KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPakar Jerman Tentang Hasil Pilpres 2019: Konservatisme Bakal Makin Kuat oleh : Kabarindonesia
18-Apr-2019, 08:00 WIB


 
 
KabarIndonesia - Pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin berdasarkan hitung cepat tampaknya menang jauh dalam Pilpres 2019. Apa artinya bagi perkembangan politik di Indonesia? Wawancara DW dengan pengamat Indonesia asal Jerman ,Timo Duile.

Hasil awal hitung cepat dari lima
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Mencari Rumah Tuhan (2): Berkunjung ke Rumah Allah Itu Sangat Dekat

 
ROHANI

Mencari Rumah Tuhan (2): Berkunjung ke Rumah Allah Itu Sangat Dekat
Oleh : Tonny Djayalaksana | 17-Feb-2019, 15:01:08 WIB

KabarIndonesia - Sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji sebagai bagian dari rukun islam yang ke-5 dengan syarat, kalau mampu. Mampu di sini artinya fisik sehat dan finansial cukup. Itu yang selalu ditanamkan ketika ada acara pengajian. Saking seringnya, sudah menjadi anker di benak saya. Alhamdulillah saya sudah berhasil menunaikan ibadah haji yang pertama pada tahun 1982 kalau tidak salah.

Setelah belajar dengan Guru Mursyid saya, ternyata menurut ayat-ayat dalam Al-Quran yang diwajibkan untuk berkunjung ke Baitullah Ka'bah (Rumah Allah) itu bukan hanya untuk orang Muslim saja. Yang Allah wajibkan itu untuk seluruh umat manusia. Dalam QS Ali-Imran : 97 Allah berfirman: (terjemahan dari Departemen Agama) adalah sebagai berikut: MENGERJAKAN HAJI ADALAH KEWAJIBAN MANUSIA TERHADAP ALLAH, YAITU (BAGI) ORANG YANG SANGGUP MENGADAKAN PERJALANAN KE BAITULLAH, BARANG SIAPA MENGINGKARI (KEWAJIBAN HAJI), MAKA SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA KAYA (TIDAK MEMERLUKAN SESUATU) DARI SEMESTA ALAM.       

Adapun terjemahan dari Guru saya adalah sebagai berikut: DI DALAMNYA TERDAPAT TANDA-TANDA YANG JELAS YAITU TINGKATAN IBRAHIM DAN BARANG SIAPA MASUK KE DALAMNYA MAKA AMANLAH, DAN ALLAH MENYURUH MANUSIA BERKUNJUNG KE RUMAH ITU BAGI YANG TAHU JALANNYA, BARANG SIAPA YANG TERTUTUP, SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA KAYA BAGI SEMESTA ALAM.       

Jadi, jika perintah Allah mewajibkan seluruh umat manusia yang ada di bumi ini untuk berhaji ke Baitullah Ka'bah, maka timbullah pertanyaan dari benak saya, "Yang dimaksud dengan Baitullah Ka'bah itu yang dimana? Kalau Baitullah Ka'bah yang ada di kota Mekah, itu hanya khusus untuk orang Muslim saja, bagaimana dengan yang Non Muslim?"       

Ternyata keterangan ayatnya ada di dalam Al-Quran Surat Ali-Imran : 96, Allah berfirman : (terjemahan Departemen Agama) sebagai berikut: SESUNGGUHNYA MULA-MULA RUMAH YANG DIBANGUN UNTUK (TEMPAT IBADAH) MANUSIA IALAH BAITULLAH DI BAKKAH (MEKAH) YANG DIBERKAHI DAN MENJADI PETUNJUK SEMUA UMAT MANUSIA.       

Adapun terjemahan dari Guru saya adalah sebagai berikut: SESUNGGUHNYA AWAL RUMAH YANG DIBANGUN UNTUK MANUSIA ADALAH TEMPAT TERSEMBUNYI YANG DIBERKAHI DAN MENJADI PETUNJUK BAGI SEMESTA ALAM.        

Nah, yang menjadi masalah adalah karena hampir semua tafsir Al-Quran itu menafsirkan Bakkah sama dengan Mekah. Karenanya, timbulah kontradiktif/ketidak koherenan. Di satu pihak Allah mewajibkan seluruh umat manusia wajib berkunjung ke rumah Allah. Tapi di lain pihak kalau yang diartikan oleh beberapa penafsir Al-Quran yang dimaksud itu Mekah, ya tentu tidak bisa dikunjungi oleh orang Non Muslim. Padahal arti sebenarnya Bakkah itu adalah Tempat Tersembunyi Yang Diberkahi, bukan Mekah. Coba kita dibayangkan. Beda sedikit saja di dalam menerjemahkan sebuah kata, akibatnya bisa jadi fatal.       

Perlu saya jelaskan juga, bahwa kalau yang dimaksud "Baitullah" yang di Mekah itu "Ka'bah". "Ka'bah" itu dibangun Allah melalui perpanjangan tangan-tangan manusia dan entitas lainnya yang ada di semesta ini. Seperti yang pernah saya tuliskan dalam artikel saya yang lain, bahwa seluruh Materi yang Nyata di semesta ini, Allah ciptakan dengan melibatkan manusia dan beberapa entitas lain yang ada di semesta ini. Berbeda dengan "Imateri" seperti "Bakkah" yang sifatnya "Tidak Nyata". Itu diciptakan oleh tangan Allah langsung, seperti juga "Ruh-Ku" yang ditiupkan ke jasad manusia.        

Setelah kita tahu arti sesungguhnya, barulah ayat-ayat yang sebelumnya terasa aneh menjadi nyambung/koheren. Hal ini seperti yang pernah saya tuliskan di dalam buku saya yang berjudul AKU BERSAKSI ALLAH MAHA NYATA, dengan referensi beberapa ayat yang ada di dalam Al-Quran dan Hadits seperti di bawah ini.       

Alquran:  Bila hamba-hambaKu bertanya tentang Aku, maka katakanlah Aku dekat (Al Baqarah 2:36), Lebih dekat Aku daripada urat lehermu (Al Qaf 50:16), Kami akan perlihatkan pada mereka tanda-tanda (ayat-ayat) kami di segenap penjuru dan pada diri mereka (Fushshiilat 41: 53), Dzat Allah meliputi segala sesuatu (Fushshilat 41:54), Dia Allah bersamamu di mana pun kamu berada (Al Hadid 57:4), Kami telah mengutus seorang utusan dalam Nafs (diri) mu (At Taubah 9:128), Iya di dalam dirimu, apakah engkau tidak memperhatikan (Adz Dzaariyaat 51:21), Tuhan menempatkan diri antara manusia dengan qolbunya (Al Anfaal 8:24), Aku ciptakan manusia dengan cara yang sempurna (At Tin 95:4).       

Hadist Qudsi dan hadist Rasulullah: Man arofa nafsahu faqod arofa robbahu (Barang siapa mengenal nafs (diri) maka Dia mengenal Tuhannya). Wa man arofa robbahu faqod jahilan nafsahu (Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa bodoh), Man tolabal maulana biqoeri nafsi faqoddola dolalan baida (Barang siapa yang mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri maka dia akan tersesat semakin jauh). Iqro kitab baqo kafa binafsika al yaoma alaika hasbi (Bacalah kitab yang kekal yang ada di dalam diri kalian sendiri). Allahu bathinul insan al insanu dhohirullah (Allah itu bathinnya (ghoib) manusia, manusia adalah dhohirnya (kenyataannya) Allah. Al insanu siri wa ana siruhu (Rahasia kalian adalah rahasiaKu), Laa yarifaallahu Ghoirullah (Yang mengenal Allah hanya Allah). Aroftu robbi bi robbi (Aku mengenal Tuhan dengan Tuhan), Maa arofnaka haqqo ma'rifataka (Aku tidak mengenal Engkau kecuali sebatas pengetahuan yang Engkau perintahkan.       

Jadi berdasarkan keterangan dari ayat-ayat Al-Quran dan Hadits di atas, jelas sekali bahwa rumah Allah (Baitullah-Ka'bah) yang sesungguhnya itu ada di dalam Qolbunya setiap manusia. Keterangan ini juga diperkuat oleh penemuan seorang ahli Neuro Sains dari Amerika, yang menyatakan bahwa di tubuh setiap manusia itu telah ditemukan Titik Tuhan (Godspot) yang terletak di bagian kepala. Berikut linknya saya sampaikan disini: http://info-wahib.blogspot.com/2014/12/god-spot--saraf-yang-mendorong-manusia-menemukan-tuhannya.html.       

Dengan demikian jelas sudah kenapa Allah mewajibkan bagi setiap manusia untuk berkunjung ke rumah Allah (Baitullah Ka'bah), karena rumah Allah itu letaknya sangat dekat. Jadi tidak ada alasan lagi bagi manusia untuk tidak bisa berkunjung ke rumah-Nya, tentunya bagi yang tahu jalannya. Lalu pertanyaannya bagaimana bagi yang tidak tahu? Jawabannya tinggal punya niat dan keinginan saja.       

Karena Allah telah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Ankabut ayat 5: BARANG SIAPA YANG MENGHARAP PERTEMUAN DENGAN ALLAH, MAKA SESUNGGUHNYA WAKTU (YANG DIJANJIKAN) ALLAH PASTI DATANG. DAN DIA YANG MAHA MENDENGAR LAGI MAHA MENGETAHUI. (Bersambung).

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now
ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia