KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis
Harian Online KabarIndonesia

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalWUPID INDONESIA 2017: Pemilihan Dua Tim Debat Bahasa Inggris untuk Mewakili Indonesia di WUPID Global oleh : Redaksi-kabarindonesia
18-Okt-2017, 01:37 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, 18 Oktober 2017 – Ruang kuliah 7-6 dan 7-7 Sampoerna University Jakarta seketika berubah hening dan suasana menegang sebab Muqriz Mustafa Kamal selaku Chair Adjudicator Final round akan mengumumkan
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Maraknya Pencurian di Kampus 17 Okt 2017 01:31 WIB


 
Sabar dan Syukur 12 Okt 2017 01:07 WIB

Di Padepokan Om Jin 12 Okt 2017 01:06 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
"Tangisan" Ridho Irama 12 Okt 2017 10:00 WIB


 

 
 
ROHANI

Membuka Diri Untuk Saling Menerima
Oleh : Sesmon Toberius Butarbutar | 17-Sep-2017, 09:31:40 WIB

KabarIndonesia, Balige - Kedatangan Tuhan adalah peristiwa yang paling utama dalam kehidupan orang Kristen. Sambil menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kali, orang-orang percaya membangun persekutuan, penyembahan dan persembahan. Persekutaun mestinya terpelihara dengan baik, tidak membedakan suku, bangsa, adat, warna kulit, budaya dan marga. Semua menyatu hanya untuk memuliakan Tuhan. Mereka adalah orang-orang percaya akan kasih dan kuasa Tuhan. 
Demikianlah jemaat Roma yang terdiri dari orang-orang Yunani dan Yahudi bersatu dalam persekutuan di Roma. Tetapi rupa-rupanya latar belakang agama, budaya, pengalaman hidup dan status sosial sangat mempengaruhi hidup persekutuan jemaat Roma. Perbedaan latar belakang itu ternyata memberikan dampak buruk dalam perjalanan persekutuan mereka. 
 

Beberapa cara hidup praktis telah membuat mereka memiliki pandangan berbeda. Perbedaan praktis yang sering muncul dalam persekutuan itu adalah soal makanan dan hari-hari khusus. Makanan bagi sebagian menganggap bahwa semua boleh dimakan, dan yang lain hanya sebagian yang boleh dimakan. Bagi sebagian orang menganggap adanya hari-hari penting tetapi bagi sebagian menganggap semua hari itu sama.

 

Jika perbedaan hidup praktis ini tidak dikelola dengan baik maka masalah ini menjadi pemicu retaknya persekutuan. Akibatnya tujuan persekutuan itu menjadi kabur, dan hari kedatangan Tuhan pun dapat menjadi malapetaka. Karena itu Rasul Paulus mengingatkan mereka agar tetap memelihara persekutuan.

Saling menerima dalam persekutuan. 
Setiap orang berada dalam persekutuan adalah atas perkenan Allah. Dialah yang membenarkan dan menerima orang-orang yang tergabung dalam persekutuan. Mereka yang mengabungkan diri dalam persekutuan mestinya tunduk kepada Allah, mereka menjadi hamba Allah. Karena orang yang berkumpul di dalam persekutuan itu adalah hamba Allah, maka Allah yang layak memberi penghakiman kepada hambaNya.

 

Oleh sebab itu, tidak seorangpun anggota persekutuan berhak menghakimi anggota lain. Setiap orang yang merasa imannya lebih kuat maka haruslah menerima orang yang imannya lemah tanpa mempercakapkannya (mempersoalkannya) kepada orang lain. 


Sebenarnya Paulus tidak sedang membuat ukuran iman seseorang tetapi sebagai ‘jalan tengah' agar setiap anggota memelihara keutuhan persekutuan. Bagi Paulus, yang mereka perdebatkan tentang makanan dan hari-hari khusus/penting bukanlah hal prinsip. Yang utama bagaimana setiap anggota persekutuan menantikan kedatangan Tuhan dalam sukacita.  

Jika ada orang yang menganggap imannya lebih kuat karena dapat makan daging, biarlah dia bersyukur. Tetapi janganlah menghina orang yang hanya makan sayur-sayuran saja. Mereka yang hanya makan sayur-sayuran saja janganlah menghina orang  yang sekali makan daging langsung habis tiga piring sekali makan. Ada baiknya kita bilang saja "mantap kali kawan...." Sebab selain menantikan kedatangan Tuhan tidaklah ada yang mutlak. Kebersamaan orang-orang percaya haruslah terpelihara dengan baik.  

Yakin dalam hantinya.
Dalam menyikapi cara pandang hidup praktis, Paulus menekankan suara hati. Setiap orang melakukan tindakan hendaknya benar-benar yakin dalam hatinya bahwa tindakannya itu berkanan kepada Allah atau tidak bertentangan dengan kehendak Allah. Suara hati berfungsi sebagai instansi kritis yang mengarahkan dan memberi norma. Suara hatiah yang menilai apa yang baik dan yang  jahat. Namun, suara hati juga tidak boleh begitu saja mengabaikan hukum Allah. Setiap orang haruslah benar-benar yakin bahwa tindakannya sesuai dengan imannya dan suara hatinya. Jika ia telah yakin, maka biarlah tindakannya itu disyukuri.

   
Kasih. Pangkal dan dasar dari etika Paulus ialah karya keselamatan, peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus, yang didalamnya Allah secara mutlak memberikan keselamatan bagi dunia ini. Dalam kematian Yesus itu Allah menyatakan kesihNya dengan menyelamatkan manusia. Kematian Kristus adalah tindakan kasih.  

Oleh sebab itu pula seluruh tindakan dan perbuatan haruslah untuk memuliakan Tuhan. Persekutuan orang-orang percaya tidak boleh tercabik-cabik karena hal-hal yang tidak penting, apalagi hanya demi kepentingan sendiri atau kelompok. Tetapi semua terpanggil untuk melakukan kehendak Allah. Sebab pada akhirnya seluruh tindakan dan perbuatan haruslah dipertanggungjawabkan kepada Allah yang adalah Kepala Gereja, Amin. (*)

 

Renungan dari Roma 14 : 1 - 12 di Gereja HKBP Balige Tobasa pada Minggu 17/9/2017.

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017oleh : Rohmah Sugiarti
12-Okt-2017, 06:52 WIB


 
  Pesona Tahun Ketiga Hong Kong Cyclothon 2017 Hong Kong Cyclothon kembali di tahun ketiga, tepatnya pada hari Minggu, 8 Oktober kemarin. Diikuti sekitar 5.000 pesepeda dari seluruh pelosok dunia. Tujuh belas tim balap profesional akan berlaga di UCI Asia Tour Class 1.1 Road Race pertama di Hong
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Danau Toba Bukan Danau Tuba 14 Okt 2017 05:14 WIB


 

 

 

 

 

 
Pimpinan Redaksi HOKI 2017 09 Okt 2017 20:02 WIB


 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia