KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiSenior Living D’Khayangan - Five Star Service with Three Star Price oleh : Kabarindonesia
13-Mei-2019, 17:47 WIB


 
 
KabarIndonesia - Tidak bisa dipungkiri bahwa d‘Khayangan bagi saya merupakan Senior Living Bintang Lima dan ini bukan sekedar katanya saja, melainkan berdasarkan pengalaman saya pribadi sendiri yang sering datang berkujung ke d'Khayangan.

Kesan pertama yang saya dapatkan adalah lokasinya
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

Harapan 08 Mei 2019 06:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
24 Tahun Tenggelamnya KMP Gurita 18 Mei 2019 04:40 WIB


 

Mengenal Diri Sendiri, Mengenal Tuhan (3): Sungguh Indah Bersama Tuhan

 
ROHANI

Mengenal Diri Sendiri, Mengenal Tuhan (3): Sungguh Indah Bersama Tuhan
Oleh : Tonny Djayalaksana | 04-Mar-2019, 16:16:02 WIB

KabarIndonesia - Suatu saat ada sahabat saya yang mengatakan, kalau saya mengatakan bahwa di dalam diri setiap manusia ada utusan Allah, lalu manusia itu melakukan perzinahan bukankah hal itu sama denga juga saya melecehkan Allah?

Jawaban saya adalah: Yang pertama dengan kalimat pertanyaan sahabat saya tadi, berarti beliau tidak meyakini bahwa dalam tubuh setiap menusia itu ada utusan Allah. Berarti pula beliau tidak percaya dengan ayat: Bahwa Allah telah meniupkan Ruh-Nya kepada setiap manusia, dan ayat Allah ada dimana-mana... Arti dari di mana-mana, tentu termasuk di dalam tubuh manusia. Bukankah dengan tidak percaya terhadap dua ayat yang menerangkan Allah ada di dalam tubuh manusia itu juga sudah termasuk dalam katagori sebuah pelecehan?

Jawaban ke dua: Setiap manusia yang bisa menyaksikan dan mengenal Allah atau utusan Allah itu sudah pasti tingkat kesadaran sudah sampai pada puncaknya. Seperti juga ketika Nabi Muhammad bertemu dengan Allah di langit ketujuh, yaitu Sidratul Muntaha. Adapun hakekat makna dari pada Sidratul Muntaha itu adalah puncak kesadaran yang paling tinggi. Maka sudah bisa dipastikan bahwa orang-orang yang tingat kesadarannya sudah mencapai tingkat yang paling tinggi, tentu sudah mewarisi sifat-sifat Allah.

Lalu pertanyaan saya, apakah mungkin orang-orang yang sudah mewarisi sifat-sifat Allah, masih bisa melakukan hal-hal yang negatif? Bukankah orang-orang yang suka melakukan hal-hal yang negatif itu tingkat kesadarannya masih rendah?

Orang-orang yang tingkat kesadarannya masih rendah itu lebih menggunakan ego dan kepentingan dirinya sendiri. Kalau ego dan kepentingannya itu dibuat untuk hal-hal yang positif/baik, itu tandanya orang ini sedang memerankan peran Malaikat. Tapi sebaliknya jika ego dan kepentingannya itu digunakan untuk melakukan hal-hal yang negatif/buruk, artinya orang tersebut sedang memerankan perannya Iblis/Syaitan.      

Bukankah pada hakekatnya Malaikat dan Iblis juga ada di dalam tubuh manusia itu sendiri.

Kalau menurut ajaran Islam, bahwa manusia diciptakan itu untuk menjadi pemimpin (khalifah) di muka bumi ini, maka dia diberikan hak/kekuasaan  dan kehendak/keinginan. Oleh karena itu kalau tingkat kesadaran manusia itu rendah, maka semua tindakannya lebih mengarah kepada hal-hal yang negatif. Sebaliknya kalau manusia itu tingkat kesadarannya sudah mencapai puncaknya, maka semua tindakannya akan selalu mengarah kepada hal-hal yang positif. Penjelasan ini sekaligus menjadi jawaban saya yang kedua.

BARANG SIAPA MENGENAL DIRINYA, MAKA SUNGGUH DIA MENGENAL TUHANNYA. Sungguh sangat indah ayat ini bagi yang bisa memahaminya.  

Berikut ini saya sampaikan kata-kata bijak dari guru saya. Dr. Wayan Mustika: INDAHNYA BERSAMA TUHAN

Indahnya bersama Tuhan adalah Dia tak pernah meninggalkan kita meski kita selalu mengabaikan-Nya.

Meski Dia Maha Tahu, kita boleh bicara apa saja dalam doa-doa dan pengaduan pada-Nya. Dan Dia akan tetap diam dalam kata sembari tekun mendengar karena Dia Maha Mendengar.

Dia tetap memberi meski kita tidak pernah bersyukur, lalu tetap mengambil pada saatnya meskipun kita merajuk.

Dia tetap tenang dalam kemahakuasaan-Nya, meski kita selalu jumawa mengatur-atur kehendak-Nya.

Dia tetap tenang dalam diam meski kita berteriak-teriak memanggil-Nya, lalu datang hanya saat kita mau hening mendengar-Nya.

Dia mendatangi kita meski kita selalu menjauhi-Nya, lalu menjauh saat kita berusaha mendekati-Nya.

Dia tak melawan dengan kuasa-Nya meski kita menantang dalam kelemahan diri.

Dia tempat mengadu yang mendamaikan, karena Dia tidak akan pernah mengadu anak-anak-Nya yang saling mengadu.

Ah, sungguh indah kebersamaan dengan Tuhan bagi yang meyakini-Nya ada. (*)     

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now 
ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT www.djayalaksana.com                

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia