 2018 18:54 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia