KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalMendagri Tjahjo Kumolo Himbau Masyarakat Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa oleh : Danny Melani Butarbutar
16-Okt-2019, 10:13 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Mengutip Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor111/11285/SJ tanggal15 Oktober 2019, dikabarkan bahwa Komunitas Lintas Agama dan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa akan menggelar Doa Bersama. Doa bersama tersebut akan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Rayuan Gombal vs Cinta Sejati 11 Okt 2019 08:58 WIB


 

Memahami Agama Secara Logika (1): Nur Muhammad Adalah Rasul di Muka Bumi

 
ROHANI

Memahami Agama Secara Logika (1): Nur Muhammad Adalah Rasul di Muka Bumi
Oleh : Kabarindonesia | 06-Apr-2019, 16:44:44 WIB

KabarIndonesia - Apakah agama itu memang tidak bisa dipahami secara logika? Pasalnya menurut pemahaman mayoritas manusia, pemeluk berbagai macam agama yang ada di muka bumi ini, mempunyai pemahaman yang sama, yaitu agama hanya butuh keimanan atau keyakinan yang absolut.Titik!

Sejak menjadi Mualaf, pemahaman saya pun sama seperti mayoritas manusia beragama yang seperti di atas. Hal ini karena sejak awal, saya diajarkan tentang rukun Islam dan rukun Iman.      

Rukun Islam ada Lima perkara yaitu: 
1. Mengucapkan dua kalimat Syahadat
2. Mendirikan Shalat 
3. Puasa di bulan Ramadhan
4. Mengeluarkan Zakat
5. Menunaikan ibadah Haji       

Rukun iman ada Enam perkara yaitu:
1. Percaya kepada Allah SWT
2. Percaya kepada Malaikat
3. Percaya kepada Kitab-Kitab
4. Percaya kepada Rasul-Rasul
5. Percaya kepada Hari Kiamat
6. Percaya kepada Qhodo dan Qodar         

Namun setelah saya mulai belajar ilmu Mari'fat secara spiritual, maka seiring dengan proses yang berjalan, lambat laun pemahaman saya menjadi terbuka. Ternyata sesungguhnya spiritualitas itu bisa dipahami secara logika. Bahkan untuk memahami-nya wajib menggunakan kecerdasan akal dan pikiran, dan dipahami secara logika. Tidak boleh taklid buta, (sesuai dengan ayat QS 2 : 170), agar bisa koheren, dan tidak menimbulkan kontradiktif.       

Sesuai ayat yang mengatakan bahwa agama itu akal dan juga sesuai dengan firman Allah dalam Al-Quran: ALLAH MURKA KEPADA ORANG-ORANG YANG TIDAK MENGGUNAKAN AKALNYA. DAN TIDAK ADA SEORANG PUN AKAN BERIMAN KECUALI DENGAN IJIN ALLAH DAN ALLAH AKAN MENIMPAKAN KEMURKAAN KEPADA ORANG-ORANG YANG TIDAK MEMPERGUNAKAN AKALNYA. (QS 10 : 100).Rosullulah SAW dalam sebuah haditsnya juga bersabda: BELUM TEGAK AGAMANYA BAGI SESEORANG SEBELUM IA MEMERDEKAKAN AKALNYA SECARA SEMPURNA. 

Berbekal pemahaman ini, marilah kita bedah perkara Rukun Islam dan Rukun Iman satu persatu. Apakah isinya logis atau tidak? Perkara Rukun Islam:
1. Mengucapkan Dua kalimat Syahadat ASHADU ALA ILAHA ILALLAH WA ASHADU ANA MUHAMMADAR RASULLULAH=AKU BERSAKSI TIDAK ADA TUHAN KECUALI ALLAH DAN AKU BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH. Pengertian "bersaksi" itu tentu harus diawali dengan menyaksikan dulu, kalau bersaksi tanpa menyaksikan itu artinya "bersaksinya" batal.       

Lalu pertanyaannya, "Apakah Allah itu bisa disaksikan?" Jawabannya tentu bisa. Bukankah referensi ayat dari Al Quran dan Haditsnya banyak? Saya tidak perlu mencantumkan tulisan referensi ayatnya, karena sudah sering ditulis di beberapa artikel saya yang lainnya. Yang penting adalah saya sudah mengalaminya.         

Mari kita lanjutkan lagi. Melalui kalimat AKU BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD ADALAH UTUSAN ALLAH, bukankah generasi saya dan orang-orang yang baru lahir serta yang akan lahir itu tidak pernah tahu, kenal ataupun menyaksikan sosok Nabi Muhammad yang dimaksud?       

Dan jika betul bahwa dua kalimat Syahadat itu ditujukan kepada Nabi Muhammad bin Abdullah, tentunya hal ini sangat tidak logis. Bagaimana mungkin Nabi Muhammad bersaksi untuk dirinya sendiri, bahwa beliau adalah utusan Allah.         

Lalu timbul lagi pertanyaan lainnya, "Kalau begitu siapa yang diutus oleh Allah untuk menjadi Rasul ke muka bumi ini?" Jawabannya adalah Nur Muhammad. Adapun yang namanya Nur Muhammad itu bukan Muhammad putranya Abdullah yang lahir di Jazirah Arab tersebut. Secara syariat beliau memang seorang Nabi dan utusan Allah pada zamannya. Pengertian Nabi itu adalah = orang yang mendapatkan wahyu dari Allah SWT.       

Sedangkan Utusan atau Rasul itu adalah yang diutus oleh Allah untuk menjadi penghubung antara makhluk ciptaan Allah dengan Sang Maha Penciptanya. Itu artinya yang diutus Allah untuk menjadi Utusan Allah itu pasti bagian dari Allah itu sendiri dan sifatnya langsung diutus dari tangan Allah tanpa harus melalui perantaraan makhluk ciptaan-Nya lagi.         

Jadi Nur Muhamad itu artinya adalah Cahaya Terpuji. Nur Muhammad itu bukan Makhluk akan tetapi Cahaya. Kalau kita mengacu kepada ayat dalam Al-Quran, Allah itu adalah Cahaya Di Atas Cahaya. Dijelaskan dalam sebuah kitab Sirrul Asror karangan Syeick Abdul Qodir Jaelani, bahwa Nur Muhammad itu diciptakan dari bagian Cahaya Allah itu sendiri, untuk menghidupkan semua materi yang ada di semesta ini. Karenanya, kalau ada manusia atau hewan juga tanaman yang mati/tidak hidup, itu semata-mata oleh karena Sang Pemberi Hidup yaitu Ruh/Nur Muhammad, berpisah dengan materi yang dihidupi-Nya.        

Berikut ini saya lampirkan juga referensi ayat dan beberapa Hadits : Aku berasal dari Cahaya Tuhan/Allah dan semua yang ada di alam semesta ini berasal dari cahaya-Ku.      
Aku adalah bapak dari segala Ruh      

Pada hakekatnya semua makhluk termasuk manusia yang ada di semesta ini, terdiri dari tiga elemen (Trinitas). Kalau di ajaran Islam, secara spiritualitas di dalam manusia itu terdiri dari tiga elemen (Trinitas) yaitu Nur Insan/Tubuh, Nur Muhammad/Ruh, dan Nurullah/Allah.         

Maka hakekatnya arti bersyahadat itu adalah Nur Insan/Tubuh bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Nurullah/Allah dan bersaksi bahwa Nur Muhammad/Ruh itu adalah utusan Allah.          

Jadi kalau ada sebagian muslim yang mengatakan bahwa Nabi Adam pun juga beragama Islam dan mengucapkan Dua kalimat Syahadat seperti kita, maka hal itu sangat masuk akal. Bukankah memang semua manusia yang ada di semesta ini ketika mengucapkan Dua kalimat Syahadat, semuanya mempunyai hakekat makna yang sama?

     

Mungkin kalau di agama Kristen terkenal dengan Trinitas yaitu: Allah Bapak, Putra dan Roh Kudus. Sedangkan di agama Hindu ialah: Brahma, Wisnu dan Siwa. (Bersambung)       
Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now     ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com             

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia