KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (6) kita telah melihat, berbagai upaya untuk menyerang dan menjatuhkan Jokowi ternyata justru sering berbalik menjadi bumerang yang menjadikan elektabilitas Prabowo-Hatta terdegradasi. Jokowi-JK
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Menafsir Ulang Doktrin, Belajar dari Diri Sejati (2): Petunjuk Allah dalam Wahyu Zaman Now

 
ROHANI

Menafsir Ulang Doktrin, Belajar dari Diri Sejati (2): Petunjuk Allah dalam Wahyu Zaman Now
Oleh : Tonny Djayalaksana | 13-Mei-2019, 14:51:32 WIB

KabarIndonesia - Belajar spiritual itu beda dengan belajar agama. Karena spiritual itu sangat personal/individual maka perlu keheningan karena berhubungan dengan rasa. Sedangkan agama itu ritual yang penuh dengan simbol-simbol. Jadi sifatnya jamak dan perlu keramaian.

Ada pertanyaan bagaimana caranya Tuhan (Allah) mengajarkan langsung kepada manusia yang menghendaki untuk mendapatkan bimbinganNya? Tentu Tuhan (Allah) yang Maha segala Maha bisa melalui multicara, multimedia, serta multiperantara, untuk membimbing hamba yang menghendakiNya.    

Berikut ini saya berikan beberapa contoh sangat sederhana. Diantaranya link-link yang saya lampirkan tentang penemuan-penemuan ilmiah yang ingin saya ketahui berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan yang selalu saya alirkan ke dalam diri sejati saya. Tiba-tiba tanpa sengaja pas lagi buka-buka smartphone, dapat berita yang notabene persis jawaban dari pertanyaan yang saya alirkan ke dalam diri sejati saya ini.    

Adakalanya jawaban pertanyaan saya itu datang lewat kata-kata bijak dari orang-orang yang tingkatan spiritualnya sudah tinggi. Bisa juga lewat mimpi atau lewat peristiwa yang baru terjadi. Dengan adanya pengalaman-pengalaman tadi, saya baru menyadari bahwa Tuhan (Allah) selalu siap setiap saat untuk membimbing hambanya agar bisa mencapai puncak kesadaran yang paling tinggi, agar bisa selalu beresonansi denganNya.   

Baru-baru ini ada pengalaman saya yang sangat menarik. Pada suatu malam sebelum tidur, saya mengalirkan pertanyaan kepada diri sejati saya, berkaitan dengan pesatnya kemajuan di bidang teknologi saat ini. Dimana peran manusia lambat laun diambil oleh mesin, namun populasi penduduk semesta ini malah Allah tambah terus.    

Kira-kira apa pesan Allah tentang fenomena ini? Paginya ketika bangun tidur dan pas buka smartphone, langsung saya melihat ada kata-kata bijak yang berbunyi: "Satu Mesin Bisa Menggantikan Peran 50 Manusia Biasa, Tapi Satu Manusia Luar Biasa Tidak Ada Satu Mesinpun Yang Bisa Menggantikan Perannya. Saya tersentak kaget. Begitu instan Allah menjawab pertanyaan saya semalam. Bagi saya kejadian seperti ini sudah sering terjadi, karenanya hal seperti ini saya istilahkan sebagai Wahyu Zaman Now.    

Adapun semua petunjuk jalan untuk bisa mencapai tingkat kesadaran paling tinggi semua sudah ada dalam Al Quran sebagai pedoman sekaligus petunjuk jalan hidup saya. Tinggal mencari seorang Guru Mursyid yang ilmunya mumpuni dan bisa membimbing kita untuk sampai kepadaNya.    

Pengertian Guru Mursyid ini tidak sama dengan Ulama yang sebelum saya belajar spiritual. Pasalnya, definisi Ulama menurut keterangan dari beberapa Hadits Nabi adalah: Al 'Ulama Warosatul Anbiya = Ulama Adalah Yang Mewarisi Ilmunya Para Nabi dan Rosul. Pengertian "MEWARISI" di sini bukan sekedar ilmu pengetahuan tentang sejarah dan ritual-ritual agama saja. Tetapi justru yang paling utama adalah harus mempunyai pengalaman spiritualnya para Nabi dan Rosul, karena pengalaman spiritual itu masing-masing sangat personal dan individual. Tidak bisa diwakilkan.   

Disinilah letak ke-Mahaan-Nya Tuhan (Allah) sebagai penguasa tunggal di alam semesta ini. Tiada satupun makhluk, benda dan seisi semesta ini yang sama persis dan tidak ada satupun yang bisa hidup sendiri tanpa adanya interaksi dengan sesama penghuni semesta ini. Tidak ada yang Kekal-Abadi kecuali hanya DIA, Sang Maha Segala Maha.   

Sifat Tuhan (Allah) itu Sederhana, Mudah, Simple. Yang membuat rumit itu adalah manusia itu sendiri, karena terjebak oleh permainan Dualitas yang ada di semesta ini.     

Untuk bisa berjumpa dengan Tuhan (Allah) kuncinya cuma satu dan sangat sederhana, yaitu cukup hanya dengan "BERHARAP". Sesuai bunyi Al Quran surat Al-Ankabut ayat 5: BARANG SIAPA YANG MENGHARAP PERTEMUAN DENGAN ALLAH, MAKA SESUNGGUHNYA WAKTU YANG DIJANJIKAN ALLAH ITU PASTI DATANG, DAN DIALAH YANG MAHA MENDENGAR DAN MAHA MENGETAHUI.       

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now   
ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT www.djayalaksana.com                                                                                                                  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia