KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Pelatihan Menulis Online Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniIslamophobia di Amerika, “Christianophobia” di Indonesia oleh : Kabarindonesia
21-Mar-2019, 16:44 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jika sebagian penduduk di AS dan barat mengidap Islamophobia, maka sebagian penduduk Indonesia dan kawasan mayoritas Muslim di berbagai belahan dunia mengalami gangguan penyakit "Christianophobia". Opini Sumanto al Qurtuby.

Islamophobia atau Islamfobia mengacu pada pengertian ketakutan atau
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

Kucinta Danau Toba 23 Mar 2019 08:01 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Mencari Rumah Tuhan (1): Berwisata Itu Adalah Ibadah

 
ROHANI

Mencari Rumah Tuhan (1): Berwisata Itu Adalah Ibadah
Oleh : Tonny Djayalaksana | 16-Feb-2019, 12:55:11 WIB

KabarIndonesia - Apa perbedaannya antara ibadah haji ke Mekah dengan berwisata ke daerah-daerah tujuan di dalam negeri maupun luar negeri?

Keindahan alam semesta itu sangat nyata. Hal ini semakin saya rasakan ketika baru saja usai menikmati liburan panjang akhir tahun bersama keluarga.   Apa sesungguhnya hakekat dan makna dari liburan dan pergi berwisata ke berbagai daerah tujuan, baik itu di dalam negeri, maupun di luar negeri? 

Seandainya semua manusia itu SADAR, sesungguhnya berwisata kemana pun, tujuannya hanya satu yaitu "untuk menikmati keindahan alam semesta yang Tuhan/Allah ciptakan sendiri, maupun melalui tangan-tangan manusia yang Dia pakai sebagai perpanjangan tangan-Nya, agar semua makhluk di semesta ini bisa mengenali-Nya".    

Seharusnya sebagai hamba Allah, kita (manusia), merasa kewalahan dalam bersyukur. Saking tidak terhitungnya, nikmat Allah yang begitu besar, serta beraneka bentuk, ragam dan rasa yang sudah Allah berikan untuk kita (manusia), kita tidak boleh berhenti bersyukur atas segala nikmat dan karunia-Nya tersebut. Bukankah bersyukur secara terus menerus atas nikmat Allah itu juga merupakan sebuah ibadah?   
  
Menurut pemahaman saya, mengenali serta menikmati indahnya karya-karya dari Allah itu, juga bisa dipahami sebagai hakekat dan makna dari apa yang namanya Surga.    

Sebuah kehidupan itu harus terdiri dari "dualitas", "positif-negatif". Ketika positif dan negatif itu menyatu barulah bisa hidup. Kalau tidak, maka tidak ada yang namanya kehidupan. Hukum "dualitas" itu adalah sebuah kesempurnaan yang Allah ciptakan di dalam kehidupan itu sendiri.    

Allah telah menggunakan listrik sebagai analogi kehidupan di semesta ini, agar kita manusia bisa secara jelas dan nyata bisa mempelajarinya, kalau positif dan negatif tidak menyatu maka listrik pun tidak menyala (hidup). Dengan demikian semua kehidupan di alam semesta ini sudah Allah tunjukkan agar bisa dijadikan sebagai pembelajaran, supaya kita (manusia) paham dengan adanya.    

Semua kehidupan yang ada di semesta ini  semuanya menganut hukum "dualitas". Karenanya semua kehidupan di semesta ini tidak ada yang abadi. Satu-satunya yang  kekal dan abadi itu hanya milik Tuhan/Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas. Dia yang monolitas sekaligus pemilik "dualitas". Adapun bisanya kekal abadi itu karena monolitas. Jadi hanya ada positif thok. Justru karena hanya Allah satu-satunya yang monolitas, maka Beliau timbul kehendak "INGIN DIKENAL". 

Supaya bisa dikenal, harus diciptakan ruang dan waktu serta makhluk-makhluk untuk bisa mengenali-Nya. Dan makhluk-makhluk yang diciptakan-Nya itu, tidak boleh ada yang kekal abadi. Karena itulah maka diciptakanlah alam semesta beserta isi-isinya. Yaitu benda-benda dan makhluk-makhluk yang menganut hukum "dualitas", karena semua yang menganut hukum "dualitas" itu tidak ada yang kekal abadi.    

Jika kita mengacu kepada alasan Allah menciptakan alam semesta ini, hanya untuk dikenal eksistensi-Nya saja, maka saya memahaminya kehidupan yang abadi itu adanya justru saat ini. 

Di alam semesta ini, kenyataan tersebut tidak bisa dipungkiri. Apalagi jika kita mengingat bahwa umur alam semesta yang sudah berlangsung hingga miliaran tahun. Jika kita lihat dari peta Galaxy yang saat ini sudah dirilis oleh NASA, bumi yang kita tempati saat ini, sebagai titik saja tidak kelihatan di dalam peta tersebut. Itu artinya bumi ini sangatlah kecil. 

 
Maka jika benar akan ada kiamat yang menghancurkan bumi dan seisinya, Allah sudah menyiapkan milyaran triliun bintang sebagai penggantinya. Jadi tidak bisa kita bayangkan, sampai kapan kehidupan alam semesta ini akan berakhir? 

Menurut ayat Al-Quran di surat Al-Hadid ayat 3 Allah berfirman sebagai berikut: DIA YANG AWAL, DIA YANG AKHIR... yang bisa diartikan bahwa TIDAK ADA AWAL, JUGA TIDAK ADA AKHIR. Persis seperti yang Nabi Ibrahim ajarkan tentang ritual Tawaf, di waktu melaksanakan ibadah Haji dan Umroh. Yaitu dengan diawali dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad juga. Sementara ini Hajar Aswad dipahami sebagai rahim seorang ibu. Ini bisa juga diartikan bahwa kehidupan manusia di semesta ini sebagai siklus.    

Kelahiran kita (manusia) di semesta ini diawali dengan dilahirkan melalui rahim seorang ibu. Proses yang terjadi terus berjalan seperti itu. Hal ini seperti yang tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 28: Allah berfirman sebagai berikut: "Mengapa kamu tertutup kepada Allah,  kamu tadinya mati lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan, kemudian kamu dihidupkan, kemudian kepada Allah-lah kamu akan kembali."  Pertanyaannya, itu akan berlangsung sampai kapan? 

Jawabannya adalah kekal abadi selamanya. Seperti halnya hakekat makna dari ayat tadi, TIDAK ADA AWAL JUGA TIDAK ADA AKHIR...  Kecuali kita sudah bisa melampaui hukum semesta yang "dualitas" menjadi "monolitas" maka kita yang "SESUNGGUHNYA DARI ALLAH, MAKA SUNGGUH AKAN KEMBALI KEPADA ALLAH JUGA" = "INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI'UN.    

Dengan memanfaatkan acara wisata bersama keluarga untuk menikmati keindahan di setiap daerah ataupun luar negeri yang beraneka ragam, kita bisa menikmati pemandangan-pemandangan yang sangat indah, bangunan-bangunan yang sangat menakjubkan, dan situs-situs sejarah peninggalan berbagai kerajaan. Sungguh sangat luar biasa, spektakuler, sungguh Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas adalah Sang Maha Segala Maha. Allah sudah membuktikan eksistensinya dan disesuaikan dengan zamannya saat itu.    

Sebelum mendapatkan ilmu marifat, saya sama dengan kebanyakan orang-orang muslim yang lainnya, masih berharap mendapatkan surga, setelah meninggal dunia "nanti".    

Padahal surga itu sangat nyata adanya. Ia sedang kita tinggali saat ini, di bumi ini. Hanya kitanya sajalah yang sibuk dengan urusan sehari-hari sehingga abai dan tidak sadar untuk menikmati keindahan dan keagungan alam semesta beserta isinya ini. Itu karena pikiran kita sudah terpatri dengan ajaran, bahwa surga itu adanya "nanti" setelah kita meningggal dunia. Adanya surga itu di alam akhirat "nanti" dan kita akan bisa tinggal kekal abadi selama-lamanya, jika setelah hasil dihisab "nanti", pahala kita lebih banyak dari pada dosa.    

Ketika saya diberi kesempatan bisa berwisata ke luar negeri, setiap saya bertemu atau berpapasan dengan orang-orang indonesia atau pun orang dari luar negeri, wajahnya itu sungguh penuh dengan keceriaan, kebahagiaan, dan kedamaian. Maka dalam hati saya pun muncul pemikiran, alangkah akan lebih bahagianya mereka jika saja para wisatawan itu paham akan hakekat dan makna dari kehidupan ini. 

Sudah pasti mereka akan lebih bisa mengagumi, meresapi dan menikmati semua karya dari Allah Sang Pencipta Yang Maha Agung itu. Karena itu, berwisata untuk menikmati karya-karya Agung yang diciptakan langsung oleh-Nya atau diciptakan melalui tangan manusia-manusia yang Dia kehendaki.  Menurut pemikiran saya, bukankah esensinya sama juga dengan ibadah?    

Alam semesta ini diciptakan Allah semata-mata agar Allah dikenali oleh ciptaan-Nya. Itu terbukti, dari tahun ke tahun, zaman ke zaman. Semesta ini terus mengalami perubahan yang signifikan. Allah selalu menciptakan, memelihara, menghancurkan dan melebur, terus berjalan seperti siklus yang berulang-ulang dengan karya-karya yang terus berubah dan berganti-ganti. Itulah sebuah bukti bahwa alam semesta ini Allah jadikan tempat Dia untuk berkarya. 

Namun disesuaikan dengan pikiran-pikiran manusia, yang memang sudah sejak awal Dia percikkan sebagian kecil cahaya Kecerdasan Semesta Tanpa Batas-Nya untuk bermilyar-milyar manusia yang ada, agar seluruh manusia yang ada di semesta ini bisa saling bersinergi, saling menebarkan kasih sayang, saling gotong royong untuk mewujudkan karya-karya Allah, agar eksistensi-Nya betul-betul bisa dikenali dan dinikmati oleh makhluk-makhluk ciptaan-Nya. (Bersambung).       

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now 
ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Berkah TMMDoleh : Agus Rizal
10-Mar-2019, 16:26 WIB


 
  Berkah TMMD TMMD ke-104 Kodim 0601/Pandeglang membawa berkah bagi para pemilik warung di lokasi tersebut. Anggota Satgas TMMD pada saat istirahat meluangkan waktu untuk melaksanakan kegiatan komsos dengan warga masyarakat di salah satu warung milik warga sambil menikmati jajanan di kampung Saluyu,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia