KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Pelatihan Menulis Online Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
OpiniIslamophobia di Amerika, “Christianophobia” di Indonesia oleh : Kabarindonesia
21-Mar-2019, 16:44 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jika sebagian penduduk di AS dan barat mengidap Islamophobia, maka sebagian penduduk Indonesia dan kawasan mayoritas Muslim di berbagai belahan dunia mengalami gangguan penyakit "Christianophobia". Opini Sumanto al Qurtuby.

Islamophobia atau Islamfobia mengacu pada pengertian ketakutan atau
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

Kucinta Danau Toba 23 Mar 2019 08:01 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
ROHANI

Mencari Kebahagiaan Abadi (2): Kehidupan Abadi Itu Ada di Bumi Ini
Oleh : Tonny Djayalaksana | 02-Mar-2019, 18:30:04 WIB

KabarIndonesia - Pada hakekatnya semua peristiwa yang ada bumi ini tidak terlepas dari pikiran dan ego manusia. Allah menciptakan alam semesta dengan seluruh isinya ini, sudah disertakan dengan hukum "dualitas" yang diistilahkan dengan sebutan hukum sebab-akibat, atau tabur-tuai.

Untuk membuktikannya sangat sederhana. Coba perhatikan baik-baik, hampir semua manusia beragama dimuka bumi ini melakukan ritual doa. Baik itu secara beramai-ramai atau sendiri-sendiri (individu). Adapun doa yang dipanjatkan adalah segala macam permohonan yang disesuaikan dengan keinginan atau kepentingannya masing-masing. Doa yang umum dan hampir dimohonkan oleh semua umat beragama di bumi ini adalah, doa permohonan adanya perdamaian bagi seluruh umat manusia yang ada di bumi. Doa ini sudah dipanjatkan entah dari sejak zaman kapan dimulainya? Sampai saat inipun masih berlanjut terus.

Tapi apa yang kita saksikan? Realitanya di dunia ini tidak pernah ada perdamaian. Artinya Allah tidak mengabulkan doa tersebut. Bahkan kasarnya tidak mau mendengarkannya. Lalu pertanyaannya, kenapa Allah tidak mau mendengarkan apalagi mengabulkannya?     Jawaban Allah adalah, bukankah yang merekayasa sampai bisa timbul perpecahan individu, kelompok, komunitas, golongan atau negara, sampai timbul adanya peperangan, kerusuhan, pembunuhan, balas dendam dan sebagainya itu semua dikarenakan oleh ulah dari pikiran dan ego manusia itu sendiri? Bukan disebabkan oleh Allah.
 
Jadi kesimpulannya, manusia yang membuat masalah kenapa Allah yang harus menyelesaikannya? Bukankah itu sebuah perbuatan harus dipertanggung jawabkan? Maka sudah selayaknya manusia yang berbuat, tentu manusia juga yang harus menyelesaikannya. Itu salah satu contoh ilustrasi dari apa yang disebut dengan hukum sebab-akibat atau tabur-tuai.

Ada juga yang bertanya kepada saya, "Kalau surga itu ada di diri kita masing-masing, bagaimana cara meraihnya?" Jawaban saya seperti sudah saya tulis di dalam artikel saya yang berjudul "Daya ungkit Sadar".

Pertama kita harus terus berbuat baik untuk semesta dan seisinya ini. Seperti yang sudah kita bahas tadi, hukum semesta ini menganut hukam "dualitas" yang alami, yaitu sebab-akibat atau tabur-tuai. Kalau kita selalu berbuat baik, tentu gelombang energi yang keluar juga baik/positif. Maka sudah bisa dipastikan, di kemudian hari kita juga akan menerima kebaikan atau hal yang positif.

Semesta ini menganut filosofi  "GIVE AND TAKE"="MEMBERI DAHULU BARU KEMUDIAN MENDAPATKAN". Bukan seperti praktek dari kebanyakan orang, yang justru mereka lakukan adalah kebalikannya, yaitu "TAKE AND GIVE"="MENDAPATKAN DAHULU, BARU KEMUDIAN MEMBERI". Maka hasilnya sudah bisa dipastikan, akan lebih banyak mendapatkan hal-hal yang negatif dari pada yang positif.

Kedua, kita harus bisa meningkatkan kesadaran sampai puncak yang paling tinggi, sehingga kita bisa melampaui hukum "dualitas" yang ada di semesta ini. Disitulah kita baru bisa mendapatkan kesucian kita kembali. Seperti awal kita terlahir ke semesta ini, setelah sekian lama diri sejati kita terkotori oleh pikiran dan ego sendiri.

Dengan demikian, kita baru bisa bersatu kembali ke dalam haribaan-Nya. Itulah hakekat makna dari kalimat : INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RA'JIUN=SESUNGGUHNYA ASAL DARI ALLAH MAKA SUNGGUH AKAN KEMBALI KEPADA ALLAH JUGA. Jadi tidak ada kalimat yang mengatakan, SESUNGGUHNYA ASAL DARI ALLAH MAKA SUNGGUH AKAN KEMBALI KE SURGA ATAU NERAKA. 
Kesimpulan akhir dari tulisan ini --sebelumnya saya mohon maaf, kalau menurut pemahaman saya kata-kata yang sudah menjadi anker di benak saya itu, ternyata sudah tidak relevan lagi.

Pertama seperti yang sudah saya tulis juga di artikel saya yang berjudul AKU HARUS JUJUR. Telah saya jelaskan, bahwa akhirat, surga, dan neraka itu semua sifatnya masih tidak nyata/ghaib. Bisa ya bisa juga tidak. Jadi menurut pemahaman saya, kata-kata yang lebih cocok adalah: "Jangan mau tertipu dengan cerita yang belum nyata/ghaib, karena sesungguhnya kehidupan yang abadi itu, secara realita/kenyataan ada di bumi yang saya tinggali saat ini dan sudah berlangsung jutaan tahun lamanya."

Allah menciptakan alam semesta berikut isinya itu tidak ada yang sia-sia. Allah saking ingin dikenal, oleh semua ciptaan-Nya, maka tidak ada satupun di alam semesta ini yang diam total. Semua sedang proses di dalam ruang dan waktunya masing-masing. Semua sedang berevolusi menyesuaikan dengan zaman dan peradaban manusia saat itu.

Sungguh tidak bisa dibayangkan, keindahan-keindahan yang Allah ciptakan dari zaman ke zaman di seluruh penjuru alam semesta ini. Hanya ketika kesadaran manusia sudah sampai pada puncaknya, maka akan terasa sekali betapa bahagia dan nikmatnya bisa merasakan kehidupan di alam semesta yang Allah ciptakan ini. 
Sesungguhnya semua manusia di muka bumi ini, tahu persis keindahan-keindahan yang diciptakan Allah, melalui tangan manusia yang Dia kehendaki. Sayangnya sedikit sekali yang bisa menyadarinya. Mungkin karena di dalam benaknya sudah terpatri pemahaman, bahwa kehidupan yang abadi itu "nanti" di akhirat, dan sumber segala kebahagian dan kenikmatan itu adanya juga "nanti" di surga.

Hal ini membuat mereka-mereka itu tidak sadar, sesungguhnya pada saat ini juga mereka itu sedang menyaksikan sekaligus menikmati karya-karya Allah yang tidak terhitung ragam modelnya. Dan semua ini adalah realita, sesuai dengan satu-satunya kehendak Allah menciptakan alam semesta ini, yaitu hanya dengan satu tujuan: AKU INGIN DIKENAL. LA ILLAHA ILLA ANA = TIDAK ADA TUHAN KECUALI AKU. (*)
Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT www.djayalaksana.com          

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Berkah TMMDoleh : Agus Rizal
10-Mar-2019, 16:26 WIB


 
  Berkah TMMD TMMD ke-104 Kodim 0601/Pandeglang membawa berkah bagi para pemilik warung di lokasi tersebut. Anggota Satgas TMMD pada saat istirahat meluangkan waktu untuk melaksanakan kegiatan komsos dengan warga masyarakat di salah satu warung milik warga sambil menikmati jajanan di kampung Saluyu,
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia