KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniTeologi Inklusif Sebagai Alternatif oleh : Gunoto Saparie
18-Des-2017, 07:04 WIB


 
 
KabarIndonesia - Mendengar istilah "teologi inklusif", saya langsung teringat kepada Nurcholish Madjid. Nurcholish adalah salah seorang cendekiawan muslim yang concern cukup mendalam terhadap persoalan hubungan agama-agama dan dialog antaragama. Ia secara teoritis mengedepankan pencarian dan konsep titik temu agama-agama secara eksplisit
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Jatuh Cinta Kepada Telaga 26 Nov 2017 11:31 WIB

Dunia Imitasi 23 Nov 2017 15:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Mengingat Kematian Itu Membahagiakan

 
ROHANI

Mengingat Kematian Itu Membahagiakan
Oleh : Jamiel Loellail Rora | 07-Okt-2017, 06:10:12 WIB

KabarIndonesia - Kita amat menyadari bahwa kita akan mati. Ada nasihat klasik yang terdengar begitu indah dan sarat makna. Nasihat yang mengatakan, kejarlah kehidupan duniamu seakan-akan engkau hidup seribu tahun lagi dan kejarlah kehidupan akhiratmu sekan-akan engkau mati esok hari. Sebuah  nasihat yang dengan gamblang menyatakan kepada kita bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Dan, siapa pun kita, pasti menyakini hal itu.

Kita amat menyadari bahwa dunia ini adalah tempat tinggal yang sementara. Laksana musafir, kita lalui detik demi detik waktu kehidupan dalam pengembaraan menuju kampung halaman akhirat. Awal pertama kita singgah dalam perut perempuan berhati mulia yang kita panggil; ibu. Dan yang terakhir kita akan singgah di alam kubur sebelum sampai di kampung halaman akhirat nan kekal abadi.

Sayang, kesadaran kita kerap terbelenggu syahwat duniawi yang melenakan. Syahwat yang membius kesadaran kita bahwa dunia adalah tipu daya. Tempat beragam ujian yang harus mampu kita atasi agar bisa sampai dengan selamat ke kampung akhirat nan kekal abadi. Tipu daya dunia yang mampu membuat kita berlomba-lomba untuk menggapai kehidupan dunia karena kita seakan hidup seribu tahun lagi dan lalai menyiapkan bekal bahwa esok kita akan dijemput kematian.

Realitas di atas memunculkan syair dari insan bijak yang menyatakan; kita tidak tahu kapan kita akan dijemput kematian tetapi kita tahu seberapa banyak amal kebajikan yang kita bawa sebagai bekal.

Sesungguhnya, mengingat kematian itu sungguh membahagiakan dalam kehidupan kita saat ini. Karena dengan mengingat kematian kita akan senantiasa berbuat kebaikan dalam segala dimensi kehidupan kita. Mulai dari bergaul, mencari rezeki, sampai memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Dengan kerap mengingat kematian maka kita akan menjadi insan yang rajin, insan yang lemah lembut, insan yang dermawan, insan yang pemaaf, insan yang lebih suka melakukan hal-hal yang baik dan menghindari perbuatan buruk yang kita yakin akan kita terima balasannya jika kelak kematian telah datang menjemput kita.

Tentunya, siapa pun akan senang bersahabat dengan kita. Bila banyak orang senang bersahabat dengan kita, tentulah kehidupan kita akan menjadi banyak warna keindahan yang berbuah aneka kebahagiaan. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017oleh : Rohmah Sugiarti
16-Des-2017, 22:18 WIB


 
  Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki 2017 PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama main dealer di 36 kota Indonesia gelar kembali Kumpul Akbar Wirausahawan Suzuki (KAWIR). KAWIR pada tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2014 dan 2015 lalu. Kali ini
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Mengenang Hari Juang Kartika 13 Des 2017 11:39 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia