KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiJerman Bahas Larangan Berjilbab buat Anak TK dan SD oleh : Kabarindonesia
24-Mei-2019, 14:50 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jerman bergulat dengan fenomena jilbab di kalangan siswa taman kanak-kanak atau sekolah dasar. Kebiasaan tersebut dinilai mempersulit proses integrasi. Tapi apakah larangan serupa di Austria adalah langkah bijak?

Perdebatan tentang larangan jilbab di sekolah dasar di Jerman
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB


 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenang Peristiwa 21 Mei 1998 22 Mei 2019 14:14 WIB

 

Makna dari Sebuah Kehidupan: Menyadari Kesendirian, Menjaga Kesadaran

 
ROHANI

Makna dari Sebuah Kehidupan: Menyadari Kesendirian, Menjaga Kesadaran
Oleh : Tonny Djayalaksana | 28-Apr-2019, 13:35:51 WIB

KabarIndonesia - Hampir setiap manusia mempunyai target dalam kehidupan dan memaknai kehidupannya. Namun, tidak banyak manusia yang mempunyai KESADARAN untuk memaknai apa sesungguhnya  Kehidupan tersebut.       

Mengacu kepada pengalaman saya pribadi, sejak beranjak dewasa, pada saat itu pas kondisi ekonomi keluarga saya sedang dalam keadaan yang berat sehingga usaha keluarga kami mengalami kebangkrutan. Karenanya, sejak saat itu saya mulai membantu kedua orang tua untuk bisa meringankan beban kehidupan dari keluarga kami. 


Ketika itu usia saya antara 14-15 tahun. Saya masih mempunyai satu adik laki-laki dan tiga perempuan yang masih harus meneruskan pendidikannya di sekolah. Sedangkan saya dan kedua kakak saya sudah berhenti sekolah. Kita masing-masing berusaha semampunya untuk bisa membantu meringankan beban dari kehidupan keluarga kami tersebut.        

Sejak memulai untuk merintis pekerjaan, saya selalu berkhayal menjadi orang yang kaya dan sukses. Banyak membuat ide-ide serta memasang target agar pada umur tertentu saya sudah harus berhasil. Dalam perjalanan hidup ini, saya adalah pribadi yang senang bergaul dengan banyak teman yang mempunyai latar belakang dari bermacam profesi dan background keluarga. 

Kebetulan saya termasuk tipikal orang yang jika berteman itu tidak harus memilih dengan kriteria tertentu. Jadi bebas saja. Karenanya, sampai saat ini saya memiliki banyak teman dari segala kalangan. Mulai dari preman, pengusaha, profesional, pengacara, artis, atlit, pemain band bahkan pejabat dan politisi serta masih banyak lainnya.       

Sejak usia 15 tahun, saya sudah belajar berwirausaha dan mengalami fluktuasi naik dan turun. Salah satu kelemahan saya adalah mungkin dikarenakan terlalu banyak mengetahui jenis usaha, akibatnya tidak fokus dan cepat bosan. Selalu saja beralih ke tantangan yang lebih baru, sebelum usaha yang lama mampu berjalan dengan baik dan stabil.       

Seiring dengan berjalannya waktu, usaha saya pun selalu mengalami jatuh bangun. Karenanya di dalam perjalanan kehidupan saya tersebut, sudah sering berusaha mencari jalan keluar agar usaha saya bisa maju dan mempunyai hari esok yang cemerlang. Dalam perjalanan hidup tersebut, tidak sedikit pula saya bertemu dengan "orang-orang pintar". Mulai dari yang berpofesi sebagai Peramal, Ahli baca Kartu Tarot, Paranormal, Ahli Feng Shui, Kyai, Ulama dan banyak lagi lainnya. Pada umunnya mereka selalu membicarakan masa lalu saya, dan bagaimana dengan hari esok saya.       

Dus, selama menjalani kehidupan ini, banyak dari nesehat-nasehat "orang-orang pintar" tersebut yang saya ikuti. Hasilnya ya seperti juga yang sudah kita ketahui Bersama, tidak ada satupun yang bisa memberikan nasehat atau petunjuk jalan yang 100% betul adanya. Itu karena bagaimana pun memang rahasia kehidupan seluruh penghuni semesta ini, hanya Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas saja yang mengetahuinya.       

Akhirnya seperti yang sudah sering saya ceritakan dalam tulisan-tulisan beberapa artikel saya sebelumnya. Tahun 1979, saya mulai menjadi Mualaf dan belajar serta menekuni agama Islam dengan menggunakan Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman kehidupan saya.       

Setelah saya mengenal ajaran Islam, saya sungguh-sungguh mempelajarinya. Hasilnya, kehidupan saya berubah 180 derajat. Yang ada di benak saya hanya mencari pahala sebanyak-banyaknya sesuai dengan ajaran yang ada dalam Al-Quran dan Hadits, agar kehidupan di akhirat nanti bisa sukses masuk Surga dan selamat dari Neraka.       

Setelah berjalan kurang lebih 38 tahun, saya pun mulai menyadari bahwa agama yang selama ini saya pelajari itu, ternyata baru menyentuh kulitnya saja. Belum sampai kepada inti sarinya atau hakekatnya.       

Mulai saat ketika jiwa saya tersadarkan tersebut, saya pun semakin sering bertemu dengan para bijak dan suci untuk mendapatkan pelajaran, nasehat dan berdiskusi tentang makna dari kehidupan ini. Di samping itu, saya pun juga suka mendapatkan literatur, artikel-artikel, serta buku-buku yang ditulis para suci dan para bijak. Sampai akhirnya pada suatu saat, saya menemukan sebuah artikel dari seorang master bernama OSHO. Melalui artikelnya tersebut beliau mengatakan, sungguhlah sejatinya di dalam kehidupan ini, kita adalah kesendirian.       

Ketika dilahirkan kita sendiri. Begitu juga dalam kehidupan, sejatinya kita itu sendiri. Walaupun kelihatannya kita punya keluarga, kerabat, dan teman, itu hanya sebatas kepura-puraan saja. Sesungguhnya sejati kita itu adalah kesendirian sampai ketika kita pulang kepada Sang Sumber Keberadaan nanti pun tetap dalam kesendirian.       

Adapun yang namanya sebuah kehidupan itu sesungguhnya adalah hari Ini. Di dalam kenyataannya adalah saat ini dan di tempat ini. Masa lalu telah berlalu dan hari esok tidak pernah ada.       

Lama saya merenungi hakekat makna dari pada kata-kata bijak tersebut, hingga akhirnya saya SADAR dan bisa memahaminya.        

Mari kita sama-sama renungkan, bahwa di dalam kehidupan ini, sesungguhnya kita itu memang dalam kesendirian adanya. Walaupun kita tidur bersama istri atau anak. Secara fisik terlihat bahwa kita itu sedang tidur bersama. Namun sesungguhnya masing-masing individu sedang dalam kesendirian bukan? Artinya, segala perbuatan yang setiap kali kita kerjakan mempunyai konsekuensi dan tanggung jawab sendiri-sendiri. Tidak mungkin bisa dipindah tangankan.     

Ketika kita berbuat kebaikan, sudah tentu kita sendiri yang akan menuai hasil dari perbuatan baik kita tersebut. Begitu juga sebaliknya, ketika kita berbuat sebuah kejahatan, sudah barang tentu kita sendiri juga yang akan menuai hasil dari perbuatan kejahatan kita tersebut.        

Sekarang mau berbuat baik atau jahat tinggal tergantung kepada tingkat kesadaran masing-masing manusia itu sendiri. Karena perbuatan baik dan jahat itu ditentukan oleh tingkat kesadarannya masing-masing.       

Tadi sudah dijelaskan bahwa hidup adalah hari ini, saat ini, dan tempat ini. Menurut pemahaman saya, sekarang kata kunci dari semua artikel ini adalah KESADARAN. Bagaimana kita bisa selalu dalam keadaan SADAR, agar kita bisa selalu bertindak dalam kebaikan pada hari ini, saat ini dan tempat ini.           

Dulu saya sering mendengar keterangan dari guru-guru dalam pengajian. Sesungguhnya amalan yang diterima Tuhan/Allah adalah amalan yang terakhir. Seperti yang sering dicontohkan, barang siapa, artinya siapa saja baik yang kafir maupun penjahat, ketika dalam sakratul maut sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir, kalau seseorang tersebut masih sempat mengucapkan kalimat LA ILLAHA ILALLAH=TIDAK ADA TUHAN KECUALI ALLAH, maka orang tersebut dijamin masuk Surga.       

Ada lagi cerita dalam salah satu riwayat Hadits.  Dimana ada seorang WTS yang  berempati terhadap seekor anjing yang sedang dalam kehausan. Lalu WTS itu pun memberikan air untuk diminum oleh anjing tersebut sehingga terbebas dari kematian. Karenanya Tuhan/Allah mengampuni semua dosa-dosanya WTS tersebut.       

Ada juga sebuah riwayat hadits lainnya yang meriwayatkan, ada seorang pembunuh sudah membunuh 100 orang, tapi karena ketulusan niatnya untuk betul-betul bertobat, setelah meninggal akhirnya dimasukkan ke dalam Surga.       

Dari cerita beberapa peristiwa di atas tadi jelas sekali, hanya dikarenakan perbuatan baik dan mempunyai rasa empati yang tinggi, diakhir masing -masing kehidupannya, mereka semua mendapatkan imbalan Surga.       Jadi kesimpulan dari semua itu, jelas sangat relevan sekali dengan pemahaman yang sangat sederhana, sesungguhnya kedamaian serta kebahagiaan kehidupan di dunia ini bisa dicapai.       

Yaitu dengan berpedoman secara terus menerus untuk meningkatkan KESADARAN kita, bahwa kita tahu persis sesungguhnya kita adalah KESENDIRIAN dan selalu MENYADARI, sesungguhnya realita kehidupan itu adalah HARI INI, SAAT INI dan TEMPAT INI. Karenanya, kita dituntut untuk selalu SADAR dan setiap hari selalu menabur kebaikan. Pasalnya, perpisahan antara JIWA dan JASAD kita bisa terjadi sewaktu-waktu, untuk itu kita tetap bisa terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan.       

Alangkah indahnya bilamana semua manusia, penduduk bumi ini semuanya SADAR, bahwa sesungguhnya kita adalah KESENDIRIAN. Hidup ADALAH HARI INI, SAAT INI DAN TEMPAT INI. Saya yakin kehidupan di dunia ini akan dipenuhi oleh KEDAMAIAN DAN PENUH DENGAN KEBAHAGIAAN.      

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Persiapan Puasa Sahur Dahulu 19 Mei 2019 15:43 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Air Danau Toba Tercemar Berat 24 Mei 2019 15:17 WIB


 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia