KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKota Pintar akan Ciptakan Peluang Besar, Bagaimana dengan Indonesia? oleh : Rohmah Sugiarti
20-Mei-2017, 05:04 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sejumlah negara di dunia, menerapkan kemajuan teknologi informasi pada proses adaptasi untuk melahirkan model pendekatan pembangunan yang relatif baru yang disebut Kota Pintar (Smart City).

Kota Pintar didesain mampu meningkatkan produktivitas manusia yang tinggal di dalamnya,
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Nantikanlah Kedatanganku 25 Apr 2017 23:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

Merenung Relung-Relung Kesaksian Hidup Baru Nan Penuh Berkat
Oleh : Hotma D.l. Tobing | 05-Nov-2016, 05:15:31 WIB

Resensi Buku  Judul buku: DARI SUBUH HINGGA MALAM,                  Perjalanan Seorang  Putra Minang Mencari Jalan Kebenaran Penulis: Abdul Wadud Karim Amrullah
Cetakan pertama: 
Mei 2012
Penerbit: BPK Gunung Mulia, Jakarta
Tebal buku : xii + 269 halaman
ISBN:
978-979-687-985-4   

KabarIndonesia - Banyak buku  Kristiani yang kita temukan di toko buku. Namun buku ini sungguh beda dan merupakan buku kesaksian autobiografis. Didalamnya penulis berdarah  Minang ini  memaparkan mengenai perjuangannya mengaktualisasi diri.  Kesaksiannya  dimulai dengan kisah  kehidupan penulis saat berada di kampung halamannya : bagaimana penulis kelahiran Sungai Batang Maninjau, Sumbar (7/6/1927) diajar dan dididik  di tengah keluarga Muslim yang taat. Pada mulanya dia mengikuti ayahnya yang dibuang ke Sukabumi  oleh Belanda (8/8/1941),  lalu membangun karir dan menetap selama 27 tahun di Amerika Serikat dan lalu kembali ke tanah air.  Dengan semangat baja, penulis kemudian  terjun ke kancah peperangan dengan menjadi tentara pelajar demi memperjuangkan kemerdekaan.  Semangat nan berapi-api itu pula ia lalu melanglang buana ke negara-negara Eropa, Afrika dan Amerika. Di tanah air putra dari Dr. Haji Abdul Karim Amrullah dan adik dari  sastrawan dan ulama Buya Hamka ini terus mencari aktualisasi diri. Melalui pergumulan batin dan diri  yang panjang, dalam usia 54  (tahun 1981), dia menerima Yesus Kristus sebagai pegangan hidupnya.            

Ada periuk berkerak, adat lesung berdedak. Peribahasa Melayu Minang ini menekankan perjuangan mengaktualisasi diri, yaitu mencari arti hidup dan menjadikan hidup ini penuh makna. Berkerak adalah pertanda bahwa  periuk teraktualisasi dengan menanak nasi dan berdedak adalah pertanda bahwa  lesung itu, adat lesung teraktualisasi dengan  menumbuk padi. Wadud Karim Amrullah  telah mencari dan menemukan Kristus. Mungkin lebih tepat: Kristus telah menemukan Wadud Karim Amrullah  seperti tertulis : “Bukan kito nan lah mangasiahi Allah, tapi Allah nan lah mangasiahi kito “  (1 Yoh 4:10 Alkitab bahasa Minang), seperti kata Andar Ismail, penulis buku-buku Seri Selamat pada kata pengantar. Buku  yang ditulis ini seolah-olah sudah menggambarkan hidupnya yang terbagi dalam episode-episode waktu tertentu (koridor) yang akhirnya membawanya masuk ke puncak yang terindah, yaitu ketika ia tiba dalam kedamaian dan sukacita kasih Tuhan Yesus. Setelah menjadi pengikut Kristus, mereka mengalami banyak cemooh dan cobaan, terutama setelah teman-teman bisnis dan saudara-saudara dekat merasa tidak lagi memberi perhatian terhadap kehidupan Abdul yang baru.

Hubungan persaudaraan dan bisnis mereka mulai tegang waktu. Mitra kerja merasa kecewa karena keyakinan baru yang dimiliki Abdul Wadud tidak akan memajukan kerjasama dalam bisnis perusahaan.  Namun demikian Abdul Wadud dan isterinya Vera tidak pernah berputus asa karena mereka tahu bahwa Tuhan selalu menepati janji-Nya dengan memberikan jalan keluar. Janji Tuhan tersebut ada tertulis dalam 1 Korintus 10:13 yang sudah dihapal dan diletakkan dalam sanubari mereka. “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan  biasa, yang tidak melebihi  kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu  Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Buku ini berisi  5 bab dan dijabarkan dalam banyak sub bab. Bab 1 menggambarkan waktu subuh kala Abdul Wadud masih berdiam di Indonesia. Waktu siang ketika Berjuang Membela Negara (bab 2),  waktu petang ketika Berjumpa dengan Yesus di berbagai tempat  ketika mau merantau ke luar negeri maupun setelah pulang ke tanah air (bab 3). Menjelang waktu malam ketika Berjalan Bersama Yesus (bab 4) dan terakhir Waktu  malam tatkala Menikmati dan Mensyukuri Berkat-berkat  yang didapatkannya dari Tuhan (bab 5). Abdul Wadud secara lugas menuturkan  tentang koridor waktu kehidupan yang dilaluinya, seperti istilah lorong tikus, istilah untuk jalan alternatif yang biasa  terpaksa diambil oleh insan-insan Jakarta guna menghindari  jalan besar yang lalulintasnya  acap ramai dan macet. Yang penting agar cepat sampai di tujuan. Biarpun  jalan tikus biasanya sempit dan berliku-liku.

Penulis  sangat bersyukur  kepada Tuhan karena dia telah memberikan kesempatan dalam hidupnya untuk melihat dari dekat, orang-orang yang  membutuhkan pertolongan dan mengajari Abdul Wadud untuk memberikan pertolongan dan mengajarinya untuk memberikan kepada mereka.  Kini dia tinggal bersama keluarga di  Amerika Serikat dan di tanah air Indonesia dengan setia senantiasa melayani Tuhan. Buku  kesaksian autobiografis ini  berbeda dari kebanyakan buku kesaksian yang ada. Ia  tidak berisi kata-kata bombastis sensasional. Tidak juga upaya pembenaran golongan  yang  satu perendahan golongan  yang  ada dan golongan  yang lain. Akan tetapi, ditulis apa adanya, dalam bahasa yang hidup dan mengalir.  Dengan demikian pembaca bisa menikmati  kesaksian autobiografis ini  sebagai sebuah kisah yang inspiratif dan menyentuh kalbu. Buku ini bagus untuk dibaca untuk menambah wawasan.(*)





 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babeloleh : Rohmah Sugiarti
17-Mei-2017, 12:26 WIB


 
  Gubernur Babel Yakin Ada Pemenang SIA dari Babel Gubernur Babel Erzaldi Rosman (berdiri) menyemangati peserta Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2017 didampingi Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana UI Emil Salim (kedua kiri) dan Wamen Diknas RI 2010-2012 Fasli Jalal (ketiga kanan), Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2013 Hardinisa
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia