KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiJababeka Senior Living Luxury Retirement Home oleh : Kabarindonesia
08-Des-2019, 09:41 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jababeka Senior Living mempersembahkan Luxury Retirement Home, suatu konsep konsep layanan hunian bagi Senior (lansia) dengan standar hotel bintang empt tetapi perhatian dan kepeduian team Care sebagaiman layaknya tinggal di rumah sendiri yg penuh kasih sayang. Home Sweet
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Opera Afeksi 08 Des 2019 14:27 WIB

Perih Paling Parah 26 Nov 2019 19:35 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Membangunkan Kesadaran dari Kubur (2): Hari Kebangkitan Itu Adalah Sekarang

 
ROHANI

Membangunkan Kesadaran dari Kubur (2): Hari Kebangkitan Itu Adalah Sekarang
Oleh : Tonny Djayalaksana | 03-Jun-2019, 07:58:36 WIB

KabarIndonesia - Dalam tulisan "Beda Agama dan Spriritual (1)" telah saya paparkan pemikiran seorang teolog, filsuf dan ahli paleontologi Prancis, Dr. Teilhard de Chardin yang menyatakan agama adalah untuk mereka yang tidur, sedangkan Spiritual adalah untuk mereka yang sudah bangun.

Ternyata benar, setelah saya belajar Spiritual baru sadar tentang hakekat makna dari hadits dan ayat-ayat Allah. Seperti saya sudah jelaskan sebelumnya di artikel saya yang lain, bahwa ayat-ayat yang ada di dalam Al Quran dan Hadits itu banyak kata-kata simbolik dan kiasan-kiasan.     Jadi menurut pemahaman saya, sebelum saya belajar Spiritual, jiwa sejati saya itu masih belum bangun (kesadarannya). Masih terkubur oleh Tubuh/Jasad saya. Agar bisa belajar Spiritual, maka Jiwa yang terkubur oleh Tubuh/Jasad itu perlu dibangunkan/dibangkitkan (kesadarannya).

Dalam prosesi seperti membangunkan/membangkitan (Kesadaran) Jiwa itulah makna Hakekatnya "Qiyamat". Sebab "Qiyam" di dalam bahasa Arab artinya dalam bahasa Indonesia adalah "Bangkit" jadi artinya "Qiyamat" itu adalah "Kebangkitan".     

   
Hal itu sesuai dengan keterangan dari sebuah Hadits Rasullulah, "Bahwa hari Qiyamat sudah dekat" padahal jarak zaman Nabi Muhamad sampai saat ini sudah berjalan -/+ sudah 1300 tahun yang lalu. Jika diartikan secara harafiah tentunya hal ini tidak koheren/nyambung. Nabi mengatakan dekat, tapi nyatanya perjalanan waktunya sudah sekian jauh.           
Barulah saya sadar yang dimaksud Rosulullah "Qiyamat" sudah dekat itu kapan waktunya? Jawabannya adalah "Sekarang", "Saat Ini Juga", "Lebih Cepat Lebih Baik". Begitu juga pertanyaan yang diajukan Malaikat Munkar-Nakir, di alam kubur. "Man Robbuka=Siapa Tuhanmu" itu bukan nanti sudah meninggal, justru Saat Ini/Sekarang sewaktu Jiwa kita masih terkubur oleh Tubuh/Jasad diri sendiri. Bukannya setelah mati nanti. Karena pada kenyataannya manusia mati bagaimana mungkin bisa mendengar atau berbicara?       

Dengan adanya artikel yang menjelaskan perbedaan antara Agama dengan Spiritual, dan beberapa dalil di dalam Al Quran dan Hadits, maka sudah bisa disimpulkan bahwa dalam diri setiap makhluk dan benda yang ada di semesta ini, ada Kerajaan Tuhan (Allah) yang disemayamkan. Berarti Surga-Neraka, Malaikat-Syeitan, Nabi/Rosul-Iblis semua itu berpotensi menjelma dalam diri masing-masing manusia. Tergantung manusia itu sendiri mau berperan sebagai apa?        

Allah sebagai fasilitator hanya memfasilitasi sesuai kehendak hambaNya. Contoh sederhananya, tatkala manusia mengumbar nafsu binatangnya. Sering marah-marah, hidup penuh dengan penolakan-penolakan. Egonya dipasang tinggi-tinggi, seolah-olah di semesta ini merasa paling benar sendiri dan seterusnya.     

Hal itu merupakan petanda bahwa dia sedang memerankan peran Iblis/Syeitan. Begitu juga ketika manusia itu melakukan perbuatan baik dan bermanfaat terhadap lingkungan sosialnya. Membuat manusia lainnya dan semesta sekitarnya merasa nyaman, itu tandanya dia sedang memerankan perannya Malaikat.   

Begitulah kehidupan di semesta ini. Berdaur ulang mengikuti hukum sebab akibat, hingga sampai ke puncak kesadaran paling tinggi Sidratil Muntaha. Saya memakai pedoman Al Quran dan Hadits sebagai pedoman sekaligus petunjuk untuk kehidupan saya di semesta ini. Karena memang itulah rencana Tuhan (Allah) untuk saya.     

Di semesta ini tidak ada yang kebetulan. Semua sudah dalam perencanaan dan skenario dari Sang Arsitek Yang Maha Besar dan Agung. Bahkan, kalaupun ada yang berbeda jalannya dengan pengalaman saya, itu pun sudah termasuk rencanaNya Tuhan (Allah). Urusan spiritual adalah urusan personal, individual.       

  Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com                

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia